Facebook

Wednesday, 14 March 2018

Kawasan Wisata Mandalika COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Seorang teman dari Hong Kong dari kamis sampai hari senin berada di Jakarta.

Saya mendampinginya. Cukup sibuk juga.

Dia bersama teamnya sedang mempersiapkan Land Utility Development Agreement bersama dengan Mitranya yang juga BUMN.

Saat sekarang, katanya sudah masuk proses final design.

Diharapkan tahun ini juga pembangunan hotel dilaksanakan.

Di mana lokasi proyeknya ?

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tepatnya terletak di bagian Selatan Pulau Lombok, KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata.

Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia.

Kawasan Wisata Mandalika

Seperti teman saya itu ada beberapa yang juga masuk ke Mandalika seperti Cross Two Hotel, Paramount, Pullman, Royal Tulip, ClubMed, dan JW Marriot dan masih banyak lagi.

Hotel yang masuk ke Mandalika memang klas premium.

Melibatkan investasi triliunan.Hampir semua lahan water front sudah di borong investor.

Mengapa Investor tertarik membangun proyek di Lombok ? 

Disamping keindahan alamnya yang eksotik juga karena fasilitas wisata KEK memang exciting bagi investor.

Apa itu ? Penangguhan Bea Masuk, pembebasan cukai atas barang impor dalam rangka pembangunan proyek. Selain itu bagi pengunjung wisata asing di wilayah KEK itu dapat refund Tax.

Bukan itu saja, siapa saja yang membeli rumah atau apartement di kawasan KEK itu dapat pembebasan pajak pembelian dan penjualan.

Menurut data, insentip pajak ini jauh lebih menarik dibandingkan di negara lain yang juga di kenal pulau wisata seperti Bahamas dan Mauritius dll.

Disamping itu hampir semua Menteri terlibat mengkampanyekan KEK Mandalika ini.

Presiden juga aktif mengkapanyekan Mandalika ini disetiap kunjungan perjalanan dinas di luar negeri. Agar investor nyaman, maka negara melalui PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) mempersiakan dengan baik segala infrastruktur kawasan agar berstandar international.

Hebatnya KEK Mandalika ini sangat efisien meningkatkan value investasi.

Dengan memanfaatkan PMN Rp 250 Milliar, ITDC telah mencatat aliran investasi Rp 13 triliun.

Ini belum termasuk multiflier effect atas adanya investasi di kawasan ini terhadap kehidupan masyarakat NTB. Teman saya dari Hong Kong mengatakan kepada saya bahwa sikap ramah dan profesional pengelola Kawasan kepada investor mungkin yang terbaik di dunia.

Belum lagi antusias PEMDA dalam menerima arus investasi wisata, belum lagi dukungan masyarakat yang begitu welcome, membuat NTB memang Bali kedua yang layak untuk bisnis wisata.

Tetapi mitra saya mengatakan bahwa investasi wisata di Mandalika layak untuk pasar wisata berkelas premium, yang tentu punya members sehingga captive mendatangkan wisata ke NTB.

Setidaknya proyek yang digagas 29 tahun lalu yang hanya mimpi kini jadi kenyataan.

Rakyat NTB bisa tersenyum bahagia bersama saudaranya di Bali yang telah lebih dulu menikmati kemakmuran dari adanya bisnis Pariwisata.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)