Facebook

Thursday, 15 February 2018

Proxy COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Apakah Proxy? 

Proxy adalah seseorang yang diberi kepercayaan untuk memiliki suatu harta untuk dan atas nama pemilik yang sebenarnya. Proxy pada prinsipnya bisa juga bertindak sebagai wali amanat, wakil dari ahli waris, wakil dari pemilik yang intinya dia hanya bertugas sebagai nama pemilik suatu asset tapi bukan pemilik yang sebenarnya. 

Walau asal muasal Proxy itu dari hukum inggeris namun dalam prakteknya dapat diterapakan diseluruh dunia melalui skema transaksi yang saling terhubung untuk kepentingan pemilik sebenarnya.

Untuk jadi proxy engga gampang. Anda harus benar benar teruji dengan waktu sebagai orang yang dipercaya dan loyal kepada pemilik sebenarnya.

Perhatikan contoh berikut, Pt. Gajah Tunggal oleh BPPN dilelang dan pemenangnya adalah Garibaldi Venture Fund Ltd. Katanya Garibaldi Venture Fund Ltd adalah perusahaan yang terdaftar di Singapore. Ternyata tidak ada. 

BCA dilelang oleh BPPN yang menang adalah Paralon. Menurut informasinya bahwa Farallon Capital Management LLC merupakan perusahan go-public dengan nomor 0000909661. Namun di dalam situs SEC dan di 20-F FCM bagian daftar subsidiaries tidak terdapat nama FarIndo maupun BCA sebagai anak perusahaan. Dan dari business registry nya mauritius juga tidak ada nama FarIndo sebagai perusahaan berdomisili di Mauritius.

Hal tersebut juga terjadi Swissasia Global pengakuisisi Lippo Bank.

UniBank Tbk dengan 21 pemegang saham SPV dari Samoa Island.

Juga Indosat dijual ke STT Singapura ternyata Sales & Purchase Agreementnya (SPA) ke Indonesian Communication Limited (ICL) Mauritius yang katanya subsidiary dari STT Singapura. Ternyata tidak ada ICL sebagai anak perusahaan STT Singapura dan di Business Registry Mauritius juga tidak ada ICL terdaftar di sana.

Perusahaan perusahaan tersebut bukannya tidak ada tapi memang semua informasi tentang perusahaan yang mengambil alihan tidak bisa dilacak, apalagi ultimate owner.

Begitulah kehebatan dari UU trustee Law. Pengambil alihan itu terjadi secara legal namun dibalik itu pemilik sebenarnya tetaplah “someone” yang anonymous.

Praktek semacam ini banyak dilakukan oleh Holdng Company Asing untuk akuisisi bisnis retail network, oil and gas, mining, plantation, property,financial service.

Sehari hari perusahaan itu dikelola oleh proxy yang dibantu oleh professional asing atau local dan sang pemilik yang sebenarnya adalah misteri atau anonymous.

Dihadapan public sang proxy adalah pemilik formal karena didukung oleh legitimasi Negara berdasarkan hukum yang berlaku. Dan sang proxy kadang bergaya seperti selebritis.

Sementara ultime owner, tidak mau publikasi dan mereka king maker yang rendah hati.

Hidup mereka dekat dengan keluarga. Yang pasti mereka menikmati kebebasan dalam arti sesungguhnya.

Apa itu? 

Bebas dari rasa bangga, bebas dari rasa ingin di hormati, Bebas dari rasa keinginan yang tak perpuaskan. Bebas bila harus makan di cafe murah tanpa peduli dengan atribut harta yang melekat.

Q&A

Indah Yanuarsi Babo, antara proxy dan pemilik sebenarnya apakah terdapat kontrak legal atau hanya berdasar trust ? Bagaimana bila sang proxy menghianati pemilik sebenarnya ?

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup ada kontrak assignment atau proxy agreement..


1 comment:

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)