Facebook

Wednesday, 14 February 2018

Mirror Asset Century Gate Hedge Fund COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Mirror Asset 

Mirror itu artinya cermin. Bila anda berdiri didepan cermin maka wajah dan tampilan anda akan persis sama dengan yang ada cirmin itu.

Dalam teknology photo digital cermin itu dapat dipantulkan oleh cahaya ketempat lain, yang tak ada bedanya dengan tamplilan anda didepan cermin. Begitu hebatnya perkembangan tekhnology. Dalam dunia keuangan ada istilah yang dikenal terbatas oleh kalangan fund manager, yaitu mirror asset. 

Mengapa terbatas? 

Karena transaksi ini sebetulnya penuh rekayasa dan dipergunakan untuk tujuan yang sophisticated. 

Tak ada bedanya dengan transaksi Hedge Fund.

Tapi namanya Hedger sebaik apapun dia, keadaan akan cepat merubahnya menjadi spekulan bila keadaan pasar memungkinkan. Begitupula dengan Mirror asset.

Mirror asset itu adalah tools dalam Financial Engineering.

Dia dipergunakan sebagai Credit Enhancement.

Dari namanya tahulah kita bahwa enhancement itu berarti pembesaran /peningkatan.

Seperti balon yang ciut, kemudian ditiup menjadi besar dan ringan untuk dibawa terbang kemanapun.

Anda punya kemampuan untuk melaksanakan business tapi terbatas kemampuan financial.

Tak ada bank yang mau kasih pinjam untuk mimpi anda tanpa ada jaminan yang cukup.

Setidaknya anda harus punya tract record yang qualified serta asset sebagai jaminan.

Bagaimana bila jaminan tidak ada, tract record tidak ada ? 

Sementara anda yakin sekali bahwa apabila project itu jalan, akan menguntungkan sekali.

Bank tidak ada waktu mendengar keyakinan anda itu. Apalagi mempercayai mimpi anda itu.

Pada saat inilah anda dapat masuk ke Financial Engineering. 

Professional Consultant dibidang Financial akan memberikan solution untuk itu.

Maka tools seperti Credit Enhancement itu dapat dipakai.

Pihak Asset Manager ( Investment Banker ), Venture Business akan mendalami Exit Strategy anda dengan teliti.

Bila mereka yakin, maka mereka akan sediakan Credit Enhancement untuk atas nama anda.

Semuanya adalah financial instrument yang liquid berating AAA.

Dengan anda memiliki asset dalam bentuk cash back tersebut maka tidak sulit bagi anda untuk melakukan fund raising melalui penerbitan obligasi ( Bond ) atau penarikan loan dari bank.

Semua itu diatur oleh team professional yang tahu betul dengan semua aspek untuk memenuhi compliance tersebut.

Sepanjang tools ini dipergunakan dengan professional, tidak akan menimbulkan masalah.

Contohnya pihak Asset Manager dan Consultant mengawal ketat proses terlaksananya exit strategy itu dari awal sampai akhir.

Sehingga tidak ada satupun pihak yang dirugikan. Artinya anda harus punya commitment untuk keluar dari mirror asset dengan cepat sebelum jatuh tempo financial intrument itu.

Caranya adalah menggunakan Exit Strategy seperti Refinancing melalui perbankan atau pelepasan saham ke publik/ penawaran tertutup untuk membayar kewajiban financial anda.

Sehingga tidak ada satupun pihak yang dirugikan. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa mirror asset dalam bentuk credit enhancement hanyalah tools untuk memenuhi compliance risk management bukan sebagai loan undertaking.

Namanya tools , tentu ibarat pisau bermata dua.

Bisa untuk tujuan baik bisa pula tujuan buruk (kriminal). Seperti dalam kasus Bank Century, keadaannya tidak jauh berbeda. Pemegang saham Bank century menerbitkan SSB ( mirror asset) tersebut sebagai pembayaran akusisi. 

Tapi ternyata, SSB itu tidak likuid. Ya , jelas saja karna cash itu hanya mirror asset ( illegible ) bukan Real Asset.

Sehingga dikatagorikan Obligasi itu bermasalah (fake). 

Model mirror asset ini beragam dan derivative-nya luas sekali.

Seperti dipakai untuk menerbitkan LC /SBLC /BG /MTN /CD/CDS, yang kesemua ending-nya pay later or never karena illegible.

Itulah sebabnya BI dan Dep Keu tak mampu mendeteksi masalah bank century dengan cepat dan akurat. Akibatnya kebobolan dana talangan sampai Rp 6,7 triliun.

Karena mirror asset bukanlah hal yang sederhana. Sangat sophisticated.

Dia ada tapi tiada karena semua contract non disclosure. Terlaksana karena sebuah konspirasi apik antara Asset Manager, Clearing House, Lawyer, Investor.

Q&A

Ferri Melson Tafzi Babo... Kasih bocoran dong berapa kira2 rate fee utk melakukan Financial Engineering, apakah tetap ada initial costnya?


Erizeli Jely BandaroAdmin Grup berkisar 2-5 % ..tapi minimal USD 100 juta


***

Century Gate 

Tersebutlah ada seorang peranakan Arab yang tampil kaya raya bernama Rafat Ali Rizvi. Di kartu namannya tertera sebagai CEO, Chinkara Capital Ltd yang berdomisili hukum di Kepulauan Bahama.

Dia mendatangi BI untuk mengakuisisi Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC.

Ketiga bank itu dimerger menjadi Bank Century.

Dewan gubenur Bank Indonesia pada 27 November 2001 setuju namun tetap meragukan kemampuan dari investor.

Mengapa ? karena perusahaannya engga jelas.

Hanya perusahaan terdaftar di Offshore. 

Entah bagaimana akhirnya Izin akuisisi diberikan pada 5 Juli 2002.





Bank Indonesia tetap melanjutkan proses merger atas ketiga bank tersebut.

Semua resiko atas Asset bank berupa Surat Surat Berharga yang semula dinilai macet oleh Bank Indonesia menjadi dinilai lancar karena di bail out oleh Chinkara Capital Ltd.

Sehingga kewajiban pemenuhan setoran kekurangan modal oleh pemegang saham pengendali (PSP) menjadi lebih kecil dan akhirnya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio (CAR)) seolah-olah memenuhi persyaratan merger.

Nah darimana Chinkara Capital Ltd mem bail out itu?

Ya pakai surat utang lagi namun di confirmed oleh first class bank.

Paska akuisisi, selama periode tahun 2005–2008 diketahui bahwa posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio (CAR)) Bank Century per 28 Februari 2005 (dua bulan setelah merger) adalah negatif 132,5%.

Apa pasal ? 

Karena asset berupa SSB itu tidak likuid.

Tetapi BI tetap saja tidak memerintahkan kepada Bank Century melakukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) terhadap Surat-surat berhaga (SSB) tersebut.

Mengapa ? 

Karena ada perjanjian Asset Management Agreement (AMA) antara Bank Century Telltop Holdings Ltd, Singapore dalam rangka penjualan surat-surat berharga Bank sebesar US$ 203,4 juta.

Apakah Telltop Holdings Ltd bayar pakai uang? tidak.

Lagi lagi bayar pakai surat utang berupa Pledge Security Deposit sebesar US$ 220 juta di Dresdner Bank (Switzerland) Ltd.

Nah, episode selanjutnya oleh Telltop Holdings Ltd, berdasarkan AMA, SSB itu dijaminkan kepada Saudi National Bank Corp sesuai dengan perjanjian tanggal 7 Desember 2006 untuk menjamin fasilitas L/C Confirmation.

Sisanya di jaminkan kepada First Gulf Asian Holdings, National Australia Bank. Nomura Bank International Plc dan Deutsche Bank. Karena asalnya memang SSB itu bermasalah maka ketika jatuh tempo tidak bisa cair.

Maka bank bank tersebut sesuai aturan international meminta BI harus tanggung jawab.

Kalau tidak akan berdampak sistemik. Makanya terpaksa pemerintah mengeluarkan dana talangan.

Bagaimana dengan Pledge Security Deposit sebesar US$ 220 juta di Dresdner Bank (Switzerland) Ltd dari Telltop Holdings Ltd? Bodong!

Disamping itu, selama paska akuisisi itu PT Antaboga Delta Securitas dibawah Group Century juga menjual surat berharga yang menjanjikan untung 20% sebulan.



Tidak sedikit dana publik yang mengalir ke surat utang ini.

Publik percaya karena ada nama Bank Century dibalik surat utang itu.

Ketika Bank Century jatuh, dana nasabah PT Antaboga Delta Securitas juga hilang.

Pemerintah tidak bisa bayar. Karena mereka bukan nasabah bank.

Yang di jamin hanya nasabah bank yang deposito dibawah ketentuan LPS.

Jadi kasus Century adalah permainan Hedge Fund yang merugikan negara dan juga publik.

Pihak pemain hanya bermain dengan SSB yang semuanya adalah mirror asset, yang ilegible.

Tetapi knowledge pejabat BI dan Menteri Keuangan engga sampai kesana.

Sehingga mudah dibobol. Apalagi dalam permainan ini Pemegang saham Century melobi pejabat, politisi dan lain lain agar memudahkan proses mereka “ ngakali” ororitas moneter kita.

Dan yang masuk penjara adalah PROXY ( Robert Tantular ).

Contoh kasus diatas ada sisi buruknya pemain hedge fund. Jangan ditiru. !

Q&A


Hafidz Wahyudi Babo... Seorang pemain Hedge fund yang suka tipu tipu di Indonesia seperti nya mayoritas ya... (Walaupun tidak semua dan pasti nya bukan babo...,).

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup kalau pengetahun Hedge fund ini di pakai dengan tujuan baik maka bisa membuat anda kaya raya dalam usia muda.

China, adalah contoh bagaimana anak muda usia dibawah 40 tahun udah sukses.. Karena mereka belajar hedge fund untuk negaranya..dan menampung angkatan kerja..jadi tidak ada satupun proyek yang bersiko tidak dibiayai..

Juga para laskar Hibullah bisa punya uang lebih dari USD 100 miliar karena operasi seperti ini...dan mereka gunakan uang itu membangun libanon dan melaksanakan operasi kemanusiaan di banyak negara

Jubilee Joseph Babo harus diusulkan jadi consultan Presiden or KPK agar follow the money si koruptor terbongkar.

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Dulu pernah jadi nara sumber kejaksaan waktu kasus century



***


Hedge Fund.

Semua itu berawal tahun 2003 ketika itu China yang berminat untuk melepas Power Plant kepada pihak investor. Harga power Plant itu senilai USD 1,2 miliar.

Kehebatan project ini adalah kemampuan mendatangkan cash flow yang cepat karena dijamin oleh Pemerintah China sebagai off take. 

Hanya saja harga jual power kepada Pemerintah China tergantung harga pasar dari fuel. 

Kebetulan fuel dari Power plant itu adalah batu bara.

Jadi semakin tinggi harga batubara semakin tinggi harga jual power( per kwh) kepada Pemerintah China.

Karena peluang itu bagus, maka dia berniat untuk mengambil alih project itu dan menyatakan keluar dari perusahaan tempatnya kerja.

Dia tidak punya tract record dan juga tidak ada reputasi.

Bagaimana dia bisa dipercaya untuk mengambil alih Power Plant itu? 

Menurutnya, Pihak China melakukan tender offers kepada limited investor secara international.

Tidak peduli siapa dan apa reputasinya, yang penting selagi peserta tender bisa menunjukan bukti dia punya uang maka dialah yang qualified sebagai pemenang.

Ketika tender digelar, dipastikan hanya segelintir saja yang ikut lelang. 

Mengapa ?

Karena tidak banyak perusahaan yang mampu membuktikan ada Proof of fund senilai billion dollar cash. Memang banyak perusahaan raksasa berkelas dunia namun asset tunai dalam jumlah besar hampir tidak ada di neraca perusahaan.

Asset tunai itu akan ada berdasarkan requirement project yang sudah final.

Artinya untuk project yang belum ditangan, tidak ada jalur untuk mendatangkan uang tunai.

Tapi dia berhasil menjadi pemenang. Itu artinya dia mampu memenuhi syarat menyediakan bukti uang (Proof of fund ) sebesar billion dollar. 

Bagaimana caranya?

Menurutnya ini hanyalah permainan skema investasi.

Berdasarkan investment analysis yang disusunnya, dia berhasil meyakinkan Asset Management di Swiss untuk menyediakan credit enhancement bagi perusahaannya.

Apa itu Credit Enhancement ? 

namanya saja enhancement atau pembesaran. Jadi dapat disimpulkan ini seperti meniup balon sehingga membesar namun tetap saja didalamnya hanya angin alias nothing.

Tentu settlement nya melibatkan paper work yang sophisticated. Asset Management men structure dana dibawa kelolanya untuk di assignment melalui penempatan dana di-rekening perusahaannya namun dia tidak berhak apapun untuk menggunakannya tanpa persetujuan dari Asset Management.

Dana itu kapan saja bisa ditarik kembali oleh pihak asset management.

Pihak china tidak semudah itu percaya ketika melihat bukti dana dalam bentuk print out rekening Koran.

Pihak china minta agar bukti dana itu di confirmed melalui SWIFT antara bank.

Ya tentu bisa di confirmed karena memang uang ada direkeningnya.

Setelah itu, dia dinyatakan qualified dan diberi waktu selama satu bulan untuk melakukan pembayaran.

Nah, sekarang bagaimana dia membayarnya ? 

Bukankah dia hanya punya credit enhancement alias nothing.

Caranya sangat mudah. Credit enhancement itu di structure menjadi SBLC sebagai collateral untuk menarik pinjaman dari bank.

Bank mana ? Ya Bank di China. 

Karena project nya di china, ya sumber dana juga dari china.

Setelah SBLC di delivery oleh banknya di Eropa ke bank di China maka kredit cair.

Dana itu langsung dibayarkan kepada pihak china sebagai bentuk pelunasan pengambil alihan power plant. Selesailah.

Nah , pertanyaannya adalah bukankah credit enhancement itu nilainya nothing, bagaimana bisa berubah menjadi SBLC (cash collateral )? 

Tentu setelah dia menjadi pemenang tender maka diapun sudah legitimate menguasai underlying transaction, karenanya dia bisa bebas melakukan exit strategy sebagai risk management.

Apa exit strategynya ? 

Re-financing melalui penerbitan revenue bond. Artinya setelah project itu diambil alih melalui loan against SBLC maka dalam waktu yang sama revenue bond diterbitkan.

Hasil penjualan revenue bond ini digunakan untuk pelunasan hutang kepada Bank dan SBLC dibatalkan sehingga tidak terancam default karena basicnya nothing.

Pertanyaan terakhir adalah siapa yang berminat membeli revenue bond itu ? 

Pembelinya adalah Trader batu bara, yang butuh off take market dari power plant dan sekaligus berharap future value dari kenaikan harga batu bara.

Maklum value jual power ini berdasarkan harga fuel ( batubara ) international. Dua tahun setelah pengambil alihan itu, harga batu bara naik ketingkat tak terbayangkan.

Otomatis pemerintah china harus membayar harga power per kwh sesuai dengan harga batu bara international.

Ketika itulah dia menjual Power plant itu kepada pihak lain dengan harga dua kali lipat.

Hasil penjualan itu digunakan untuk pelunasan revenue bond dan sisanya lagi dipakainya untuk melakukan akuisisi perusahaan dengan modus operandi yang hampir sama, yaitu create value melalui financial engineering.

Kalau orang membangun business berlelah dan berkeringat dengan melewati rentang waktu puluhan tahun dengan resiko namun dia hanya mengutak-atik paper work dapat menjadi billioner dalam hitungan tahun tanpa mengeluarkan resiko modal.

Dari semua aktifitasnya itu, tahukah anda bahwa dari puluhan perusahaan yang diambil alihnya dengan karyawan puluhan ribu mungkin tidak ada satupun yang mengenal dia.

Karena kepemilikan perusahaan itu semua dibawah holding company yang terdaftar di Trustee regions ( virtual company).

Dia kaya raya namun tidak membuat dia menjadi manusia sibuk dan protokoler.

Dia tetap menikmati hidupnya karena jauh dari kesibukan para professional yang bekerja siang malam untuk memastikan perusahaannya mendatangkan laba.

Apakah dia tidak kawatir dicurangi oleh para executive nya? Oh tidak!

Mengapa? 

Semua perusahaan yang diambil alihnya pada intinya terikat dengan System Moneter ( Pasar uang dan pasar modal ) yang tentu authority akan mengawasi ketat dari segala pelanggaran dan memastikan tidak ada penyimpangan akuntasi dan perpajakan. Artinya, Negara bertindak sebagai watchdogs perusahaannya. Hebat,kan.

Begitulah system kapitalis. Dunia dikendalikan oleh pengusaha akses dana, bukan para mereka yang bekerja keras dan lulusan terbaik dari kampus terbaik.

Q &A


Yulia Hartati Babo, bagaimana jika kemarin itu ia kalah tender? Apakah ada sanksi atau denda?

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Sebelum tender kan udah dipelajari TOR nya dan kalau engga siap ya jangan ikut.

Imanuel Bidang Paper work skema investasi...cara nyusunnya???

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Baca buku ..banyak kok bukunya..

Ferre Chua Meyakinkan asset management swissnya dgn apa babo

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Bergaul

Agnes Fera Babo, SBLC against credit enhancement nya berapa % ?
Apakah digross up lagi agar no equity ?

Begitu pula dengan ratio bond, apakah full revenue yang dijadikan underlying hingga no equity needed ?

Pertanyaannya, bagaimana bond bs lolos ke market ? Apakah karena hanya ke market khusus saja, dlm artian trader coal saja.

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Face value 100%. Revenue Bond. Bond masuk melalui limited officer 15 investor

Agnes Fera Sophisticated structure. 100 % face value plus limited offering.
Yang memutuskan resign dan handle this must be had great experiences and reputation.

Esther Hartomo 'Menjual ke pihak lain dengan harga dua kali lipat'. Koq ada yang mbeli ya?

Agnes Fera Valuation atas revenue nya naik, karena harga coal naik, hingga price per kWh naik.

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Trend harga Coal memang naik terus ketika itu

***


Apa sih Hedge fund itu? Demikian tanya nitizen kepada saya.

Kalau kita lihat dari arti kata perkata maka hedge itu berarti lindung. Fund berarti dana. Hedge fund artinya dana terlindungi.

Terlindungi dari apa? Ya dari resiko.

Kok bisa? Mana ada bisnis tanpa resiko ? Tetapi itulah yang ditawarkan.

Tetapi kalau anda bisa berpikir sederhana, apakah ada perusahaan asuransi rugi? Engga ada kan.

Padahal Perusahaan asuransi menjual keamanan dari resiko.

Jadi bagaimana mereka bisa membuat tidak ada yang rugi dan mereka sendiri aman?

Ya dari clients sendiri. Uang berputar putar diatara clients dan setiap putaran itu mereka dapat fee.

Hedge Fund dalam operasionalnya melakukan penarikan dana dari luar dari beberapa investor dan ditempatkan dalam kontrak pengelola dana. Setiap investor masuk dalam program hedge fund dikenakan fee sebesar minimal 2%. Kadang fee lebih besar tergantung tingkat laba yang dijanjikan.

Jadi untung atau rugi, pengelola hedge fund tetap untung mereka. 

Nah apakah ini dibenarkan oleh pemerintah?

Di luar negeri usaha semacam ini tidak dibenarkan masuk ke ranah publik.

Artinya investor retail engga boleh membeli produk investasi mereka. Kecuali investor yang punya uang minimal USD 200,000. Bahkan di Indonesia usaha Hedge Fund tidak dibenarkan. Kecuali Mutual Fund.

Untuk skala Hedge Fund tertentu kadang dibatasi hanya invesfor yang punya uang minimal USD 100 juta.

Nah pertanyaan kemana saja uang hasil pooling ini mereka gunakan ?

Ada yang masuk ke produk pasar uang, pasar modal. Tetapi karena tidak dibatasi area dan limitasi nya oleh OJK maka mereka bisa masuk kemana saja melalui skema financial engineering. 

Di sinilah moral seorang pemain hedge fund di uji.

Mereka bisa jadi malaikat dan bisa juga jadi setan.

Kekuatan mental sangat diperlukan ketika menjadi pemain hedge fund.

Sejarah mencatat sebagian besar mereka yang masuk ke hedge fund cenderung jadi hedger dan hancur.

Pemain hedge fund yang senior tidak pernah nampak kepermukaan.

Mereka membungkus dirinya sebagai konsultan bisnis atau kurator universitas, atau komentator media, atau pengelola portofolio bisnis yang dilegitimasi negara.

Anda tidak akan dapat mengetahui bisnisnya kalau anda bukan orang qualified sebagai financial network nya. Hubungan antara pemain hedge fund sangat dekat. Namun diatara mereka saling merahasiakan clients nya dan strategi bisnisnya.

Kalaupun terjadi sinergi hanyalah sebatas saling merekomendasikan agar bisa mengakses institusi keuangan.

Para pemain hedge fund yang berkatogiri sophisticated source sangat dekat dengan dana pensiun, perusahaan asuransi, pengelola kasino dan pengelola retail bisnis yang punya putaran uang tunai besar setiap hari, pengelola dana jamaah keagamaan. Mereka menjadi Malaikat pelindung bagi institusi tersebut agar bisa meningkatkan value dana yang dikelola.

Dan sekaligus membuat para CEO institusi tersebut kaya raya. Aktifitas mereka dalam hedge fund berdampak kepada gelombang akuisisi Perusahan dan penguasaan kartel bisnis di segala bidang dengan tujuan meningkatkan nilai uang.

Didunia sekarang pengelola hedge fund hanya 14,000 orang saja dan mereka mengusai 60% kekayaan dunia.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)