Facebook

Friday, 16 February 2018

Hedge Fund Zaman BJ Habibie COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Financial Engineering, menyelamatkan negara.

( Contoh kasus Hedge fund )

Ditengah situasi tidak menentu akibat krisis moneter paska kejatuhan Soeharto.

Janji IMF akan bantu bailout perbankan, dari hari ke hari, bulan ke bulan tak juga ada realisasi.

Sehabis rapat terbatas Kabinet bidang Ekuin, presiden, di teras Istana berkata kepada Menkeu. “Saya butuh 10 orang team, langsung dibawah saya.”.

Seminggu kemudian di ruang kerja Presiden telah hadir 10 orang anak muda yang diantar oleh Menkeu.

Presiden memberikan briefing singkat tentang kondisi terkini Indonesia. “ Saya punya kantong empat. Kata Presiden memperlihat saku jas nya. Di kantong kiri kanan engga ada uang. Tugas kalian pastikan kantong ini berisi.”.

Selama 1 bulan , team itu bekerja siang malam.

Kemudian mereka datang lagi menghadap Presiden.

Saat itulah terjadi diskusi hangat antara 10 orang itu dengan presiden.

Kesimpulannya Presiden setuju dengan solusi yang ditawarkan mereka.

***

Ketika krisis monter paska Soeharto jatuh. Perbankan kesulitan mendapatkan pemasukan.

Karena semua uang yang disalurkan sudah habis untuk memberi utangan kepada debitur.

Sebagian besar debitur bangkrut. Sementara deposan berbondong bondong mencairkan tabungan dan depositonya. Mereka engga percaya lagi dengan Bank.

Pemerintah minta tolong kepada BI untuk memberi pinjaman kepada bank untuk membayar uang deposan. Tapi masih belum cukup juga. Akhirnya pemerintah bilang kepada perbankan " hitung semua kredit macet yang ada, akan kita talangin 100% nilainya. Kamu bisa bayar uang deposan itu semua, termasuk bayar utang kepada BI. Jaminan yang ada di serahkan kepada BPPN.“

Darimana pemerintah dapatkan uang untuk bailout itu.

Padahal kas kosong. IMF hanya PHP terus.

Ya dari langit. Loh kok bisa ? 

Gini caranya. Pemerintah menerbitkan surat utang atau disebut Obligasi Rekap. 

Nilai obligasi rekap itu mencapai Rp430,4 triliun. Jadi dalam neraca bank, disisi asset ada obligasi rekap yang punya pendapatan tetap dari bunga. Sementara harta berupa tagihan kepada debitur diambil pemerintah. Neraca bank jadi sehat.

Tentu pemerintah memberikan skema talangan ini tidak begitu saja. Ada syarat.

Salah satu syaratnya Bank harus punya kecukupan modal disetor minimal 10% dari total asset.

Gimana kalau pemegang saham tidak mampu.

Ya pemerintah ambil alih dengan harga buku dan bayarnya lagi lagi engga pakai uang tapi dalam bentuk obligasi. Jadi semua saham dimiliki oleh pemerintah.

Nah harta yang disita bank itu dijual kepada publik untuk dapatkan uang tunai atau uang benaran. 

Uang itu dipakai untuk biayai APBN yang tekor. 

Walau harga jual asset itu berkisar 30% dari nilai buku. Ekonomi kembali bergerak. Bank menjadi sehat. Setelah sehat, bank itu dijual kepada investor melalui lelang terbuka. Tentu berebut investor mau beli.

Contoh BCA. Harga dasar valuasi Rp. 925 per lembar. Tapi pemerintah menjualnya ke investor dengan harga Rp. 2.975. Artinya pemerintah untung 3 kali lipat.

Nah kalau kerugian penjualan asset sebesar 70% sementara untung jual saham 3 kali lipat, Itu artinya modal 0,7 di jual 3. Untungkan. Dan ini uang benaran loh yang masuk ke kas negara. 

Tapi,kan didalam bank itu masih ada obligasi rekap yang harus ditanggung negara ?

Ya engga apa apa. Itu hanya cara smart pemeritah begoin investor untuk mem-bail out masalah negara dengan janji future ekonomi. Yang penting negara dapat untung di depan dan sistem perbankan kembali sehat untuk melanjutkan rezim uang fiat.

Jadi siapa sebetulnya yang menyelesaikan masalah moneter yang bangkrut itu ? 

Ya swasta/ investor. ya publik. Pemerintah hanya bermain main dengan paper aja.

Bagaimana bayar bunga dan lunasi obligasi rekap itu ? 

Ya kan bank itu kerja akan menghasilkan laba. Dari laba itu kan mereka bayar pajak penghasilan 35%, pajak karyawan , pajak giral, dll. Total semuanya negara dapat uang bisa mencapai 40%.

Sementara angsuran utang dan bunga obligasi rekap tidak lebih 10% pertahun.

Untung lagi kan.

Lantas benarkah solusi ini hebat ? 

Wow hebat bangeeet. Selama 10 tahun SBY berkuasa berhasil mendongkrak APBN tiga kali lipat dan GNP melonjak 4 kali lipat. Negeri ini tetap jalan dan kita kita masih bisa menikmati secangkir capucino di starbuck.

Bandara setiap tahun masih disemuti orang untuk mudik. Derivate kenaikan GNP dan APBN itu.

SBY gampang tarik utangan untuk ekspansi sosial, bagi bagi Bantuan langsung Tunai kepada rakyat miskin, memberi subsidi BBM.

Dan SBY bisa menjalankan pemerintahan selama 10 tahun sambil ciptakan lagu.

Pemerintahan berjalan autopilot.

Hebat kan.

Lantas siapa yang pinter ? 

Ya Gus Dur dan Megawati. Karena mereka berdua menolak skema bantuan dari IMF soal penyehatan perbankan. Andaikan dulu Gus Dur dan Megawati mengikuti skema IMF, seperti LOI Soeharto, mungkin sekarang kita engga punya lagi BUMN.

Semua BUMN sudah dimiliki asing semua. Dan kita jadi negeri jajahan dinegeri sendiri.

Tapi apakah Gus Dur menepuk dada ? Apakah Megawati menepuk dada ? tidak. 

Mereka di hina dan disingkirkan ditengah pengorbanan luar biasa untuk negeri ini, tapi mereka tetap ada untuk negeri dan tidak pernah lelah mencintai negeri ini.

*** 

Dari 10 orang pemuda itu, sebagian besar berkarir di luar negeri setelah Megawati dan Gus Dur jatuh.

Satu satu dari mereka kembali ketika Jokowi berkuasa.

Namun tersisa hanya 6 orang, yang empat meninggal dalam usia muda. Umumnya meninggal serangan jantung. Pahamkan sayang

Q&A


Tjeng Fu Ming Alurnya koq agak membingungkan Babo.
Apakah presidennya itu BJ. Habibie?
Karena skema bantuan IMF ditolak di era Gus Dur dan Megawati.
Dan yang menikmati adalah presiden sesudahnya.

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Ya karena skema financial engineering era Megawari itu membuat SBY punya resource untuk meningkatkan kinerja Ekonomi karena APBN otomatis terdongkrak..Bayangkan kalau Megawati yang menang dalam Pilpres 2004. Skema financial engineering , akan masuk ke exit yang bisa membuat Indonesia jumping jadi negara besar di ASIA karena krisis...

Agusanta Ginting Babo..kenapa nasabah mau membeli surat berharga milik pemerintah..sedang kan negara sedang kerisis..pada masa tereebut janji apa yg di berikan pemrintah...

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Obligasi itu yang beli pemerintah sendiri. Jadi pemerintah terbitkan, pemerintah juga yang beli. Bayarnya pakai utang lagi..

Agusanta Ginting Berti pemrintah punya batas waktu utk keluar dri kemelut ...paling tdk memgurangi gejolak ekonomi..walau gejolak politik yg mengakhiri...

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup nilai obligasi dalam 10 tahun nilainya nol. karena tergerus yield yang semakin mendekati nol

Birgaldo Sinaga Babo.. Kasih inisial sj donk

Erizeli Jely BandaroAdmin Grup Initial YA ...

OW, dia head dealer SCB Singapore.

SJ, senior analis di ADB,

AP, fund manager CN.

AN, treasury UBS.

Itu aja yang meninggal..Mereka warga negara indonesia, dan etnis tionghoa semua.

Lulusan universitas terbaik di dalam negeri dan luar negeri.

Kalau mereka masih hidup usianya sama dengan saya Ketika itu usia mereka masih dibawah 40.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)