Facebook

Friday, 26 January 2018

Solusi Pemberdayaan KOPERASI COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Financial solution untuk Koperasi.

Berdasarkan UU badan usaha yang diakui ada tiga

1. CV /Firma adalah Usaha perseorangan atau kelompok yang tanggung jawabnya tidak terbatas kepada pemilik perusahaan.

2. PT ( perseroan terbatas ) adalah jenis usaha yang bersifat terbatas dimana tanggung jawab pemegang saham hanya terbatas atas modal disetor ( sahamnya ).

3.PT ( Persero) adalah jenis usaha Badan Usaha Milik Negara.

Dimana secara hukum tetap mengacu kepada UU PT dimana tanggung jawab pemeritah terbatas pada saham yang ada .

4.Koperasi . Adalah jenis usaha gotong royong dari anggota untuk anggota dengan tujuan untuk memenuhui kebutuhan akan anggota.

Dalam perkembangannya , hanya koperasi yang sulit berkembang walau dukungan politik begitu besar.

Mengapa ? Penyebabnya adalah

1. Hak anggota tidak mengenal dari jumlah penyertaan tapi prinsip nya one men one vote.Artinya prinsip equality atas semua anggota tanpa memandang besanya moda ditempatkan.

Perbedaannya hanya terletak pada siapa paling aktif berperan serta dalam koperasi maka dialah yang mendapatkan lebih.

2.Karena one man one vote sehingga sulit sekali melakukan fundraising secara massive.Tidak seperti yang bisa dilakukan oleh jenis usaha Pt atau Persero yang bisa menggunakan bursa ( pasar modal).

Mengapa ? ya bagaimana mendatangkan orang rapat bila anggota jumlahyna ratusan ribu bahkan jutaan.

Dengan adanya kendala tersebut diatas maka solusi dapat dibentangkan.

Tentu didasarkan kepada peran negara memberikan dukungan serta adanya sistem IT sehingga semua anggota dapat terhubung secara virtual untuk terjadi interaksi.

Bagaimana organisasi fundraising untk koperasi?

1. Izin pendirian koperasi.

2. Membuat platform bisnis yang akan dibiayai.

3. Membuat sistem IT untuk membersip dan payment settlement unit penyertaan koperasi.

4. Menunjuk Asset Management Company untuk bertindak sebagai manager investasi dan membuka manage account atas penampungan dana hasil fundrising.

5. Membentuk Project committee group sebagai team risk management.

Anggota team PCG dipilih oleh anggota koperasi dalam rapat umum anggota.

6.Membentuk team Business development group yang bertugas sebagai mentor dan pendukung unit bisnis yang dikelola oleh anggota.Anggota team BDG ditentukan oleh PCG.

Prospektus Unit penyertaan koperasi:

1. Bahwa Koperasi yang akan didirikan melepas 10 juta unit penyertaan keanggotaan dengan nilai per unit Rp.20.000 atau total kapitalisasi Rp.200 miliar.

2.Basis income unit pernyertaan adalah bagi hasil yang akan dilaporkan secara online dengan prinsip real time.

3.Unit penyertaan koperasi digunakan untuk usaha yang punya captive market seperti :

- Pengadaan pasar rakyat.
- PDAM
- Pembangkit listrik mini hidro
- Jalan toll khusus.
- kredit usaha kecil ( BMT).
- Pengrajin ekonomi kreatif
- Kawasan indusri kecil.
- Usaha IT yang mendukung aplikasi business.
- Usaha agro untuk mendukung program resi gudang.

4.Cara pendaftaran

Siapapun selagi warga negara bisa menjadi anggota koperasi.

Pendaftaran dilakukan secara oline dan pembaran unit penyertaan dilakukan secara online atau melalui ATM atau bisa juga membayar melalui pemotongan pulsa telpon.

5.Accout holder :

Semua dana dari hasil unit penyertaan ditampung di rekening atas nama asset management ( discretionary account) ,yang pencairannya dilakukan sesuai kontrak.

Yang berhak menerima dana adalah anggota atas usulan persetujuan dari PCG.

6.Likuiditas.

Pemilik unit penyertaan dapat kapanpun keluar dari keanggotaannya dan dana dapat ditarik kembali secara online.

7. Pembayaran bagi hasil

Dilakukan secara online atau langsung ke rekening anggota.

Penentuan jumlah pembagian sisa nasil usaha dilakukan berdasarkan rapat anggota secara situs online, Voting anggota secara online. Saran dan pendapat secara oline.Yang dapat akses kepada situs online hanyalah anggota.

Apa kelebihan dari sistem ini ?

1.Tidak perlu izin OJK karena koperasi bisa menampung anggota tidak terbatas.Tidak perlu rating.

2.Likuiditas dijamin

3.Dijamin resiko dari kerugian (financial engineering )

4.Pendapatan dari bagi hasil.

5.Unit penyertaan dapat diperjual belikan ( dipindah tangankan ) secara online dengan harga pasar sesuai tingkat EBIT.

6.Tidak ada riba

7. Siapapun anggota (tanpa melihat jumlah unit penyertaan yang dimilikinya) berhak menggunakan akumulasi dana unit penyertaan untuk usaha asalkan disetujui oleh PCG dan sesuai dengan SOP yang disepakati oleh agggota.

8. Pengelolaan secara transference dan accountable karena di audit oleh akuntan publik.

Pengelola tidak memegang dana hasil fundraising ( dana dari unit penyertaan ).



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)