Facebook

Friday, 26 January 2018

Merebut Hati Mitra COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Hari itu jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Saya sudah berada di ruang tunggu CMB di Hong kong sejak jam 11 pagi.

Tapi tanda tanda dia akan memanggil saya sesuai janji bertemu tidak juga datang.

Kejadian ini sudah berlangsung 3 bulan lebih. Setiap hari selama 3 bulan itu saya selalu di PHP oleh Principal Buyer. Kalaulah dia mau menerima saya, dan akhirnya menolak memberikan dukungan kemitraan dengan saya, itu saya bisa terima.

Tapi dia tidak pernah menolak dan terus menjanjikan untuk mau terlibat.

Saya tidak pernah kehilangan harapan.

Saya sadar bahwa tidak mudah bagi dia mau bermitra dengan pedagang pendatang baru.

Apalah saya? Orang asing di negeri orang. Reputasi belum ada.

Dengan dia beri PHP sudah berkah bagi saya.

Suatu waktu di musim semi pada hari ke 98, dia memanggil saya masuk ruangannya.

Pada waktu itu jam menunjukan pukul 10 lewat 2 menit.

Dengan tersenyum dia katakan “ Kami sudah menemukan mitra kami kemarin. Hari ini saya ingin menolak proposal anda. Alasan jelas, bahwa anda tidak punya qualifikasi untuk bermitra dengan kami. Tapi…” dia terdiam lama.” Saya terpaksa menerima proposal anda.


Tapi apakah anda bisa bantu yakinkan saya bahwa saya tidak akan mengambil resiko atas keputusan ini? Sambungnya.

“ Selama setahun , anda tidak perlu bayar fee setiap delivery barang yang saya lakukan sebagai buying agent, termasuk program re-eksport yang saya lakukan. Setelah setahun, anda puas, kita akan perbarui kontrak. Selama setahun semua biaya yang berkaitan dengan sumber daya, saya tanggung. Apakah itu kurang cukup bagi anda?

“ Bisa engga jangan setahun tapi dua tahun?" Katanya

“ Saya tidak dalam posisi menentukan aturan. Terserah anda. Apapun itu adalah menjadi kehormatan bagi saya.”

Dia segera menyalami saya. “ Sekarang kita teken kontrak. Kami akan bayar semua fee anda. Tidak ada pengecualian walau anda tidak memenuhi qualifikasi. Tidak perlu tunggu setahun atau dua tahun. “ Katanya.

Saya terharu. Dalam hati saya berkata kepada Tuhan, “ terimakasih Tuhan, Kalaulah engkau beri aku kepintaran, ilmu pengetahuan, harta, itu semua tidak akan membuat aku memenangkan pertarungan. Tapi kalau Engkau beri aku kesabaran maka aku bisa mengeringkan samudra, dan meratakan gunung. Hati manusia tidak bisa di taklukan dengan sifat tergesa gesa, Tidak bisa dengan amarah, atau kecewa atau ancaman. Tapi hanya dengan kesabaran ,kita bisa merebut hati orang. Tanpa keimanan rasanya hampir tidak mungkin orang bisa bersabar.".

Ketika saya keluar dari ruangan meeting, dan masuk ke dalam lift.

Saya menarik nafas panjang panjang. Dalam perjalanan ke kantor saya telp istri saya, dan menceritakan keadaan saya “ Ya Papa. Yang papa punya hanya kesabaran. Lain engga ada. Kalau kesabaran juga engga ada , siapa yang akan peduli dengan papa? harta engga punya, ilmu cetek, tampang pas pasan. Karena sikap sabar itulah sampai kini mama bangga punya suami seperti papa..Selalu ada harapan dalam keadaan sulit. Tanpa sabar kita sudah lama kehilangan harapan. Kehilangan harapan adalah perbuatan kufur. Ya kan.“ kata istri saya.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)