Facebook

Sunday, 21 January 2018

Memahami Investor COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ada teman menawarkan peluang bisnis kepada banyak calon investor potensial, tapi hanya dapat kesempatan untuk presentasi setelah itu tidak ada lagi kabar.

Sama dengan era SBY, berkali kali delegasi Indonesia ke China menawarkan proyek infrastruktur tapi tidak membuat investor china tertarik.

Padahal jumlah kunjungan pemerintah ke Cina jauh lebih banyak era SBY di bandingkan Jokowi.

Mengapa jusru di era Jokowi investor china datang berbondong bondong? 

Perhatikan prinsip dibawah ini.

-Pemilik uang itu pasti lebih cerdas dari anda. Kecuali dia kaya tanggung.

-Pemilik uang itu hidupnya sudah aman. Makanya dia tidak mau ambil resiko.

-Pemilik uang itu tidak mau repot , makanya dia males kalau anda tawarkan tantangan.

-Pemilik uang itu inginkan laba diatas bunga bank.

Jadi dengan empat pinsip itu maka silahkan anda intropeksi bila akhirnya anda gagal mendapatkan investor.

Nah gimana caranya menarik investor agar mau melaksanakan mimpi anda ?

Ya hadapi mereka dengan mental mereka. 

Caranya ?

Pertama,

Walau anda merasa hebat dibidang produk atau business tertentu, jangan pernah yakinkan investor akan kelebihan anda tersebut.

Yakinkan kepada mereka bahwa tanpa mereka, anda nothing. 

Rebut hati mereka. Karena satu satunya yang membuat mereka mau mendengar anda, adalah kalau anda bisa merebut hatinya. Jadi berbaik sangka dan berpikir positiplah terhadap mereka.

Orang minang bilang, engga apa apa harus berjalan di bawah rumah orang asalkan dapat telor.

Engga apa apa bayar makan malam cewek asalkan dapat cinta. Paham ya.

Kedua.

Jangan pernah buru buru bilang “ Pak/bu, ini bisnis engga ada resiko, pasti untung.” jangan!

Karena sekali anda bicara seperti itu, mereka langsung curiga.

Tapi katakan kepada mereka “ Bisnis ini cocok untuk anda, dan saya akan bekerja keras mendatangkan laba untuk anda.”

Dengan anda berkata seperti itu, maka akan mengundang rasa ingin tahunya, dan saat itulah anda harus bicara.

Waktu bicara , jangan lebih banyak retorika.

Tapi ungkapkan fakta. “ Ini sudah ada permitaan sementara dari Relasi atas produk yang akan dihasilkan. Atau ini ada permintaan dari relasi saya mau bersinergi menguasai pasar. " 

Bila anda bisa lakukan itu maka anda sudah menguasai phase kedua.

Tapi belum membuat dia mengambil keputusan.

Ketiga.

Jangan sekali sekali bilang, “ Kalau kita berhasil membangun proyek ini maka kita akan menguasai pasar atau menguasai tekhnologi. “ Jangan. “ kalau” itu adalah sinyal bagi mereka bahwa proyek itu beresiko. 

Mereka tidak ingin ada tantangan.

Itu tugas anda menghadapi tantangan. 

Jadi katakan kepada mereka “ Business process sampai proyek selesai akan didukung oleh tenaga ahli dan team yang profesional.” jadi kesannya bahwa maslalah teknis itu hal biasa saja.

Kalau anda sudah bisa diterima pada phase ketiga ini, maka selanjutnya anda akan dihubungi oleh investor.

Pada saat itu dia sudah melibatkan teamnya untuk membedah rencana bisnis anda.


Keempat.

Jangan bangga dengan pendapatan by process sebagaimana forecasting income report. Jangan!

Mereka engga tertarik dengan cash flow anda yang sekian tahun akan mencapai laba sekian. Jangan.

Tapi anda harus temukan cara sehingga bisa ngomong begini :

“ Setelah proyek selesai dibangun atau setelah sekian tahun bisnis di jalankan, ada investor yang mau ikut saham. Kita bisa jual sekian lipat saham itu. Atau ada bank yang akan beri kredit , sehingga investasi kita bisa meningkat nilainya." Itu artinya dia tahu bahwa business yang anda tawarkan itu diatas bunga bank.

Sekian, sebagai inspirasi bagaimana model seminar nanti yang akan saya sampaikan.

Materi yang saya berikan menanamkan mindset baru bagaimana smart menjadi pengusaha.

Tentu akan ada studi kasus yang mendukung langkah sukses tersebut diatas.

Anda tidak perlu ahli financial engineering, tidak perlu paham dunia insinyur, dunia ekonom, dunia hukum atau apalah.

Anda hanya perlu cerdas bagaimana memanfaatkan orang berilmu, negara, institusi untuk melancarkan tujuan anda.

Karena anda bukan ilmuwan , bukan dosen , bukan pejabat tapi pengusaha atau Enterpreneur. Anda adalah Leader bagi mereka semua.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)