Facebook

Thursday, 25 January 2018

100 Hari Gubernur DKI COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Ada tiga Issue yang perlu saya beri catatan.

Pertama , Rumah DP 0% dan kedua, reklamasi, ketiga Penutupan Alexis.

Saya tidak akan menambahkan informasi di luar fakta tapi menyampaikan apa adanya.

Sementara yang lainnya itu bisa dilihat dan dirasakan oleh warga jakarta. Baiklah saya sampaikan satu persatu.

Pertama. Rumah DP 0 adalah nama program. Program itu di susun atas dasar retorika ketika Kampanye. Janjinya, DP dibayar oleh PEMDA.

Yang berhak mendapatkan rumah DP 0 itu adalah warga DKI Jakarta kelas dengan penghasilan dibawah Rp 7 juta per bulan dan belum memiliki rumah atau properti sendiri.

Nah sekarang kita lihat faktanya. DKI keluarkan subsidi DP sebesar Rp 52,5 juta untuk rusun dengan harga maksimal Rp 350 juta. Ini keluar dari APBD. Hebat kan.

Tapi perhatikan kalau Anies ikuti program Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maka DP adalah 1 % atau Rp. 3,5 juta. Artinya kalau DKI ikuti program Jokowi maka akan hemat APBD Rp. 49 juta. Dan kelas menengah bawah bisa memiki rumah.

Benarkah janji Anies Baswedan bahwa mereka yang berhak mengambil itu punya penghasilan dibawah Rp. 7 juta ? Benar. 

Tapi itu berlaku bagi mereka yang Bankable, dengan dibuktikan kemampuan menabung berturut turut 6 bulan dengan minimal Rp. 2,5 juta sebulan.

Silahkan anda nilai sendiri, siapa yang bisa membeli bila dia punya kelebihan uang minimal Rp. 2,5 juta sebulan.

Pastilah bukan pedagang informal atau kelas bawah. Yang pasti yang bisa beli adalah mereka yang berpenghasilan diatas UMR DKI.

Bagaimana dengan angsuran ? 

Anies menetapkan bunga floating atau flat yang masih diperkirakan sebesar 5%. Ini tidak pasti.

Maka kalau mengikuti JIBOR prediksi bunga everage adalah 8-9% setahun.

Maka cicilanya per bulannya adalah Rp 3,4 juta dengan tenor pinjaman 20 tahun.

Bagaimana dengan program rumah Jokowi ? 

Properti dengan harga Rp 350 juta maka cicilan per bulannya adalah sebesar Rp 2,88 juta.

Ini pasti. Mengapa pasti ? karena bunga di patok sebesar 5% dan setiap ada kenaikan bunga menjadi resiko pemerintah membayarnya sebagai bentuk subsidi.

Pertanyaannya adalah mengapa AB tidak menerapkan program rumah DP O sesuai program pemerintah pusat ? Silahkan jawab sendiri.




Kedua Reklamasi.

AB menjanjikan akan mencabut atau membatalkan Reklamasi. Itu dasar hukumnya jelas ada.

Yaitu sesuai Perpres Nomor 52/1995. Dalam Pasal 4, wewenang dan tanggung jawab reklamasi pantura berada pada Gubernur DKI.

Mengapa AB tidak batalkan izin tersebut sesuai Perpres ? 

Selagi dia belum batalkan program reklamasi maka apapun tindakannya menganulir kebijakan gubernur sebelumnya adalah omong kosong.

Malah dia membatalkan Raperda zonasi, yang semakin menguatkan posisi pemillik izin HPL ( hak penggunaan Lahan) yang dasarnya adalah Perpres Nomor 52/1995.

Padahal Raperda zonasi itu adalah amanah UU 2014. Tapi dia tidak lakukan.

Kalau dia lakukan PEMDA DKI akan dapat tambahan 15 % pajak dari ketentuan PERDA yang ada sebesar 5%. Kalau developer menolak maka AB punya dasar hukum membatalkan izin mereka.

Kini dia mengajukan pembatalan HGB, ini semakin blunder. 

Karena dia tahu pasti itu di patahkan oleh kementrian BPN.

Mengapa ? 

Karena dasar HGB itu adalah HPL, dan HPL itu produk Gubernur sendiri.

Kecuali dia batalkan HPL. Tapi kalau HPL dibatalkan maka DKI pasti kalah di pengadilan. 

Investor akan dapat bail out atas kerugian investasinya.

Kita tunggu sikap AB. Apakah dia berani batalkan izin HPL atau membatalkan program Reklamasi.

Atau keadaan akan sama dengan sebelumnya. Hilang tanpa kesan setelah Developer dapat fasilitas pajak rendah.

Penutupan Alexis.

Sampai sekarang Alexis masih buka dengan cara cara yang sama dengan sebelumnya.

Hanya beda namanya saja. Pembatalan itu bukan karena AB tapi karena system E-perizinan yang di create oleh Ahok sehingga SKPD tidak bisa menerbitkan perpanjangan izin kecuali ganti nama.

Pahamkan sayang.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)