Facebook

Saturday, 2 December 2017

Cara Mengalirkan Uang COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Katakanlah nilai proyek itu sebesar USD 100 juta.

Proyek itu punya prospek bisnis yang bagus. Karena berkat Teknologi dan konsesi, proyek itu punya jaminan atas potensi pasar yang ada.

Tapi anda tidak punya uang sebanyak itu untuk membangun proyek itu.

Apalagi uang tersedia hanya 1 % dari rencana biaya proyek.

Lantas gimana caranya anda dapatkan uang untuk membiayai proyek itu? 

Kalau anda masih berpikir modal itu adalah uang maka impian anda akan berhenti sebatas ide saja.

Tapi kalau persepsi anda tentang uang bukan hal yang ada di dompet maka besaran biaya itu hanya sekedar catatan akuntansi saja yang mudah anda atur neracanya.

Mau tahu gimana menjawab sesuai persepsi bahwa uang adalah alat pertumbuhan ? 

Begini ceritanya. Katakanlah Jaka sebagai tokoh yang hendak membangun proyek itu.

Pertama-tama dia akan mengubah ide proyek itu dalam bentuk lembaran saham sebagai sumbu positip current account.

Tapi karena proyek itu baru sabatas ide tentu dilarang oleh pemerintah menjadikan saham itu sebagai sumbu positip. Artinya underlying nya masih sebatas mimpi.

Jaka tidak berhenti karena itu. Didunia ini disamping yang diakui aturan sesuai fakta, ada juga aturan yang menghormati niat baik.

Apa itu ? 

UU trustee yang di created gereja ratusan tahun lalu dan diakui oleh PBB sebagai sumber hukum positip untuk melegitimasi niat baik itu.

Nah Jaka membuat Perusahan khusus untuk membangun proyek dibawah UU trustee.

Ini disebut dengan perusahaan offshore atau cangkang.

Setelah Perusahaan berdiri berdasarkan UU trustee maka saham diterbitkan untuk dikemas dalam bentuk collateral berupa obligasi. Loh kok bisa. Kan collateral nya masih kosong.

Siapa yang mau beli ? Benar. 

Makanya Jaka masuk ke tahap kedua. Tahap ini adalah sanitasi obligasi melalui Investment banker.

Ini lembaga yang diakui negara yang bertugas sebagai wali amanat kepercayaan antara investor dan proyek owner. 

Tapi apakah semudah itu investment banker mendukung ? Tentu tidak.

Team Jaka yang merupakan ahli dibidang keuangan, project management, mampu meyakinkan secara bisnis bahwa proyek itu aman.

Apabila investment banker setuju, maka obligasi itu di endorsed menjadi obligasi sintetik. 

Mengapa disebut sintetik? 

Karena dia ada tapi tiada. Investor membeli obligasi bukan karena collateral tapi Future dari proyek itu dan hasil penjualan obligasi itu masuk ke manage account. 

Apakah Jaka akan dapat uang tunai dari investment banker? Tidak.

Uang itu mengalir kepada Team pembangunan proyek seperti EPC, Project Management.

Tentu yang menentukan apakah EPC dan PM itu qualified adalah investment banker. 

Jaka hanya pihak yang membangun ide dan sponsor proyek.

Setelah proyek selesai dibangun maka Jaka akan ajukan pinjaman ke bank dengan jaminan proyek yang sudah jadi.

Tentu bank tidak memberikan kredit 100% dari nilai proyek. Biasanya 70%.

Nah uang 70% ini juga tidak Jaka kuasai tapi dikelola oleh investment banker. 

Untuk apa? 

Ya untuk bayar bunga obligasi kepada investor sampai proyek melewati negatif cash flow.

Setelah lewat negatif cash flow maka Jaka akan lepas saham ( IPO ) di bursa.

Nilainya sedikitnya 3 kali lipat. Artinya dengan melepas 50% saham di bursa, Jaka sudah bisa melunasi obligasi dan juga hutang bank. Setelah itu perusahaan sudah sepenuhnya dikendalikan Jaka. Karena banker dan investment banker sudah balik uangnya.

Perhatikan dari analogi tersebut diatas.

Apa yang dapat anda pahami ? 

Kalau anda focus pada uang maka mimpi anda berhenti sebatas ide saja.

Tapi kalau persepsi anda bahwa uang adalah currency maka anda akan focus bagaimana mempersiapkan proyek dengan perencanaan detail.

Rencana itu bukan hanya lembaran tulisan dengan nara sumber Google tapi benar benar study menyeluruh dari consultant yang kredibel.

Semua janji yang mendukung proyek itu harus dalam bentuk ikatan komitment resmi seperti adanya kontrak jual beli, kontrak EPC, kontrak PM, kontrak exit strategy, kontrak supply guarantee, izin ini dan itu dari pemerintah. Dan semua itu butuh perjuangan yang tidak mudah.

Nah apakah kesuksesan itu akan membuat jaka kaya raya? 

Kalau pengertian anda kaya dalam bentuk rumah mewah, mobil mewah. Piknik ketempat eksotis dengan privat jet dan deposito bertumpuk di bank, maka anda tidak akan menemukan itu ada pada Jaka.

Karena persepsinya tentang kekayaaan bukan uang tapi financial freedom.

Dia tidak dikendalikan dan dibatasi oleh uang tapi dia mengendalikan uang agar uang berfungsi secara ideal untuk kemakmuran bagi semua ( stakeholder ).

Dimanapun dia berada dia menjadi bagian dari proses membangun peradaban yang lebih baik.

Q & A

Yermia Kaelan Gmn cara nya biar bs bikin offshore company ? Dan menghubungin investment banker?

Erizeli Jely Bandaro Bikin offshore company gampang kok. Hanya USD 500 sudah jadi dan buatnya gampang. Buka situs offshore company dan apply secara online. Dalam seminggu jadi. Investment banker itu seperti asset management company. Ada banyak di Indonesia. Google aja

Joni Indina babo, seandainya Jaka tidak memakai opsi IPO, adakah jalan lain mengembalikan uang bank?

Erizeli Jely Bandaro Prinsip berbagi itu harus ditanamkan agar “uang “ punya nilai bagi semua.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)