Facebook

Saturday, 2 December 2017

Berbagi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Semua ekonom sejak tahun pertama kuliah telah diajarkan bahwa I=C+S. Atau income ( pendapatan) itu sama dengan consumsi ditambah saving ( tabungan ).

Dengan teori ini maka setiap orang dibenamkan pemikirannya untuk bekerja keras agar bisa konsumsi, dan kalau lebih di suruh nabung di bank.

Semakin besar orang punya penghasilan semakin besar konsumsinya dan tentu besar juga tabungannya.

Akibatnya terjadi ketidak seimbangan ekonomi karena uang lebih banyak parkir di bank daripada masuk kedunia usaha.

Gap antara yang kaya dan miskin semakin lebar.

Ketika ekspansi perbankan lambat akibat ketatnya risk management maka bank bleeding dan ini memaksa pemerintah intervensi dengan menaikan suku bunga SBI.

Yang korban akhirnya negara, ya rakyat juga.

Apakah teori ini bisa dipertahankan?

Saya tidak percaya dengan prinsip ekonomi seperti itu.

Saya menyimpulkan itu bukan karena alasan subjectif tapi dari membaca semua teori ekonomi dari berbagai sumber pemikiran.

Sehingga saya bisa berargumentasi secara terpelajar untuk meyakinkan bahwa teori atau prinsip I=C+ Saving itu salah.

Yang benar adalah I=C+Sharing. 

Pemahaman ini berangkat dari ilmu dan juga keyakinan saya dalam beragama.

Bahwa harta itu walau mendapatkannya menggunakan prinsip ekonomi namun fungsi utamanya adalah sosial.

Sosial ini bukan berarti berbagi uang tunai tapi berbagi peluang dan kesempatan.

Bisa sebagai venture business, bisa juga sebagai profesional atau bisa jadi pekerja atau kepemilikan saham melalui Bursa.

Perhatikan cara China yang tidak setuju dengan prinsip teori I=C+Saving itu.

Di China kalau anda deposito uang di bank diatas 100,000 Yuan maka dalam tiga tahu uang itu habis di makan pajak.

Mengapa ? 

China menerapkan pajak kekayaan terhadap pribadi orang.

Mau alihkan dana itu ke rumah pribadi yang lebih dari satu atau kendaraan lebih dari satu? sama saja, akan habis di makan pajak.

Mengapa? 

Karena China menerapkan pajak progressive harta pribadi.

Semakin banyak harta pribadi semakin besar pajaknya.

Tapi kalau uang itu disalurkan untuk obligasi pemerintah atau obligasi berbasis Revenue, atau ditanamkan dalam usaha bisnis, atau di tanamkan lewat bursa , maka uang itu bebas pajak.

Anda boleh meningkatkan harta berlipat selagi itu adalah harta yang bergerak dan membuat akses orang bekerja dan ekonomi nasional bergerak.

Apa yang terjadi ? 

Pemerintah bisa sangat cepat memperkecil jarak antara si kaya dan si miskin.

Pemerintah tidak perlu utang ke luar negeri untuk biayai pembangunan karena dari rakyat sendiri saja lebih dari cukup untuk membiayai APBN.

Kampanye kewirausahaan tidak di perlukan lagi.

Karena setiap orang kaya berusaha mendapatkan mitra profesional untuk mengelola dananya.

Dampaknya banyak sarjana baru lulus menjadi mitra venture orang kaya.

Mereka menjadi wirausaha baru untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat yang lemah.

Pemerintah china melarang lembaga sosial keagamaan atau lainnya menarik dana donasi dari publik.

Karena China tidak mengorganisir orang jadi peminta minta.

Tapi China memberikan kanal yang memaksa orang harus berbagi atas uangnya lewat kegiatan produktif yang otomatis memberi orang lain kesempatan dan peluang untuk hidup.

Demikianlah China, yang menerapkan I= Konsumsi dan kalau berlebih ya di sharing, bukan deposit di bank.

Kalau anda dapat uang di tabung dan takut habis maka pada waktu bersamaan anda menolak fungsi sosial dari harta yaitu berbagi.

Secara spiritual anda sudah bangkrut. Dan pasti tidak bahagia.

Makanya saya tidak punya deposito, tidak punya asuransi. Harta pribadi hanya sekedarnya , selebihnya berbagi dalam bentuk skema investasi yang melahirkan portfolio bisnis yang bisa kapan saja naik dan bisa juga turun.

Dari ketidak pastian itu saya mengenal Tuhan dan mendekat untuk senantiasa bersyukur.

Makanya perspektif saya tentang harta berbeda dengan orang lain yang menonjolkan soal kaya dan miskin.

Harta tertinggi itu adalah spiritual kita. Itulah yang menjamin kita bahagia. Bila kurang bersabar, banyak bersyukur. Bersyukur itu bukan menyebut nama Tuhan tapi ikhlas berbagi.


Q & A

Vida Semito Skr terjawab sudah pertanyaan sy bertahun2 ll knp ekonomi china majunya bs melesat...tyt krn rumus I=c+s (sharing) tsb y pak eri dg cara menerapkan pajak progresif pd harta kekayaan.
Sy harap pemerintah indo bs meniru cara tsb.

Eh, tetapi...tetapi sy dgr org china byk tumbuh org kaya baru. Lha klu pajak.progresif diterapkan pemerintah china yg bs bikin ulang warganya u menumpuk kekayaan, ll knp byk OKB di china yg gemar pakansi ke LN pak Erizeli Jely Bandaro?..


Erizeli Jely Bandaro Sejak CHina menerapkan mata uang longgar dipasar uang maka mata uangnya semakin kuat makanya pemerintah china mensubsidi rakyatnya lewat pajak agar mereka piknik. Dengan piknik keluar negeri mereka belanja dan mata uang Yuan bisa lemah. Semakin lemah, semakin kuat daya saing ekspor China..


Vida Semito Msh bingung sy mencerna penjelasannya pak eri.

Ditulisan awal bpk bcr soal.pajak progresif pd harta kekayaan. Ll disini bpk blg pemerintah china mensubsidi rakyatnya lwt pajak agr bs piknik.

Pajak apa yg disubsidi tsb pak?...

Erizeli Jely Bandaro  orang kalau piknik uangnya itu tidak dijadikan obyek pajak. Tidak dijadikan pendapatan kena pajak. Paham ya


Dony Gunawan Adiputro Pak erizeli jely bandaro, dengan yg bpk posting diatas, apakah tingkat kesejahteraan masyarakat di china saat ini sdh makin baik ? Lain cerita, bagaimana pak dgn tingkat kejahatan korupsi, sy dengar juga masih tinggi. Lalu, sy sering dengar dr kawan hati2 bisnis dgn org cina banyak tipu2 juga orgnya (meski ada yg baik), jika dikaitkan dgn cerita bpk diatas ada sesikit kontradiksi ya mnrt saya.. mohon tanggapan pak. Tks

Erizeli Jely Bandaro Sampai sekarang mereka masih berjuang mengatasi kemiskinan. Pemerintah memberikan gratis rumah bagi orang yang diusia diatas 50 tahun belum punya rumah. Memberikan donasi kepada manula agar anak anaknya mau merawat mereka. Mulai tahun 2019 , china menerapkan jaminan sosial secara nasional. Orang jahat itu akan selalu ada di dunia ini selagi Setan belum di musnahkan. Itu sebabnya hukum harus ditegakan. Cina membunuh koruptor setiap tahun jutaan orang tapi korupsi tetap tidak habis..

Vincentius Thio Kalau dibandingkan tahun 80an dan awal 90an sudah meningkat drastis kemiskinan disana,dulu kalau kita pergi ke China khusunya warga keturunan yg dianggap perantauan dianggap pulang kampung bawa oleh-oleh, yg minta2nya banyak banget, terakhir saya kesana di tahun 2008 dan 2010 sudah tdk ada lagi



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)