Facebook

Friday, 3 November 2017

SWASTANISASI AIR JAKARTA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



( EDISI KONSPIRASI BISNIS ANTARA PENGUSAHA DAN PENGUASA)

Suatu hari di tahun 2015, tim advokat dari Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) mendatangi Ahok.

Mereka protes karena swastanisasi Air dimana PT PAM Lyonnaise dan PT Aetra Air Jakarta sebagai pengeloa. Bukan hanya protes tapi mereka juga menggugat nya di Era Gubernur Foke.

Dan di Era Ahok mereka inginkan sikap dari Ahok.

Dengan tegas Ahok berkata “ Saya sudah pakai meterai. Surat saya sudah 'lebih hidup' itu. Saya mau pecat semua orang PAM. Mereka main politik. Saya itu bencinya setengah mati kepada PAM. Menurut saya, orang bajingan semua," kata Ahok dengan nada suara tinggi.

Lebih jauh lagi Ahok bertekad untuk mengambil alih PAM dari PT PAM Lyonnaise dan PT Aetra Air Jakarta melalui Buy Back Saham. 

Tapi kandas di DPRD karena DPRD tidak setuju alokasi anggaran untuk Buy Back. 

Solusi dari pengadilan adalah penyelesaian damai di luar pengadilan.

Tapi Ahok menolak. Karena menurutnya Swastanisasi air minum itu sudah gugur sejak UU Air di patahkan oleh MK.

Sesuai UU, hak dirisribusi air tetap dikuasai negara namun swastanisasi boleh pada air baku. Pihak swasta tidak mau tahu soal itu.

Karena masalah PAM sudah masuk ranah politik, Ahok terpaksa mendiamkan namun tetap menolak setiap rencana ekspansi yang diajukan oleh Swasta.

Saya hanya tersenyum saja ketika mengetahui sikap Ahok itu.

Mengapa ? 

Pengusaha dibalik PAM itu terhubung dengan Group Bakrie bersama Sandiuga Uno.

Tentu akses politiknya sangat hebat. Apalagi ini merupakan tambang uang tunai yang Triliunan rupiah.

Ketika itu Sandi sangat marah dengan sikap Ahok. Karena Ahok menolak damai dan tetap keras.

Ini berdampak saham holding company, Acuatico Pte Ltd yang memegang Porfolio 95% saham PT Aetra Air Jakarta yang tadinya dibeli dari PT Thames PAM Jaya (TPJ) pada 2007, anjlok di bursa Singapore. Pemegang saham utama dari Acuatico Pte Ltd adalah Roesan Roeslani dan Sandiaga Uno melalui PT Recapital Advisors.

Dengan jatuhnya saham Acuatico Pte Ltd membuat akses menarik hutang untuk ekspansi juga berhenti.

Dampaknya kinerja dari PT Aetra Air Jakarta semakin buruk pelayanannya.

Dengan demikian Ahok punya alasan hukum untuk mengambil alih swastanisasi Air itu menjadi milik PEMDA DKI.

Tapi belum sempat mendepak , Ahok dapat dikalahkan oleh Sandi lewat pilkada.

Bulan juni 2017 bulan yang sama Ahok dinyatakan kalah oleh KPUD atau 4 bulan sebelum pelantikan Gubernur DKI, Sandi melepas saham Acuatico Pte Ltd kepada Grup Salim melalui anak usahanya, Moya Indonesia Holdings Pte Ltd.

Kalau dilihat laporan keterbukaan Moya Holdings Asia Limited di Singapore Stock Exchange, nilai akusisi seluruh saham Acuatico senilai US$92,87 juta atau setara dengan Rp1,24 triliun.

Sandi untung besar. Padahal kalau Sandi kalah, nasip sahamnya akan jatuh dan diambil alih PEMDA DKI dengan harga sampah. 

Dan kini PEMDA DKI tak bisa berbuat banyak karena sudah melegitimasi perpanjangan izin PT Aetra Air Jakarta. 

Tentu dengan akusisi ini akan membuat saham Moya Indonesia Holdings Pte Ltd semakin naik yang membuat Kaya Raya Salim Group.

Tapi tahukah anda bahwa pelanggan Aetra hingga desember 2016 adalah 435.777 dengan cakupan pelayanan hingga Desember 2016 adalah 60,77%. Artinya peuang tumbuh dimasa depan masih sangat besar.

Hitunglah berapa uang tunai mengalir ke kas perusahaan setiap bulan. Hebat. Cari uang di negeri ini menggunakan politik untuk kaya memang sangat mudah.

Modalnya hanya nasi bungkus dan ayat Quran. Predator pun jadi dewa bagi rakyat 56% rakyat.

*****
Q & A SWASTANISASI AIR JAKARTA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Don Carlo Sayang nya informasi yang bagus ini baru di share oleh babo stlh mrk menjabat 😭😭

Erizeli Jely Bandaro tadinya saya positip thingking saja.Karena pengusaha masuk politik itu bagus asal tidak ada benturan kepentingan. Tapi setelah menang ternyata beda yang saya pikirkan. Makanya saya ungkap, bukan untuk menyudutkan sandi. Karena semua yang dia lakukan sesuai dengan procedure hukum yang berlaku dan kalaupun dia menang dan mendapatkan untung dari bisnis , itu karena dia smart..dan itu harus kita akui...Soal moral itu tergantung sudut pandang orang masing masing...


Dony Gunawan Adiputro Sik...saya lagi nunggu respon pak erizeli jely bandaro, kapan ya SU mengeluarkan perpanjangan pt aertra....

Erizeli Jely Bandaro kita lihat lagi bola panas bergulir. Yang jelas lawan politik Sandi bergerak keras. Ini akan jadi skandal besar. karena engga mungkin Antoni salim mau beli sahamnya tanpa ada jaminan konsesi akan terus berlangsung...Rp. 1,3 T itu uang tidak sedikit...engga ada orang bego mau lepas uang tanpa ada jaminan dari penguasa soal izin konsesi

Dony Gunawan Adiputro Baik pak babo, sedikit mengulas.

Berarti dgn kata lain SU ini hebat juga dia bisa meyakinkan Grup Salim dengan premis akan beres saat dia keluar sebagai pemenang DKI. Padahal kita tau, saat itu dalam masa kampanye kelompok jkt 47 berotak waras yakin bahwa Ahoax sulit utk dikalahkan, diakui atau tidak dalam debat dan masa kampanye performa beliau hebat dibanding calon lain.

Sedikit blm faham, bagaimana Salim bisa percaya dengan situasi dan premis SU waktu itu, toh dia bukan orang bego juga kan. Kemudian akibat keluarnya putusan MA tersebut artinya makin membuat sempit ruang premis SU tadi kepada Salim. Sekali lagi dalam hal ini mustahil Salim tidak mengetahui. Bagaimana ini akhirnya terjadi ya pal Erizeli Jely Bandaro ? Mohon sedikit ulasanya ya pak


Erizeli Jely Bandaro Saham itu dibeli Salim setelah Ahok kalah, pada bulan yang sama pengumuman KPUD, yaitu Juni. Jadi Salim memang engga Bego. Dengan adanya pelepasan saham maka secara tidak langsung Sandi menempatkan lehernya dihadapan Salim dan ini judi yang mahal.

Mengapa ? Transaksi bocor bulan agustus dan aktifis bergerak melawan. Kalau MA batalkan izin PAM maka pasti Salim akan maju ke pengadilan atas apa yang dia punya. Saat itulah karir Sandi tamat. Rp. 1,2 T engga sedikit itu..Engga ada orang bisa bebas melenggang udah terima dana sebesar itu

Rino Mahmily III yang punya duit .... silahkan beli sahamnya ...karena harga nya positive akan naik dan jual lah saat di beli kembali oleh pemerintah ...

Erizeli Jely Bandaro Pemerintah beli akan beli seharga nilai investasi real minus penyusutan..engga ada nilai pasar. Kalau dihitung asset PAM itu sekarang engga sampai Rp. 500 miliar...Mau salim rugi begitu saja? pasti dia malawan. Apalagi pembatalan izin itu datang dari Gubernur...kan repot

Toni Irfan Omer Babo, mohon pencerahan, apakah dgn UUD'45 pasal 33 ayat 2 apakah Pemda DKI tidak dapat menghentikan atau membatalkan perpanjangan izin PT. AETRA Air Jakarta? Thx

Erizeli Jely Bandaro Tadinya engga bisa karena ada UU Air tapi kemudian UU itu di patahkan oleh MK dan terakhir MA sudah memutuskan tidak boleh ada swastanisasi air...jadi ini bola panas..


Pietz babo Erizeli Jely Bandaro..
bila terjadi MA batalkan izin PAM. apakah salim akan benar - benar nekad bawa kasus k pengadilan dan menyeret SU..? maaf.. saya agak kurang yakin..😁

Karena melihat kecerdikan + kelicikan SU dalam hal ini. dia pasti sangat yakin punya banyak massa yang bisa dijadikan tameng. dan seperti yang babo bilang.. cukup beri nasi bungkus dan ayat.. bisa pula dijadikan senjata buat dia menghantam balik Salim.

mengingat nama besar 'Salim' itu kental dgn non 'pribumi'.

Erizeli Jely Bandaro Uang satu trilun itu bisa melupakan soal non pribumi. Kalau orang berani lepas uang gede berati dia sudah berhitung.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)