Facebook

Wednesday, 18 October 2017

Moral Bisnis Akuisisi Bank COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Dulu saya pernah ditawari untuk akuisisi Bank yang memang neraca nya tidak sehat dengan tingginya NPL. Namun yang membuat saya tertarik adalah didalam neraca ada dana cadangan abadi yang jumlah besar sekali.

Saya mengusulkan rencana akuisisi dengan focus memperbaiki neraca bank dengan menekan serendah mungkin NPL.

Saya punya strategi yang tepat dan teruji.

Bahkan resiko kegagalannya saya jamin dengan financial instrument yang akan meningkatkan asset bank. 

Karena saya menyediakan total risk management maka saya berhak mengelola bank tanpa pembeian saham dahulu.

Setelah neraca sehat maka pelepasan saham dilakukan dengan harga ditetapkan didepan.

Setelah saya kuasai saham maka saya akan right issue di bursa. 

Beberapa investor ekslusive sudah saya lobi terutama dana pensiun. Mereka setuju. Apalagi visi membantu UKM sejalan dengan mereka.

Namun entah mengapa otoritas tidak setuju dengan skema saya itu.

Padahal diluar negeri itu biasa. Mereka anggap saya bawa kertas kosong dan janji, bukan uang. 

Saya mundur. 

Tapi belakangan saya tahu bahwa bank itu dibeli dengan sumber dana dari pasar modal.

Caranya ?

Katakanlah pembeli bank itu adalah A.

A menerbitkan saham baru ( right issue ) dan menjualnya dibursa.

Pembeli utamanya adalah investor institusi.

Dari hasil penjualan saham ini, uangnya akan digunakan pembelian saham Bank itu.

Sebetulnya ini mirip skema hedge fund, dan berpotensi menggoreng saham. 

Apalagi di issuekan sebagian saham bank yang di beli akan disumbangkan sebagian untuk program CSR.

Apa yang terjadi? 

Sudah bisa ditebak, setelah Kesepakatan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas saham bank kepada A, Harga saham A dibursa naik dua kali lipat. 

Mengapa bisa terjadi? 

Ada pihak yang sengaja aktif membeli dan menjual. 

Artinya mereka dapat laba berlipat hanya dengan mengantongi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas saham bank.

Kelak biasanya yang korban adalah follower atau investor retail. 

Dan bagaimana nasib restruktur bank itu ? 

Mana pula dipikirkan Targetnya hanya sebatas bagaimana dapat uang mudah lewat bursa. 

Cara ini tidak sulit tapi secara moral saya menolak. 

Karena tujuan utama memang uang tapi moral adalah segala galanya, yaitu bagaimana mengembalikan fungsi bank secara sehat sebagai agent of development.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)