Facebook

Tuesday, 26 September 2017

Mengenal Sosok JAKA Based On True Story of EJB

MENJADI SUFI

2009 adalah awal prahara melanda hidupku.

Saham perusahaan yang tercatat di Bursa Shenzhen, Hangseng, Tokyo, New York terus turun.
Setiap turun bukan hanya menurunkan asset perusahaan tapi juga mengharuskan Pemegang saham melakukan top-up collateral kepada lending bank. 

Bila tadinya nilai saham yang digadaikan hanya sebesar 20% namun kini telah merangkak sebesar 50%. Hanya masalah waktu tidak ada lagi yang akan digadaikan oleh pemegang saham utama karana semua sudah di pledge. Pada saat itu perusahaan harus lempar handuk putih untuk minta perlindungan kebangkrutan kepada pengadilan.

Trauma krismon 98 kembali menghantuiku. Tapi dengan cepat aku tepis. Kali ini aku tidak mau
menyerah dan lagi aku berhutang di negara dimana sistem hukum sudah solid. Jadi akan lebih
mudah mendapat solusi. Aku harus tenang.

Yang harus aku lakukan adalah mulai melakukan evaluasi menyeluruh dan ini aku umumkan
kepada semua direktur disemua anak perusahaan yng berjumlah 32 unit.

" Saya minta mulai sekarang semua anak perusahaan harus melalukan revaluasi asset secara
intenal. Bukan hanya asset keras tapi juga asset tak berwujud. Saya minta paling lambat 1 bulan sudah masuk laporannya. Saya akan libatkan consultant independen mendampingi Revaluasi tersebut. Setelah itu kita akan evaluasi semua aspek Business dari marketing, teknis sampai kepada SDM. Saya akan lakukan langkah rasionalisasi baik secara teknis maupun strategis" kata saya dalam pidato singkat rapat di holding dihadapan semua unit anak Perusahaan.

" Maaf Pak. Menurut saya keadaan Perusahan sekarang baik baik saja. Kalau saham kita turun itu lebih karana faktor psikologis akibat jatuhnya wallstreet. Saran saya lebih baik kita lakukan efisiensi agar kinerja perusahaan tetap baik dihadapan investor. Dengan begitu bila keadaan bursa reda kita bisa rebound lagi. " Kata salah satu direktur holding.

" Saya tidak mau berandai andai soal masa depan. Saya butuh langkah kongkrit sekarang dan karana itu saya butuh data dan informasi selengkap lengkapnya. Saya minta kita semua satu sikap bahwa kita sedang dalam keadaan krisis dalam menghadapi tantangan masa depan. Terlalu besar resiko bila kita terlambat mengambil keputusan. Ada 36.000 karyawan perusahaan bekerja di beberapa negara yang nasibnya harus saya pertanggung jawabkan dihadapan Tuhan. Tolong mengerti saya"

" Kita akan lalui masa sulit ini bersama dan bagi yang tidak sejalan silahkan ajukan pengunduran diri sekarang. Pesangon tetap dibayar." kara Raymond dengan tegas.

Seakan dia tidak mau mendengar lagi orang meragukan integritas ku. Akhirnya semua sepakat.

Rapat selesai Usai rapat Lena memberi tahuku dengan berbisik " Pak Jaka, itu Ahmed ada di ruang tunggu meeting room" saya menghela nafas.

Ini orang engga paham dengan surat yang saya ajukan bulan lalu bahwa kalau dia tidak setuju dengan proposal ku soal hutang maka dia bisa take legal action. 

Aku sudah siapkan lawyer untuk menghadapinya. Tapi karana dia sudah datang,aku harus hadapi.

" Jaka, kita sama sama muslim. Anda tidak boleh perlakukan saya seperi ini. Saya tidak butuh solusi. Saya butuh uang saya kembali" katanya tampa ada sikap ramah sebagai sesama muslim.

" Ahmed, saya hormati hak Anda. Seharusnya hak saya juga Anda hormati"

" Hak Anda apa? Anda sudah ambil uang saya"

" Saya ambil uang Anda dengan akad dan atas dasar ikhlas. Nah sekarang ada masalah. Mengapa tidak kita kembalikan sebagaimana awal akad dibuat. Mari hadapi masalah ini dengan ikhtiar atas dasar niat baik dan ikhlas. Caranya mari saling hormat. Hormati hak saya"

" Saya tidak paham kalau Anda masih punya hak. Yang saya tahu Anda punya kewajiban. Bayar hutang!"

" Hak saya untuk minta dirundikang jadwal pembayaran hutang."

" Tidak bisa "

" Ok. See you in the court "

" Apaan sih. Saya mau uang saya balik. Saya engga mau ke pengadilan .. itu kelakuan Yahudi" Suaranya meninggi.

" Saya warga negara dan perusahaan berdiri atas dasa UU dan hukum negara. Mari kita
sesuai hukum apakah saya salah atau Anda sebaliknya"

" Saya mau uang saya! Paham! Katanya dengan gebrak meja. Aku tetap tenang. Nampak
dadanya bergetar. Aku segera beri air hangat untuk dia minum. Setalah minum aku membisikan istigfar. Agar dia ingat Tuhan. Nampak dia tenang. Aku tunggu dia bersikap lagi."

" Jaka..."

" Ya saudaraku Ahmed.."

" Dua tahun lalu saya memang membuat kesalahan. Saya salah dengan menyita perusahaan satelit Anda karena Anda defaul bayar utang. Dan setahun setelah itu saya datang kepada anda dengan menjual balik saham satelit itu dengan harga setengah dari nilainya. memang ketika itu prospeknya buruk. Tapi kini nilai satelit itu sudah naik sahamnya 4 kali lipat. Sementara Anda bayar satelit itu tidak dengan uang tunai tapi dengan hutang dan sekarang hutang jatuh tempo, Anda minta reschedule. Anda rakus. Bagaimana tidak? Bila awalnya hutang hanya USD 480, sekarang tinggal USD 250 tanpa anda bayar satu sen pun. Padahal kalau Anda jual satelit itu, sudah bisa lunasi hutang kepada saya. Anda zolim"

" Ahmed, ini sudah kehendak Allah. Kalaulah dulu Anda bisa sabar ketika saya default dan tidak sita collateral saya, mungkin sekarang masalahnya sudah selesai dan kita tidak bertengkar. Maafkan saya"

" Anda bicara takdir tapi sebetulnya itu rekayasa Anda"

" apalah saya bisa merekayasa seorang lender seperi Anda. Saya hanya mengikuti arus permainan Anda saja."

" saya tidak mau ke pengadilan, Jaka. Please. Saya mau uang saya kembali"

" Sabar"

" kalau saya tidak bisa sabar?"

" tuntut saya di pengadilan"

" Saya tidak mau! Tidak mau! Katanya dengan suara lantang. Saya diamkan dan tunggu dia tenang."

" Ok lah. Sekarang saya bayar utang Anda. " kataku dengan suara lambat dan raut wajah tenang.

" Yakin ?"

" Ya. "

" caranya?"

" Serahkan Promise Note yang Anda pegang ke Asset Management saya dan meraka akan atur pembayaran hutang kepada Anda."

" Terimakasih Jaka. Tapi.."

" apa ?"

" No more play ?"

" saya tidak bisa jamin "

" Hah.. ini akan sama dengan tiga tahun Lalu ketika Anda default ?"

" Ahmed, saya tidak tahu bagaiman kamu dapatkan uang banyak. Tapi yang jelas bahwa bisnis itu permainan orang dewasa. Jadilah dewasa, saudaraku. Pikirkan itu.." kataku dengan sorot mata tajam kearahnya.

Dia terdiam dan tertunduk.

" Saya mengerti. Saya akan pikirkan. Maafkan aku wahai saudaraku. Kamu sangar sabar terhadap saya. Sebaiknya saya harus sabar sesuai saran kamu. Saya doakan kamu bisa sukses menemukan kelapangan ditengah krisis" katanya. Saya merangkulnya.

Setalah Ahmed keluar, Lena menatap saya " Luar biasa. Semudah itu Anda menyelesaikan masalah. Bagaimana bisa?"

" Karena Tuhan. Ketika tidak ada jalan lain minta tolong maka kepada Tuhan lah kita kembali. Dan Tuhan berbuat sesukanya. "

Lena menangis. Entah apa yang membuat airmatanya berlinang.

Aku kembali ke meja kerja untuk menghubungi Scott di NY.

Berharap dia bisa memberikan advice apa yang harus aku lakukan.

***

Dari Team ku yang baru kembali dari Dubai aku dapat Great News bahwa sultan bersedia membeli Perusahan satelit kami dengan harga USD 600 juta. Transaksi dilakukan di Delaware Amerika Serikat.

Pengambil alihan atas nama Private Investment Company dibawah hukum Delaware. Cash-in ini sangat membantu merestruktur modal anak perusahaan dan membayar hutang kepada Ahmed.

Dengan kelebihan dari melunasi hutang itu, aku bisa gunakan menambah darah segar kedalam anak perusahan yang punya prospek bagus untuk lebih sehat agar lebih mudah melakukan Leverage apabila di haruskan ekspansi. Aku minta agar uang itu disimpan direkening Holding Company sambil menunggu hasil evaluasi seluruh unit bisnis.

Scott minta aku terbang ke Swiss. Menurutnya ada yang penting di bahas. Itu artinya aku akan mengikuti Davos Meeting. Scott akan hadir dalam pertemuan itu. Karena sebagai member ABA dia berhak untuk diundang dalam pertemuan bergengsi di kalangan financial player.

Tapi bagaimana dengan aku. Ternyata Scott bisa atur agar aku bisa gabung dalam pertemuan Davos.

Aku terbang ke Davos dengan ditemani Ester. Dia sangat senang sekali karena engga pernah terbayangkan akan hadir dalam pertemuan akbar Davos.

" Jaka, kadang kalau malam aku engga bisa tidur kalau mikirkan keadaan kamu. Ini terlalu besar untuk kamu hadapi, Jaka."

" Urusan dunia ini engga ada yang besar. Dunia ini hanya senda gurau saja."

" Jadi kamu engga stress "

" Engga "

" Kenapa?"

" Pengalaman hidup saya keras. Saya sudah mati rasa soal kawatir bangkrut. Jadi saya lalui saja hidup ini dengan apa adanya"

" pantas .."

" Apanya..,?"

" Kamu bisa tidur pulas seperti bayi. Seperi tidak ada beban apapun. Makan masih enjoy. Dan vitalitas luar biasa"

" ah kamu, itu manusiawi lah. Ngantuk ya tidur. Lapar ya makan. Kerja ya kerja. Mau gimana lagi ?"

" Ya sih. You Are something else"

Selama pertemuan Davos , aku tidak semua acara ikut. Aku hanya ingin ketemu Scott. Dia
mengundangku makan malam.

" Jaka, saya sudah baca e-mail kamu. Saran saya tahan saham kamu. Jangan lepas. Tahun depan sampai 2013 saham akan rebound di Asia. Karena AS akan perbesar nilai QE. Uang akan mengalir ke emerging market dan bursa akan ramai. Nanti tahun 2013 lepas cepat. "

Aku terkejut. Karena informasi ini aku dapat dari top player dalam monetary polecy AS.

Aku mengangguk. Aku ingat Scott waktu kebersamaan di jakarta ketika dia sebagai penasehat Pak Harto. Aku sering menemaninya mancing di pulang pecang ujung Kulon. Dia sudah anggap aku sebagai anaknya. Benar benar terasa dia peduli.

Ke esokannya aku diajak Ester makan malam dengan Group Investor institusi dari china.

Dalam pertemuan itu Aku terkejut karena Lyly juga hadir. Aku jadi kikuk tapi Lyly nampak dengan kesan santai. Bahkan terlibat pembicaraan serius dengan Ester disela sela makan malam. Entah apa yang mereka bicarakan.

Usai makan malam, Ester berbisik " Kamu antar Lyly ke hotel"

" Mengapa?" Kataku serba salah seperi orang bego.

" Ayolah. Jangan biarkan wanita menanti. " kata Ester mendorong ku kearah Lyly yang masih berdiri di lobi.

" eh dengar .. kata Ester dengan mimik serius " mereka itu wakil investor institusi terbesar di dunia.

"Bukan engga mungkin mereka sumber solusi atas masalah Holding kamu. Ayolah” Aku tersentak.

 Luar biasa Ester caranya selalu memberi ku cahaya ditengah gelap. Akupun segera melangkah mendekati Lyly.

" Boleh aku antar ke hotel "

" Kamu engga sibuk "

" engga"

" Taksi ya"

" Ya kita naik taksi"

Dalam perjalanan entah mengapa kami bersediam. Kaku.

Setelah sampai hotel aku mengantar Lyly sampai pintu lift.

" Besok Aku belikan dasi sutera untuk kamu ya. " kata Lyly

Dengan tesenyum sambil memperbaiki ikatan dasiku. " selamat malam My man" katanya
ketika pintu lift menutup. Aku menarik nafas panjang.

***

Lena telp aku bahwa laporan dari Team soal evaluasi Perusahan sudah selesai.

Dia akan kirim ringkasan nya via e-mail.

Aku membaca ringkasan itu. Sempat terkejut karena rata rata DER anak perusahaan sudah mendekati 40%. Ini bahaya. Penjualan semua Turun. Tapi current ratio masih sehat. Ini alarm bahwa aku harus melalukan evaluasi secara menyeluruh.

Karena hasil stress test yang ada, apabila salah satu lender rush tagihan-nya maka akan dampaknya jadi sistemik. Likuiditas engga akan cukup menyelesaikannya.

Sekembali dari hotel Lyly, aku masih merasa bersalah.

Walau terakhir bertemu dengan dia 3 tahun lalu di Shanghai dan dia sudah memaafkan namun aku masih belum bisa merasa terhormat dihadapan dia. Mungkin selama itu aku tidak punya keberanian lagi untuk bertemu dengannya. Ada dinding tebal yang menghalangi aku untuk kembali bertemu dengannya dan itu adalah rasa malu. Sampai di hotel aku berusaha melupakan dia.

Ya aku harus focus dengan bisnis yang sekarang sedang kuhadapi. Aku mulai bekerja. Menganalisa laporan situasi keuangan perusahaan. dimulai dari mengelompokkan masalah atas masih masing unit.
Mining, Property, industry dan manufacture, financial Service, oil and gas, agro.

Setelah pengelompokan masalah berdasarkan unit Business, aku mulai mendalami masalah satu persatu.

Dengan database online melalui jaringan extranet pada masing masing unit bisnis yang tersebar di beberapa negara aku dapat mengakses semua informasi keuangan dan sumber daya perusahaan. 

Tentu menggunakan semua kemampuanKu melakukan kajian teknis tentang financial and risk management serta test dan simulasi recovery.

Tanpa terasa aku sudah 5 pagi. Aku memutuskan istirahat setelah sholat. Bangun jam 7 pagi karena dering telp dari Lena.

Ketika breakfast

" Jam berapa kamu pulang dari hotel Lyly ?" Tanya Ester

" Hanya 25 menit aku sudah kembali ke hotel "

" Apa ?"

" Kamu biarkan dia ke kamar sendirian ?"

" Emang ada yang salah ?"

" Duh Jaka, kamu itu memang engga paham perasaan wanita. " Kata Ester sambil geleng-geleng kepala.

" Mau kamu aku gimana ?"

" Ah.. sudahlah " Kata Ester sambil mengipaskan tangan didepan wajahku

" Ya udah"

" Kamu engga punya perasaan dengan Lyly?"  Kata Ester memulai lagi ketika usai suapan pertama makannya.

" Maksud kamu?"

" cinta"

" Ah kamu. Ruang hati saya sudah penuh sesak dengan istri dan anak anak saya. Belum lagi sahabat. Dan lagi saya punya masa lalu dengan dia"

" Masa lalu?" Ester terkejut sambil mengerutkan kening

" Ya"

" Apa ?"

" Panjang ceritanya."

" Pantas tadi kamu kikuk depan dia"

" Ya eh"

" mau cerita soal itu ?"

" Enggalah"

" Pastas dia bilang ke saya, Jaga Jaka baik baik.”

“ Oh ya dia bilang begitu ?"

“ Ya. Aku pikir dia naksir kamu ? Makanya aku suruh kamu antar dia kehotel. Dan ternyata dia mau”

“ Oh…”

“ Apa yang kamu pikirkan sekarang?"

“ Entahlah. Wanita itu selalu membuat aku merasa bersalah. Dia tidak mengejarku tapi dia sangat sabar mempermainkan emosiku.”

“ Duh jahat amat kamu berpikir begitu.”

“ Tiga tahun dia tidak pernah telp aku atau SMS. Kalau memang dia punya perhatian tentu dia telp aku. Apalah alasannya.”

“ Gila. heh..” Ester melotot.

” Ingat dia itu wanita. Kami wanita punya harga diri. Walau usia tidak lagi muda tapi masih punya rasa hormat. Mana mungkin telp pria. Apalagi engga pasti sikapnya “

“ Ya tapi ..”

“ Kenapa bukan kamu yang telp ?

‘ Untuk apa ?

“ Ya kalau begitu engga usah dibahas. Tapi ingat loh dia itu masuk 8 orang dalam komite investasi dari institusi keuangan terbesar di China. Dan institusi itu punya hak melakukan investasi di luar negeri termasuk dalam bentuk surat berharga. Kamu kenal dan dekat dengan dia, masalah kamu selesai.”

“ Jadi kamu maunya saya jadi penakluk wanita itu agar mempengaruhinya untuk kepentingan saya ?

“ Jaka… kamu sedang dalam keadaan sulit. Engga ada orang peduli dengan keadaan kamu. Kamu harus gunakan segala kesempatan untuk keluar dari masalah. Aku hanya tak ingin kamu mengalami kegagalan seperti dulu lagi.”

“ Terimakasih. Dan saya tidak akan memanfaatkan hubungan emosi dengan Lyly hanya karena saya ingin menyelamatkan masalah saya.”

“ Ok saya paham. Engga usah lagi di bahas.” Ester terdiam. Tapi nampak dia menahan geram dihadapanku."

***

Usai sarapan pagi, petugas reception mengatakan bahwa ada kiriman paket untuku.

Ternyata Lyly kirm dasi untuk ku.

“ Kamu tahu philosopi China bila memberikan kain sutera kepada pria ?"

‘ Apa “

“ Emas kawin, pinangan ! “

“ Ah yang benar. “

“ Apa ? kamu pikir ini engga serius?"

“ Ya jadi aku harus bagaimana ? duh jadi serba salah”

“ Telp dia dan ucapakan terimakasih. Dan tawarkan dating malam ini”

“ Aku telp dia dan hanya bilang terimakasih. Dating, no.”

“ Hmmm…” Ester bermuka masam.

"Kamu pengecut ?"

“ Tidak. Tapi saya harus mengubah sikap, Yang lalu biarlah berlalu. Kedepan adalah saya yang berbeda. Apapun yang terjadi saya berserah diri kepada Tuhan.”

Ester hanya mengangguk namun wajahnya melihat aneh kearahku.

Tapi aku tidak peduli. Aku harus berubah dan kini saatnya aku berubah. Kalau ditengah kesulitan, spiritualku tidak

Bertambah baik maka itu artinya aku menuju kebangkrutan total dan tidak akan pernah bangkit lagi.

Terhina di dunia dan terpanggang di akhirat.

***

Setelah 4 hari di Swiss dan Davos, kami kembali ke Hong Kong.

Aku sudah dapat cara mengatasi krisis perusahaan dan berselancar di tengah gelombang krisis global.

‘ Jadi apa rencana kamu kedepan mengatasi keadaan holding ?"

“ Aku akan lakukan ekspansi besar besaran”

“ Gila kamu ! Di tengah krisis kamu malah ekspansi, Gimana ceritanya ?

“ Cara berpikir kamu dan saya beda, Kamu banker selalu play safe tapi aku pengusaha justru
berpikir bagaimana setiap resiko menjadi peluang hebat.”

Ester terdiam mungkin dia tidak sependapat dengan ku tapi dia selalu berusaha mengerti aku.

“ Oklah caranya gimana ? Darimana kamu dapat uang ?

“ Sekarang batu bara sedang naik harganya. Konsesi batu bara di Mongolia akan aku genjot produksinya. Pembangkit listri di China sudah lama menginginkan peningkatan supply
guarantee dari saya.

Jadi engga sulit aku dapat pinjaman dari lembaga keuangan.

Tapi karena keadaan DER perusahaan mining coal memang kurang sehat , maka terpaksa harus injek lagi sebesar USD 200 juta untuk leverage sebesar USD 2 miliar. 

Dua tahun setelah itu aku akan IPO di Hong kong. Dari capitalisasi saham ini aku akan leverage untuk memperbaiki struktur permodalan anak perusahaan yang kurang sehat agar mereka bisa focus kepada efisiensi dan pengembangan. Ini andalanku untuk menghadapi tantangan masa depan. “

“ Woh hebat. Apa lagi ?

“ Saham di FxC akan aku lepas. Sebelumnya saham satelite saya sudah di lepas dan dapat capital gain hampir 3 kali lipat. Saya engga butuh saham FxC karena sekarang justru bisnis mereka tergantung dari supply chain yang saya punya. Saya justru ingin meningkatkan value dari supply chain FxC”

“ Caranya ?

“ Saya tidak hanya melayani FxC tapi juga samsung , dan lainnya,”

“ Apa mereka mau ? kan kamu bisa dispute contract ?

“ Ya tapi saya akan tantang mereka perang. “

“ Tapi engga mungkin mereka berani karena bahan baku kamu kuasai”

“ Ya.”

“ Kamu jahat “

“ Engga”

“ Kenapa ?

“ Mereka yang jahat, Mereka ingin jadi diktator tekhnologi dengan value ratusan kali sementara saya bekerja keras hanya dapat secuil. Ini engga adil. Saya harus tawarkan cara cara yang adil, Kalau mereka menolak maka perang memang tidak bisa dihindari. “

“ Jadi perang demi keadilan ?

“ Ya dalam dimensi moral. “

“ Dan mereka pasti engga mau perang.”

“ Tepat sekali. “

“ OK apalagi rencana kamu ?

“ Menjual block minyak di Libia dan Kazakhtan.”

“ Mengapa ?

“ Engga bisa lagi di pertahankan. Saya dapat informasi bahwa Arab akan hajar shale gas dengan membanjiri pasar minyak dengan harga murah. Bego kan kalau kita ikut bermain dengan orang bego.

Bagaimana mungkin Arab menentang kehadiran tekhnologi energy baru?

Ini paradox namanya.

Dari penjualan block minyak ini saya akan gunakan untuk memperkuat anak perusahaan yang bergerak dibidang Agro.

Pabrik downstream CPO di Guangzie akan kita tingkatkan.

Pabrik recycle paper akan kita tingkatkan produksinya. Kebun pisang di Laos, Kunming akan diperluas dan pabrik pengolahan banana pasta akan kita tingkat produksinya.

Kita juga akan perluas pabrik downstream CPO di Malaysia.

“ Hutang kamu gimana ?

“ Yang hutang kan holding. Jadi saya bisa dengan mudah menjelaskan strategi global terhadap masing masing anak perusahaan guna meningkatkan value perusahaan dan tentu semakin sehat membayar cicilan hutang dan bunga. “

“ Jadi kamu menyudutkan lender ditengah krisis global dengan memberikan harapan sesuai
rencana kamu. Dan mereka tidak punya pilihan”

“ Ya. “

“ Kamu jahat, Jaka.”

“ Saya mau tanya sama kamu, Ester. Kamu kan banker? Apakah ada banker yang mau memberikan solusi ketika keadaan krisis ?

“ ya engga ada”

“ Tapi kalau mereka sadar hutang terancam default dengan recovery dibawah 100% apakah mereka ngotot tidak mau kasih hutang atau keringanan?

“ Ya memang engga ada pilihan asalkan nasabah punya tract record marketing yang kuat dan memastikan cash flow masih lancar, ya kita harus dukung ?

“ Tepat. Itulah yang saya lakukan”

“ Apa yang membuat kamu begitu yakin?

Aku terdiam , bukannya berpikir tapi kawatir Ester akan terkejut.

“ Baiklah, mau tahu?

“ Ya”

“ Karena saya tidak pernah punya niat buruk dan tidak pernah ambil deviden satu sen pun dari perusahaan, Semua laba kembali di investasikan kedalam perusahaan. Para banker tahu itu”

“ Jadi untuk apa kamu bekerja keras.?

“ Mengabdi kepada nilai nilai kemanusiaan. Perusahaan adalan bagian dari semangat memberi kepada orang banyak melalui kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi orang lain.”

“ Mengapa dengan niat itu kamu sangat yakin”

“ Karena itu jalan yang diridhoi Tuhan, sayang.”

“ Hmmm paham saya sekarang. Kamu memang sudah berubah. Dan sekarang saya tidak perlu kawatir lagi. Karena kamu sudah di jalan Tuhan."

***

Sampai di Bandara HK jam 4 Sore. Aku telp Lena agar hubungi semua executive holding untuk
kumpul di kantor. Aku mau rapat diadakan hari ini juga.

" Apa agenda rapatnya Pak "

" Konsolidasi"

" Baik. Segera saya lakukan"

Dari Bandara aku di jemput kendaraan kantor. Dalam perjalanan Ester bertanya kepadaku "

apakah tidak sebaiknya kamu istirahat dulu?

" Ya nanti setelah selesai rapat aku istirahat" kataku sambil terus asyik dengan laptopku

" Yakin?

" Ya"

" Jaka, sejak di Swiss kamu kurang sekali tidur dan selama dalam penerbangan dari Swiss kamu tidak tidur. Kamu terus bekerja. Sebaiknya kamu istirahat "

" Ya. Nanti sepulang rapat. Aku langsung tidur"

Ester langsung menutup laptop ku dan menarik ke pangkuannya.

 " Ester, Please I have to work. Dalam beberapa menit kedepan saya harus membuat kebijakan dan keputusan penting.

Pekerjaan ini engga bisa di delegasikan. Karena hanya saya yang paham. 

Karena saya ibu yang melahirkan holding ini. " Ester menatapku lama. Akhirnya entah mengapa dia
menyerahkan kembali laptop kepadaku.

" Mana HP kamu ?"

Aku menyerahkan HP ke Ester " Lena". Ester telp Lena. Aku berkerut kening.

" saya Ester. Dengar ya. Kamu ingatkan Pak Jaka setelah rapat harus pulang ke apartemen untuk istirahat."

" Baik bu."

" Kamu janji dengan saya"

" Ya bu."

Sengaja telp di handfree agar Aku mendengar.

" Pak jaka , bapak ada disana ?

" Ya" kataku

" Maafkan saya kalau saya paksa bapak pulang setelah rapat"

" Ya. "

Ester matikan telp. Wajahnya masih nampak masam. Dan aku kembali kerja.

Kendaraan mampir terlebih dahulu ke apartemen Ester sebelum mengantarku ke kantor.

Ketika Ester turun dari kendaraan aku ikut turun dan menyerahkan amplop ke dia.

" Apa ini? Katanya terkejut. Tapi dia langsung membuka amplop yang berisi selembar Banker
Cheque

" Hah kamu beri saya uang begitu banyaknya. Untuk apa?

" Maaf tempo hari saya mampir ke apartment kamu. Saya lihat tagihan angsuran apartement
kamu diatas meja makan. Saya pikir sebaiknya di lunasi saja. "

" Tapi saya baru angsur 3 tahun Masih 10 tahun lagi lunas"

" Ya terlalu lama kamu harus tertekan karana angsuran itu."

" Saya baik baik saja, Jaka"

" Udahan ya. "

" Jadi sekarang saya hutang dengan kamu ?

" Kamu tidak pernah berhutang tapi saya yang berhutang dengan kamu. Selalu. " Kataku
sambil melangkah kearah kendaraan dan masuk seraya minta supir berlalu.

Ester membantuku dengan memberi akses kepada financial resource tanpa pernah minta fee
dan itu benar benar dilakukan dengan tulus sebagai sahabat. 

Perhatiannya kepadaku benar benar tulus.

Dalam banyak hal keperhatiannya kepadaku sama dengan istriku dirumah.

Kadang dia marah bila aku bersikap salah. Namun caranya marah sangat terpelajar.

Tanpa sedikitpun ada letupan emosi tapi hujan pertanyaan ala banker kepada debitur.

Tujuannya agar aku menggunakan rasioku dalam mengambil setiap keputusan dan bersikap.

Dia sahabatku. Kami bersahabat sejak tahun 1993 di Jakarta. Dia dibesarkan oleh ibunya.

Ayahnya orang Jerman tidak pernah dia kenal. Menurut ibunya ayahnya pergi sejak dia dalam
kandungan. Dua tahun lalu ibunya meninggal karana kanker payudara. Kini dia sendirian.

Tanpa saudara. Tanpa suami. Usianya sudah 47 tahun. Dia setahun lebih tua dariku.

Itu sebabnya dia selalu mengkawatirkanku.

Dia pernah berkata ketika aku kembali setelah 1 tahun lebih menghilang dari dia

" Hartaku didunia ini hanya kamu, Jaka. Jangan pernah tinggalkan aku lagi."

Aku tahu bahwa Ester pernah menjalin cinta dengan teman satu kantornya tapi entah
mengapa hubungan itu kandas.

Pernah juga punya hubungan istimewa dengan pengusaha dari Surabaya yang punya bisnis di China.

Tapi belakangan hubungan itu tidak menghasilkan apa apa. Setelah itu Ester tidak lagi berminat menjalin hubungan dengan pria.

Ditengah kesibukanku, selalu aku usahakan untuk seminggu sekali bertemu dengannya. Kadang makan malam di apartemennya atau membuang malam di Cafe favorit kami.

***

Dalam rapat dihadapan eksekutif Holding aku mempresentasikan kebijakan ku dengan power
point. Setelah itu aku memberikan arahan dan keputusan.

" Tong, tugas Anda nego dengan pemilik power plant. Naikan supply contract atas batu bara
kita di Mongolia.

" Raymond, Anda buat detail kebijakan saya ini dalam bentuk SOP dan Time table. Pastikan
semua unit businsss memahami dan dapat membuat rencana kerja dengan detail.

" James, tugas Anda pastikan semua mitra strategis kita tetap mendukung kita. 

Jelaskan langkah taktis kita kepada mereka. Kalau kamu perlu dukungan dari Pemerintah , minta Tong terlibat.

Fungsi controllership harus semakin ditingkatkan. Segera perbaiki Department Business development group. Karena tahun-tahun kedepan kita akan ekspansi besar besaran"

Aku memandang mereka semua" apakah ada pertanyaan ?

" Ada satu hal " kata James

" Apa ?

" Investasi riset pada Perusahaan Wang sudah sangat besar. Udah 3 tahun tidak ada kemajuan. Sebaiknya hentikan. Kita cutloss"

" Saya tidak akan hentikan riset itu. Karana saya telah commit kepada Pemerintah cina akan membantu riset teknologi procesor. Dan karena itu hubungan kita dengan Pemerintah semakin baik dan bisnis supply chain dengan FxC semakin kuat. Tidak usah kawatir. Saya  akan temukan solusinya. Beri waktu Wang setahun lagi. Kalau masih gagal juga ya terpaksa kita cutloss"

" Mengapa Anda begitu focus kembangkan unit bisnis batu bara di Mongol dan dengan jadwal yang ketat?

" Semua unit bisnis sulit berkembang karena krisis global. Kita harus gunakan kenaikan harga batubara untuk meningkatkan Value holding Company. Dengan peningkatan penjualan maka laba
juga meningkat. 

Keuntungan Ini tidak kita gunakan untuk ekspansi tapi meningkatkan permodalan agar kita bisa masuk bursa. Setalah masuk bursa, saham yang masih kita kuasai itu kita leverage untuk memperbaiki keuangan anak Perusahaan yang punya prospek bagus dimasa depan"

" Dan modal untuk peningkatan produksi batubara kita dapat dari kredit bank atas dasar off take supply guarantee dari Pembangkit listrik di China " kata James

" Kalau harga barubara turun ? Tanya Tong

" Ya kita surrender. Serahkan tambang dan asset kepada kreditur." Jawab James

" Dan anak Perusahan yang jadi sandaran utama kita tidak tersentuh karana yng dijaminkan untuk hutang adalah saham yang kita punya di perusahaan batubara" Kata Raymond menyimpulkan.

" Jadi kita gunakan bisnis batubara untuk menyelamatkan bisnis yang oleng dan sekaligus sebagai alat penggalangan dana untuk ekspansi bisnis yang menguntungkan. Kalau harga batubara jatuh , ya kita keluar dari bisnis itu. Biarkan kreditur yang teruskan melalui group lain atau mereka tunggu sampai harga batubara naik lagi. " kata Tong sekedar ingin menegaskan. James mengangguk.

" Jadi kita harus kerja keras karena kita rushing time" kataku.

Mereka semua paham bahwa hari hari kedepan adalah perjuangan keras.

Rencana tahun 2014 kami harus hentikan ekspansi. Selanjutnya konsolidasi internal dan bersihkan medan tempur.

James memang sebagai Direktur pengelola holding.

Semua sumber daya perusahaan dibawa kendalinya.

Namun otoritas anggaran ada pada Raymond.

Tanpa persetujuan Raymond program kerjanya tidak akan jalan.

Raymond pernah berkerja di first class bank sebagai Vice President.

Setiap persiapan legal kerjasama dengan pihak manapun harus melewati desk Tong.

Tidak ada kerjasama dengan pihak lain yang bisa dilakukan oleh anak perusahaan tanpa persetujuan Tong. Latar belakang Tong sebagai perwira dan pendidikan tinggi hukum, tidak mudah pihak lain mau kadalin kami.

Rapat selesai menjelang jam 10 malam.

" Bro, kita ke KTV sekarang. Ada pejabat dari Beijing datang ke Hongkong.

Dia ingin ketemu kamu" Kata Tong.

Kulirik jam tangan, pukul 10 malam. Tapi Lena dengan sigap berkata :

"Anda harus pulang Pak. Ingat janji tadi dengan ibu Ester "

Tong menoleh kearah Lena " kamu pulang saja. Ini urusan pria "

" Saya harus pastikan bapak istirahat pulang" kata Lena tegas.

James hanya tersenyum melihat Tong gusar dengan sikap Lena.

" Ok. Pak Jaka hanya sekedar tampak muka di KTV. Ini penting untuk menghargai tamu dari
Beijing" kata James kepada Lena.

Tapi wajah lena nampak tidak percaya. Aku hanya tersenyum memperhatikan sikap mereka.

Ketika kami masuk kedalam kendaraan dan menuju tempat KTV,

Lena keliatan sedang telp. Aku yakin dia lapor ke Ester.

Benarlah setelah sampai di tempat KTV sudah ada Wenny.

Aku terkejut bagaimana dia ada disini.

Tapi aku yakin Lena telp Wenny agar mendampingku selama di KTV.

Dan pastikan aku pulang cepat.



Benarlah dengan adanya Wenny diruang KTV, pesta jadi bubar.

Semua kami segan dengan hadirnya Wenny.

Dan aku punya alasan kuat untuk pulang lebih cepat karena aku baru pulang dari Eropa dan perlu istirahat.

" Nah kamu mau tidur di apartemen saya atau Ester ?" 

Kata Wenny ketika didalam kendaraan Honda mungilnya.

" Antar saya ke apartemen saya "

" Ok kalau begitu saya tidur di apartment kamu malam ini"

" Ada apa?

" Saya dan Ester hanya ingin pastikan kamu istirahat, Jaka "

" kalau sampai apartment kamu langsung tidur, itu lebih baik untuk kamu dan kami juga bisa tenang. Tapi kalau kamu kembali kerja..."

" Mengapa ?

" Jaka, kamu sahabat kami. Di perusahaan kamu, semua eksekutif kamu anggap keluarga tapi tetap saja ada jarak karana kekuasaan kamu yang begitu besar. Mereka mengkawatirkan kamu. Tapi mereka tidak bisa terus terang berkata kepadamu. Itu sebabnya mereka minta saya menyampaikan kepadamu. Ester kalau sudah habis akal bicara dengan kamu, dia juga minta aku bicara dengan kamu. Mereka kawatir kamu sakit. Karena kamu bekerja terlalu keras.

Cobalah mengerti dan bijak. " Kata Wenny dengan lembut. 

Aku hanya mengangguk.

" Kalau begitu putar kembali kendaraan. Aku tidur di apartment kamu aja. " kataku. 

Berharap dengan demikian semua pihak akan senang karena besok semua akan telp Wenny untuk
tanya tentang aku.

Dan Wenny akan mudah confirmed bahwa benar aku istirahat. Kulirik

Wenny tersenyum.

" Lusa aku ke Beijing sama Yuni. "

" Ada apa?

" Dampingi Yuni deal dengan venture capital untuk pengambi alihan jaringan hotel di china."

" Oh...." entah mengapa suara Wenny hanya terdengar sayup sayup.

Aku benar benar ngantuk. Terjaga ketika Wenny sentuh hidungku. " ayo Jaka.

Sudah sampai." Aku tersentak.

Aku langsung rebah di kasur dengan masih mengenakan setelan jas.

Samar samar dalam kantuk berat aku melihat Wenny menyelimutiku dan dia melangkah keluar kamar sambil mematikan lampu.

***

" Wang, Saya sudah menanti cukup lama dan tentu saya punya batas waktu.

Tolong yakinkan saya bahwa riset prosesor yang Anda lakukan akan sukses." Kataku ketika rapat dengan Wang di Kantor.

" Saya butuh teknologi tambahan. Dan itu tidak mungkin kami kuasai. "

Katanya dengan wajah lesu"

" Apa Tekhnlogi tambahan itu ?

Dia menjelaskan secara tekhnis dan ternyata teknologi yang dia maksud itu dimiliki oleh salah
satu perusahaan di AS.

Menurut Wang perusahaan itu sedang kesulitan uang karena riset mereka akan di hentikan oleh investor. Mungkin karena tekanan dari pesaingnya. Aku mencatat dengan baik setiap penjelasannya.

" Sekarang terserah Anda. Kami malu karena gagal mendukung Anda menjadi supply chain FxC dan Anda tetap komit sebagai mitra kami" katanya.

Sekarang dia tidak berani menatapku.

Malu. Memang akhirnya kemitraan dengan FxC tidak membutuhkan Wang karana Tekhnlogi semua di sediakan oleh FxC. Namun keberadaanku tetap sebagai pemegang saham Perusahan Wang.

" Teruskan riset nya. Saya akan sabar sampai tahun depan dan saya akan carikan solusi soal perlunya dukungan Tekhnlogi tambahan" kataku dengan tersenyum. 

Wang berdiri dan Merangkulku. " saya tidak akan lupa ini , Jaka. Saya akan loyal dengan Anda"

Usai meeting dengan Wang, aku bertemu dengan banker dalam makan siang di Hongkong Financial Club.

" Saya sudah terima aplikasi kredit Anda. Performance modal sangat baik dan DER juga bagus. Off take guarantee available. Kami minta jaminan saham sebagai collateral. Nilainya mengikuti perkembangan harga saham. Kalau saham naik, stay dan kalau nilai saham jatuh di pasar Anda harus top-up. Semua negosiasi L/C melalui bank kami. Dan itu harus Mother L/C.

Jadi jangan ada transfer pricing. Clear?

" Clear. "

" Tapi ... kata banker dengan santai

" Apa ?

" Kami butuh Personal Guarantee dari Anda sebagai pelengkap dan sekaligus mempercepat proses credit "

" Maaf, saya tidak bisa keluarkan PG.?

" Mengapa ?

" Istri saya melarang"

" Loh kenapa ? Masalahnya apa?

" Istri saya tidak ingin bisnis berdampak personal terhadap saya pribadi. "

" itu kan untuk kebaikan Anda agar Bisnis lebih maju. Seharusnya istri mendukung "

" Istri saya tidak butuh dengan semua yang saya hasilkan. Dia izinkan saya bisnis hanya karena agar misi pribadi saya sebagai pria terlaksana. 

Bukan misi sebagai suami. Sebagai suami, dia tidak berharap harta berlebih dari saya.

Karenanya dia mendidik anak anak kami dengan sederhana dan juga inginkan saya hidup sederhana.

Dari harta pribadi yang kami miliki sudah lebih dari cukup untuk aman seumur hidup, apalagi dengan life style kami yang sederhana.

 Jadi kalau Anda tetap paksakan adanya PG, lebih baik stop proses kredit."

" Ok paham. Kalau begitu silahkan lengkapi proses credit sampai tuntas"

" Ok.

Usai meeting aku minta Lena meluncur ke Bandara untuk terbang ke Taipeh membicarakan
pelepasan saham di FxC yang kami kuasai. Aku sampai di bandara Lena sudah ada di AirPort
lengkap dengan tas pakaian. Di pesawat Lena berkata kepadaku.

" Saya sudah kirim file ke ibu Yuni. Saya sudah atur orang kita di Eropa untuk bantu dia selama operasi di London dan NY. "

" Bagus. "

" Pak..."

" Ya"

" Boleh tanya ?

" Silahkan "

" Mengapa Anda libatkan Yuni dalam Srategi yang beresiko"

" Mengapa kamu bilang begitu ?

" Maaf, saya dengar diskusi Anda dengan Tong. Menurutku itu cara yang beresiko. Apa jadinya kalau sampai Ibu Yuni di penjara karena fraud?

" Dia akan baik baik saja. Jaga rahasia jangan sampai dia tahu apa tugasnya sebenarnya "

" Pak..."

" Apalagi ?

" Apakah semua wanita Anda manfaatkan?

" sulit menjelaskan. Yang pasti saya butuh orang yang loyal dengan saya dan itu hanya
wanita"

" Mengapa?

" Kalau wanita sudah mencintai maka meraka akan berkorban apa saja untuk pria yang dicintainya.

Beda dengan pria yang selalu sifatnya transaksional. Untuk tugas ini saya butuh Yuni."

" Mengapa bukan Wenny? Bukankah dia lebih Well educated. Dan tahu bagaimana menghadapi hal terburuk"

" Wenny sahabat saya dan emosinya beda dengan Yuni. "

" Kalau terjadi hal yang buruk terhadap Yuni, saya akan kecewa sekali dengan Anda."

" Dasar wanita ..." kataku tersenyum." Ini perang sayang. 

Saya harus berani korbankan satu orang untuk kepentingan yang lebih besar. 

Tapi karana niat saya baik, saya yakin Yuni akan baik baik saja. 

Kamu tahu ? Skenario tugas Yuni itu saya susun dengan baik dan melibatkan semua sumberdaya saya agar dia selalu aman. Paham !

" Paham Pak.

***

Rapat dengan pihak FxC berjalan lancar. Mereka tidak ingin saham aku jual di market tapi pemegang saham utama ingin membeli kembali saham yang aku kuasai. Waktu 6 tahun lalu harga saham kubeli USD 2,5 dan sekarang harga di lepas dengan harga USD 12 per lembar.

Hasil penjualan saham FxC aku gunakan untuk memperbaiki struktur permodalan anak perusahaan agar bisa melakukan leverage untuk memuluskan strategi ekspansi.

Dengan demikian dalam sebulan setelah meeting konsolidasi dengan eksekutif di holding, aku sudah
merampungkan semua langkah taktis yaitu membawa uang kontan ke dalam holding, baik melalui hutang bank maupun menjual portofolio perusahaan.

Kini saatnya aku pulang ke Jakarta ketemu dengan keluarga.

" Pak Jaka , apakah Anda terbang ke jakarta dari Taipeh atau dari Hongkong ? Tanya Lena.

" Jakarta. Kamu pulang sendirian ke Hongkong."

" Baik Pak. Tapi apa boleh saya minta izin?

" Apa?

" Boleh saya cuti. Pacar saya ingin kenalkan saya dengan orang tuanya di Busan , Korea "

" Oh ya. Bagus. Ambil cuti sesuka kamu. Lapor ke James soal ini ya."

" Maafkan saya Pak. Saya tahu timing nya engga tepat. Karena saat sekarang bapak sangat butuh saya"

" ingat Lena. Menikah itu penting. Bahkan penting dari segala galanya. Saya berdoa semoga
berujung pada Pernikahan.

" Terimakasih Pak...

***

Aku Jaka. Bagiku hidup adalah perjalanan spiritual sepanjang usia. Kaya atau miskin adalah soal pilihan sikap. Dan keduanya akan menerima ujian yang sama berat dalam konteks yang berbeda.

Karenanya adalah salah besar bila menilai kemakmuran itu dari harta pribadi.

Kehebatan dilihat dari sarana modern mungkin ada benarnya sebagai standar kemakmuran.

Itu sebagai bentuk bahwa peradaban bergerak kedepan. Tapi komunitas yang bersahaja juga bukan hal yang terbelakang bila nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk toleransi dan cinta tumbuh menjadi budaya keseharian.

Secara kejiwaan komunitas seperti ini dapat memaknai simbol kehidupan bukan materi tapi empati atas dasa cinta. Bagi masyarakat yang hidup dengan sarana modern mereka tetap menjadi orang terbelakang bila kebahagiaan menjauh akibat hidup penuh paranoid dan resah menghadapi hidup yang tidak ramah.

Itulah yang dapat ku maknai dalam perjalanan hidup di usia menjelang 50. Tak terhitung kali aku gagal dalam bisnis dan selalu cepat bangkit kembali. Sehingga aku tidak merasa jatuh ketika bangkrut dan tidak berlebih ketika sedang naik.

Kehidupan yang akrab dengan kegagalan memberikan hikmah luar biasa bagi keluargaku. Kami hidup bersehaja. Istriku tidak pernah tertarik beli tas seharga ratusan juta atau beli sepatu mahal.

Namun dengan kesederhanaannya dia tidak pernah minder bergaul dengan siapapun. Seumur hidupnya tidak pernah pergi jauh kecuali bersamaku.

Kalaupun itu pernah dilakukannya hanya dua kali ketika dia menemani cucunya dan menantunya ke luar negeri dan menemani putri bungsu kami umroh sebagai hadiah masuk SMU.

 Jadi dari sejak menikah sampai sekarang sikap hidup kami tidak berubah. Dirumah aku adalah suami yang bisa direwelin istri dan tempat anak anak curhat atau merengek.

Setiap subuh dirumah aku selalu memimpin sholat berjamaah bersama istri dan memimpin doa untuk kebaikan anak, dan orang tua.

Bahkan pernah aku tanya kepada istri :

" moment apa yang membuat kamu sangat bahagia selama berumah tangga? Tahu apa jawabnya ? Inilah jawabnya " saat awal kita menikah.

Ngontrak rumah ukuran 4x9 meter.

Dan membantu kamu pakaikan dasi sebelum berangkat ke kantor. Dan melihat kamu setiap sore membaca buku.

Aku membayangkan kelak putra putriku akan sama dengan kamu, doyan membaca dan gigih belajar.

Dan setelah itu aku semakin sibuk dengan anak anak dan kamu semakin sibuk dengan bisnis kamu.

Waktu kebersamaan semakin berkurang namun bagaimanapun aku tetap senang manakala melihatmu membaca buku dan selalu pulang dengan tanpa keluhan dan selalu bersemangat dalam kondisi apapun.

***
Kalaupun aku bersahabat dengan wanita diluar rumah bukanlah niat memuaskan nafsu rendah atau memanjakan diri dengan melampiaskan libido. Tapi itu semua dengan alasan kemanusiaan dan nilai persahabatan. 

Mereka para wanita itu bukan remaja tapi wanita dewasa dengan semangat kemandirian yang serba terbatas. Aku tidak memanjakan meraka dengan uang agar mendapatkan rasa hormat tapi memberikan kesempatan mereka mandiri untuk mendapatkan rasa hormatnya.

Apakah itu akan berbalas lain? Aku sendiri tidak pernah berpikir terlalu jauh. 

Bagiku mereka tetaplah sahabat yang tak bisa ku kendalikan apalagi memiliki mereka.

Ketika mereka sukses mendapatkan rasa hormat maka saat itu aku sudah merasa puas dan cukuplah sebatas itu.

***

Di jakarta aku lebih banyak bersama istri dan akhir pekan bersama anak anak.

Setiap malam aku masih terus memonitor perkembangan saham di bursa dan membaca laporan dari Tong dan James, Raymond. Kalau ada hal yang penting dibicarakan aku mengundang mereka rapat di jakarta atau di Singapore.

Di waktu senggang aku gunakan waktu bertemu teman lama dan aku tidak pernah cerita soal bisnisku.

Aku ingin mereka menghormatiku bukan karana posisiku sebagai pengusaha tapi karana pribadiku sebagai Jaka.

Bagiku mereka adalah bunga di beranda hatiku yang penuh warna, untukku belajar bijak.

Namun ada satu harapan dan juga keyakinanku bahwa suatu saat bila Presiden berganti dan angin
perubahan ke arah yang lebih baik terjadi, ada baiknya aku harus manfaatkan portofolio ku diluar negeri untuk ambil bagian membangun negeri.

Mengapa ? 

Aku adalah putra ibuku dan dibesarkan dengan nilai nilai agama bahwa berbuat untuk mereka yang dekat jauh lebih afdol daripada mereka yang jauh. Semoga bila saatnya tiba aku harus menentukan sikap untuk membawa jerih payahku diluar negeri untuk negeri yang kucintai.

***

Setelah setahun di AS Yuni kembali ke jakarta dan semua proses bisis di AS dilaluinya dengan baik.

Aku sengaja menempatkan Team terbaik untuk mendampinginya dalam setiap pengambilan keputusan.

Team yang ada di Swiss maupun di NY selalu me shadow nya agar setiap langkahnya dapat aku ketahui. Sehingga aku dapat menariknya keluar bila keadaan tidak terkendali.

Hari ini Yuni dari NY terbang ke Beijing dan akan bergabung dengaku untuk meeting dengan Team China Academi Science. Yuni berhasil mendapatkan Blue print procesor yang akan di kembangkan oleh Team Wang di Huangzhou. Itulah hasil kerja Yuni untuk holding yang dia sendiri tidak tahu agenda dibalik misinya.

China New Technologi fund sudah berkomitmen untuk membiayai pendirian pabrik prosesor yang akan digunakan untuk membuat MRI.

Pasar produk ini akan dijamin sepenuhnya oleh Pemerintah china dalam rangka reformasi kesehatan dan restruktur rumah sakit di seluruh china.

Proses negosiasi pendirian pabrik di huangzou dipimpin langsung oleh James dengan dibantu oleh Wang.

Selanjutnya tugas Wang menjadikan perusahaannya mencetak laba di tahun tahun mendatang dan menjadi andalan holding.

Setidaknya 6 tahun bermitra dengan Wang aku bisa membuktikan komitmentku kepada Pemerintah china dan juga kepada Wang.

***

Sejak Wenny bergabung dalam holding dengan mendirikan Perusahan pembiayaan , kini usahanya sudah berkembang luar biasa. Ia adalah satu satunya unit bisnis yang paling sehat.

Sebagaimana Yuni, Wenny tidak pernah mengganggap bagian dari holding. Meraka hanya taunya Jaka dan mereka bekerja untuk seorang Jaka. Makanya engga aneh bila mereka sering ribut dengan management holding, tapi selalu aku bisa memberikan pengertian agar mereka memaklumi proses management.

Aku sudah jarang bertemu  dengan Wenny dan Yuni karana alasan kesibukan mereka.

Namun secara reguler mereka membuat laporan kepadaku tentang perkembangan perusahaan
Ester karirnya semakin melesat.

Sekarang posisinya sudah sebagai Direktur di Bank First Class di Hongkong.

Dia semakin sibuk dan kami sudah jarang bertemu. Namun masih sering contact via e-mail dan saling like postingan di Facebook.

***

Tahun 2012 harga komoditas sudah mulai menurun.

Apalagi kebijakan china akan menghentikan fuel pembangkit listrik dari batubara dan menggantinya dengan gas seiring usainya pembangunan pipa gas dari Iran ke kumning dan dari Myanmar Teluk bengal ke guangxie. 

Sudah bisa di tebak dampaknya bagi bisnis batubara mulai oleng. Ekspansi yang di lakukan lewat hutang sudah mulai memangkas cash flow.

Leverage saham batubara untuk membiayai ekspansi unit bisnis lain telah memaksa bank meminta agar kami melakukan topup.

Aku perkirakan tahun 2014 bola salju akan membesar dan ini prahara babak baru bagiku, yang sebelumnya sudah aku perhitungkan sebagaimana prediksi Scott waktu 3 tahun lalu di Davos.

***

Tahun 2013 adalah tahun awal aku harus melakukan aksi rasionalisasi bisnis?

Bisnis Property yang hanya mengandalkan rente dari Bubbles price harus aku keluarkan dari portofolio.

Mengapa ? 

Secara bisnis tidak ada value moral yang di perjuangkan kecuali uang.

Dan aku tidak mau ini akan meracuni semua direkturku sehingga menjadi orang yang rakus dan
akhirnya kami pasti jadi korban pasar. 

Sejarah kebangkrutan sektor Property selalu berulang.

Jatuhnya wallstreet karena bubble price yang di picu oleh kredit kepemilkan rumah yang longgar.

Yang untung besar adalah capitalis bursa dan pemain bisnis surat utang sintetik.

Kini ketika harga sedang dalam posisi mencari jalan untuk terjun bebas, dan sebagian besar orang
masih yakin semua akan baik baik saja, aku harus menjualnya.

Lantas kemana aku alihkan hasil penjualan Property ini? 

Ya di Business pengembangan kawasan industry.

Business ini memerlukan keahlian menciptakan Business model yang tepat dengan dukungan logistik system yang hebat, insfrastruktur kawasan yang saling mendukung dan kemampuan menarik sebanyak mungkin pabrikan untuk saling bersinergi dalam satu kawasan.

Namun untuk melancarkan strategi ini aku membutuhkan eksekutif yang hebat agar Business process dapat berjalan dengan efektif. Apalagi dalam setahun aku harus merampungkan strategy ini. Tahun 2014 harus selesai.

Aku mempelajari semua beodata dari sejak direktur sampai Manager di anak perusahaan.

Dari sekian yang ada aku melihat ada satu orang yang nampak cocok dengan qualifikasi ku.

Namanya Pauline. Dia berkarir di anak perusahaan yang bergerak di bidang agro. Latar belakang pendidikannya di bidang financial.

Namun dia berkembang di departemen trading.

Sekarang posisinya memimpin Team pemasaran global dan trading.

Usianya 38 tahun. Single parent untuk satu orang putranya.

Mengapa aku pilih wanita untuk tugas berat dan sulit ini?

Karena wanita punya standar moral tinggi ketika mendapatkan kepercayaan.

Apalagi ia adalah single parent. Tentu dia butuh bukan hanya uang tapi pengakuan dari orang lain bahwa dia mampu berbuat lebih dan mandiri.

Aku secara pribadi tidak pernah bertemu dengannya dan mungkin dia hanya tahu aku dari nama tanpa tahu pasti seorang Jaka itu seperti apa. Karena jarak aku dengan anak Perusahaan sangat jauh. Setiap anak perusahaan hanya berurusan dengan project management group ( PMG) di holding dan itu hanya level direktur yang bisa berurusan dengan PMG.

PMG di kendalikan oleh controllership and finance group ( CFG).

Diatasnya ada lagi Business development group ( BDG).

Diatas sekali ada Investment comittee board ( ICB)

dimana aku sebagai ketua dengan anggota Tong, James, Raymond.

Jadi praktis setiap hari aku hanya berkomunikasi dengan mereka.

" Mengapa tidak ambil orang yang ada di bidang Property. Kan mereka lebih paham dan smart ? Kata Raymond

" Benar mereka smart untuk menjalankan Business process. Kita akan keluar dari bisnis Property dan itu menyangkut portofolio dalam bentuk saham, menyangkut Property yang dikuasai anak perusahaan sendiri, dan menyangkut regulasi dari negara yang berbeda dari setiap portofolio Property yang kita kuasai. Dan itu tidak bisa di lakukan oleh eksekutif di lingkungan Property yang ada. Saya butuh Team yang langsung bekerja di bawah komando saya. " kataku menjelaskan ketika rapat.

" Ah Anda harus tahulah." Kata Tong menambahkan

" Baru saja kita bilang mau jual mereka yang ada di unit bisnis Property sudah siap siap rekayasa agar rugi sebelum menjual. Cari rente dan mental broker " sambungnya. Aku hanya tersenyum.

" Baik. Saya setuju. " kata James. Yang lain mengangguk. Rapat selesai.

Aku memanggil Lena yang mau keluar dari ruang rapat " Panggil Wenny. Saya mau ketemu dia."

" Dia sedang di Caracas ?

" Suruh dia pulang cepat. Saya mau bicara penting"

Lena langsung telp Wenny. Tak berapa lama Lena memastikan besok dia akan terbang ke Hongkong.

Dua hari setelah itu aku bertemu Wenny di kantor " Ini data orangnya dan saya minta kamu selidiki secara pribadi tentang orang ini.

Bila perlu kamu ajak dia tinggal bersama kamu untuk sementara.

Waktu kamu satu bulan untuk laporkan penilaian tentang orang ini" kataku menyerahkan data tentang Pauline.

" Hmm seorang wanita. Cantik dan nampak terpelajar " kata Wenny memperhatikan photo Pauline.

" Untuk apa wanita ini?

" Aku akan jadikan dia ketua Team pelepasan asset Property kita yang ada di Beijing,Guangxi, Kiev, Astana, Moscow, Boston, dan HO Ci Min , Seoul"

" oh artinya harus siap di telp tengah malam dan terbangun untuk terima telp bapak, dan siap mendengar kata kata pedih tanpa emosi kalau melakukan kesalahan, dan romantis kering sama perempuan"

" Bisa bantu saya? Kataku tanpa penduli kata bernada sinis dari Wenny.

" Siap. Segera saya akan minta bagian SDM holding untuk alih tugas kan dia ke perusahaan saya. Jadi lebih mudah saya mengenalnya"

" Good. Thanks "

" Pak Jaka, boleh saya minta kebijakannya ?

" Apa ?

" Bagaimana jika trade financing Perusahan AGRO menggunakan jasa perusahaan saya saja. Kan bagus untuk holding. Untungnya muter engga kemana mana"

" Engga bisa. Kamu cari clients diluar. Jangan dari dalam. Paham!

" Tapi Pak...

" Kamu harus menghargai dan patuh dengan SOP.  Perusahaan ini dibangun dari reputasi kita. Dan itu tercermin dari komitment kita mengikuti SOP yang Good Governance. Kalau engga, siapa yang mau percaya kasih kita hutang dan membeli saham kita dengan harga berlipat dari nominal?

" Ya Pak.

" Ada lagi pertanyaan ?

" Engga ada."

Aku langsung berdiri keluar dari ruang meeting.

 “ Lena Telp telp Direktur Ginzo Industrial Estate, kasih tahu bahwa saya mau ketemu. Kapan ada waktu?

Selang beberapa menit Lena masuk kamar kerjaku " dia siap kapan saja ketemu. "

" Ok telp Tong untuk temani saya ke Guangxi dan kamu ikut juga"

" Siap Pak"



Aku keluar kantor untuk ketemu relasi dari korea yang pernah menang lelang melalui BPPN mengambil asset konglomerat yang tersangkut BLBI. Kini dia punya lembaga keuangan masuk 10 besar Hangseng. Aku bersahabat dengannya karena di kenalkan Ester dalam acara Wine party yang diadakan konsulat Jepang di Hongkong. Istrinya wanita Indonesia. Bahasa Indonesianya bagus. Aku didampingi oleh Wenny mengundangnya makan siang..

" Gimana Jaka? Apakah semua baik baik saja?

" Sejauh ini baik dan lancar aja"

" Sebaiknya kita langsung bicara bisnis sebelum makan. Ok.”

" Ok. Saya pegang MTN senilai USD 500 juta.?

" listed dimana?

" 144 A SEC Act. Global Bond"

" Mau dipain ?

" Anda punya ide ?

" Berapa mau jual?

" Berapa buka harga ?

" setelah diperhitungkan redemtion saya berani 25% dari Face value"

" Cash payment ?

" Engga, tapi saya akan terbitkan Mutual Fund dengan underlying global Bond itu. Jadi Anda
sabar sampai saya bisa menjual Mutual Fund itu."

" Maksudnya, Anda akan kuasai MTN saya si Custody sebagai dasar menerbitkan Mutual fund?

" Ya. "

" Beresiko. Kalau ketahuan otoritas bisa pidana"

" Engga usah khawatir, ini Limited Offers. Jadi syah secara hukum"

" Ok saya setuju. Berapa lama OTC nya ?

" Engga lebih seminggu uang udah kumpul dan saya transfer ke Anda"

" Deal "

Aku menghubungi James dan Raymond agar mereka follow up proses transaksi dengan relasi saya dari korea itu.

Setelah usai makan siang, Wenny bertanya,

" Mengapa kamu engga jual langsung saja itu MTN?

" Kamu engga paham ya. Itu MTN masuk pasar restricted area bagi mereka yang punya uang 
dibawah USD 100 juta. Kalau saya jual itu MTN di lingkungan itu , saya hanya dapat kertas, bukan uang tunai. Itu namanya pasar leverage. Sedangkan saya perlu masuk kepasar tunai agar dapat uang tunai sebagai equity menarik pinjaman dari Bank di china ?

" Untuk apa ?

" Kita mau bangun kawasan industri di Ginzo , Guangxi"

" Berapa investasi total ?

" Ya kurang lebih USD 5 miliar. Luas area 1500 hektar"

" Yakin aman?




Saya hanya tersenyum " Laki laki terlahir sebagai risk taker. 

Kita mungkin bisa saja menghindari resiko tapi kita tidak akan menjadi apa apa dan kita bukan siapa siapa. Dengan menghadapi resiko kita dipaksa menggunakan akal dan spiritual kita agar bisa melewati keadaan yang tidak pasti itu.

Kalau kita sukses, kita akan bersyukur kepada Tuhan dan bila gagal kita akan semakin bersabar.

Dengan itulah kita bisa berkembang karana waktu dan tahu arti bersyukur dan mencintai. Pahamkan sayang"

" Ya sayang. “ Ester tersenyum “ Jaka, sekarang kamu sudah free" Tanya lagi.

" Maksud kamu? Kamu mau ada urusan lagi? Mau jalan ? Jalan aja. Saya mau ke spa dengan
Wada."

" Daripada ketemu Jepang brengsek itu lebih baik kamu temui Ester. Tadi pagi dia telp sambil
nangis?

" Ada apa?

" Dia putus lagi dengan pacarnya "

" Hah..." aku kaget " sejak kapan dia pacaran ?

" Udah hampir setahun "

" Kenapa dia engga cerita keaku ? Padahal Aku udah ingatkan , udah dech pacaran segala.

Ingat usia sudah mendekati 50. Untuk apa lagi?

" Kamu selalu sibuk Jaka. Dan lagi kamu itu aneh ya.. 

Setiap wanita butuh pasangan agar masa tua tidak kesepian"

" Lah kamu kok engga?

" Saya udah ada bujang di rumah. Dia akan jaga masa tua saya sebagai ibunya. Suami engga
ada lagi dalam kamus saya. Closed file "

" Ok kalau begitu saya temui Ester setalah spa"

" Sekarang !" Kata Wenny dengan mata melotot

" loh kan dia kerja"

" hari ini dia engga masuk kantor. Pikirannya sumpek. Temui lah dia"

" Ok”

***


Sendiri dan kebersamaan adalah Fitrah namun Kesendirian itu kematian setengah jiwa.

Seperti menatap ujung kaki langit di saat matahari senja meredub menuju peraduannya.

Ada harapan namun menapik kenyataan, bahwa sendiri tidak harusnya dalam kesendirian.

Ada Tuhan yang selalu menemani dan bercengkrama dalam dialogh cinta untuk selalu euforia
penuh rasa syukur.

Jodoh itu hak Tuhan namun manusia diwajibkan berikhtiar untuk mendapatkannya.

Tapi kadang orang lupa ia memilih jodoh yang seperti dia mau tapi bukan seperti yang Tuhan mau.

Dia memilih karena keinginan , bukan karena kebutuhan.

Padahal menikah adalah kebutuhan untuk melengkapi jiwa. Menjadikan satu agar sesuatu.

Mempersatukan perbedaan dalam cinta dan penuh hikmah.

Memang banyak orang kurang menyadari mengenai mengapa dia menikah secara hakikat.

Mungkin karena zaman berubah dan memilih jodoh sudah seperti belanja barang di mall.

Banyak pilihan tapi harga dibandrol.

Yang tak mampu memilih maka cukup shopping eye.

" Wenny bilang katanya kamu sakit? " kataku ketika Ester membukakan pintu apartemen.

Dia tidak menjawab. Dia melangkah masuk kedalam kamar.

Duduk menghadap jendela. Aku hanya mendiamkan.

Tak ingin pula bertanya lebih jauh. Mungkin kini saatnya memberikan kesempatan dia sendiri adalah lebih baik.

" Tadi saya ajak Myung makan siang sama Wenny. Dia titip salam untuk kamu" kataku.

Ester hanya diam. Aku menyimpulkan Ester benar benar tidak mau diganggu.

" Ester, saya ada janji dengan Wada mau spa di Zuhai.

Saya mampir untuk sekedar pastikan kamu baik baik saja"

Ester menoleh kepadaku ketika aku hendak keluar dari kamarnya.

" Besok saya mau ke Yogya, ke makam ibuku. Terus ke Bali. "

" Mau saya temanin?

" Kamu sibuk. Engga usah. Saya mau sendirian saja "

" Ok jaga diri kamu baik baik."

Ketika kakiku akan melangkah keluar kamar terdengar Ester memanggil dengan suara harus "
Jaka..."

" Ya Ester "

" Sudah takdir saya memang tidak akan menikah seumur hidup. Mengapa hidup saya berakhir
seperti ini? Menua dalam kesendirian"

Kamu tidak seharusnya merasa hidup dalam kesendirian. Kita selalu bersama Tuhan. Ambil
hikmahnya, mungkin Tuhan inginkan agar kamu tetap bersamanya dalam sendiri tanpa suami.

Dengan begitu kamu bisa menghargai setiap kebersamaan dengan orang orang disekitar kamu.

Sahabat juga adalah belahan jiwa yang mempersatukan kita secara spiritual."

" Ya. Mudah menyebutkannya tapi saya butuh suami Jaka"

" Ya Ester "

" Sejak tahun 1993, ketika awal kita kenalan.

Saya membayangkan mendapatkan suami seperti kamu. Entah mengapa ?

Apapun yang saya tahu tentang sikap kamu, selalu menginspirasi.

Pria yang mudah akrab dan berdiskusi tentang banyak hal tanpa kehilangan kesabaran.

Pria yang walau tidak romantis namun selalu responsif terhadap masalah wanita.

Dan pria petarung yang tak pernah menyerah, yang selalu menempatkan rasa hormat kepada
wanita tanpa terkesan memanjakan.

Pria yang tak ingin mengubah orang lain dengan paksa namun tak lelah memberikan inspirasi positip dengan sepatah kata yang mungkin agar orang mau mengambil langkah positip.

Ah sudahlah Jaka...

Mungkin saya tidak akan menemukan pria seperti itu, tapi cukup puas mendapatkan sahabat saja"

" Ester, saya pernah cerita bahwa saya adalah buah creasi dari ibu saya dan istri saya.

Dari ibu saya, saya menemukan arti cinta dan pengorbanan tapi tidak mengajarkan saya menjadi
petarung. Istri saya mengubah saya dari pria yang inferior menjadi superior. 

Yang lemah menjadi kuat. Dan dari istri, memaksa potensi saya keluar untuk menjadi pria, suami yang dibanggakan.

Jadi awalnya saya nothing tapi melalui ajaran cinta dari ibu saya, saya menemukan istri untuk tempat hati berlabuh agar saya merasa tenteram melewati hidup yang tidak ramah ini, dan tentunya berubah karena waktu, seperti Tuhan mau.

Dari 20 tahun lalu saya sudah bilang carilah pria yang membuat kamu nyaman dan menikahlah. 

Tentu tidak ada pilihan yang sempurna tapi lewat tanganmulah pria itu akan jadi sempurna. 

Jadi daripada mengharapkan kesempurnaan datang, mengapa tidak ciptakan sendiri kesempurnaan itu
lewat kebersamaan yang di ridhoi Tuhan, ya kan"

" Ya. Kini saya baru sadari nasehat kamu itu. Coba dulu kalau saya ikuti ...." Ester terdiam. "

Ah sudahlah Jaka. Terimakasih. Saya akan baik baik saja. Yang penting kamu jangan pernah
tinggalkan saya"

" Yakin kamu akan baik baik saja"

" Ya. Pergilah temui Wada. Selamat bersenang senang. "

" Terimakasih" kataku melangkah ke pintu apartment. Ester mengantarku sampai pintu "

Kemarin Lyly telp tanyakan keadaan kamu. "

" Oh ya. Saya rencana bulan depan ke Beijing setelah selesai urusan di Guangxi"

" Kalau saya ada waktu luang pengen juga dampingi kamu ke Beijing. Kangen Lyly"

" Ok semoga nanti kamu ada waktu"

***

Wada adalah sahabatku yang sudah terjalin lebih 15 tahun.

Ayahnya konglomerat kapal di Jepang dan kini dia pewaris tunggal harta keluarga.

Walau hidupnya lebih banyak santai dan sedikit arogan terhadap wanita namun sejak ayahnya meninggal justru ditangannya perusahaan semakin berkembang pesat.


Dia adalah mitraku dalam Business Property. Berawal dari Akuisisi Proyek Block City di Beijing lewat LBO yang sukses maka selanjutnya dia tidak pernah ragu mendukung setiap aku sodorkan Business plan. Aku ingin mengakhiri kemitraan dengan dia.

Berencana melepas saham di unit bisnis Property atau meresrtruktur bisnis Property hotel dan perumahan menjadi Business industrial estate.

" Saya usul sebaiknya pilihan merestruktur bisnis kita lakukan daripada menjualnya. 

Kita jadikan collateral asset itu untuk dapatkan pinjaman membangun kawasan industri. 

Nah sekang jelaskan kepada saya apa pertimbangan kamu membangun kawasan industri di china?

" Kamu tahu CAFTA"

" Ya "

" Tahun ini CAFTA sudah efektif berlaku. China membuka peluang kawasan industri khusus CAFTA. Peluangnya, tentu kawasan itu akan mudah menarik pembeli kaveling " 

Mengapa ?

" karena kebijakan tarif. Kalau tadinya pabrik asing di china engga bisa masuk pasar dalam negeri tapi lewat kawasan CAFTA itu mereka bisa langsung masuk pasar domestik china. Dan ini peluang market raksasa. "

" wah akan ada relokasi besar besaran kekawasan itu."

" Tepat sekali"

" Dan harga kaveling akan naik berlipat."

Dia nampak senang sekali. Dan seperi biasa dia ajak pesta dengan puluhan wanita cantik di ruang KTV. Tapi seperti biasa aku menolak. Walaupun secara budaya kami berbeda namun kami tetap saling menghargai dan dalam bisnis selalu akal sehat diutamakan.

***

2014

“ Bro, udah baca laporan saya ? Kata James ketika menghadap saya di kantor

“ Ya sudah. Keliatannya pihak banker engga mau ngerti keadaan pasar. Mereka tetap minta agar kita top-up. Apalagi yang mau di top-up ?. Saham yang kita kuasai sudah digadaikan semua. Yang ada saham Daniel di London. “

“ Jadi bagaimana ?

“ Buat alasan yang rasional dan yakinkan bank bahwa kita masih berharap harga batubara naik.”

“ Pihak bank minta agar saham anak perusahaan yang mereka biayai sebagai top-up.”

“ Engga bisa. Itu engga ada dalam perjanjian credit. “

“ Tapi mereka paksa”

“ Itu hak mereka. Kita tetap berpatokan dengan akad kredit.”

“ Jadi gimana ?

“ Inikan baru peringatan satu. hadapi saja secara procedural. Engga usah kawatir.”

“ OK. Bro.

Saya perhatikan laporan bahwa masih ada kekurangan collateral sebesar USD 1,3 miliar yang harus di penuhi.

Kalau 3 tahun lalu collateral yang mereka pegang senilai USD 3 miliar namun sekarang karena harga batubara jatuh, harga saham juga jatuh sehingga nilainya tinggal USD 1 miliar.

Sementara hutang USD 2,3 miliar.

***

Wenny mengabarkan bahwa Pauline sudah bisa mulai bekerja.

Semua syarat yang aku butuhkan terpenuhi. Dia sudah pantau selama sebulan kerja di kantornya. Aku minta Pauline datang kekantor bertemu denganku.

“ Pauline” sapaku ketika dia masuk kamar kerja. Nampak dia agak pucat dan kikuk.

“ Saya pak Jaka. “

“ Kamu orang Indonesia ?

“ Ya pak. Asal saya semarang “

“ Sejak kapan kerja di KL ?

“ Udah empat tahun pak. Saya ikut test di Hong Kong tapi ditempatkan di Kuala Lumpur.”

“ Mau kerja di Hong Kong ?

“ Ma ma u Pak “

“ Jawab yang tegas “

“ Siap pak Mau. “

“ OK gaji kamu akan naik 3 kalilipat di tambah bonus dan tunjangan sebagai Ketua Team.

Nanti akan dijelaskan oleh bagian HRD. “

“ Terimakasih. “

“ Kamu harus tahu, bahwa kamu bekerja langsung dibawah saya. Tidak ada jam kerja dan tidak ada cuti sampai penugasan selesai. Kamu harus siap melakukan perjalanan bisnis kemana saja dan kapan saja. Business property kita ada di Beijing, Ukraina, Kazakhatan, Seoul, Vietnam dan Boston. Paham?”

Dia terdiam agak lama. Saya memberi kesempatan dia berpikir.

Karena memang engga mudah mengambil keputusan di saat seperti ini.

“ Pak, kalau saya jarang dirumah, kemungkinan anak saya akan diambil mantan suami saya. Gimana ya pak ?

“ Ya udah. Kalau begitu utamakan anak. Kembali ke pos awal kamu.”

Dia tersentak sambil menatap wajahku dengan tegang. “ Bapak engga marah ?

“ Engga. Malah saya terharu kamu lebih mementingkan anak dari pada karir. Itu engga mudah”

“ Terimakasih Pak. Boleh saya memeluk bapak ? Katanya dengan airmata berlinang. 

Aku menghampirinya dan memeluknya. “ Bapak bijak sekali.

Padahal semua orang dikantor saya bilang bapak orangnya keras dan tidak ada perikemanusiaan.

Kejam dan tak pernah menghargai orang kalau gagal. Padahal mereka tidak pernah bertemu bapak. ”
Aku hanya tersenyum berusaha melepas pelukannya. “ Udahan ya nangisnya.

Sekarang kamu kembali ke pos kamu di KL. “

“ Ya Pak..

Dia berlalu dari kamar kerjaku dan aku telp Wenny mengabarkan bahwa Pauline

kukembalikan ke pos nya.

“ Jadi gimana Jaka. Maafkan saya”

“ Engga apa apa.”

“ Kemungkinan aku akan libatkan Yuni “

“ Jaka, bisa engga kamu berhenti ngerjain dia. Kasihan dia”

“ Kan anaknya di London sekarang kuliah. Jadi engga ngerepotin benar ?

“ Kamu itu kalau kasih orang tugas , sehari rasanya setahun. Semua curhat ke saya. 

Mereka bilang kamu terlalu keras kepada mereka. 

Kebayang engga gimana perasaan Yuni. Bertahun tahun kamu perlakukan dia untuk kepentingan kamu. Kamu jahat Jaka.”

“ Tapi saya butuh orang Wen. Dan saya berburu dengan waktu. Ngerti deh”

“ Maaf saya tidak bisa mengerti kamu kalau soal ini”

“ Ya udah. Nanti saya pikirkan jalan lain.”

***

Tong telp aku bahwa Daniel bilang dia akan bayar hutang di bank dengan syarat kami keluar sebagai pemegang saham. Karena dia engga mau kalau sampai saham batubara yang digadaikan itu di lelang bank kepada pihak lain.

“ Daniel sendiri yang bicara ?

“ Itu corporate secretary nya yang bilang “

“ BIlang dia , kalau dia memang laki laki telp saya sekarang”

“ Ada apa bro ?“

“ Ini bukan soal uang tapi kehormatan. Dia mitra saya, dan dia harus menghormati saya.

Saya lagi susah kenapa dia hantam saya ? 

Ini bukan lagi teman tapi musuh sejati. Mau perang dia?

“ Bro..mereka terlalu besar untuk kita lawan. “

“ Bagi saya engga ada yang lebih besar selain Tuhan. 

Dia salah memilih lawan. Sekarang telp dia “ Kataku tegas tanpa ada kesan aku emosi

“ Baik “

Tidak berapa lama Lena beri tahu bahwa Daniel telp melalui handset.

Aku segera terima dalam posisi handfree.

Sambil berdiri dari korsi aku menjawab telp Daniel di London,

memandang panorama harbor Hong Kong lewat kaca lebar kantorku.

“ Dan, apa betul informasi dari Corporate Secretary anda bahwa anda berniat mau bailout hutang kami dan menguasai semua saham di bisnis batubara “

“ Benar. “

“ Sudah anda pertimbangkan ?

“ Ini keputusan direksi, Jaka dan sesuai dengan amanah dari pemegang saham kami.”

“ Saya bicara dengan anda. Apakah ini keputusan anda ?.”

Dia terdiam. “ Jaka, maaf kemitraan kita harus berakhir.”

“ OK. “

“ Gimana sikap anda ?

“ Saya akan bertahan. “

“ Ok. Saya hargai sikap anda. Bye.”

Aku segara menghubungi Tong, James, Raymond untuk rapat

“ Sudah dengar kabar soal rencana Daniel ?

“ Sudah “ Kata mereka serentak.

“ Ada usul ?

“ Jual saja. Masalah kita selesai. Kita memang kehilangan unit business batubara tapi anak
perusahaan kita semua sehat. Dan bukankan ini strategy anda dari awal” Kata Raymond.

Aku perhatikan yang lain. Semua menyiratkan bahwa mereka sependapat dengan Raymond.

“ Ok. saya akan putuskan nanti.” Kataku mengakiri rapat.

****

Aku telp Ester ,

“ Hai lagi sibuk engga malam ini ?

“ Emang sibuk apaan ? Laki engga ada, pacar juga engga ada.”

“ Maksud saya , apakah kamu engga lembur malam ini ?

“ Engga, Kan besok weekend. Mau ajak aku dating atau makan malam aja ?

“ Ya terserah kamu ajalah, Kenapa sih ketus amat, Ada apa ?

“ Jaka, kamu engga pernah telp aku udah 3 bulan 12 hari, 18 menit. Tahu?

“ Maaf, aku sibuk”

“ Ya udah. Dari kantor aku langsung ke cafe biasa kita ketemu ?

“ Jam berapa ?

“ Jam 8 malam aku sudah disana “

Ester datang masih dengan pakaian kantor dan tas kerjanya. Nampak lebih bugar sejak kesedihan putus dengan pacarnya tahun lalu.

“ Tadi di kantor saya sempat tersentak karena pengakuan dari salah satu staff di anak perusahaan bilang saya terkenal tidak ada prikemanusiaan. 

Mengapa seburuk itu karyawaan saya menilai tentang saya ? ada apa ? 

Saya membuat kebijakan gaji diatas rata rata. Bonus

yang selalu tepat waktu, dan fasilitas yang hebat. 

Mengapa ?  

Kataku dengan bingung.

“ Jaka, kamu terlalu jauh dari karyawan dibawah. Mungkin 99% mereka tidak pernah bertatap muka dengan kamu. Walau kamu tampl humanis di sosmed itu malah jadi bahan ketawaan mereka. Karena engga sesuai dengan fakta yang mereka tahu.”

“ Oh… Tapi apa salah saya ?

“ Ya sistem yang diterapkan holding itu yang membuat anak perusahaan sepert terjajah.

Untung gaji mereka besar membuat mereka engga ada pilihan.”

“ Jadi mungkin ini penyebabnya adalah orang yang ada di Project Management Group dibawah James. Kan meraka yang berhadapan langsung dengan anak Perusahaan setiap waktu"

“ James hanya bagian dari sistem. Sistem sebenarnya adalah gaya kamu dalam memimpin.

Dalam rapat komite investasi kamu diktator. Memang kamu engga merasa. Tapi setiap kamu mengambil keputusan, itu diterjemahkan oleh management secara detail dan hasilnya ya seperti itu”

“ Jadi apa yang harus saya lakukan ?

“ Engga ada. Biarkan saja seperti itu. “

“ Loh…”

“ Kalau kamu ubah gaya kamu ya holding itu hancur. Emang kamu siapa? saya kenal kamu dari sejak usia 30 tahun. Kamu yang ada sekarang adalah buah dari proses yang panjang.

Yang penting niat kamu baik dan tidak ada satupun hak karyawan yang dikorbankan,

Kesejahteraan mereka meningkat. Kalau mereka engga puas ya itu biasa saja.

Mana mungkin bisa memuaskan semua orang.

Apa kamu ingin mereka memuji kamu tapi perusahaan rugi ?”

“ Saya hanya berpikir sederhana bahwa perusahaan harus untung dan karena itu saya bisa melaksanakan fungsi sosial saya kepada semua stakeholder”

“ Tepat sekali. Dan para direktur kamu paham betul itu. Bahwa kamu tidak pernah menghargai kegagalan.”

Aku terdiam melamun. Ester ada benarnya.

Sebaiknya biarkan saja atmosfir perusahaan yang ada ini. Niatku hanya Tuhan yang tahu dan cukuplah Tuhan sebagai penilai sebaik baiknya penilai.

“ Hello, here i am “ Kata Ester mengibas ngibaskan tangannya depan wajahku.

“ He…maaf.”

“ Engga usah di pikirin. Sekarang kamu harus hati hati dengan Daniel”

“ Ada apa ? kok kamu tahu ?

“ Rumor dia mau caplok bisnis batubara kamu sudah beredar dikalangan banker. 

Karena 32 bank tempat kamu berhutang melihat kamu tidak punya jalan lain untuk membayar hutang,Sementara saham batubara terus turun”

“ Oh begitu “

“ Jaka, kamu harus tahu bahwa Daniel itu keluarga konglomerat yang juga pemilik bank terbesar di Eropa. Dia itu gajah dan kamu..” Ester berhenti bicara sepertinya tidak tega meneruskan. “ dan mereka tetap akan mendukung anak perusahaan kamu asalkan transaksi dengan Danile dilaksanakan. Jadi kamu tidak default. Reputasi kamu tetap bagus.”

“ Saya akan melawan Daniel “

“ Jakaaaa “ ester setengah berteriak. “ Udah dech..janga mulai gila lagi, Ingat engga dulu kamu tolak Jack. Akhirnya kamu bangkrut “

“ Ya dan saya bisa bangkit lagi, bahkan lebih besar dari sebelumnya”

“ Tapi udah dech Jaka, Kita sudah menua. Engga muda lagi, Sampai kapan kamu akan terus berhadapan dengan masalah ?

“ Sepanjang usia”

“ Duh mulai dech ngeselin. Setiap malam kalau saya memikirkan kamu, saya engga bisa tidur
Jaka. Kamu itu kalau udah nekat engga rasional “

“ Ya inilah saya.”

“ Jaka…”

“ Ya ester ..”

“ Boleh engga aku minta sesuatu ?

“ Apa ?

“ Lupakan batubara dan lupakan Daniel. Please..”

“ Yang lain aja..”

“ Jaka..” ester setengah teriak.

“ Maaf”.

“ Ok “ ester menghela nafas. “ Temu Lyly, hanya dia yang bisa bantu kamu melawan Daniel”

“ Lyly ?

“ Apalagi ? suara Ester meninggi.

“ Tapi…”

“ Jaka. kamu mau bunuh saya.???

“ Ya ya..saya akan temui dia..”

“ Thanks. Kepalaku sakit Jaka. Aku mau pulang.” Aku tahu ester nahan emosi dan darahnya naik. 

Maklum monopouse…

‘ Saya antar ya.”

Ester mengangguk.

***

Mengenai proyek kawasan Industri di Guangxi akan aku kerjakan sendiri.

Aku tidak akan melibatkan orang lain.

Aku membentuk satu anak perusahaan khusus bidang Pengembangan Kawasan Industri agar secara sistem lebih mudah diawasi oleh Holding.

James menunjuk eksekutif dari hasil rekomendasi HRD division.

Namun dirutnya aku sendiri yang milih. Dia adalah seorang pria yang pernah jadi pacar Yuni , namanya Doni.

Dia sudah bergabung di perusahaan lebih dari 5 tahun. Prestasinya hebat..

Tong dan Raymond punya beban tanggung jawab besar untuk tugas ini.

Raymond harus membuat Feasibility Study dan Tong harus mulai melakukan pendekatan dengan pemerintah China agar proses izin dapat berjalan lancar.

Aku sendiri focus mendapatkan sumber pembiayaan.

“ Doni “ Sapaku ketika dia masuk kamar kerjaku.

“ Ya pak.”

“ Sudah tahu mengapa kamu saya panggil?

“ Sudah Pak “

“ Siap untuk posisi kamu yang baru”

“ Siap pak”

“ Sebagai pimpinan anak perusahaan , kamu sudah jadi mitra saya. Kamu harus patuhi semua SOP holding dan kalau ada masalah jangan terlambat meminta advice kepada holding. Apabila kamu sukses membangun kawasan industri itu maka saya akan beri kamu saham bonus 10%.

Jadi kerja keraslah dan focuslah. Ini kesempatan kamu. Saya tidak menghargai kegagalan karena kebodohan. Kalau sampai itu terjadi, kamu harus keluar dari Perusahaan. Paham ?

“ Paham pak. “

“ Oh ya gimana kabar istri kamu?

“ Sehat Pak. Tentu Yolanda akan senang sekali mendapatkan berita ini. Dia selalu mendoakan bapak agar sehat selalu. Dan pak

“ Apa ?

“ Dari sejak Yolanda berkerja sebagai direktur di Perusahaan Yuni sampai sekarang setelah jadi istri saya, dia selalu berharap suatu saat bertemu bapak. “

“ Loh ajak dia kekantor. Atau kapan kapan kita makan malam bersama dengan keluarga saya”

“ Duh pak..suatu kehormatan. Terimakasih. Pasti Yolanda senang sekali apalagi mau bertemu dengan istri bapak “

“ Emang kenapa ingin sekali bertemu dengan istri saya”

“ Yolanda bilang , yang hebat bukan bapak tapi istri bapak. Dia ingin belajar dari Ibu bagaimana menjadi ibu dan istri saya hebat.”

“ Ah bisa aja dia. Istri saya wanita biasa dan ibu rumah tangga. Dunianya hanya saya dan anak anak. Itu aja”

“ Ya Pak.”

“ OK , Nanti kita sambung lagi ngobrolnya. Salam untuk Yolanda ya.”

“ Ya pak..”

Aku berdiri dari korsi dan menyalaminya.

Semua anak perusahaan berdiri karena visiku dan ideku.

Mereka para direktur hanya menjalankan Standard operation procedure yang ditetapkan oleh Holding.

Setiap mereka yang duduk di jajaran direksi dan staf telah melewati test yang ketat dan training yang berkelanjutan.

Kreatifitas mereka dilatih dengan membangkitkan potensi mereka melalui sistem reward and punishment. Dari awal aku memang membangun perusahaan melalui cara cara terpelajar, dimana proses bisnis terjadi karena sistem management yang baik dan didukung oleh budaya organisasi yang berorientasi kepada hasil.

Karenanya aku tidak perlu sibuk pidato mencerahkan mereka dan tidak perlu marah marah atau pencitraan. Tidak perlu tatap muka dengan mereka atau telp mereka setiap waktu.

***

Wadah datang ke kantor tanpa ada janji sebelumnya. Wajahnya kusut.

“ Ada apa kamu ? Kataku sambil tersenyum ketika dia menghempaskan tubuhnya di sofa kamar kerjaku”

“ Saya kawatir kalau jenderal itu gagal dalam pemilu di Indonesia.”

“ Emang kenapa ?

“ Saya punya saham di blok migas di Indonesia bagian timur. Dan dengar rumor kalau jenderal itu kalah kemungkinan blok migas saya akan diambil alih oleh presiden terpilih “

“ Ah engga segampang itu. Indonesia punya UU dan hukum yang menjamin sistem pemerintahan yang berkesimbungan. Engga mungkin ganti presiden ganti kebijakan secara drastis apalagi berhubungan dengan investasi asing”

“ Tapi menurut sumber saya di jakarta, pemenang ini beraliran sosialis kiri. Bahaya Jaka. “

“ Indonesia tidak ada istiilah kiri atau kanan. Semua kekuatan politik tunduk dengan Pancasila”

“ Ah Jaka, sumber saya ini bukan orang sembarangan. Ini AAA informasi”

“ Boleh saya tanya ?

“ Silahkan “

“ Apa dia pernah terima uang dari kamu ?

“ Ya seringlah”

“ Engga usah didengar dia. Itu hanya cara dia agar kamu keluar uang lebih banyak. Itu cara dia menjual ide agar semakin banyak orang takut dan akhirnya keluar uang “

“ Bagi saya pemberian uang itu engga ada masalah. Tapi saya tidak mau ambi resiko, Jaka.

Saya harus berbuat sesuatu. Pemerintah saya juga tidak suka dengan rival jenderal itu.”

“ Itu masalah kamu. Saya tidak bisa bicara banyak. Tapi tolong di pikirkan apa yang tadi saya katakan. “ Kataku sambil berdiri dari korsi kerjaku dan duduk di sofa.

“ Oklah. Gimana dengan proposal saya mengenai kerjasama membangun kawasan industri di China ?

“ James akan jawab secara resmi minggu depan. Tapi ringkasnya saya hanya setuju komposisi saham 30% kamu dan 70% saya.”

“ Loh kan modalnya dari hutang bank dengan jaminan business property kita, dan kita punya saham sama banyaknya di business Property. .Gimana sekarang beda ?

“ izin kan dari effort dan koneksi saya. Sumber dana dari saya. Itu value saya”

“ Dan 50% hutang itu dijamin oleh saham saya juga. Dan kamu minta kelebihan 20% dari saya.”

“ Ya.”

“ Gimana kalau saya menjamin pasar. Saya akan loby pabrikan jepang di wilayah lain agar relokasi ke kawasan kita.”

“ Kalau itu ya kita kembali sama sama 50%. Tapi pastikan ada off take sebelum kawasan industri di bangun.”

“ Ok saya akan dapatkan.”

“ Good. “

Kami salaman.

“ Jaka, saya harus ikut saran kamu.”

“ Apa ?

“ Menikah. Apakah terlambat ?

“ Usia kamu baru 50 tahun. Tidak ada yang terlambat”

“ Tapi saya tidak ingin menikah dengan wanita muda. Tapi juga tidak ingin menikah dengan wanita yang punya anak. Saya ingin wanita sebaya dengan saya dan tidak pernah menikah sebelumnya. Ada calon?

“ Saat sekarang belum ada. “

“ Bantu saya Jaka.”

“ Ya saya bantu. Tapi kan engga semudah dapatkan cewek di karaoke.”

“ Gimana kalau saya pilih Ester? Kamu setuju “

“ Setuju kalau dia mau”

“ Ya kamu bantu saya agar dia mau”

“ Maaf engga bisa. Dia sahabat saya. Dan kamu juga sahabat saya. Sebaiknya kamu mulai adakan pendekatan ke dia.”

“ Masalahnya dia sinis dengan saya Jaka.”

“ Itu artinya dia punya perhatian kekamu. Perbaiki sajalah sikap kamu. Jangan lagi ada kesan arogan dihadapan wanita. Ingat loh wanita baik baik engga suka dengan pria arogan walaupun pria itu kaya raya. Mereka suka pria sederhana dan rendah hati.”

“ Tapi sudah begitu sifat saya”

“ Kamu dihadapan relasi bisnis bisa lemah lembut mengapa kepada calon istri engga bisa ?

“ Ya kalau business kan bukan sifat asli saya..itu hanya aktor”

“ Berubahlah, kalau ingin punya istri. “

Wada nampak melamum sambil berdiri.

Dia menghadap kaca lebar yang ada diruang kantorku.

Pandangannya diarahkan ke kedepan. Memandang panorama harbour hongkong.

Dia menatapku. “ Jaka, kamu beruntung sebagai pria. Punya keluarga yang utuh. Saya sekarang benar benar kesepian. Tak terasa saya membuang umur dengan sia sia. Berkali kali kesempatan untuk berumah tangga datang tapi selalu saya abaikan. Ya saya harus dapatkan Ester. Apapun taruhannya.”

“ Saya doakan kamu sukses “

***

Proses mendapatkan izin Kawasan Industry sangat cepat.

Namun kami terpaksa menggandeng Malaysia agar izin kawasan industri dalam kuridor CAFTA ( China ASEAN Free Trade Area ) itu dikeluarkan.

Mengapa ? Karena saya tidak mendapat izin dari Indonesia.

Saya usulkan proses perizinan dilakukan setelah indonesia usai Pemilu yang tinggal beberapa bulan
lagi.

Tapi Wada tidak yakin setelah pemerintahan berganti akan lebih baik soal perizinan.

Dia masih tetap yakin kalau jenderal yang menang dia akan bisa atur semua izin. Aku tidak punya
pilihan kecuali mengikuti skedule.

James bersama teamnya berhasil melalui proses penerbitan obligasi atas naman Holding dengan menjaminkan semua asset milik unit business property sebagai collateral. 

Itu berkat dukungan dari China investment trust dan lembaga keuangan di New York.

Proyek itu butuh waktu 5 tahun pembangunannya.

Pemerintah China memberikan subsidi dalam bentuk VGF atas pembiayaan pelabuhan dan pusat logistik. Pembangkit listri dan jalan akses disediakan pemerintah China. Investor benar benar di manjakan dalam segala hal.

***

Tekanan dari konsorsium bank semakin kencang.

Mereka berniat akan melakukan legal action.

Ini berbahaya. Kalau aku menerima usulan Daniel , itu sama saja aku kalah dan membiarkan dia terus arogan dengan melahap siapa saja yang lemah.

Aku tahu bahwa semua direkturku tidak ingin aku perang dengan Daniel. Termasuk sahabatku. Kalau ada yang sependapat denganku maka itu adalah istriku. “ Lawan Pa. Kalah engga apa apa, yang penting papa udah melawan.

Kalau habis ya udah. Papa pulang kerumah dan kami engga penting itu semua.

Bagi kami, papa yang lebih penting. Dulu juga waktu aku mau papa lamar bukan karena harta tapi karena seorang Jaka yang rendah hati.”

Atas dasar nasehat istriku itulah aku mulai melakukan persiapan perang dengan Daniel.

Langkah yang pertama aku lakukan adalah membuat bunker pertahanan agar terlindung dari serangan roketnya. Lyly adalah bunker untuk mendapatkan perlindungan dari serangan Daniel. Tapi aku harus membuat rencana dengan detail agar alasanku dapat diterima oleh Lyly dan bersedia membantu.

***

Februari 2015, Jam 1 pagi saya terbang ke Beijing dari Jakarta.

Setelah pertemuan di Shanghai tahun 2009 dan terakhir bertemu di Davos , aku tidak pernah lagi bertemu dengan dia.

Dan memang aku tidak pernah berharap bertemu lagi dengan dia. Kalaupun aku ada masalah, biarlah masalah itu aku selesaikan sendiri daripada minta tolong dia yang justru terkesan aku ingin memanfaatkannya.

Tapi kini aku dalam pesawat, untuk bertemu dia. Tak ada janji sebelumnya. Aku juga tidak tahu apakah dia masih mau bertemu denganku. Itu sebabnya bahan presentasi dan proposal yang kubuat selama seminggu dirumah, aku hapus begitu saja Aku tidak perlu alasan kuat mengapa aku butuh bantuan dia.

Sesampai di Beijing aku telp Ester agar dia bisa bantu atur pertemuanku dengan Lyly.

Terdengar dari cara Ester menjawab dia senang sekali karena aku mengikuti sarannya bertemu dengan Lyly.

Tak berapa lama, Ester mengatakan bahwa Lyly akan datang ke hotel tempatku menginap setelah jam kantor.

Selama menanti kedatangan Lyly aku menghabiskan waktu dengan membaca Laporan dari kantor.

Tak berapa lama ada nada panggilan telp.

“ Pak Jaka “ Terdengar suara Raymond diseberang.

“ Ya.”

“ Myung sue Anda .”

“ Ada apa ?

“ Kalau berdasarkan surat somasi yang dia ajukan itu berkaitan dengan penjualan MTN yang kamu lakukan tahun lalu. Menurutnya MTN itu ilegible dan tidak bisa dicairkan”

“ Terus “

“ Kalau kamu tidak kembalikan uang penjualan MTN yang kamu terima maka dia akan lanjutkan ke pengadilan dan juga laporkan kamu ke Polisi karena penipuan.”

“ OK. Kamu panggil lawyer saya dan juga fund manager yang kelola asset saya. Berikan surat somasi itu. Mereka tahu bagaimana menghadapinya. “

“ OK Bro.

Setelah bicara di telp dengan Raymond, aku menghubungi Myung.

“ Kenapa kamu sue saya ? Kataku via telp ke Myung

“ Baca surat somasi saya. Engga perlu tanya lagi “

“ Maksud saya dasarnya apa ? apakah ini urusannya personal apa murni bisnis?

“ Engga perlu tahu kamu. “

“ Kalau alasan personal, saya akan kembalikan uang kamu dan kamu serahkan lagi MTN itu kesaya. Gampang kan.” Kataku kembali menegaskan sikapku.

“ Kamu baca aja somasi saya.”

“ Ok. Kalau alasan bisnis saya akan hadapi secara bisnis. Tunggu aja , lawyer saya sedang pelajari somasi kamu.

“ OK. terimakasih.”

Menjelang ashar, dapat panggilan telp

“ Jaka” Terdengar suara John lawyer ku.

“ Ya “

“ Saya sudah baca somasi Myung dan saya sudah diskusi dengan fund manager kamu, kesimpulannya somasi Myung tidak ada artinya. Itu ancaman kosong. “

“ Saran kamu ?

“ Ikuti aja permainan dia. Kita pasti menangkan kasus ini dipengadilan. Saya sudah pelajari semua aspek hukum dibalik transaksi ini dan juga berkaitan dengan keberadaan MTN itu, tidak ada yang salah, Semua tahu kok MTN dibawah 144 A Sec Act itu ilegible dan tidak bisa dicairkan kecuali oleh members. Dan ada lagi surat solicit dari dia waktu transaksi ini dilakukan bahwa dia hanya bisa mencairkan melalui pasar 144 A Sec Act. Jadi jelas kan maksud saya “

“ Ya. Makanya saya bingung kenapa dia somasi saya ? Ini pasti masalah personal. Tapi apa ?

secara personal hubungan dengan dia sangat baik. “

“ Ya. Itu engga usah dipikirkan. Jadi kita hadapi saja dia, agar tahu apa motiv dia somasi kamu “

“ OK.”

Usai bicara dengan Lawyer, aku terhenyak. Belum usai berpikir soal Myung, James telp bahwa bulan depan semua anggota konsorsium bank yang menjadi kreditur kami mengundangku untuk pertemuan.

Agendanya menyelesaikan masalah hutang dan collateral. Aku sudah bisa menebak bahwa itu bukan pertemuan semacam dialog tapi lebih kepada tekanan agar aku menyelesaikan hutang atau tambah collateral.

***

Seusai maghrib, Lyly telp melalui room call “

“ Jaka, saya sudah di loby.”

“ Ok segera saya kebawah. “

“ Apa bisa saya kekamar kamu aja.”

“ Tentu.”

Tak berapa lama, pintu kamar diketuk , nampak didepan pintu kamar Lyly berdiri dengan masih mengenakan longcoat. 

Dia memelukku. “ Lama ya engga ketemu “ Katanya berbisik.

Aku menuntunnya ke ruang duduk. Bukan kamar panthouse , bukan pula sweetroom. 

Tapi hanya standard deluxe. Jadi ruang duduk sangat kecil dan dekat dengan ranjang. Kami duduk
bersebelahan.

“ Saya dengar kabar kamu sengketa dengan Daniel ? Kata lyly. 

Aku terkejut bagaimana dia bisa tahu.

Ya pantas saja dia tahu karena masalah ini sudah jadi berita di kalangan banker.

“ Dia mau kuasai tambang batubara itu dan tendang saya. Tapi caranya engga fair. Dia manfaatkan situasi ketika pasar sedang lesu dan saya sedang menghadapi tekanan dari kreditur.”

“ Itulah Eropa style. Tidak ada persahabatan dalam bisnis.”

“ Berapa total hutang kamu dengan menjadikan saham batubara itu sebagai collateral ?

“ USD 2,3 miliar.”

“ Total asset holding semua berapa sekarang ?

“ Ya kurang lebih USD 8 miliar.”

“ Oh secara akuntasi kamu masih sehat. “

“ Ya”

“ Masalahnya apa ?

“ Pihak kreditur bank maksa agar saya topup collateral berupa saham dari anak perusahaan.

Itu tidak mungkin saya setuju. Karena skema hutangnya kan berbeda.”

Lyly terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Akhirnya dia tersenyum menatap saya.

“ Saya ada usul “

“ Apa ?

“ Saya akan bicara dengan investment company di China. 

Mereka akan bailout hutang kamu itu dan saham batubara yang digadaikan itu dikuasi oleh investment company dengan contract REPO selama 4 tahun.”

" Mengapa China berani REPO dengan situasi saham sedang terpuruk?

" Riset kami di bidang bisnis tambang jauh lebih hebat daripada investor atau banker negara lain. Jadi tenang saja. Ini bukan too good to be true."

“ Apa ada pasal opsi dalam contract itu ?

“ Ada, kalau kamu tidak tutup pada tanggal berakir repo, maka pelepasan saham syah.

Mereka kuasai saham itu. Saham kamu lepas.”

“ Apakah mungkin ?

“ Kalau kamu setuju “

“ OK saya setuju. Lantas bagaimana cara saya berterimakasih ?

“ Kamu belum penuhi janji kamu undang saya makan malam ditempat biasa. Itu aja bayarannya. “

“ Lyly , maaf, saya tidak tahu tempat makanan biasa di Beijing. Gimana kamu yang tentukan tempatnya dan saya yang traktir “

“ OK. Ayo kita keluar sekarang, Saya sudah lapar.”

***

Sesuai jadwal yang ditentukan saya menghadir undangan dari konsorsium bank kreditur yang berjumlah 32 bank.

Aku hanya didampingi James. Ketika rapat masuk ruang pertemuan , aku minta james menanti diluar.

Aku merasa sedang diadili oleh orang banyak yang tadinya begitu hormat kepadaku tapi kini wajah mereka terkesan tidak bersahabat.

Tanpa ada prologh ketika aku diberi kesempatan bicara , aku menyerahkan selembar kertas kepada masing masing anggota konsorsium bank.

“ Silahkan kalian baca tulisan diketas selembar itu dan tentukan sikap ?

yang setuju silahkan berdiri dan tidak setuju tetap duduk “

Selang beberapa menit tidak ada satupun yang berdiri.

Semua masih tetap duduk.

‘ Jadi tidak ada satupun yang setuju saya akan melunasi hutang.

 Ada apa ?

Bukankah tujuan kalian mengadakan pertemuan ini untuk menekan saya membayar utang.?

“ Ini serius “ kata salah satu mereka.

“ Emang kamu pikir saya datang kemari main main?

“ Bukan begitu. Tapi semudah ini ?

“ Saya pengusaha dan jangan pernah ancam saya.

Nah sekarang saya tidak butuh apa apa lagi dari kalian. Dalam satu minggu saya akan tugaskan asset manager untuk menyelesaikan pelunasan utang “

Aku berdiri dari tempat duduk dan melangkah keluar ruangan. 

James menatapku bingung karena rapat berlangsung tak lebih 10 menit.

“ Pak tadi pagi ada surat dari lawyer di Eropa, Daniel tuduh anda melakukan insider trading tahun 2008. Dia punya semua bukti itu dan sudah diserahkan kepada otoritas. Rekening asset anda di Swiss sudah block oleh otoritas. Ini pembuktian terbalik. “

“ Saya sudah duga. Karena setelah dia dapat kabar saya dapat pinjaman dari investment company di china untuk melunasi hutang dibank, dia akan gunakan cara lain. 

Pada tahap ini saya bisa tahan serangan dari Daniel. Tapi perang berlum usai. Sekarang panggil semua untuk rapat dengan saya di kantor. “

“ Baik Pak.”

***

Jam 7 malam bertempat diruang rapat kantor holding, aku memberikan penjelasan tentang kasus Myuang dan Daniel. Setelah mendapatkan penjelasan, mereka dapat memahami. Bahwa saya bisa atasi dan lewati kasus itu dengan mudah namun memang tidak bisa sebentar menyelesaikannya.

“ Sekarang saya akan menyampaikan pengumuman “ kataku dengan tenang.

Semua nampak kaget. Seakan menanti apa gerangan yang akan diumumkan.

“ Saya mengundurkan diri dari ketua Komite investasi dan juga sebagai chairman holding. Saya tunjuk Raymond sebagai ketua komite investasi dan Tong sebagai chairman. “

“ Mengapa ? tanya Tong.

“ Tidak etis bila saya tetap memimpin. Akan lebih baik bila saya focus menyelesaikan masalah hukum. Sebagai penghubung saya dengan holding, saya akan menunjuk asset manager dan lawyer. Jadi mulai sekarang tetaplah bekerja seperti biasa. “

“ Tapi pak tetap saja setiap keputusan, kami akan meminta pendapat anda “ Kata James.

“ Silahkan”

Semua hening. Nampak mereka berlinang air mata.

Pemicunya karena Lena tidak bisa menahan tangis.

 “ Lebih sepuluh tahun saya ikut bapak. Bahkan waktu kantor ini belum ada karyawan dan belum punya anak perusahaan.

Setiap hari saya mendampingi bapak.

Setiap hari saya menyaksikan kegelisahan dan tekanan yang bapak rasakan.

Kalau banyak boss memanjakan hidupnya di club mewah dengan wanita cantik, tapi bapak tidak pernah lakukan itu.

Kemanapun bapak pergi selalu minta izin kepada istri dan mohon didoakan. Dari semua itu saya tidak melihat kelebihan lain secara materi yang bapak dapat.

Bahkan dengan asset lebih dari USD 8 miliar, bapak masih harus berhadapan dengan fitnah hukum.

Bukan dari orang lain tapi dari mitranya sendiri.

Saya tahu pasti bagaimana bapak mencintai mereka.

Daniel pernah ada masalah dengan pemerintah Indonesia, bapak bantu dengan segala daya.

Dan berhasil. Myung tak terhitung kali hutang secara pribadi kepada bapak dan tidak pernah bapak tanyakan utang itu sampai akhirnya dia bayar.

Kejam sekali itu mereka. Bapak tidak mencari harta seperti dia.

Bapak hanya ingin mencintai semua orang dengan caranya.

Dan sekarang bapak harus tinggalkan kursi kekuasaan yang dibangunnya dengan kelelahan siang
dan malam. Bertahun tahun jauh dari keluarga.

Terlalu mahal harga yang harus dibayar untuk niat baik dan cinta.

Mengapa tidak ada keadilan?

Mengapa orang baik harus di perlakukan tidak adil.

Mengapa ? Kata Lena dengan air mata terus berjatuhan.

“ Lena , sudah seharusnya kamu engga lagi capek bantu saya.

HRD akan alihkan tugas kamu ketempat yang lebih nyaman,

Apalagi sebentar lagi kamu punya bayi”

Kataku memberi tissue kepadanya untuk mengusap air matanya.

“ Bagi saya bapak bukan hanya boss tapi juga kakak , teman, guru spiritual dan orang yang sangat saya hormati. “

“ Terimakasih. Saya akan baik baik saja.” Kataku sambil membelai kepalanya.


***



Saya kembali ke Jakarta. Ketika bangun pagi saya merasakan sangat lapang.

Mengapa ? 

ini kali pertama seumur hidup saya bisa bangun pagi tanpa beban apapun.

Hari hari saya habiskan bersama istri. Jalan jalan ke mall atau pagi hari cari ketupat sayur pakis ke
Jatinegara.

Makan di cafe tenda bersama orang kebanyakan.

Ternyata menjadi orang biasa itu lebih enak.

Mengapa ? 

Karena kita pernah merasakan menjadi orang luar biasa.

Saya bersyukur bahwa harta dan jabatan tidak menjadikan saya orang lain.

Saya tetaplah putra ibu saya dan suami dari istri saya dan ayah dari anak anak saya.

Bagi mereka , saya tidak pernah berubah.

Kita bisa menjadi apa saja tapi itu harus dilakukan dengan focus dan kerja keras.

Kalau ingin mengetahui betapa sayangnya Tuhan kepada kita maka lewatilah hidup ini dengan
perjuangan keras dan cerdas.

Kalau ingin mengetahui betapa Tuhan itu Maha perkasa dan pengurus,

Maka laluilah resiko dengan keimanan. Memang mudah diucapkan tapi buktikanlah…

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)