Thursday, 3 August 2017

Visi Bisnis COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Beberapa tahun lalu saya pernah bertemu dengan anak muda yang punya ide dibidang IT khususnya solusi . Ketika itu mereka membutuhkan modal untuk pengembangan ide. Konsep bisnis sudah ada. Tekhnlogi sudah dikuasai.

Tapi mereka tidak tahu pasti apakah ide itu memenuhi qualifikasi masuk kepasar atau tidak. Memang konsep bisnisnya visioner tapi itu harus mendobrak produk yang sudah ada dipasar. Tentu membutuhkan ongkos tidak murah menghadapi pasar status Quo. Jadi secara bisnis memang beresiko.

" oh ini anggaran yang diajukan ?

Tanya saya seraya memperlihatkan proposal bisnis yang dia buat

" Ya"

" Jadi anggaran yang diajukan juga belum pasti menghasilkan output. "

" Ya Pak. Tapi peluang sukses besar sekali dan prospek bisnisnya juga bagus"

" Saya paham. "

" bagaimana Pak?

Saya hanya tersenyum. Setelah itu saya diamkan saja. Tapi setiap minggu sedikitnya 3 kali dia tanyakan kesaya apakah saya sudah mengambil keputusan.

Saya jawab , belum. Itu berlangsung hampir setengah tahun dan dia tidak pernah kehilangan kesabaran untuk deal dengan saya.

Akhirnya saya putuskan bahwa saya sanggupi terlibat dengan mimpinya, dan saya tawarkan opsi:

" Kamu jadi pemegang saham sebesar 70% dan saya 30%. Namun apabila proyek berhasil kamu harus beli balik saham saya sebesar 30% itu dengan nilai 3 kali lipat. Kalau kamu engga ada uang untuk beli balik, saya akan carikan pembelinya. "

" Darimana saya setor 70% nya. Saya engga ada uang"

" Kamu pinjam dengan saya"

" Saya engga punya jaminan "

" Saham kamu yang 70 % itu sebagai jaminannya"

" Apakah ada opsi lainnya ? Katanya bingung.

" Ya kamu kerja dengan saya. Gaji sesuai standar international untuk keahlian seperti kamu. Plus dapat semua fasilitas. Kalau sukses kamu saya kasih saham bonus 10%. Gimana?

" Saya pilih kerja aja sebagai profesional. "

" Ya udah. Deal"

Dua tahun setelah itu, dia berhasil dengan risetnya dan provent.

Nah sekarang bagaimana pembiayaan selanjutnya ? Promosi , marketing, produksi dan lain lain.

Kalau saya gagal mendapatkan dana pembiayaan maka pengeluaran selama dua tahun sebelumnya akan sia sia. Saya menawarkan produk temuannya ke perusahaan telekomunikasi di china.

Mereka tertarik kerjasama. Dengan adanya dukungan dari mitra strategis , tidak sulit bagi saya deal dengan Konglomerat venture capital di London. Mereka bersedia membiayai dengan skema Repo atas 30 % saham saya.

Harga didepan disepakati. Target paling lama 3 tahun IPO. Tapi belum 3 tahun , Venture capital China New Tekhnlogy membeli 30% saham yang di-Repo itu dengan harga 2 kali lipat dan juga 30% saham yang masih saya kuasai.

Ya tentu venture capital di London Happy melepas Repo itu. Dan saya juga easy melepas 30% yang saya punya dengan harga sama yaitu 2 kali lipat.

Setelah IPO di bursa Shanghai, saya masih kuasai 20% saham dan itu sebagai salah satu portofolio bisnis saya. Anak muda itu menjual saham bonusnya 10% dengan nilai yang bisa membuat dia pensiun seumur hidup.

Ketika dia jual saham itu usianya masih dibawah 40 tahun. Kini dia bermukim di Perth.

Melanjutkan hobinya sebagai dosen.

Alasannya " saya ingin mengajarkan mahasiswa untuk bukan hanya smart belajar tapi juga smart hidup. Kebersamaan dengan kamu selama 5 tahun merubah persepsi saya tentang science".



Catatan :

Repo itu apa ya babo?

Hutang dengan cara menjual saham dan kewajiban membeli kembali pada waktu yang disepakati dan Harga yang ditetapkan didepan.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)