Facebook

Wednesday, 23 August 2017

Investasi Bodong COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saya pernah di undang dalam seminar investasi oleh perusahaan investasi, yang katanya terhubungan dengan group invetasi di luar negeri dan didalam negeri bermitra dengan Bank Century. Dalam brosur mencantumkan daftar afiliasi di luar negeri dan logo bank century.

Dalam seminar dia menyampaikan program investasi di pasar emas dan valas. Namun saya tahu apa yang mereka sampaikan itu hanyalah ide, dan belum pasti. Walau mereka punya argumen segudang, saya tetap tidak percaya.

Mengapa? 

Karena mereka bicara tentang transaksi options. Uang kita akan di investasi di pasar opsi.

Kalau kita bisa berpikir tentang options dari segi pandang bahwa options adalah sebuah bentuk asuransi, mungkin kita tidak akan kesulitan untuk berpikir mengapa banyak orang yang berspekulasi hanya dengan options gagal.

Pernahkan Anda melihat perusahaan asuransi yang merugi tiap tahun? 

Kebanyakan yang sukses di pasar options adalah mereka yang ‘menjual” options dan diversifikasi.

Kalau satu options ternyata harus rugi besar (karena harus membayar pembeli yang prediksinya benar), Masih banyak options-options lain yang hangus.

Jadi ini hanya seni memperkaya Bandar Options, dan itu mereka. Terbukti perusahaan itu menimbulkan korban tak terbilang dengan nilai triliunan.

Bahkan menyeret bank century dalam mega skandal. Tapi target korbanya adalah orang yang berpendidikan tinggi, pengusaha besar, dan juga orang awam.

Ada juga teman datang ke saya minta advis soal adanya tawaran program investasi pada sebuah koperasi.

Katanya koperasi itu menawarkan laba tinggi diatas bunga bank. Tinggal invest, Selanjutnya setiap bulan tinggal menikmati laba. Kalau kita bawa members baru maka kita akan dapat bonus yang akan menambah nilai investasi kita.

Saya katakan kepada teman bahwa mereka ingin kamu keluar uang, kamu juga jadi sales mereka.

Dan mereka hidup santai. Itu namanya bego. 

Dan lagi tidak ada investasi yang pasti untung.

Kalau pasti untung mengapa tidak mereka saja yang jalankan? 

Mengapa harus ajak kamu? 

Soal agama atau sosial alasannya, itu hanya pemanis karena mereka engga punya alasan lain yang lebih rasional meyakinkan kamu.

Belakangan terbukti benarlah investasi itu menimbulkan kerugian members tidak sedikit. Ada yang untung tapi lebih banyak yang rugi.

Ada juga penyelenggara yang menawarkan bisnis beli barang/jasa kepada mereka untuk syarat jadi members dan selanjutnya akan masuk daftar downline.

Kalau dapat members baru akan dapat persentase bonus. Semakin banyak members yang ditarik semakin banyak bonus didapat. Sekilas ini ini nampak real karena barang yang diperdagangkan ada.

Tapi sebetulnya ini hanyalah seni marketing menjual barang dengan mudah, tanpa repot bayar tenaga sales. Semua bonus yang diterima itu adalah bagian dari harga yang ditetapkan oleh penyelenggara bisnis.

Jadi members membayar dari uangnya sendiri sementara penyelenggara dapat untung tanpa investasi network marketing. Ini disebut dengan MLM. Bisnis ini juga dipakai dalam program pemasaran asuransi link, juga travel umroh. Secara bisnis apa yang dilakukan oleh MLM tidak salah. Syah saja untuk menguasai pasar. 

Tapi secara moral patut dipertanyakan. Kalau ingin beli barang atau jasa , ya beli dengan cara konvensional. Karena cara MLM ini apabila sistem dan menagemen tidak bagus maka cenderung berubah jadi fraud. Tapi cara bisnis MLM memang efektif menjaring pengangguran yang tinggi angan angan dan miskin kreatifitas.

Saya juga pernah didatangi oleh orang yang mengaku perwakilan investor dari luar negeri.

Katanya mereka ingin invest di indonesia untuk proyek kemanusiaan.

Syaratnya untuk mencairkan uang itu sangat mudah. Tidak perlu Collateral, Tidak penting studi kelayakan. Yang penting proposalnya untuk proyek kemanusiaan dan bayar fee didepan untuk memobilisasi uang itu masuk ke Indonesia.

Walau mereka melampirkan berbagai bukti Financial Capability, itu semakin membuktikan mereka sedang mencoba menipu saya.

Mengapa ? 

Karena yang namanya Investor tidak pernah menunjukan financial capability kepada orang yang baru dikenalnya.

Tidak ada lender atau kreditur yang melakukan pemasaran atas uangnya. 

Investor atau Lender adalah orang kaya dan mereka hanya akan deal dengan orang yang qualified dan tidak perlu ongkos untuk bisa deal itu.

***

Dalam bisnis ada tiga hal yang harus di hindari :

Pertama , laba tinggi dengan resiko nol.

Kedua , harga yang tidak rasional.

Ketiga, tidak ada bisnis yang mudah.

Ketiga hal ini harus anda hindari dengan cepat.

Mengapa? 

Umumnya yang menawarkan bisnis tanpa resiko dengan laba tinggi dan mudah, harga tidak rasional ini adalah mereka yang telah lebih dulu mengenal target korbannya.

Sifat korban umumnya adalah orang rakus dan lemah secara intelektual maupun spiritual.

Makanya tawaran mereka dianggap paling ideal oleh targetnya.

Bahkan sangking idealnya, targetnya percaya bahwa bisnis yang ditawarkan itu untuk membantu mereka mendapatkan harga dengan murah atau harta dengan mudah dan sekaligus berfungsi sosial.

Ingat, ini era kapitalis yang punya perangkat majig untuk menjadikan anda korban bisnis ponzi dari mereka yang tingkat kreatifitas kriminalnya sangat tinggi.

Berhati hatilah. Kalau anda paham ini maka hidup anda akan berjalan secara natural, dimana akal anda berfungsi secara sehat dan moral anda pun terjaga di jalan Tuhan.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)