Facebook

Wednesday, 16 August 2017

Bisnis Impor dari China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Ada cerita teman saya. Dia dapat kontrak dari perusahaan minyak untuk mensuplai keranjang sampah 800 unit. Keranjang sampah itu terbuat dari plastik.

Waktu meeting dengan seller di China, dia kasih gambar keranjang sampah termasuk spec, material, ukuran tinggi, lebar dan luas.

Setelah negosiasi alot akhirnya mereka sepakat soal harga dan tanggal delivery.

Keranjang itu dimuat dalam kontainer 20 feet. Pembayaran DP 10% cash dan sisanya dengan TT setelah B/L terbit.

Apa yang terjadi kemudian? 

Setelah barang sampai, semua keranjang sampah itu ditolak oleh perusahan minyak.

Apa pasal ? 

ya karena kualitas keranjang sampah itu tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Padahal semua spec sesuai dengan order. Selidik punya selidik , benar material dari bahan plastik tapi bukan kualitas terbaik. Itu material plastik dihasilkan dari tekhnologi daur ulang, Tentu saja kualitasnya rendah.

Ada juga orang beli barang garmen seperti pakaian untuk dewasa. Harga murah. Design bagus seperti merek terkenal. Tentu terbayang untuk berlipat. Tapi setelah di delivery dalam jumlah diatas ambang batas bebas pajak.

Pakaian impor itu dikenakan HS sesuai kualitas standar. Di hitung hitung bayar bea dan ongkos angkut.
Selisih harga dengan produk lokal tidak begitu jauh bedanya. Namun yang menyakitkan, barang impor itu dibuat dengan kualitas rendah.

Contoh bahan dari georget tapi fiber ( anyaman /tenun ) nya dua kali lebar di bandingkan dengan georget asli. Di pakai seminggu baju itu rusak, apalagi kalau sudah dicuci.

Masalahnya apakah anda punya kemampuan mendeteksi sampai ketingkat kualitas anyaman kain itu ?

Harap maklum bahwa china itu produsen tanpa merek. Jadi engga ada standar mutu yang baku. Semua tergantung order , tergantung harga.

Apa yang saya ceritakan diatas bukanlah berarti orang china itu penipu. Bukan.

Tepatnya karena kita memang lugu sebagai pedagang. Yang harus dicatat bahwa kalau mereka jual sesuatu maka mereka kuasai sekali ilmu dibalik proses produksi barang itu. Sangat detail pengetahuannya,

Berkat pengetahuan itulah mereka mampu nego , dengan istilah LUMAGA, apa lumau gua bisa adain. Mau berapa harga barapa aja gua bisa adain“

Saran saya kalau mau beli barang di CHina ada dua cara:

1. Bagi pedagang kelas kecil , berbelanjalah di pusat grosir resmi yang dikelola oleh PEMDA China. Umumnya di sini ada banyak perwakilan pabrik yang punya toko. Jadi anda bisa pilih apa saja.

Belilah tunai dan jangan beli satu jenis barang disatu toko tapi di beberapa toko.

Jangan ladenin kalau ada broker yang mencoba membantu anda belanja mencarikan barang yang murah.

Jangan belanja diatas bebas bea. Dari cara ini anda bisa dapatkan harga murah dengan beragam jenis.

Soal mutu, engga usah dipikirkan. Karena kalau murah jelas engga mungkin sama dengan yang mahal.

2. Bagi pedagang kelas menengah, berbelanjalah langsung ke pabrik di china. Kalau belum mengenal pabrik secara langsung, usahakan mengenalnya lebih dulu lewat pameran.

Jadi biasakan kunjungi setiap ada pameran dagang di China yang diadakan secara reguler. Setiap tahun ada banyak pameran sesuai dengan jenis produknya. Jangan traksaksi dengan TT kalau pemula tapi usahakan dengan LC.

Tunjuk ekpedisi yang punya reputasi dan punya pengalaman mengurus pengiriman barang impor dari china. Usahakan kuasai betul product knowledge agar tidak di begoin waktu negosiasi.

Memang ada juga yang untung besar. Tapi itu lebih karena kemampuan menentukan ekspedisi yang “ jago “ urus service door to door. Tapi itu kalau lucky, kalau apes, barang bisa disita oleh bea cukai.

Mau tuntut ? engga bisa. Namanya menyelundup. Biasanya menggunakan pelabuhan yang longgar seperti batam atau cerebon atau lampung.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)