Facebook

Monday, 24 July 2017

Supply Chain COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Setelah bangkrut , semua modal habis, yang tersisa hanya trust dari network business. Salah satu relasi memberi peluang bisnis untuk menjadi suplier pakaian ke salah satu jaringan departement store di Eropa.

 Bagaimana merealisasikan peluang itu? 

Modal untuk bangun pabrik tidak ada. Mau jadi trader sulit karena engga ada uang untuk membeli garment dari pabrikan. Salah satu teman dari Korea kasih tahu ke saya bahwa pergi saja ke China.

Dengan long term contract dari buyer kita bisa dapat facilitas untuk pengadaan barang. Saya datang ke shenzhen, china. Ketika itu tahun 2000an. Memang banyak orang korea, jepang, bahkan eropa melakukan bisnis di shenzhen. Umumnya usia mereka dibawah 40 tahun.

Jadi bagaimana merealisasikan peluang menjadi uang tanpa modal besar? 

Apalagi di negeri orang. Teman di China menyarankan saya untuk mendatangi Export National Agency yang bertugas memberikan solusi pembiayaan ekspor. Dari Agency saya diberi skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan lain.

Atas rekomendasi Export national agency maka saya yakinkan buyer saya di eropa untuk menandatangani long term contract dengan saya. Mereka setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk Usance LC. 

LC tersebut mensyarakatkan ada nya endorsement dari National agency China untuk setiap pencairan LC.

Atas dasar LC tersebut saya mendatangi supply chain pakaian yang terdiri dari : Pabrik Tenun, Pabrik Tektil dan Pabrik garmen, Pedagang Kapas, Produsen Bahan kimia. 

Kepada masing masing pabrik itu saya memberikan payment guarantee dalam bentuk LC yang di endorse oleh Agency. Saya juga memberikan Planning production, lengkap dengan timeline kepada masing masing supply chain.

Mereka pelajari Standard Qualitas yang saya mau dan juga Planning Production dan Delivery.

Selanjutnya saya monitor semua proses sampai jadi pakaian siap ekspor.

Dan memang semua on time sampai pakaian bisa di kirim ke buyer di Eropa.

Untuk busiess process tersebut, saya hanya butuh satu orang karyawan.

Setiap bulan bisa ekspor 20 kontainer. Prosses tersebut dalam business disebut dengan istilah Makelon. 
Atau produsen tanpa punya pabrik. Hanya mengandalkan management supply chain dan financial support.

Yang membuat ekonomi china tumbuh karena china memiliki supply chain yang terstruktur dan canggih serta lentur. Hampir 100% supply chain industry di China adalah usaha dalam negeri china sendiri. 

Akibatnya untuk menghasilkan produk eksport, belanja import china sangat rendah.

Pertumbuhan ekonomi melahirkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat. Berbeda dengan India dan negara lainnya, dimana peningkatan eksport diiringi oleh meningkatnya import.

Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung negara tersebut masuk dalam wilayah krisis.

Hal ini karena negara tersebut lemah dalam hal supply chain. Itu sebabnya saya bisa jalankan bisnis di China lebih disebabkan oleh kehebatan system supply chain di China dan dukungan skema pembiayaan dari pemerintah china.

Makanya jangan kaget hampir semua pabrik di China yang melakukan ekspor sebetulnya yang marketing orang orang yang berbisnis seperti saya itu. Dan itu datang dari seluruh dunia.

Bukan hanya garment. Kalau anda mempunyai Ipad selular maka ketahuilah bahwa didalam selular anda itu terdapat puluhan industry yang memasok berbagai komponen hingga dapat dirakit menjadi selular.

Kalau anda didalam kendaraan maka ketahuilah bahwa pada kendaraan itu terdapat berbagai industry yang memberikan dukungan hingga kendaraan itu utuh dan bisa dijalankan.

Mengapa ? 

Anda duduk dalam mata rantai supply industry yang rumit. Ban, body kendaraan , interior dan lainnya dihasilkan dari bahan baku minyak bumi atau nafta serta olefin. Masing masing material kendaraan itu merupakan part yang diproduksi oleh industry berbeda. Semua produk yang kita nikmati untuk memanjakan hidup sebagai orang modern merupakan gabungan dari barbagai produk yang dihasilkan oleh berbagai jenis usaha. Ini disebut dengan supply chain.

Di China, anda akan menemukan industry berkelas dunia seperti Siemen, Nokia, Samsung, Apple, SONY, SANYO, GE, Boeing , Audi, Mercy, Toyota dll. Hampir sebagian besar industry tersebut mendapatkan dukungan supply chain dari dalam negeri china yang sebagian besar mereka adalah Usaha Menengah dan Kecil.

Profesor Zheng Yusheng berpendapat bahwa cara yang tepat untuk mengukur daya saing manufaktur tidak dengan membandingkan biaya tenaga kerja saja, namun dengan membandingkan rantai pasokan ( supply chain).

Semakin handal supply chain maka semakin efisien proses produksi tersebut. 

Effisensi supply chain china mencapai 50%. Makanya mereka bisa bersaing dengan negara lain.

Kehandalan Supply chain inilah yang membuat ribuan pabrikan berkelas dunia dari manca Negara berdatangan ke china untuk membangun pabrik ( pusat produksi) atau memanfaatkan industry china untuk menjadi agent pemasaran diseluruh dunia.

Ini tentu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi karena dari terbangunnya pabrik akan menimbulkan dampak berganda dengan tumbuhnya usaha pendukung lainnya seperti jasa serta terserapnya angkatan kerja dalam jumlah besar.

Untuk menjadi negara yang kuat secara ekonomi tentulah harus menjadi negara industri. Untuk menjadi negara industri haruslah didukung oleh logistic yang efisien melalui infrastruktur ekonomi yang luas agar terjadi koneksitas antar wilayah yang punya potensi.

Sehingga dimanapun supply chain berada tidak akan menghambat kelancaran logistik. China menerapkan kawasan industri khusus sesuai dengan pontensi wilayah untuk menjadi supply chain industry. Ya sama dengan yang dilakukan Jokowi sekarang.

Jokowi memperbanyak kawasan ekonomi khusus yang sesuai dengan potensi wilayah dan menjadi mata rantai supply industri yang menghasilkan downstream industri yang luas. Ya itu semua karena kebijakan ekonomi Jokowi yang tidak partial tapi comprehensive dan integrated, indonesia centris.

Membangun memang seharusnya by design dan focus kepada hasil bukan Pragmatis.

Saya yakin hanya masalah waktu kita akan lebih hebat dari Cina karena kita punya resource lebih hebat dari CHina...



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)