Facebook

Monday, 31 July 2017

Leverage Business COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Ini ada cerita.Begini ceritanya. Saya mengetahui ada perusahaan yang sangat bagus pengelolaannya. Penjualannya terus meningkat. SDM hebat, produk berkualitas.Laba yang dihasilkan terus meningkat dari tahun ketahun.

Relasi saya di bank memberikan informasi kepada saya perusahaan tersebut bagus dan tumbuh dengan cepat. Namun punya masalah terhadap arus kas ( Cash flow ). Peningkatan penjuaan begitu cepat namun tidak diimbangi arus kas masuk yang cepat.

Apa pasal? 

Perusahaan terjebak dengan peningkatan penjualan secara kredit sementara bank tidak lagi mendukung pembiayaan cash flow tersebut karena Debt to equity ratio (DER) sudah diatas ambang batas ( diatas 30%).

Hanya dua cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan yaitu merubah syarat penjualan atau pemegang saham menyetor modal agar kondisi DER membaik. 

Yang pertama tidak mungkin dilakukan karena kawatir memperlemah momentum pasar.

Yang kedua para pemegang saham tidak punya dana untuk menbambah modal karena pertumbuhan laba habis untuk ekspansi. Saya tertarik terhadap perusahaan ini. Saya mengundang direksi perusahaan untuk makan malam.

Dengan wajah malaikat saya memuji management perusahaan itu. Saya menawarkan diri untuk menjadi investor. Sikap direksi atas tawaran dapat ditebak bahwa mareka akan cepat membuat benteng pertahanan dengan meyakinkan bahwa mereka sebenarnya tidak butuh investor dalam jangka panjang.

Mereka hanya butuh cash flow untuk mendukung penjualan yang terus meningkat. Mereka menawarkan kerjasama berdasarkan bagi hasil atas dasar persentase penjualan. Namun saya menolak secara halus bahwa saya berniat membeli saham perusahaan tersebut.

Selanjutnya aksi srigala dilakukan. Saya meminta banker relasi saya agar membatasi kredit terhadap perusahaan tersebut. Sehingga semua rencana solutif untuk mengatasi cash flow tertutup pintu. Namun perusahaan terus berjuang mencari sumber pembiayaan lain.

Upaya ini sangat berat karena langsung mengganggu cash flow dan produksi serta penjualan. Dalam situasi ini direksi perusahaan menghubungi saya dengan high yield proposal yaitu membeli piutang   (factoring).

Aha…saya terima dengan senang dan kini saatnya shadow banking saya beraksi.

Mengapa ? 

Karena saya mendapatkan 30% dari faktur. Artinya perusahaan sudah terjebak dengan jangka pendek yang memenggal laba dan hanya masalah waktu perusahaan akan oleng. Saya sabar menanti.

Setiap perusahaan butuh dukungan cash flow dengan model factoring maka saya akan senang hati membayarnya. Sampai pada titik tertentu perusahaan tidak punya celah untuk menjual piutangnya karena posisi DER sudah mendekati 50%.

Direksi ingin bertemu dengan saya untuk membicarakan solusi tapi saya tolak. Yang menemui direksi adalah team akuisisi saya dengan program teknis mengambil alihan perusahaanya. Pada posisi ini perusahaan tidak punya pilihan banyak karena kondisi perusahaan terjebak hutang jangka pendek dan biaya jangka pendek.

Karenanya tawaran saya mengakuisi sebesar diatas 80% saham tanpa bisa ditolak.Harga dibawah nilai nominal.

Pemegang saham lama merasa happy karena disamping dapat uang dari hasil penjualan saham juga nilai sahamnya yang ada ditangannya akan meningkat seiring masuknya investor baru.

Nah bagaimana saya membayar perusahaan itu ?

Apakah dari kantong saya ? Tidak!

Caranya saya membentuk Special propose company ( SPC) untuk bertindak sebagai pengambil alihan. SPC ini menjual bond dengan underlying pengambil alihan perusahaan target.

Mengapa bond bisa laku dijual?

Karena saya punya exit akan masuk bursa dan refinancing melalui bank. Saya hanya menjual bond senilai cukup mendongkrak DER menjadi dibawah 30% .

Mengapa? 

Dengan DER dibawah 30% saya bisa menarik pinjaman baru dari bank untuk mendukung penjualan dan menjaga cash flow tetap sehat. 

Bagaimana dengan pembayaran bond yang dikeluarkan SPC? 

Dengan kondisi keuangan sudah sehat saya menawarkan kepada limited investor berupa convertible bonds. Artinya hutang itu akan di konversi dengan saham kelak ketika perusahan masuk bursa. Dengan demikian saya bisa ambil perusahaan tanpa keluar uang.

Perusahaan dibawah kendali saya. Direksi saya ganti dengan grand strategy masuk bursa. Tentu TOP eksekutif adalah mereka yang punya reputasi dikalangan perbankan agar indah ketika masuk bursa kelak..

Sesuai jadwal perusahaan masuk bursa dengan performance strong market maka tidak sulit saya mendapatkan capital gain sebesar 4 kali lipat. Limited investor saya bersenang hati karena mendapatkan yield tinggi dari capital gain dan saya tetap sebagai pemegang kendali utama perusahaan karena saya tetap mayoritas.

Mengapa ? 

Karena saya tidak menjual semua saham yang saya miliki tapi hanya sebagian kecil sebagai fresh money untuk membiayai hidup saya. Yang penting saya tidak punya hutang lagi kepada limited investor.

Setelah itu kondisi neraca perusahaan semakin sehat karena masuknya investor bursa. Maka perusahaan kembali menarik pinjaman dari bank untuk meningkatkan program penjualan agar perusahaan semakin bersinar dan kelak kalau right issue PER akan naik berlipat…begitulah seterusnya.

Beberapa perusahaan yang bergerak dibidang Insfrastruktur, Property, Industry dan Manufaktur diberbagai belahan dunia saya ambil alih dengan berbagai skema namun dengan modus mencari titik kelemahan perusahaan yang jadi target untuk saya lahap.

Dengan semua ini orang banyak tidak tahu siapa saya sebenarnya karena kepemilikan saham saya diperusahaan atas nama SPC dibawah undang undang Negara bebas pajak (non disclosed) yang para direkturnya adalah nominee atau proxy.

Sementara perusahaan dikelola oleh professional dengan diawasi team independent dibawah kendali saya dan juga diawasi otoritas bursa

Saya tetap dapat hidup menikmati keseharian tanpa pusing dengan management sehari hari dan bebas pergi kemana saja dengan Black Card Centurion didompet saya tanpa dibebani oleh Protocol yang memenjarakan diri.

Apakah Anda tertarik dengan cerita teman tersebut diatas sehingga menggugah anda untuk menirunya?

Saran saya sebaiknya jangan tiru karena kalau mental dan spritual anda tidak siap maka itu dapat jadi racun.

Apakah itu mudah? Tidak!

Ini butuh perhitungan yang rumit berkaitan dengan financial engineering dalam program LBO, MBO dan Hedge Fund. 

Melibatkan negosiasi yang melelahkan, membujuk ,menekan dan membanting lawan.Walau anda hidup di level puncak piramida bisnis dengan aktifitas lebih banyak di club mewah.di kamar penthouse berkelas diamond, naik pesawat first class, namun hidup anda tidak nyaman, anda kesepian...

Percayalah..jadi orang biasa saja itu lebih baik..ya kan sayang..



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)