Facebook

Wednesday, 24 May 2017

Undercover Story Hizbullah COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Jangan menjual ilusi agama...

Berdasarkan loporan dari team the Fed, tahun 2012 terbongkar ada 424.000 transaksi melalui bank terkemuka di London yang di sinyalir bersekongkol dengan pemerintah Iran untuk menyembunyikan lebih dari $ 250 miliar atau Rp. 3900 Triliun dalam transaksi ilegal selama hampir satu dekade.

Transaksi ini di lakukan dengan penyamaran yang sangat rumit dengan satu tujuan merampok dalam setiap putaran clearing perdagangan pasar uang euroclear dan clearstream yang terhubung dengan the fed. Di samping itu, Iran bisa leluasa melaksanakan perdagangan dunia walau sistem keuangan internationalnya di Embargo PBB.



Teman saya seorang banker di Hong Kong mengatakan bahwa dunia hampir tidak percaya bagaimana mungkin sistem keuangan the fed system yang begitu canggih dan tidak pernah bisa di tembus , ternyata begitu mudah di kadalin oleh Iran.

Bagaimana Iran dapat mengelabui sistem keuangan Amerika itu ? 

Melalui proyek Gazelle, beberapa bank terkemuka di London di hubungi oleh bank di sebuah kota kecil di China. Bank ini atas nama Clients nya mendapat hak khusus sebagai gateway dan penjamin counter trade transaksi dengan Iran. Clients yang di maksud adalah perusahaan offshore. Dari sinilah awal bagaimana berbagai skema transaksi di jalankan dengan rumit. Karena tidak ada satupun jejak mengarah ke bank central Iran.

Bila awalnya Gazelle bertujuan untuk memudahkan Iran keluar dari hambatan embargo dalam melakukan trade financing secara global tapi belakangan juga di manfaatkan untuk lalu lintas uang haram dari berbagai negara terutama negara Arab untuk menyembunyikan suap dan pajak, juga uang hasil narkoba.

Sejak tahun 1983 proyek ini tidak pernah tercium namun belakangan menjadi ribut karena lebih USD 250 miliar uang clients dari berbagai negara hilang begitu saja tanpa ada yang bisa di tuntut. Karena transaksi euroclear dan clearstream memang bisa di manipulasi code perbankan dan penghapusan data transaksi agar tidak terlacak oleh otoritas.

Kasus ini tidak pernah terungkapkan secara tuntas dan tidak pernah di bawa ke pengadilan. Karena banyak pihak elite politik AS dan Eropa yang mendapatkan keuntungan dari adanya proyek Gazelle. Tahun 2014 saya dapat informasi bahwa operasi Gazelle di kendalikan ahli keuangan dan perbankan yang terhubung dengan Hizbullah.

Artinya Hizbullah melakukan perampokan uang melalui sistem keuangan AS dan Eropa. Laskar Hizbullah tidak menggunakan senjata roket dan seragam Militer tapi menggunakan senjata hedge fund and leverage trading dengan setelah jas mahal mempecundangi para kapitalis di International Financial Center ( IFC).

Agent Hizbullah tersebar di pusat pasar uang dunia seperti Singapore, Hong Kong , London, Swiss, New York, Boston.

Bagaimana Hizbullah mendapatkan agent terbaik di pasar keuangan dunia ? 

Kampanye pemikiran gerakan Hizbullah berangkat dari kesadaran realitas tatanan sosial timpang yang meletakan penindas (the oppressor) pada situasi beruntung di atas penderitaan komunitas-komunitas tertindas (the oppressed).

Maka komunitas-komunitas tertindas di dunia harus bangkit menutupi sisi-sisi kelemahan mereka, memperkuat diri mereka untuk dapat berdiri tegak melawan para arogan kapitalis. Pemikiran ini mendorong orang orang hebat untuk bergabung secara diam diam dan menjadi agent Hizbullah.

Karena pemikiran ini sangat universal lintas agama dan etnis. Laskar Hizbullah tidak hanya orang islam tapi lintas agama dan lintas Mahzab. Karena tujuan mereka adalah melawan ke zoliman, apapun itu bentuknya. Yang unik dari mereka adalah para agent itu tidak di ikat dengan kontrak tapi atas dasar keimanan kepada Tuhan. Mereka loyal kepada nilia nilai muqawamah yang di usung Hizbullah. Bahkan diantara mereka tidak mengenal atau tidak pernah bertemu dengan pimpinan puncak Hizbullah.

Lantas untuk apa Hizbullah melakukan itu semua ? 

Dari operasi ini miliaran dollar masuk ke brangkas laskar Hizbullah dan di pakai untuk membiayai program membebaskan kawasan Libanon yang dijajah Israel dan turut ambil bagian melindungi rezim Assad di Suriah.

Saat sekarang kekuatan Hizbullah sangat luar biasa. Cadangan dana mereka mengalahkan cadangan devisa Vietnam dan Libia. Soal kekuatan militer? Israel menyadari Hizbullah tahun 2016 bukanlah Hizbullah tahun 2006, padahal pada tahun 2006 itupun Hizbullah sudah memberikan pelajaran yang tak terlupakan bagi kaum Zionis.

Hizbullah berperan kunci dalam pembebasan kota-kota strategis Tadmur dan Qusair di Suriah. Itu semua karena Hizbullah menguasai perdagangan senjata lewat trader mereka di London dan membiayai riset senjata yang di lakukan periset Iran dan China.

Namun mungkin kita dapat simak cara kerja Hizbullah dalam berjuang. Sebelum Hizbullah mengusir Israel dari tanah Lebanon pada tahun 2000, pekerjaan utama mereka sejak tahun 80an adalah memperkuat masyarakat Libanon Selatan agar dapat menegakan hak-hak mereka sendiri atas pelayanan sosial dasar, ekonomi, dan politik.

Artinya Hizbullah tidak langsung berperang dengan Israel tapi lebih dulu memperbaiki mental rakyat libanon agar mampu mandiri di bidang ekonomi. Ini tentu di dukung oleh insfrastruktur organisasi yang tidak hanya menyediakan laskar berperang angkat senjata tapi juga ekonomi.

Shaheema Ismail dalam artikelnya Hizbullah: Doing More than Fighting for the Sake of The Oppressed, hanya sedikit orang yang tahu bahwa kegiatan-kegiatan Hizbullah meliputi kerja-kerja sosial dan kebudayaan. Padahal Hizbullah sudah memiliki 8 cabang organisasi yang bekerja untuk pelayanan sosial dasar masyarakat Lebanon.

Hizbullah membangun klinik kesehatan, rumah sakit, sekolah, universitas, perusahaan listrik, lembaga penelitian, program pelayanan anak yatim dan anak-anak disabilitas. Pasangan muda di bantu modal, di ajarkan keterampilan tangan, pertanian, dan ketrampilan lainnya. Anggota-anggota Hizbullah mendatangi keluarga-keluarga miskin, yatim, janda, dan orang sakit setiap bulannya untuk memastikan kebutuhan hari-hari mereka terpenuhi.

Mereka menyediakan makanan, kebutuhan rumah tangga, dan pakaian. Setelah Israel berhasil di usir dari libanon , Faktanya, meski secara militer Hizbullah mampu mengubah Lebanon menjadi negara Islam, namun mereka tidak tertarik melakukan itu. Hizbullah mendukung pemerintahan nasional Lebanon yang sekuler dan di wakili berbagai partai politik, etnik, dan agama.

Semoga gerakan islam di Indonesia dapat belajar dari Hizbullah, Bukan hanya kemampuan menggerakan massa dalam jumlah besar dan menarik sumbangan dari mereka. Tapi bagaimana menempatkan program kemandirian secara ekonomi, sosial bagi mereka yang tertindas , untuk kemudian di arahkan melawan arogansi kekuasaan untuk tegaknya keadilan bagi semua. Soal seperti apa kekuasaan itu, kembalikan kepada rakyat yang pluralis sesuai dengan Pancasila. Tugas umat islam adalah memastikan rezim tegak untuk keadilan sosial bagi semua…

Seorang teman di Dubai mengatakan kepada saya bahwa sebaiknya memang Ormas jangan hidup dari donasi yang sarat dengan kepentingan politik pragmatis atau memprovokasi orang awam dengan magic word agar mereka berkorban atas harta dan jiwanya untuk gerakan yang padahal hanya omong kosong.

Mengapa ? kalau secara organisasi saja tidak mandiri bagaimana bisa membela orang lemah? 

Jangan jangan organisasi hanya tempat mencari kekayaan dan kekuasaan dengan menjual ilusi yang di bungkus agama yang tak ada bedanya dengan business MLM yang fraud. Contohlah Hizbullah, semua program sosial dan ekonomi termasuk perang di biayai tidak minta sumbangan dari rakyat atau politisi tapi kecerdasan laskar hizbullah di pasar uang dan perdagangan international.
Mari berubah…

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)