Tuesday, 23 May 2017

Undercover Story Hary Tanoe COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Hary Tanoe ( " Kroni Cendana menuju RI-1 2019)

HT lahir tahun 1965 atau kini usianya baru 52 tahun. Karirnya dalam bisnis di awali ketika mendirikan Perusahan sekuritas di tahun 1989 di Surabaya dengan nama PT. Bhakti Investama. Ketika itu usianya baru 24 tahun. Hebat kan. Tahun 1990 dia pindahkan markas bisnis nya ke Jakarta. Sebagai pendatang baru di jakarta , dia belum apa apa.

Namun nasib baik dia berkenalan dengan Hashim Djoyohadikusomo yang memberi dia tugas sebagai konsultan Keuangan pembangunan proyek Thamrin Plaza. Dan sukses. Dari itu memberi dia akses ke keluarga Cendana. Hubungannya terjalin semakin dekat dengan Ibu Tati Probowo. Dia juga mendapat mandat mengelola Thamrin Plaza sebagai portofolio hashim.

Sejak itu usahanya sebagai broker pasar modal dan asset management semakin berkibar. Maklum karena dia punya sumber keuangan dari keluarga Cendana sehingga menjadi incaran semua perusahaan yang mau IPO menunjuk dia sebagai Fund Manager.

Ketika menjelang krisis moneter terjadi sebelum Pak Harto jatuh, tahun 1997 dia mengakuisisi PT. Bimantara Citra Tbk milik Bambang Tri ( putra Pak Harto ). Setelah Pak Harto jatuh , dia orang yang selalu setia dibelakang putra putri Pak Harto. Hubungan dengan mereka dia pererat. Tanpa sedikitpun dia takut resiko politik. Padahal ketika itu dekat dengan keluarga Pak Harto sangat beresiko, apalagi dia seorang pengusaha sukses.

Tahun tahun sulit paska Pak Harto , dia bisa lewati tanpa sekalipun berniat meninggalkan keluarga Pak Harto. Dan setalah Habibie digantikan Gus Dur, 2002 sampai dengan 2004 aksi akuisisi baik melalui bursa maupun BPPN dia lakukan.

Membuat semua orang kagum. Bagaimana usia belum 40 tahun dia sudah jadi konglomerat. 

Walau secara formal dia mendapatkan sumber dana pengambil alihan dari luar negeri namun orang dapat dengan mudah menduga bahwa itu karena kehebatannya melakukan layering atas asset keluarga Cendana yang ada di luar negeri. Jadi dia hanya sebagai proxy...

Namun ada yang patut dipertanyakan dan ini menyibak keretakan keluarga Cendana paska Pak Harto jatuh. Keliatan keluarga Cendana tidak suka dengan Prabowo. Apalagi PS sempat pergi keluar negeri setelah itu.

Karenanya usaha hashim banyak yang diambil alih secara paksa oleh HT. Tahun 2000 Melalui hubungan dekat dengan Sandiago Uno, dia memberi jalan untuk ambil alih usaha Hashim di bidang batubara PT. Adaro, yang terlilit hutang dengan Deuthce Bank Singapore.

Sandiago Uno mendapat dukungan dari Erwin Soeryajaya , Garibaldi Thohir, Benny Subianto, untuk aksi pengambil alihan Adaro. Berkat kedekatan dengan Agus Marto, Sandi dapat fasilitas kredit dari bank mandiri untuk pembiayaan pengambil alihan itu. Tahun 2010 semua pemegang saham Adaro energy tercatat 40 orang terkaya versi Majalah Forbes.

Apakah Hashim merasa kalah ? Tidak. 

Tahun 2012 , melalui kedekatannya dengan Nat Rotchild , Hashim diajak untuk bergabung untuk menendang Bakrie dan mengambil alih Bumi Resource PLc. Kesempatan ini digunakan sebaik mungkin oleh Hashim untuk come back di bisnis batubara.

Dan sekaligus menendang Sandi dari Pemegang saham Bumi. Tahun 2013 digalang rencana matang oleh Nat untuk mengambil alih bumi. Ketika posisi Bakrie dalam keadaan lemah. Engga mungkin Bakrie punya uang sebesar 20%. Nat yakin bisa menang dalam RUPS.

Namun 11 jam menjelang RUPS , Nat dapat kabar bahwa Bakrie telah mendapat suntikan dana dari hasil penjualan saham PT Recapital Advisors ( Sandi ) dan PT Bukit Mutiara (Grup Recapital) sebanyak 24,20 juta unit atau setara 13,1% saham Bumi Plc kepada Avenue Luxemburg SARL, yang membeli 13,67 juta unit atau sekitar 7,4% saham Bumi Plc. Flaming Luck Investment Ltd, yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo, membeli tiga juta saham Bumi Plc atau setara 1,7% saham Bumi Plc. Ketiga, Argyle Street Management Limited, yang membeli 7,54 juta atau 4% saham Bumi Plc.

Nat gagal menendang Bakrie dari Bumi Resource PLC dan upaya Hashim kandas. Nampaknya dendam keluarga Cendana belum padam dengan menutup akses Hashim untuk berkembang melalui kedekatan hubungan HT dan Sandi dengan SBY yang begitu mesra.

Ketika 2014 Ical mencalonkan diri sebagai Capres , Golkar mengalihkan dukungan kepada Prabowo.

Ical berhasil meyakinkan keluarga Candana untuk rekonsiliasi dengan Prabowo dan tentu juga Hashim. Otomatis HT dan Sandi ada dibelakang PS. Bahkan begitu setianya HT kepada keluarga Candana, dia bersedia keluar dari Hanura untuk memberikan dukungan pribadi kepada PS.

Tentu Wiranto kecewa. Karena tadinya Wiranto berharap HT bersama Hanura memberikan dukungan kepada JKW. Setalah PS kalah dalam Pilpres, hubungan HT dan Sandi dengan PS dan Gerindra semakin dekat.

Tapi belajar dari pengalaman kegagalan Pilres 2014, PS kemungkinan tidak akan dijadikan satu satunya harapan untuk naiknya klan Cendana di kekuasaan. Kemungkinan HT akan dimunculkan juga sebegai Presiden atau bisa Juga Tommy Soeharto.

Masing masing baik HT maupun TS sudah punya kendaraan partai untuk itu. 

Tahun 2019 adalah tahun paling keras capres. Karena lawannya engga sembarangan... kalau JKW kalah maka siapapun yang menang, Cendana ada di belakangnya. Kita akan kembali ke masa orde baru...cara yang ditempuh adalah menarik kelompok Islam radikal dengan issue primordial dan tentu plus PKI...dan andaikan chaos juga mungkin mereka sudah siap. Demi kekuasaan apapun mungkin.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)