Saturday, 27 May 2017

Undercover Story Bisnis Pangan Indonesia COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


BABO MENJAWAB. @ Business pangan adalah business yang akrab dengan politik.

Henry Kissinger pada tahu 1970 pernah berkata “Control oil and you control nations; control food and you control the people". Dalam system kapitalis pengendalian terhadap minyak dan pangan adalah segala galanya.

Berbeda dengan Minyak dimana Pemerintah sebagai undertaker pasar yang sehingga mudah mengendalikannya , termasuk membubarkan petral. Tapi pangan tidak mudah.

Mengapa ? 

Disamping memang tidak ada APBN yang di rampok, juga salah menetapkan aturan akan berhadapan dengan WTO. Juga business pangan itu bukan hanya kartel dalam negeri tapi juga International.

Dibidang pangan, Pengusaha domestik dan international saling terkait untuk menciptakan pasar yang oligopolistis. 




Di pasar internasional terdapat empat pedagang besar yang disebut ABCD, yaitu Acher Daniels Midland (ADM), Bunge, Cargill, dan Louis Dreyfus. Mereka menguasai sekitar 90% perdagangan serealia atau biji-bijian dunia.

Di pasar domestik. Importir kedelai hanya ada tiga, yakni PT Teluk Intan (menggunakan PT Gerbang Cahaya Utama), PT Sungai Budi, dan PT Cargill. Di industri pakan unggas yang hampir 70% bahan bakunya adalah jagung , empat perusahaan terbesar menguasai sekitar 40% pangsa pasar.

Sementara itu, empat produsen gula rafinasi terbesar menguasai 65% pangsa pasar gula rafinasi dan 63% pangsa pasar gula putih. Kartel juga terjadi pada industri gula rafinas yang memperoleh izin impor raw sugar (gula mentah) 3 juta ton setahun yang dikuasai delapan produsen .

Untuk distribusi gula di dalam negeri diduga dikuasai enam orang. Mereka adalah Acuk, Sunhan, Harianto, Yayat, Kurnadi, dan Piko. Sebelumnya, pasar gula ini dikuasai ‘sembilan samurai.

Melawan Kartel tidak bisa dengan hanya mengandalkan BULOG tapi yang lebih penting payung Hukum yang kuat, seperti payung hukum terhadap Minerbar dengan adanya UU Minerba. Membuat UU sebagai payung hukum juga tidak mudah.

Karena hampir semua elite politk di partai sudah dibeli oleh sembilan samurai itu. Maklum bisnis rente terlatih menyuap dan membeli jiwa pejabat sejak Era Soeharto dan sampai sekarang secara mental orang belum bisa menjauh dari uang banyak.

Lantas bagaimana Jokowi mengatasi masalah ini. ?

Setelah melalui perseteruan yang rumit dengan anggota DPR, dan puncaknya bubarnya KMP, maka tahun 2015, Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden tentang Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Peraturan presiden tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan.

Dengan begitu, pemerintah akan memiliki wewenang untuk mengendalikan harga, khususnya pada waktu-waktu tertentu. Dalam perpres tersebut, ada 14 jenis barang kebutuhan pokok yang terbagi dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan barang hasil pertanian, yakni beras, kedelai bahan baku, tempe, cabai, dan bawang merah. Sedangkan barang kebutuhan pokok hasil industri meliputi gula, minyak goreng, dan tepung terigu. Terakhir, barang kebutuhan pokok hasil peternakan atau perikanan, seperti daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan ikan segar (bandeng, kembung, tongkol/tuna/cakalang).

Dengan demikian pemerintah berhak menetapkan kebijakan harga, mengelola stok dan logistik, serta mengelola ekspor-impor. Kemudian Tak hanya itu, pemerintah bahkan menetapkan harga acuan untuk sejumlah komoditas pangan utama yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Atas dasar Payung hukum yang ada tahun 2017 ini peran BULOG akan dijadikan agent oleh pemerintah, sama seperti PERTAMINA. Tentu untuk menjadi agent yang jago menghadapi 9 naga tidaklah mudah.

BULOG harus di benahi secara kelembagaan. Permodalannya harus ditingkatkan. SDM dan sistem nya harus ditingkatkan. Kehandalan distribusi juga harus di perkuat. Sekarang sedang berproses…

Apakah Naga sembila akan diam saja. Tidak. Mereka akan terus menggoyang Jokowi melalui elite partai dan ormas yang bsia dibelinya. Pertarungan masih panjang, Kita doakan semoga Jokowi selamat dan diberi kesabaran melawan maling berdasi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)