Sunday, 30 April 2017

Catatan Kuwat Subarja : BEBAS RIBA, LOW PROFIL DAN NO SOSMED


Creative Common Image by KS


BEBAS RIBA, LOW PROFIL DAN NO SOSMED
.
Seringnya berinteraksi dengan banyak orang dari berbagi latar belakang, membuat saya mengambil kesimpulan bagaimana perilaku orang-orang yang istimewa. Saya menyebut mereka sebagai orang-orang 'istimewa' karena mereka memiliki materi secara berlimpah dengan aset properti mencapai 60 milyar lebih, dan mereka ternyata memiliki perilaku yang sama. Orang-orang 'istimewa' itu memiliki kebiasaan dan pemikiran yang cenderung sama. Mereka sederhana, baik hati dan tidak sombong. Mereka low profil, bebas hutang, bebas riba, bahkan sebagian besar tidak aktif di sosmed.
.
Sebagian teman saya pasti tahu siapa dan mengenal mereka. Sebagian teman saya ada yang menjadi karyawannya, ada juga yang menjadi tetangga dari orang-orang 'istimewa' tersebut. Orang-orang 'istimewa' itu juga teman saya, dan di bawah ini saya akan menceritakan bagaimana perilaku mereka.
.
Ketika saya di Malaysia, saya pernah 1 kost dengan salah satu dari orang-orang 'istimewa' tersebut. Kebetulan saya hobi naik sepeda dan beberapa kali saya bersepeda dengannya. Kami berdua pernah beberapa kali bersepeda keliling beberapa pulau di Indonesia. Dengan 3-4 stel pakaian dan 1 buah kanebo untuk dijadikan handuk, kami menempuh perjalanan 7-10 hari.
.
Ia tetap enjoy meski harus nginap di losmen 100 ribuan karena tidak ada pilihan. Dari Batam kami bersepeda ke Lagoy di pulau Bintan. Lagoy adalah surga wisata bagi orang Singapura dan Malaysia. Meski masih wilayah NKRI tapi tarif yang berlaku adalah dolar Singapura. Harga segelas jus 8 dolar singapura. Lalu ke Bintan, Natuna. Kami juga pernah ke Pulau Alor, Pantar, Lambata dan beberapa pulau yang belum terjamah listrik di NTT dan NTB. Kami pernah nginap di rumah penduduk yang berlantai tanah, ia malah memberi ucapan terima kasih karena katanya pengalamannya setara dengan menginap di hotel bintang 5.
.
Salah satu orang 'istimewa' lainnya adalah mantan karyawan minuman ringan USA yang sudah blacklisted di BI gara-gara menolong temannya untuk ambil KPR. Tapi karena temennya tidak amanah maka ia yang menanggung 'getahnya'. Sepintas itu adalah musibah karena blacklisted, tapi sejatinya itu adalah berkah. Karena dengan terkena blacklisted oleh BI maka ia tidak bisa ambil apapun yang sifatnya kredit. Bahkan kartu kreditpun ia tidak punya karena pengajuan pembuatan kartu kreditnya selalu ditolak bank.
.
Ia visioner, kreatif, punya banyak ide dan menginspirasi banyak orang. Ia bermimpi bisa membangun padepokan kreasi untuk menampung orang-orang kampung yang tidak mampu, dengan tanah yang luas sudah dipersiapkan. Niatnya sangat mulia, dan saya rasa itu bukan mimpi, karena belum lama ini ia beli alphard secara cash.
.
Salah satu orang 'istimewa' lainnya adalah mantan pegawai pabrik. Dua kali saya dijemput di bandara olehnya, tanpa supir. Saya tidak boleh menginap di hotel, tapi malah menginap di villa yang harga sewanya 2 digit. Selama perjalanan ke villa, kami makan di warung nasi pinggir jalan (warteg). Penampilannya sangat sederhana, bahkan punya mobil sport dua pintu pun karyawannya tidak ada yang tahu. Istri saya pun kagum dengan kesederhanaan istrinya ketika mengantar belanja dan jalan-jalan di Bandung. Istrinya masih muda usia 27 tahun, cantik, kaya tapi tetap berhijab.
.
Salah satu orang 'istimewa' lainnya adalah mantan pedagang sayur keliling. Ia membangun masjid cukup besar dan megah di depan rumahnya agar bermanfaat untuk warga sekitarnya. Ia beli mercy diantar temen saya, bayar cash. Tidak sampai setahun mercy tersebut kemudian disumbangkan untuk pembangunan masjid yang kurang dana. Beberapa kali saya harus menyerah karena aia mengancam tidak akan datang lagi ke warung bebek saya saya melarang ia bayar. Meski pernah juga ia yang menyerah dengan memenuhi permintaan saya sesekali tidak perlu membayar makan bebek di rumah makan saya.
.
Salah satu orang 'istimewa' lainnya adalah mantan fotografer. Tiap bulan rutin mengadakan pengajian di tempatnya, mengundang beberapa ustad. Saat ini sedang membangun pesantren untuk hafiz Quran dan anak-anak yatim. Kebiasaannya tiap kali saya mau pulang dari rumah atau kantornya, sesibuk apapun ia akan selalu mengantar sampai ke pintu mobil. Awalnya saya ge'er tapi ternyata itu kebiasaan dia pada semua orang. Hahaha. Saya pernah beberapa kali diajak pergi ke tempat terpencil di gunung, di pelosok, menginap di masjid lantai semen dan tidur pakai sleeping bag.
.
Beberapa hari kami tidak menyalakan HP, nggak 'ngomongin' dunia. Apa yang kami lakukan saat itu cuma tidur, beribadah, tadarus, makan. Kami mandinya di WC umum. Belum lama ini ia menyumbang mobil ambulan ke sebuah yayasan tanpa diketahui karyawannya. Ia pun dengan tulus ikhlas memaafkan temen dekatnya yang tidak amanah sehingga membuat ia rugi milyaran rupiah.
.
Saya menyimpulkan bahwa perilaku orang-orang 'istimewa' itu sama, mereka sederhana, baik hati dan tidak sombong. Mereka low profil, bebas hutang, bebas riba, dan tidak aktif di sosmed. Bahkan 3 orang dari daftar orang-orang 'istimewa' tidak punya akun facebook. Mereka dulunya berasal dari bawah, merintis dari nol, tp berkontribusi cukup besar pada lingkungan dan orang lain.
.
Dulunya mereka pernah berhutang dengan bank, tapi ketika tahu tentang riba maka mereka langsung berupaya keras untuk berhenti. Satu hal yang luar biasa adalah usahanya menjadi tumbuh besar justru setelah bebas dari riba. Meski satu sama lain dari orang-orang 'istimewa' itu tidak saling kenal karena berbeda tempat dan kota, tapi satu hal yang mereka katakan sama persis, bahwa "Percaya atau tidak, bisnis menjadi lancar dan besar setelah terbebas dari riba". Dan sebagian lagi bilang bahwa "Sisa hidup kita tidak tau berapa lama lagi, jadi pengen bebas semua hutang RIBA."
.
Semoga saya dan teman-teman bisa mengikuti jejak mereka terutama hal-hal yang positif, minimal kita bisa bebas dari hutang dan riba. Aamin.
.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)