Facebook

Sunday, 30 April 2017

Catatan Kuwat Subarja : 4 Sumber Masalah


Creative Common Image by KS

Masalah klasik

Setelah selesai sharing bisnis di "sinau art" Cirebon banyak yg curhat bisnisnya stag bahkan ada yg hidup segan mati tak mau meski sudah berjalan ber tahun2. Tapi mereka menjadi semangat untuk menjadi lebih baik, kita dukung doa semoga berhasil, aamiin

Dari cerita mereka yg kebanyakan pemula dapat disimpulkan sumber masalahnya sbb:

1. Transaksi tidak tunai
2. Tidak ada Team (kurang piknik)
3. Tidak update ilmu
4. Kurang network

1. Transaksi tidak tunai

Bagi pemula akan terasa berat jika transaksinya tidak tunai, yang berarti ngemodalin orang lain. Semakin besar pasar/omset maka semakin besar modal yang dibutuhkan, semakin besar piutang dan semakin besar hutang.

Rata-rata bisnis yang berkembang memiliki ciri transaksi tunai seperti minimarket, lembaga pendidikan, kuliner, toko buku bahkan apotik meski obatnya belum tentu manjur tetap harus tunai

Prinsip lebih baik untung besar tapi cash dari pada untung kecil tapi non cash adalah salah satu solusi. Cash is the king

2. Tidak ada Team

Tidak ada orang/bisnis yang sukses tanpa di bantu team, atau karyawan ini realita. Tapi kebanyakan mereka segalanya masih dikerjakan sendiri dengan berbagai alasan, banyak yang menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mestinya bisa didelegasikan. Mereka disibukan oleh rutinitas seakan tidak ada waktu untuk kehidupan lain.

Tugas bisnis owner adalah piknik, jalan2 mencari inspirasi dan ide2 kreatif, ikut seminar atau pelatihan bisnis untuk memperbesar kapasitas bisninya, silahturahmi agar bisa belajar pada orang lain, menggali ide dan potensi

3. Ilmu

Kalo mau mengembangkan bisnis harus pake ilmu, wong untuk cari bekal buat akhirat aja ada ilmunya. Kebanyakan mereka nyaris tidak pernah update ilmu. Bahkan ada yang menjalankan bisnis on line sudah 9 tahun tidak pernah sekalipun ikut seminar atau pelatihan tentang on line.

Begitu juga yang lain hampir semua tidak pernah ngecharge untuk leher keatas, dan semua bilang tidak tau harus kemana dan dari mana agar dapat info-info tentang pelatihan. ilmu dan informasi saat ini begitu mudah didapat, hanya dengan ujung jari semua tersedia di internet dan sosmed

Padahal mereka yang sudah pada sukses pun masih harus ngecharge ilmu paling tidak 2x dalam setahun.

Sering kali ilmu yang didapat tidak ada relevansi dengan core bisnisnya. Ga masalah itung-itung untuk nambah wawasan. Seringkali ilmu yang didapat hanya sepotong-sepotong seperti puzzle tapi kalo potongannya sudah banyak lama-lama akan membentuk sebuah gambar yang jelas dan pada akhirnya dapat menjadi ide atau inspirasi

Dengan ilmu akan jadi ide yang lebih kreatif dan kraetifitas dalam bisnis mutlak diperlukan karena persaingan yang sangat keras. Kalau kita tidak kreatif maka kompetitor akan lebih kreatif dan selangkah lebih maju, ujung-ujungnya kita akan kalah bersaing

4. Network-silahturahmi

Salah satu kesulitan mereka dapat akses informasi adalah karena kurangnya network dan hampir tidak pernah menghadiri acara-acara majelis ilmu seperti seminar karna merasa skeptis. Padahal Network menjadi salah satu ajang promosi yang efektif.

Ada anak muda yang punya produk bagus yaitu brownis pisang tapi produk itu tidak dikenal diantara para peserta. Ownernya terlalu sibuk menghabiskan waktu 5-6 jam per hari membantu produksi. Setelah itu baru ngider menawarkan dagangan nya dan itu sudah dilakukan ber tahun-tahun.

Pemahaman silahturahmi memperbanyak rejeki rupanya belum mereka jalankan sepenuh hati


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)