Facebook

Sunday, 30 April 2017

Catatan Kuwat Subarja : BEBAS RIBA, LOW PROFIL DAN NO SOSMED


Creative Common Image by KS


BEBAS RIBA, LOW PROFIL DAN NO SOSMED
.
Seringnya berinteraksi dengan banyak orang dari berbagi latar belakang, membuat saya mengambil kesimpulan bagaimana perilaku orang-orang yang istimewa. Saya menyebut mereka sebagai orang-orang 'istimewa' karena mereka memiliki materi secara berlimpah dengan aset properti mencapai 60 milyar lebih, dan mereka ternyata memiliki perilaku yang sama. Orang-orang 'istimewa' itu memiliki kebiasaan dan pemikiran yang cenderung sama. Mereka sederhana, baik hati dan tidak sombong. Mereka low profil, bebas hutang, bebas riba, bahkan sebagian besar tidak aktif di sosmed.
.
Sebagian teman saya pasti tahu siapa dan mengenal mereka. Sebagian teman saya ada yang menjadi karyawannya, ada juga yang menjadi tetangga dari orang-orang 'istimewa' tersebut. Orang-orang 'istimewa' itu juga teman saya, dan di bawah ini saya akan menceritakan bagaimana perilaku mereka.
.
Ketika saya di Malaysia, saya pernah 1 kost dengan salah satu dari orang-orang 'istimewa' tersebut. Kebetulan saya hobi naik sepeda dan beberapa kali saya bersepeda dengannya. Kami berdua pernah beberapa kali bersepeda keliling beberapa pulau di Indonesia. Dengan 3-4 stel pakaian dan 1 buah kanebo untuk dijadikan handuk, kami menempuh perjalanan 7-10 hari.
.

Catatan Kuwat Subarja : 4 Sumber Masalah


Creative Common Image by KS

Masalah klasik

Setelah selesai sharing bisnis di "sinau art" Cirebon banyak yg curhat bisnisnya stag bahkan ada yg hidup segan mati tak mau meski sudah berjalan ber tahun2. Tapi mereka menjadi semangat untuk menjadi lebih baik, kita dukung doa semoga berhasil, aamiin

Dari cerita mereka yg kebanyakan pemula dapat disimpulkan sumber masalahnya sbb:

1. Transaksi tidak tunai
2. Tidak ada Team (kurang piknik)
3. Tidak update ilmu
4. Kurang network

1. Transaksi tidak tunai

Bagi pemula akan terasa berat jika transaksinya tidak tunai, yang berarti ngemodalin orang lain. Semakin besar pasar/omset maka semakin besar modal yang dibutuhkan, semakin besar piutang dan semakin besar hutang.

Rata-rata bisnis yang berkembang memiliki ciri transaksi tunai seperti minimarket, lembaga pendidikan, kuliner, toko buku bahkan apotik meski obatnya belum tentu manjur tetap harus tunai

Prinsip lebih baik untung besar tapi cash dari pada untung kecil tapi non cash adalah salah satu solusi. Cash is the king

Monday, 3 April 2017

Pengalaman Garibaldi Boy Thohir Menguasai Adaro


Dalam pemikiran dan cita-cita para pendiri bangsa, sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Mengacu pada hal tersebut, tambang-tambang mineral dan batu bara idealnya dimiliki oleh orang Indonesia, dikelola oleh orang Indonesia, teknologinya juga dikuasai oleh orang Indonesia, dan hasilnya untuk orang-orang Indonesia.

Creative common image by detik

Meski demikian, dalam realitanya, kekayaan mineral dan batu bara Indonesia masih banyak dinikmati oleh perusahaan-perusahaan asing. Kekurangan perusahaan Indonesia dalam hal permodalan, teknologi, manajemen sering disebut-sebut untuk membenarkan dominasi asing di sektor pertambangan.

Tapi beberapa pengusaha nasional telah berhasil membuktikan bahwa anggapan itu tidak benar. Salah satu orang yang sukses mematahkan mitos superioritas asing itu adalah Garibaldi 'Boy' Thohir. 

Bersama 3 orang pengusaha Indonesia lain, 12 tahun lalu Boy mengakuisisi PT Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan tambang penghasil batu bara terbesar kedua di Indonesia yang awalnya dimiliki investor Australia.