Facebook

Tuesday, 28 March 2017

Memangkas biaya Listrik oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by Erizeli JB

Memangkas biaya Listrik...

Sejak dulu Pemerintah membuka peluang bagi dunia usaha untuk menyediakan pembangkit listri dan PLN sebagai penjamin pasar ( Market offtaker melalui PPA).

Sekali anda bangun pembangkit listrik maka anda bisa tidur nyenyak. Karena jumlah power yang di hasilkan pembangkit itu di beli semua oleh PLN.

Monday, 27 March 2017

GAYA BROKER TOLL Indonesia Oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by erizeli JB
GAYA BROKER...

Suatu saat saya diajak Direksi BUMN untuk mendampinginya meeting dengan pengusaha besar yang punya konsesi jalan Toll. 

Sebetulnya keikutan saya dalam meeting hanya kebetulan.

Karena konsultan bisnisnya tidak datang maka jadilah saya konsultan dadakan.

Saturday, 25 March 2017

Bisnis Luhut Binsar Panjaitan oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by Erizeli JB
Louise William

Pak LBP tahun 2001 masih jadi dosen pengajar di Lemhanas selepas jadi menteri era Presiden Gus Dur,tapi hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun beliau bisa membangun imperium bisnis Toba Group dengan value 2,3 milyar dolar (30 triliiun),memiliki banyak konsesi tambang dan perkebunan,puluhan anak perusahaan dan bahkan sebelum pilpres 2104 kemarin sudah memiliki gedung sendiri di Mega Kuningan senilai ratusan juta dollar.

TABAYYUN SETELAH SIDANG KE-15 KASUS PENODAAN AGAMA oleh Ahmad Ishomuddin


Creative common image by Ahmad Ishomuddin


TABAYYUN SETELAH SIDANG KE-15 KASUS PENODAAN AGAMA
Oleh: Ahmad Ishomuddin

Beberapa waktu lalu saya diminta oleh penasehat hukum bapak BTP (Ahok) untuk menjadi saksi ahli atas kasus penodaan agama yang didakwakan kepadanya. Penasehat hukum dalam UU Advokat juga termasuk penegak hukum di negara konstitusi Republik Indonesia, sebagaimana dewan hakim dan para JPU (Jaksa Penuntut Umum). Karena kesadaran hukumlah saya bersedia hadir dan menjadi saksi ahli dalam sidang ke-15.

Saya menyadari betul dan sudah siap mental menghadapi resiko apa pun, termasuk mempertaruhkan jabatan saya yang sejak dulu saya tidak pernah memintanya, yakni baik sebagai Rais Syuriah PBNU (periode 2010-2015 dan 2015-2020) maupun Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (2015-2020), demi turut serta menegakkan keadilan itu. Sebab, sepertinya umat Islam sudah lelah dan kehabisan energi karena terlalu lama mempersengketakan kasus pak BTP (Ahok). Sebagian umat yakin ia pasti bersalah dan sebagian lagi menyatakan belum tentu bersalah menistakan Qs. al-Maidah ayat 51.

Friday, 24 March 2017

Ahmad Ishomuddin Wakil Ketua Fatwa MUI di copot pada hari dia bersaksi di depan Hakim


Creative common image by Erizeli JB

Ahmad Ishomuddin

Dia hidup bersahaja. Tinggal di rumah kontrakan yang sempit. Bahagia bersama keluarga tercinta. Kehidupannya sehari hari sebagai Dosen IAIN Raden Intan Lampung. Hanya dengan profesi sebagai dosen itu tentu tak mungkin dia punya kemampuan financial untuk pergi ke haji.