Thursday, 6 July 2017

BISNIS PANGAN COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Sebelum Era Jokowi.

Business pangan adalah business yang akrab dengan politik. Henry Kissinger pada tahu 1970 pernah berkata "Control oil and you control nations; control food and you control the people".

Dalam system kapitalis pengendalian terhadap minyak dan pangan adalah segala galanya.

Dibidang pangan, Pengusaha domestik dan international saling terkait untuk menciptakan pasar yang oligopolistis. Di pasar internasional terdapat empat pedagang besar yang disebut ABCD, yaitu Acher Daniels Midland (ADM), Bunge, Cargill, dan Louis Dreyfus. 

Mereka menguasai sekitar 90% perdagangan serealia atau biji-bijian dunia. Di pasar domestik. Importir kedelai hanya ada tiga, yakni PT Teluk Intan (menggunakan PT Gerbang Cahaya Utama), PT Sungai Budi, dan PT Cargill.

Sementara itu, empat produsen gula rafinasi terbesar menguasai 65% pangsa pasar gula rafinasi dan 63% pangsa pasar gula putih. Kartel juga terjadi pada industri gula rafinas yang memperoleh izin impor raw sugar (gula mentah) 3 juta ton setahun yang dikuasai delapan produsen .

Untuk distribusi gula di dalam negeri 70% dikuasai oleh PT Angels Products, PT Citra Gemini Mulia, PT Duta Sumber Internasional, PT Sarana Manis Multi Pangan, PT Manis Rafinasi, PT Sari Agrotama Persada, PT Sentra Utama Jaya, dan PT Mega Sumber Industri.

Itulah bukti bahwa Mafia dalam perdangangan komoditas pangan memang ada.

PELUANG SKEMA PEMBIAYAAN LISTRIK INDONESIA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Bisnis Pembangkit Listrik

PLN mendapat tugas dari pemerintah menyediakan listrik untuk seluruh rumah tangga di Indonesia. Namun karena keterbatasan dana maka solusi yang di tempuh adalah melalui PPP ( Public Private Partnership).

Dengan skema PPP ini pemerintah melalui PLN memberikan peluang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik ( power Plants).

Peluang bisnis ini luas sekali karena target yang belum direalisir masih sangat besar.

Bagaimana hubungan bisnis antara PLN dan dunia usaha? 

PLN hanya sebagai pembeli listrik dan dunia usaha sebagai investor yang membangun pembangkit listrik. Resiko investasi ada pada investor. Pembelian listrik sesuai dengan Power Purchase Agreement dengan tarif yang ditentukan pemerintah. Jadi kekuatan business ini adalah konsesi yang di berikan PLN kepada investor dengan jaminan cash flow dari PLN sebagai pembeli.

Bagaimana sumber pembiayaannya?

Bagaimana bila mendapatkan sumber pembiayaan secara konvensional dari bank? Akan sangat sulit karena terbentur dengan collateral yang harus anda sediakan terlebih dahulu. Biasanya collateral 110 % dari nilai proyek. 

Martua Sitorus COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Ketika harga sawit jatuh , ketika pemerintah Jokowi mengeluarkan issue moratorium Kebun Sawit, semua pengusaha mengeluh. Apalagi dengan penerapan pajak ekspor CPO. Tapi Martua Sitorus sebagai pengusaha dia tidak mengeluh. Kebijakan pemerintah dan situasi pasar global disiasatinya dengan bijak dan berani.

Caranya ?

1. Harga CPO akan turun dipermainkan pasar sudah di prediskinya. Maka dia sudah jauh hari membangun industri dowstream CPO. Dari oleo chemical, oleo food ( ethyl ester, Fatty acid, dan glycerine) sebagai bahan baku ,seperti industri pangan (minyak goreng dan margarin), industry sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif (biodisel).

Pabriknya yang berjumlah 250 unit tersebar di 20 negara termasuk China. Ketika semua pengusaha sawit hidup segan mati tak mau karena harga CPO jatuh, justru Martua semakin melenggang sebagai pengusaha sawit tanpa saingan. Karena dia menguasai dari upstream sampai dengan downstream.

Tuesday, 20 June 2017

ANALISA KASUS PEMBIAYAAN LION COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Anda mungkin sering mendengar istilah KONDOTEL. Pihak developer menawarkan kondominium kepada anda sebagai wahana investasi. Apabila anda setuju invest maka pada waktu bersamaan kondominium itu anda serahkan kepada developer untuk dikelola sebagai Kondotel.

Di samping itu anda bisa juga gunakan kondotel itu untuk berlibur dan bisa juga dapatkan income bila tidak sedang di gunakan. Berlalunya waktu anda mendapatkan revenue dari kondotel tersebut, sementara asset tetap atas nama anda sampai kapanpun.

Kalau suatu saat anda butuh uang, anda berhak untuk menjualnya dengan harga pasar. Yang menarik adalah selalu harga beli selalu lebih murah dari harga pasar. Jadi bagaimanapun tetap untung. Jadi anda dapat revenue dari pengelolaan Kondotel dan juga dapat untung ketika di jual.

Developer dapat apa ? 

Mereka dapat bagi hasil atas hak kelola kondotel dan juga dapat fee bila anda menjual kondotel.

Begitu juga dengan kasus pembiayaan pembelian pesawat yang di lakukan oleh LIon Air.

Bagaimana skemanya?

1. Sebagai perusahaan pemilik izin operasi penerbangan, Lion menawarkan kerjsama investasi kepada investor. Investor itu bukan satu tapi beberapa investor. Yang ditawarkan oleh Lion adalah

A. Harga pesawat lebih murah dibandingkan beli dari agent.

Kok bisa ? 

Ya karena Lion beli banyak tentu dengan harga pabrik dan belinya langsung ke prinsipal.

B. Pada waktu bersamaan Lion juga tawarkan jasa kelola pesawat tersebut dengan kondisi yang disepakati bersama. Jadi semacam sales and leaseback.

Bagaimana investor bisa percaya ? 

Analogi Lion Air Bang Bonar COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Babo analogikan saja saya. Ada Bang Bonar, dia dapat izin trayek taksi Jakarta Bandung. Dia engga ada uang untuk beli banyak taksi. Mau beli cara leasing jumlahnya terbatas dia dapat dan lagi bunganya selangit.

Lantas gimana caranya bang Bonar dapatkan kendaraan. Dia akan tawarkan kepada siapa saja yang punya uang untuk invest di perusahaan taksinya. Dia tidak suruh orang beli sahamnya. Tapi orang hanya berhak atas kendaraan yang diinvest.

Contoh kalau orang invest satu kendaraan maka dia berhak atas asset dari kendaraan itu.

Lantas mengapa orang tertariik invest ? 

Karena bang Bonar tawarkan harga diskon atas kendaraan.

Kok bisa diskon? 

Kan bang bonar belinya banyak dan langsung di pabrik. Contoh kalau harga kendaraan di show room Rp. 200 juta, tapi dengan bang Bonar , harga invest hanya Rp. 150 juta.

Monday, 19 June 2017

NEWMONT COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Berdasarkan UU, Pemda tidak boleh berhutang tanpa izin menteri keuangan dan kalaupun diizinkan tidak boleh memberikan jaminan atas hutang tersebut. Nah, siapa yang bisa memberikan pinjaman tersebut kepada PEMDA.

Conventional way untuk mendapatkan dana pembelian saham ini jelas tertutup karena tidak ada bank yang mau memberikan pinjaman tanpa ada Collateral.

Lantas bagaimana Pemda mendapatkan dana itu? 

Seorang pengusaha menawarkan diri sebagai investor. Pengusaha ini memberikan solusi too good to true; Tidak perlu ada jaminan.Tidak perlu ada credit rating record. 

Caranya bagaimana?

Pengusaha ini mengusulkan agar Pemda membentuk BUMD yang berdasarkan Perda bertugas melaksanakan pembiayaan divestasi. Selanjutnya Pengusaha membentuk satu perusahaan yang akan bertindak sebagai shadow banking. Shadow banking inilah yang akan membentuk perusahaan patungan dengan BUMD.

Didalam perusahaan patungan ini pengusaha melalui shadow banking menguasai saham 75% dan BUMD 25%. Apakah pengusaha itu membiayai dari kantongnya sendiri? Tidak! Mana ada business dimana pengusaha menggunakan uangnya sendiri kecuali pedagang kelas gurem. 

Dana itu dia dapat dari menempatkan hak saham 75% yang dimilikinya sebagai trigger terbangunnya financing scheme. Jadi penguasaan mayoritas saham itu hanya karena dia membawa financial resource untuk pembiayaan pengambil alihan itu. itu saja.

SHADOW BANKING COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tahun 2013, saya bertemu dengan teman yang sedang mengurus fundraising untuk perusahaan yang sudah listed di Bursa. Dia cerita bahwa pada saat sekarang sumber dana dari perbankan sudah sangat sulit didapat. Semua perusahaan besar sekarang berusaha mencari sumber dana alternative.

Mengapa ? 

Karena LDR bank sudah sangat tinggi. Kalau LDR ini tinggi karena prestasi bank menyalurkan dana sektor real maka itu bagus sekali. Tapi ini lebih disebabkan oleh semakin banyaknya nasabah institusi seperti Lembaga Dapen, Asuransi, yang mengalihkan dana depositonya ke Obligasi dan bagi nasabah pribadi lebih memilih penempatan dana ke Obligasi ritel seperti ORI.

Alasan mereka bahwa penempatan dana di obligasi dan ORI jauh lebih baik dari segi keamanan walau yield nya relative sama dengan bunga bank.Namun setidaknya obligasi memberikan kepastian yield dalam jangka panjang.

Walau terjadi penambahan volume penyaluran kredit dari sektor perbankan kedunia usaha namun itu tidak semuanya berhubungan dengan investasi baru tapi lebih kepada restruktur hutang dari debitur yang terancam NPL.

MENJAHIT MASALAH JADI PELUANG COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tiga bulan lalu, Hari jumat jam 4 sore saya ketemu dengan relasi bisnis di Grand Hyatt. Dia tawarkan royek bagus di kawasan segitiga emas. Proposalnya adalah kerjasama membangun proyek. Dia setor tanah , sementara investor setor uang untuk pembiayaan proyek. Rencana setelah proyek selesai akan di jual space nya secara strata title.

Karena penentuan harga jual tanahnya ditentukan sangat tinggi, maka agar IRR terpenuhi diatas layak , luas space harus lebih besar. Untuk itu diperlukan ketinggian bangunan yang cukup. Apakah mungkin dapat izin ketinggian tersebut ? tanya saya. Menurut teman itu bahwa tidak ada masalah dengan izin ketinggian yang di rencanakan.

Itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 119 Tahun 2016 yang mengatur pola kompensasi atau kontribusi terkait pengaturan insentif ketinggian bangunan. Itu memungkinkan asalkan kita membayar kontribusi membangun infrastruktur, jalan, rumah susun, membeli bus, fasilitas taman, dan lainnya.

Kita bisa pilih mana yang kita mau sebagai kotribusi. Pemda tidak minta uang tapi proyek jadi yang nilainya ditentukan oleh konsultan independent. Business meeting itu berakhir jam 5 sore setelah dia sepakat bahwa saya hanya bertindak sebagai shadow banking.

UANG DAN LEGITIMASI NEGARA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Tanggapan atas pertanyaan dari Carlo Rousseau

Ada pertanyaan seputar Bitcoin. Saya tidak akan membahas dari sisi tekhnologi karena semakin ruwet dipahami. Namun saya akan jelaskan uang sebagai alat tukar dan instrument transaksi dan channeling perpindahan uang dari satu ketempat lain. Dari penjelasan ini maka kita akan sampai pada kesimpulan sendiri.

Uang.

Uang sekarang yang ada pada anda tidak dijamin oleh emas atau komoditas. Tapi dijamin oleh neraca Negara. Didalam neraca itu ada aktiva dan juga ada pasiva. Bisa surplus bisa juga defisit. Nah dalam neraca negara ini tercemin berbagai rasio keuangan negara untuk mengukur fundamental ekonomi negara.

Dari indikasi inilah maka dapat ditentukan internal currency exchange rate.

Apakah semua orang bisa menghitungnya ? Bisa.

Data laporan keuangan di release secara berkala oleh BI dan hampir semua provider content Financial berkelas dunia melaporkannya. jadi sifatnya trasfarance.

Uang lahir dari regulasi negara atas nama pemerintah yang berkuasa. Ini tidak bisa digantikan dengan apapun. Tidak ada kekuatan informal di luar pemerintah yang bisa menciptakan uang.

Mengapa ? Karena uang bukan hanya alat tukar internal tapi juga eksternal dan itu perlu legitimasi negara.

BITCOIN

Akibat krisis financial 9 tahun lalu, reputasi pemerintah semakin jatuh dalam mengatur transaksi uang. Publik tidak mau jadi korban akibat salah urus management pasar uang. Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa mata uang yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral. Ini uang kami dan biarkan kami yang urus.

Mengapa ?

Dengan dukungan sistem IT, maka memungkinkan transfer dapat dilakukan instant melalui peer to peer dan kemana saja. Artinya anda terhubung kedalam jaringan tanpa satupun orang tahu siapa anda dan tidak ada lembaga pemerintah bisa mengontrol transaksi anda.

Sunday, 18 June 2017

Retail Raksasa COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Dalam jamuan makan malam ,ada hal yang menarik ketika teman yang bekerja sebagai market analysis di salah satu securities company di Beijing bicara kapada saya “ Kalau ada pemeras yang dihormati maka itu adalah business network retail. Anda bisa bayangkan, hanya dengan konsep dan branded mereka bisa mendapatkan modal dari supplier, bank, mengontrol contract kemitraan termasuk soal margin dan lain sebagainya. Semua display di create untuk menciptakan laba. Sampai sampai soal investasi gerai merekapun tidak keluar uang didepan sama sekali, yang bayar dulu adalah pemilik bangunan ( developer Mall ). Philosophy mereka buy law sale high and pay later".   Katanya sambil tersenyum

Tapi saya terkejut dengan ungkapan yang sederhana. Maklum saja yang saya ketahui di china tidak dibenarkan retail raksasa asing boleh beroperasi. Kecuali dikota besar dan di down town.
Memang business ratail raksasa lahir dari konsep “ satisfied and convenient” yang ditawarkan kepada customer.

Ditambah lagi image sengaja dibangun secara berkelanjutan untuk meyakinkan audience tentang perlunya satisfied and convenient” Akibatnya kehadiran gerai retail raksasa seperti Carrefour dan hypermart ,Giant, Makro, Belhaize, Ahold membuat peretail lokal terpuruk.

Bahkan Hero yang termasuk peretair besar kelas local ikut mengalami tekanan dan akhirnya bergabung dengan Giant ( Malaysia). Sementara Matahari , terpaksa harus merger dengan ( Gorup Lipo/asing) atau hancur dimakan kompetisi.

Nah, kalau sekelas Matahari dan Hero saja tak kuat bersaing, lantas bagaimana nasip dari pedagang tradisional. Tentu mereka makanan empuk. Untuk menghantam peretail tradisional, peretail raksasa ini juga telah menguasai saham jaringan minimarket AlfaMart dan IndoMart sehingga praktis mereka masuk disemua lini untuk menguasai uang berputar disekitar belanja kebutuhan umum. Luar biasa.

Mari kita lihat bagaimana cara peretail raksasa ini bermain. Kecanggihan konsep business ini terdiri dari hal sebagai berikut :

Pertama : 

Administration System. Kekuatan mereka terletak dari kemampuan mereka mengatur arus lalulintas barang dari supplier, ke gudang dan kemudian ketangan konsument. Semua data ribuan jenis product teradiministrasi secara sytem online Efficient Consumer Response (ECR) melalui electronic data interchange (EDI).

Dengan system ini mereka mampu memonitor kekinian stock setiap saat dan sekaligus melakukan real time order kepada supplier. Akibatnya mereka dapat mengurangi penumpukan stock digudang. Hebatnya system ini juga meliputi monitoring seluruh stand yang ada.

Sehingga mereka dapat mengetahui persis produk apa yang tingkat penjualannya tinggi dan mana yang rendah. Yang tinggi ditingkatkan ,yang rendah ditukar/dihilangkan.

Lebih luas lagi, sytem ini menjangkau kepada seluruh network retail mereka. Semua dikendalikan oleh Main Server berskala raksasa dan terprogram dengan systematis..

Hasilnya sudah dapat ditebak mereka mampu menigkatkan efisiensi dan menentukan strategy yang tepat untuk meningkat volume penjualan setiap product.

Djoko Susanto Alfamart COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Djoko Susanto adalah termasuk orang terkaya di Indonesia. Dia adalah pemilik dari PT. Sumber Afaria Trijaya, atau populer dengan Alfamart. Sejarah awalnya perusahaan ini dirancang oleh group Sampoerna yang memang berpengalaman dibidang distribusi rokok.

Ketika Group Sampoerna diambil alih oleh Philip Morris dengan total transaksi sebesar USD 5 milliar, Alfamart tidak dilihat sebagai sebuah potensi oleh Philip Morris. Makanya dijual kepada salah satu direksinya yaitu Djoko Susanto.

Ditangan Djoko Susanto inilah Alfamart berkembang pesat hingga kini telah mempunya outlet sebanyak lebih 5.000 diseluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring rencana target penjualan Alfamart meningkat setahunnya 15-20 %.

Lantas bagaimana caranya Djoko Susanto menjadikan Alfamart tumbuh berkembang begitu pesatnya ?

Sebetulnya ini hanyalah seni management ala kapitalis. Alfamart menyediakan system business lewat franchise ,dimana segala resiko dibebankan kepada pihak pengelola outlet.

Untuk lebih jelas saya gambarkan seperti ini. Tidak penting apakah anda punya skill atau pengalaman dalam dunia bisnis, anda akan langsung menjadi pengusaha outlet retail modern tanpa tersaingi oleh usaha sejenis disekitar anda, asalkan anda punya uang.

Thursday, 15 June 2017

Proyek Bandara Kertajati COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)




Bandar udara Kertajati berlokasi di Kabupaten Majalengka, sekitar 100 kilometer di timur Bandung. Bandar udara ini dibangun untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, tetapi juga melayani daerah di sekitar Cirebon.

Proyek ini diperkirakan menghabiskan biaya Rp 25,4 triliun. Sesuai rencana, Bandar Udara Kertajati pada tahap awal direncanakan akan memiliki satu landas pacu (runway) dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun.

Diharapkan bandar udara ini dapat menjadi bandar udara alternatif bagi masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Sesuai dengan rencana induk, bandar udara ini nanti akan dilengkapi dengan dua buah runway berukuran 3.500 x 60 meter dan 3.000 x 60 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 atau Boeing 777.

Dari sisi udara bandara ini akan dilengkapi dengan apron seluas 228.944 meter persegi yang mampu menampung 2 pesawat sekelas Boeing 777, 10 pesawat sekelas Boeing 737-900 ER, dan 12 pesawat sekelas Boeing 737-400, taxiway, runway strip 3.120 x 300 meter, fasilitas alat bantu pendaratan pesawat, serta fasilitas penunjang lain.

Pada sisi darat, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektare dari kebutuhan lahan total sampai dengan tahap ultimate yang perlu dibebaskan seluas 1.800 hektare.

Rencana pembangunan fasilitas sisi darat terbagi menjadi tiga paket, yaitu paket infrastruktur, paket terminal utama penumpang dan paket bangunan penunjang operasional. Ditargetkan pembangunan Bandar Udara Kertajati ini selesai pada akhir 2017. Itu rencana.

Cerdas Berinvestasi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Saya tergelitik membaca kasus tentang ust Yusuf Mansur.

Tapi saya tidak akan menanggapi soal sejauh mana kasus ini. Karena sudah masuk ranah hukum.

Saya hanya ingin mengingatkan kepada Members DDB agar berhati hati terhadap program investasi yang ditawarkan melalui internet ( crowdfunding atau crowdsourcing ). Hal yang patut di kritisi adalah sebagai berikut :

1. Pastikan program tersebut mendapat izin dari OJK. Ingat bisnis yang tanpa izin itu sama saja tidak halal. Karena UU dan aturan adalah sebuah konsesus yang agama manapun harus patuh. Bisnis yang punya standard etik dan norma adalah patuh terhadap hukum.

2.Perhatikan Prospektus-nya yang berkaitan siapa manager investasi-nya? apa track record-nya. Jangan terpengaruh dengan nama besar dari sponsor tapi minta fakta dalam bentuk chat kesuksesannya.

Pada bisnis apa investasi itu akan di lakukan. Bagaimana resiko nya. Ingat tidak ada bisnis tanpa resiko.

KEMANDIRIAN DAERAH COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Di China, tersebutlah dimana sang kepala daerah kehillangan akal untuk mendapatkan dana guna merealisasikan impian membangun pasar rakyat berskala modern berstandar International.

Pasar ini bukan ukuran kecil tapi berukuran raksasa denggan menyerap lahan lebih dari 80,000 meter persegi. BIla bangunan ini selesai akan menampung pedagang kecil berjumlah 40,000 unit.

Lantas mengapa perbankan atau lembaga keuangan tidak bersedia memberikan pinjaman guna merealisasikan impian ini ?

Bukan karena permintaan kios yang kurang minat. Bukan!.

Tapi karena syarat yang ditetapkan Pemda yang membuat perbankan dan investori institusi berkerut kening.

Mengapa ? 

Pemda tak ingin kios itu dijual karena kawatir akan memberikan peluang orang berduit menguasai kios dan menyewakan kepada pedagang kecil dengan harga selangit. Pemda juga tak ingin kios itu disewakan karena kawatir hanya pedagang yang qualified secara financial yang mampu sewa, sementara yang tidak qualified tidak bisa menyewa.

Akuisi tanpa modal COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Dulu tahun 2008 ada perusahaan yang bergerak di bidang industri downstream yang berlokasi di Sumatera Utara menawarkan diri untuk dijual. Padahal Perusahan baru setahun berproduksi. Namun setelah melalui negosiasi panjang, mereka mundur dari negosiasi karena lebih suka deal dengan salah satu konglomerat yang lagi naik daun.

Saya sempat kecewa karana mereka melakukan dispute atas pre purchase agreement. Saya kehilangan uang untuk membayar lawyer, fund Manager dan consultant. Tapi saya tidak mau membawa ke pengadilan. Ini sudah resiko.

Tadi relasi banker saya di Singapore telp saya. Mereka tawarkan take over pabrik dalam kondisi sita jaminan akibat default. Ternyata targetnya adalah industry downstream yang dulu gagal deal dengan saya. Saya tersenyum. Rezeki anak Sholeh engga kemana.

" Mengapa Anda offers ke saya ?

" Kami tahu dulu Anda pernah ikut dalam proses TO tapi digagalkan oleh kompetitor Anda. Sekarang mereka default atas utangnya. Makanya kami tawarkan ke Anda. "

" Ok. Berapa offers nya ?

" Senilai loan dan bunga"

" Jadi berapa totalnya ?

" 200% dari Nominal loan.

" masih ada liabilites lain?

" Engga ada. Sudah Clean lewat restruktur"

" Berapa kapasitas terpakai sekarang?

" 40%?

" Mengapa ?

Wednesday, 14 June 2017

APBN DAN HUTANG INDONESIA COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Pengantar

Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden maka dia harus menghadapi masalah yang disebut dengan jebakan ekonomi.

Mengapa saya katakan jebakan ekonomi? 

Karena APBN kita tersandera oleh dua hal yaitu

Pertama , kewajiban membayar cicilan hutang dan bunga.

Kedua, anggaran belanja pegawai dan belanja rutin yang semakin membesar karena dampak dari adanya pemekaran wilayah dan beban subsidi yang terus membesar. Sementara dari sisi penerimaan, sesuai UU negara tidak lagi secara langsung berperan menguasai resource SDA tapi digantikan dengan mekanisme perpajakan dan bagi hasil.

Karena memang konsep APBN setelah reformasi menempatkan negara hanya sebagai service provider yang berhak atas fee dari kegiatan modal. Akibatnya penerimaan negara sangat tergantung dari kegiatan produksi dunia usaha khususnya yang mengelola SDA.

Kegiatan produksi ini tentu berhubungan dengan ekonomi global. Maklum sebagian besar produksi SDA di export. Apabila ekonomi global suram maka ekonomi kita semakin suram karena terpaksa hutang harus ditambah untuk menutupi sisi penerimaan yang tekor.

Namun bila ekonomi global cerah maka penerimaan pajak meningkat, ekonomi makin tumbuh dan hutang harus terus ditambah untuk memacu pertumbuhan. Karena penerimaan pajak baru didapat akhir tahun dan awal tahun harus hutang dulu agar bisa bayar biaya pembangunan.

Tuesday, 13 June 2017

Seni Akuisisi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)



Teman dari Hong Kong datang ke Jakarta. Dia mengundang saya makan malam di hotel. Sesampai di loby Ritz Carlton Hotel nampak dia sudah menanti saya. Dengan tersenyum cerah dia menyalami saya.

Apa yang menarik dari teman ini? 

Business specialisasinya adalah akuisisi. Selalu perusahaan yang akan dijadikan target akuisisi adalah perusahaan yang punya masalah financial.

Umumnya masalah financial itu terjadi karena disebabkan oleh tiga hal

Pertama kesalahan karena tidak mengenal pasar. Terlalu bangga dengan produknya tapi tidak tahu pasti bagaimana memasarkannya. Akibatnya mati sebelum berkembang.

Kedua, kesalahan tidak bisa memuaskan konsumen. Terlalu yakin dengan produk dan pasar tapi tak bisa memuaskan konsumen akibatnya gugur setelah berkembang.

Ketiga, kesalahan struktur. pasar bagus , produk bagus, service bagus tapi biaya tetap ( Fixed cost) lebih tinggi daripada biaya variable (Variable cost) akibatnya sedikit saja terjadi goncangan pasar maka akan menyedot darah perusahaan dan akhirnya mati karena frustrasi. Hal ini banyak terjadi di perusahaan penerbangan, IT.

Friday, 9 June 2017

Emas COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


 Pernah ketemu dengan teman, dia utusan PM Kazakhstan di Seoul, kami sempat terjadi diskusi yang hangat seputar emas sebagai alat tukar untuk menggantikan uang kertas. Pembahasan berkisar tentang sistem mata uang fiat murni, fractional reserve dan gold standard.

Saya mendengar dengan seksama hipotesisnya, argumen yang dikaitkan dengan syariah Islam. Tidak ada satupun saya berbeda pendapat dengan teman ini. Hanya satu hal yang harus dipahami bahwa setiap ketentuan harus didasarkan kepada situasi dan kondisi yang tepat.

Emas akan menjadi alat pembayaran yang adil bila dipenuhi syarat dimana pemerintah mengontrol semua transaksi. Karena transaksi manusia tidak hanya sebatas internal tapi sudah mendunia maka perlu ada kesepakatan soal ini dengan negara lain agar tujuan hubungan antar manusia terpenuhi.

Dulu ketika emas masih dijadikan alat pembayaran memang keadilan alat tukar terjadi dengan baik. Stabilitas harga terjamin. Tapi itu didukung oleh kontrol negara yang ketat terhadap distribusi emas itu sendiri. Negara juga menjamin stock emas, produksi emas dan explorasi emas. Hampir semua transaksi emas dilakukan oleh otoritas negara dan lembaga keuangan multilateral. Namun karena explorasi emas terus terjadi dan hukum ekonomi bekerja dengan efektif untuk mengejar laba. Orang tak mau lagi emas dikendalikan oleh negara karena untuk mendapatkan emas orang melakukan resiko yang besar. Liberalisasi perdagangan emas tak bisa lagi dibendung. Siapapun boleh menimbun emas dan memiliki emas tanpa harus dibatasi. Negara kehilangan kendali. Akibatnya terjadi perubahan kualitatif dan kurs mata uang menjadi mengambang.

Moneter China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Menurut Bank for International Settlements, utang china tahun 2016 mencapai USD 25 triliun atau setara dengan 254 persen dari GDP. Namun angka real hutang hanya 43,9 dari GDP.

Mengapa ? 

Karena sebagian besar itu bukan hutang konvensional tapi hutang bagi hasil atau revenue bond ( SUKUK). Semua hutang itu tidak di pakai untuk konsumsi seperti subsidi atau BLT, tapi di pakai untuk produksi seperti membangun insfrastruktur ekonomi nasional yang berbasis revenue.

Dimana rakyat membayar setiap penggunaan sarana umum yang di bangun pemerintah. Seperti jalan toll, pelabuhan, kerata api, pasar, dan lain lain. Artinya rakyat membayar hutang itu sendiri melalui fee yang dibayar setiap menggunakan proyek yang di bangun dari hutang itu.

Sementara hutang real yang ada sebesar 43,9 % dari GDP, adalah hutang corporate kepada bank dalam negeri maupun luar negeri. Untuk hutang luar negeri ini tidak di tanggung resikonya oleh pemerintah. Tapi hutang dalam negeri pemerintah bailout.

Apakah pemerintah China sendiri melakukan hutang luar negeri ? Tidak.

Pemerintah hanya berhutang kepada rakyatnya. Jadi benar benar republik rakyat dimana pembiayaan pembangunan dari rakyat secara gotong royong dengan mekanisme yang modern melalui surat utang yang teroganisir dengan baik Jadi kalau mau lihat bagaimana idiologi komunis maka lihatlah bagaimana struktur hutang negara China.

China menarik pajak dari rakyat kaya dan juga menerbitkan SUKUK untuk menutupi anggaran yang defisit. Uang itu di gunakan untuk membangun Insfrastruktur ekonomi wilayah yang miskin agar ekonomi bangkit.

Pembangunan ini hanya sebagai pemicu terjadinya geliat ekonomi. Agar mengundang pemodal datang ke wilayah tersebut. Pemerintah china sadar bahwa tidak semua investasi semuanya di lakukan negara, tentu pihak swasta juga di libatkan. Tapi kemampuan swasta juga terbatas. Umumnya hanya maksimum 10% dari total investasi. Sisanya mereka dapatkan dari bank melalui program percepatan pembangunan.

Bagaimana bank dapatkan uang bila wilayah belum tumbuh ? Gampang!.

Pemerintah menarik dana dari wilayah yang telah maju lebih dulu. Seperti Sanghai, Hong Kong, Shenzhen dan lain lain.

Produk Pertanian COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Hari kamis saya ada meeting di Singapore. Setelah meeting saya bertemu dengan teman yang juga eksekutif perusahaan Tanker. Dia cerita bahwa ada perusahaan di Sulawesi yang pemegang sahamnya orang Singapore dan Australia.

Perusahaan ini bergerak dalam industri pengolahan Coklat. Produknya sebagai raw material utama untuk di blending di industri pengolahan coklat merek terkenal di Eropa dan AS. Performance keuangannya saya baca dan memang luar bisa.

Saya membayangkan, bagaimana bisnis yang begini bagus sampai orang Singapore dan Australia yang mengelolanya. Teman itu menawarkan kepada saya untuk ambil saham singaporean itu. Dengan analisa sederhana dengan PER 7 kali saja, saya yakin dia akan lepas.

Mengapa ? 

Kalau peningkatan produksi digenjot dua kali lipat maka dua tahun sudah kembali modal. Marginnya tinggi sekali.

Disamping itu bagaimana perusahaan itu bisa mendapatkan jaminan suplai bahan baku ? 

Padahal bahan baku dari petani. Dari info memo yang saya baca, mereka menerapkan sistem kemitraan yang solid. Dari proses tanam, panen dan paska panen di bantu oleh perusahaan. Uang berputar ditangan petani hanya 30% dari nilai volume pembelian dan kalaupun itu gagal di kembalikan petani, mereka masih untung karena pembelian diatas 30% masih layak. 

Tuesday, 6 June 2017

Investasi dan Asuransi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Ada yang inbox kepada saya

" Pak saya telah ikut unit link yang diatawarkan agent asuransi. Saya paham mengenai produk tersebut. Tapi bisa engga bapak beri penjelasan kepada saya dari sisi lain."

" Unit link itu produk asuransi yang menggabungkan layanan asuransi dan investasi sekaligus."

" Ya pak ..saya tahu itu. Apa itu aman ?

" Tergantung dari sisi mana kamu ingin dapatkan. Apakah investasi nya atau asuransinya ?

" Investasi."

"Kalau yang namanya investasi itu tidak ada yang bisa menjamin keamanan. Kalau ada manager investasi menjamin keamanan investasi maka itu pasti melanggar UU dan bisa dikatakan tindakan fraud"

" Mengapa ?

" Karena namanya investasi kan berhubungan dengan masa depan. TIdak ada yang bisa jamin masa depan. Bisa untung , bisa juga rugi. Jadi kalau ada yang menjanjikan keuntungan yang pasti maka itu patut dipertanyakan niatnya".

" OK. gimana dengan asuransinya ?

" Kalau asuransi jelas aman. Kamu pasti mendapatkan proteksi sesuai yang di janjikan. "

"Mengapa ?

" Karena dari uang yang kamu tanam pada unit link itu akan diambil terlebih dahulu untuk biaya asuransi ( cost of insurance ), biaya polis, biaya akuisisi : biaya yang berkaitan dengan pelayanan selama kamu masih aktif, komisi agent termasuk bonus bagi agent yang berprestasi, biaya medical check up, biaya pembatalan polisi dan lain lain."

" Terus.."

" Ada lagi biaya yang harus dibayar yaitu biaya investasi, seperti biaya switchin -biaya untuk perpindahan dana kelolaan- biaya pengelolaan, dan biaya top-up atau dana tambahan untuk investasi."

" Semua itu diambil dari dana yang kita keluarkan untuk unit link?

" Ya benar. "

" Jadi cukup besar ya pak biayanya"

" Tentu besar biayanya karena unit link memang mata rantainya panjang. Kamu harus melewati agent, perusahaan asuransi dan kemudian barulah manager investasi. Kalau investasi itu menghasilkan yield yang lebih besar dari biaya asuransi maka kamu dibebaskan membayar biaya biaya itu, bahkan kamu akan dapat yield. Tapi kalau investasi tidak berhasil maka uang yang kamu tanam akan berkurang, bahkan bisa hilang."

" Jadi gimana pak ?

" Kembali kepada motive kamu sebenarnya. Kalau kamu mau berinvestasi maka pilihlah perusahaan investasi yang punya izin sebagai manager investasi dari OJK , yang mudah, murah cost of fund nya.

Mereka menawarkan produk investasi seperti reksadana. Tapi kalau motive kamu untuk asuransi maka belilah produk asuransi yang langsung memberikan pelayanan sesuai kebutuhan kamu dan punya reputasi tinggi."

"Kalau saya ingin dua duanya, asuransi dan juga investasi?

" Kamu bisa tanamkan uangmu di reksadana pada manager investasi ( Perusahaan sekuritas atau Asset Management). Pelajari dengan baik reputasi perusahaan tersebut, resiko, portfolio, biaya jasa pengelolaan dan sebagainya agar meyakinkan kamu akan mendapatkan yield menarik.

Kelak bila kamu dapat yield maka dapat kamu gunakan untuk membayar premi asuransi. Jadi kamu sebagai fund manager atas uang kamu sendiri dan mendapat produk investasi dan asuransi yang terencana dengan baik.

Namun apabila kamu ingin gampang, kamu bisa beli unit link ( asuransi + Investasi.). Tapi harus Ingat bahwa unit link itu dari sisi investasi bukanlah tabungan seperti layaknya tabungan bank yang dijamin resikonya oleh LPS tapi ini benar benar investasi yang bisa untung tapi bisa juga buntung."

" Tapi ada unit link yang ditawarkan melalui MLM?

" Itu hanya metode menjual atau seni marketing untuk menarik sebanyak mungkin konsumen. Semua ada hitungannya.Namun yang pasti untung adalah agent dan perusahaan asuransi.

Kamu berdoa aja semoga juga untung. Tapi setidaknya kamu dapat asuransi, ya kan. "


Kaya dengan cara Smart ? COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Pengantar 

Zaman dahulu kala ketika uang belum dkenal, orang hanya mempunyai akses kepada barang bila dia punya barang. Tapi ketika uang diperkenalkan orang mempunyai akses kepada barang bila dia punya uang. Tapi di zaman sekarang, di era cyber orang bisa membeli barang tanpa perlu punya uang , cukup akses keuangan maka dia lebih kaya daripada orang punya uang. 

Mungkin kedengarannya agak aneh. Tapi tahukah anda uang dalam pengertian ekonomi bukan hanya yang berupa lembaran kertas/koin di dompet. Ia juga ada dalam bentuk lain berupa cek (M1), berupa tabungan/ deposit/money market (M2) dan banking product lainnya (M3).

Dalam perkembangan berikutnya, uang yang di initialkan dalam M itu akibat produk derivatif keuangan tidak hanya sebatas M3 tapi sudah berkreasi sampai M12. Dan akhirnya kita tahu bahwa uang ternyata adalah lembaran komitmen dari sebuah konsesus tentang nilai. Ia bukan lagi sebagai alat tukar tradisional tapi lebih dari itu adalah konspirasi nilai.

***

Baiklah. Seandainya anda bermimpi ingin menjadi pengusaha besar namun anda tidak punya uang.

Bagaimana caranya. Sistem kapitalis punya cara yang sangat mudah. Katakanlah bahwa anda berniat membeli perusahaan raksasa yang sedang senen kemis karena dililit hutang. Namun secara business perusahaan itu masih bagus masa depannya. Hanya salah urus cash flow makanya dia oleng.

Untuk itu anda tidak perlu harus menunggu menjadi seperti Rockefeller atau Bill Gate atau Warren Buffet untuk membeli perusahaan itu.

Bagaimana mendapatkan uang ? 

Anda harus mendatangi Pemilik Dana yang umumnya diwakili oleh Fund Manager. Pemilik dana ini bisa saja dia adalah Lembaga ( dana pensiun, Asuransi , private equity) atau pribadi. Ketika anda bertemu dengan pemilik dana maka yang pertama ditanyanya adalah Jaminan.

Mereka tidak peduli dengan business plan anda. Tidak peduli dengan mimpi anda. Selagi ada memastikan ada jaminan maka mereka akan pertimbangkan. Jaminan itu bukanlah rumah atau tanah tapi berupa financial guarantee. Artinya kapanpun bisa dicairkan tanpa harus ke pengadilan.

Katakanlah ada orang Arab yang mau memberikan dana. Lantas bagaimana anda memindahkan dana Arab itu ke tangan anda ? Jaminan saja tidak ada. Kecuali mimpi.

Caranya ?

Diawali membentuk QSPE ( Qualified Special Propose Entities ) atau perusahaan khusus yang terkualifikasi untuk tujuan tertentu. Perusahaan ini bukan perusahaan seperti pada umumnya. Ia hanya nama yang terdaftar dinegara yang bebas pajak dan bebas aturan.

Seperti Grand Cayman Island, British Virgin Island dll. QSPE menebitkan Bond yang di endorsed oleh Fund Manager berating AAA ( misal Goldman Sach, JP Morgan, Credit Suisse, Morgan Stanley dll).

Selanjutnya QSPE ini akan bertindak sebagi investor kepada anda melalui transaksi SWAP dengan pihak bank. Ingat , Fund Manager itu adalah bagian dari konspirasi dalam proses transaksi ini bersama anda.

Melalui Consultant Financial Engineering, tidak sulit untuk menemukan fund manager yang bisa dilibatkan dalam konspirasi ini.

Kita akan bertanya siapa yang mau beli Bond dari perusahaan antah berantah itu ?

Apalagi diterbitkan pada suatu negara yang tak jelas aturanya.

Disamping itu Bond ini tidak didaftarkan pada Bursa Terbuka. Dia ditempatkan pada pasar tertutup berskala global dan hanya diperuntukan bagi kalangan yang dikatagorikan qualified.

Apakah ada pasar dengan sistem ini ? Ada, Itu diatur dalam 144 A Sec.

Siapa pembeli Bond ini ? 

Ya orang Arab kaya itu. Tapi Bond itu harus di-legitimate sebagai instrument bank. Tanpa itu si Arab kaya tak mau lepaskan uangnnya. Untuk jadi instrument bank maka ia harus mengikuti ketentuan dari Bank International for Settlement dan Financial Accounting Standard Board .

Monday, 5 June 2017

Uang hanya Alat COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Waktu di Swiss, saya selalu menggunakan waktu libur saya ke Rotterdam. Entah mengapa saya suka tinggal di Rotterdam. Ini kota kecil namun udaranya bersih sekali.Karena sebagian besar orang menggunakan sepeda sebagai alat transfortasi. Angkutan umum juga tersedia berupa kereta listrik yang membelah kota. Masyarakatnya sangat ramah dan tidak nampak terburu buru seperti Hong kong dan China.

Di kota ini saya berkenalan dengan pria tua yang menghabiskan usia pensiunnya sebagai banker di Utrecht.

Pria tua itu bernama Daniel. Dia yahudi tulen. Orangnya ramah. Daniel di masa tuanya tinggal sendirian karena anaknya tinggal di Amerika sebagai banker. Ia hidup senang walau hartanya banyak namun dia tidak beli kapal pesiar atau rumah berkamar puluhan. Apartemennya di Utrecht hanya berukuran 45 meter. Jadi hidupnya sangat efisien.

" Saya mampu beli rumah mewah atau mobil mewah tapi itu memakan ongkos mahal.

Hasilnya apa ? hanya di pandang dan di banggakan. Useless. 

Lebih baik beli apartemen yang kecil dengan ongkos murah. 

Kalau ingin sekali kali merasakan tinggal di Istana kamu bisa di tinggal di hotel berkelas diamond lengkap dengan layanan limo. 

Kalau ingin melihat dunia lain, kami bisa liburan dengan pesawat layanan first class tanpa perlu beli private jet. "

Lantas untuk apa uang banyak ? Jangan di tabung di bank. Itu cara idiot.

Di Balik Kasus Century COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Anda tahu ,kata teman saya, mengenai kasus Century? 

Ini juga cara smart mencuri dari dalam. Yang dicuri bukanlah bank Century tapi LPS (lembaga Penjamin Simpanan). Bank Century hanyalah underlying untuk melegitimasi penarikan dana dari LPS. Kehebatan pemain dibalik kasus ini adalah bagaimana mereka mampu menggiring orang terhebat seperti Boediono, Sri Mulyani (SMI) dan SBY untuk begitu saja mengakui bahwa Bank Century harus di bailout karena alasan kawatir berdampak sistemik.

Bagi SMI , Boediono dan SBY, masalah Century bukanlah masalah besar. Mereka hanya focus terhadap masalah besar yang dihembuskan akibat dari kalah clearingnya Bank century akan berdampak sistemik.

Maklum ketika itu CDS kita sudah di luar batas rasional pasar dalam kondisi rupiah terancam terjun bebas.
Apalagi ketika itu anggaran yang diajukan untuk membail out hanyalah sebesar Rp.632 miliar. Jumlah ini tidak ada artinya untuk kepentingan nasional.

Para pemain dibalik kasus ini hanya membutuhkan legitimasi bailout. Soal berapa jumlahnya, ini bukan wilayah pemerintah untuk menentukan. Ini wilayah LPS. Ini hubungan business antara LPS dan Perbankan dalam sistem yang diatur dalam UU.

Dan berapapun dana yang dikeluarkan oleh LPS itu maka itu bukanlah kerugian negara. Ini dana milik publik yang dipungut lewat premi resiko tabungan /deposito. Jadi, tidak ada ruang sebagai kasus tindak korupsi ,walau senyatanya dana yang dikeluarkan oleh LPS sebesar Rp.6,76 triliun.

Proses dana bailout Rp. 6,7 triliun untuk century terlaksana sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada kerugian negara.

Masalahnya mengapa sampai dibawa keranah hukum? 

Ya, bagaimanapun skema ini harus ada yang dkorbankan. Pejabat BI memang bersalah karena membuat aturan diluar ketentuan Dewan Gubernur namun sebetulnya mereka tidak berniat buruk ketika itu. Mereka lakukan itu karena dedikasi pada pekerjaan dan tanggung jawabnya menjaga aspek teknis stabilitas moneter.

Yang seharusnya dicari tahu adalah siapa dibalik ini semua yang mengatur sehingga pejabat BI terjebak sampai menggiring para boss nya mengeluakan kebijakan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada bank Century yang akhirnya menjadi trigger keluarnya kebjakan bailout sebesar Rp.6,7 triliun.

Sunday, 4 June 2017

Kerjasama Turki dan China COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Menurut mitra saya di Ankara sekarang keadaan ekonomi Turkey melesu. Fundamental ekonomi retak. Ini ditandai oleh meningkatnya risiko perbankan, rasio loan to deposit tinggi dan meningkatnya Non performing loan, CAR yang semakin tergerus. Akibatnya banyak Bank di Turki menghentikan ekspansi kredit. Dunia usaha stuck.

Meminta bantuan kepada Amerika dan Eropa adalah tidak mungkin. Karena kedua Negara ini sedang dilanda krisis financial. Investor asing private enggan masuk karena resiko konflik di Suriah dan irak mengancam territory Turkey. Berkali kali Rudal mengenai wilayah Turkey. Turkey memang menghadapi masalah serius.

Agar proses pembangunan bergerak maka Turkey harus menarik hati China untuk masuk ke Turkey. Upaya ini sudah di lakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun tidak mudah terutama dengan maraknya demonstrasi anti-Cina di Turki.

Di tambah lagi keputusan Ankara untuk membatalkan kesepakatan sistem pertahanan rudal yang awalnya diberikan kepada sebuah perusahaan Cina. Yang di susul keputusan Beijing untuk memperketat persyaratan visa bagi pemegang paspor Turki. Walau begitu China tahun lalu sempat memberikan pinjaman sebesar Eruo 1,8 miliar atau Rp. 25 triliun dalam bentuk kredit ekspor.

Kisah William Simon COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)

Dia tidak menyesal

Juli 1974. Dini hari hujan gerimis mengiringi langkah William Simon menuju bandara Angkatan Udara Andrews. Ia baru dilantik sebagai Menteri Keuangan AS. Kepergiannya ke Arab Saudi didampingi oleh Wakilnya Gerry Parsky. Didalan pesawat suasana nampak tegang.

Betapa tidak. Dia harus sukses dalam misi rahasianya ke Arab. Ini perintah langsung dari Presiden Nixon. Hanya segelintir elite AS yang tahu tugas William Simon. Saat itu krisis minyak telah memukul AS akibat embargo oleh OPEC. Ini sebagai sikap negara Anggota OPEC yang protes atas bantuan AS kepada Israel terhadap perang Arab Israel.

Dampaknya memang menyulitkan ekonomi AS. Inflasi melonjak, pasar saham jatuh, dan amerika masuk dalam spiral krisis. Kegagalan misi ini akan sangat berdampak buruk terhadap perekonomian AS. Dan sekaligus memberikan peluang bagi Uni Soviet menanamkan pengaruhnya lebih besar di Timur Tengah.

Sebelum diangkat sebagai Menteri Keuangan , Willim Simon berkarir di Salomon Brothers. Ia menyebut dirinya sebagai Genghis Khan karena kehebatannya mempermainkan pasar dan menguasai pasar. Pria yang gemar merokok ini adalah kebanggaan Salomon Brothers.

Jadi dia bukan seorang diplomat. Dia terbiasa membujuk, menekan dan melumat lawannya. Itulah yang biasa dia lakukan di wallstreet. Mungkin itulah dasar mengapa Nixon menunjuknya sebagai menteri keuangan dan melaksanakan misi khusus yang sangat strategis, yaitu bagaimana menggiring Kerajaan Arab Saudi mau mengikuti proposal AS untuk hubungan jangkan panjang. Sebelum menginjakan kaki di Arab untuk kunjungan empat hari, dia sadar bahwa permusuhan negara Arab kepada AS sulit di lupakan akibat kekalahan dalam perang dengan Israel.

Namun ketika baru saja menginjakan kaki di Arab, dia sudah mengeluarkan jurus yang jitu yaitu mengecam Shah iran dengan menyebut Raja Kacangan. Padahal ketika itu Shah Iran adalah sahabat Amerika Serikat. Secara emosional sikap William ini menimbulkan simpati Raja Arab.

Karena mereka tahu AS akan lebih memilih bekerja sama dengan Arab daripada Iran yang shiah. Sehingga ancaman Iran terhadap existensi Arab tidak perlu di kawatirkan lagi. Kemudian dengan lancar Simon menawarkan proposal too good to be true kepada Arab Saudi.

Intinya adalah AS akan jadi sekutu tetap Arab untuk menjaga segala ancaman dari luar, dan agar hubungan jangka panjang dapat permanen maka perlu adanya kerjasama ekonomi. AS akan menjadi tempat berlabuh uang hasil penjualan minyak dan pada waktu bersamaan AS akan memberikan jaminan Tbill. Tbill masuk dalam katagori no risk yang bersifat likuid.

Yang jadi masalah proposal ini tidak bisa langsung di buka didepan umum. Karena kawatir akan menjatuhkan harga obligasi di pasar dan melemahkan mata uang AS. Ini tentuk akan merugikan Arab Saudi yang berharap harga minyak terus tinggi terhadap nilai mata uangnya.

Makanya kesepakatan ini di masukan dalam ruang hukum yang rahasia. Tidak ada yang tahu kecuali anggota terbatas. Pertanyaannya adalah bagaimana menempatkan obligasi dalam pasar terbatas serta terjamin kerahasiaannya. Amerika Serikat di bawah the fed System punya pasar uang rahasia yang di atur dalam 144a SEC Act.

Yang memungkinkan perdagangan surat berharga dapat di lakukan secara rahasia tanpa dibuka kepada umum. Karenanya Arab menggunakan perusahaan offshore untuk masuk dalam keanggotaan pasar 144A SEC Act dan bertindak sebagai pembeli surat utang AS.

Dalam waktu bersamaan Pejebat Menteri keuangan memberikan keistimewaan kepada pembeli yang merupakan perusahaan cangkang milik Arab. Sehingga selalu mendapatkan jatah pertama sebelum obligasi di lepas ke publik.

Belakangan modus yang dipakai AS mendapatkan financial resource ini di pakai juga oleh Jepang dan Eropa untuk membiayai anggaran Nasionalnya. Sebagian besar obligasi eropa dan Jepang di beli oleh Arab secara rahasia melalui pasar 144a SEC Act melalui perusahaan cangkang di Swiss.

Dana ini juga mengalir deras ke china di awal awal reformasi ekonomi Deng melalui perusahaan investasi di German yang merupakan sahabat China. Selama empat dekade proses ini berjalan. Membuat AS dan negara maju lainnya mendapatkan segala galanya berkat petrodollar Arab yang melimpah. Semua negara maju melindungi Kerajaan Arab dari segala ancaman.

Mereka juga menjejali Arab Saudi dengan miliaran dollar senjata dan mesin perang dengan tekhnologi mutakhir. Karenanya jangan kaget bila timur tengah selalu di buat gonjang ganjing. Tujuannya jelas agar bisa menciptakan rasa takut bangsa Arab dengan menjadikan Israel dan Iran sebagai musuh permanen. Dengan itu mereka terus belanja dan belanja, lupa bagaimana melakukan transformasi ekonomi dari minyak ke Industri.

Namun harga minyak jatuh akibat kebijakan nasional AS dan Eropa juga jepang yang berkomitmen mengurangi ketergantungan minyak fosil. Akibatnya keuangan Kerajaan Saudi mengalami tekanan luar biasa. APBN mengalami defist akibat tanggung jawab sosial kerajaan memberikan jaminan kesehatan , pendidikan, kepada penduduknya dan subsidi bensin yang boleh dikatakan gratis.

Untuk menutupi defisit APBN tersebut, Kerajaan Saudi terpaksa menarik hutang dari publik. Sejak tahun 2010 sampai dengan kini jumlah hutang terus meningkat karena APBN selalu defisit. Lantas bagaimana dengan obligasi atau surat berharga yang ada di tangan kerajaan Arab ?

Inilah yang menjadi tanda tanya besar. Pernah terdengar kabar , Kerajaan Arab mengancam akan mencairkan Tbill yang dipegangnya sebesar hampir USD 1 trilon namun ancaman itu tidak dianggap serius oleh Pemeritah AS. Bahkan ancaman itu tidak menghalangi Obama untuk mencabut embargo terhadap Iran karena kebijakan nuklirnya.

William Simon telah meninggal tahun 2000 pada usia 72 tahun. Sementara Gerry Parsky sampai sekarang masih berkarir di wallstreet. Mengatakan bahwa seharusnya rahasia itu di buka tahun lalu tapi entah mengapa Menteri Keuangan tidak mau membukanya. Namun dia tidak menyesal telah ikut dalam sejarah yang paling menentukan menyelamatkan ekonomi AS dengan cara mudah dan juga membuat AS makmur dalam beberapa dekade

Kemana asset milik Saudi trilion dollar AS itu ? Rahasia! 

Sebuah konspirasi dari balik kegegelapan yang merampok kemakmuran yang di berikan Tuhan kepada bangsa Arab penjaga makam Ibrahim, dan kini semua harus dibayar oleh Raja Arab dengan tekanan APBN yang defisit dan harus berhutang untuk hidup, dan terakhir terpaksa melepas permata indah di tangan, Saudi Aramco untuk harapan dapat selamat dari krisis anggaran.

Apakah pelepasan saham Saudi Aramco akan bernasip sama dengan proposal Willam Simon di tahun 1974, yang bila Arab melakukan kesalahan yang sama di tahun 1974 maka tidak ada lagi yang tersisa untuk hidup

Saturday, 3 June 2017

Ketidak-adilan Ekonomi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Dulu era Soeharto, soemitro djojohadikusumo ( Ayahanda Prabowo S) pernah mengeluarkan pernyataan bahwa 30% APBN menguap alias hilang tanpa ada pertanggungan jawab hukum. Kemudian ketika Pilpres 2014 Prabowo Subianto menyampaikan presentasi bahwa "Setiap tahun kita kehilangan Rp 1.000 triliun uang rakyat yang dirampok para koruptor,". 

Jadi benarlah bahwa telah terjadi perampokan sistematis melalui cara cara yang canggih dan dilakukan oleh orang orang yang punya niat merampok. Tapi orang orang ini tidak pernah tersentuh hukum. Mereka kelas VVEP ( Very Very Exclusive Person) yang untouchable. Yang ditangkap hanya koruptor kelas kambing. Itulah warisan generasi dari era Soeharto sampai dengan era SBY.

Lantas dari mana saja dana sebanyak itu terkumpul?

Yang paling banyak berasal dari transfer pricing dan komisi haram. Transfer pricing pada dasarnya merupakan transaksi atas barang dan jasa atau aset tertentu -biasanya dilakukan- dalam satu kelompok usaha yang dilakukan pada harga yang tidak wajar melalui proses menaikkan harga (mark up) maupun menurunkan harga (mark down).

Tujuan transfer pricing ini umumnya bersifat negatif karena berkaitan dengan false treatment pada perpajakan dan bisa juga digunakan untuk merugikan pemegang saham publik bila perusahaan sudah listed dibursa. Hal ini banyak terjadi di perusahaan yang mengolah Sumber Daya Alam seperti Migas dengan mengelabui cost recovery agar mengecilkan bagian pemerintah , Tembaga, Emas , batubara , CPO, termasuk Industry dan manufaktur berkelas MNC. Proses ini tidak akan terjadi begitu saja tanpa keterlibatan penguasa.

Disamping itu dengan berbagai skema terjadilan proses yang melahirkan komisi haram secara canggih untuk kegiatan project APBN, monopoli import, illegal logging, illegal mining, peredaran narkoba, prostitusi. Dari level terendah seperti Gayus Tambunan dan Nazaruddin sampai kepada level tertinggi dan menyebar kekiri dan kekanan lini kekuasaan.

Mega Skandal Proyek E-KTP COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Proyek eKTP ada berdasarkan UU dan Kepres era SBY berkuasa. Jadi ini proyek nasional dan merupakan amanah UU. Itu sebabnya Mendagri berusaha untuk merealisasikan proyek ini. Hanya masalahnya untuk mendapatkan persetujuan DPR tidak mudah. Apalagi proyek melibatkan dana trilliunan. Awalnya dalam rapat dengan komisi II DPR, diusulkan dana itu tidak berasal dari APBN rupiah murni tapi dari PHLN (Pinjaman dan Hibah Luar Negeri). 

Namun Mendagri merasa tidak yakin akan mendapatkan sumber dana tersebut. Pengalaman untuk mendaptakan dana PHLN tidak ada. Sekitar awal bulan Februari 2010, setelah mengikuti rapat pembahasan anggaran Kementerian Dalam Negeri, Irman ( Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil ) dimintai sejumlah uang oleh Burhanudin Napitupulu yang merupakan ketua Komisi II DPR RI agar usulan Kemendagri dapat segera disetujui oleh DPR dengan anggaran dari APBN murni.

Namun Irman tidak punya uang. Dia menghubungi rekanan Mendagri, yang bernama Andi Narogong. Andi menyanggupi tapi dengan syarat dia harus ketemu langsung dengan Ketua faraksi DPR untuk memastikan proyek EKTP itu aman di bawah kendalinya. Sebelum anggaran e-KTP dibahas, Andi menemui Nazar agar bisa dimediasi bertemu dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto. Nazaruddin tidak terlibat soal tekhnis. Tugasnya hanya sebatas mempertemukan Andi dengan Ketua Fraksi.

Kemudian Andi mempertemukan pejabat mendagri dengan Setya Novanto secara informal di Hotel Mulia jam 6 pagi. Ketika itu yang hadir Andi Novianto, Sugiharto (Terdakwa II yang pada proyek e-KTP berlaku sebagai Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kpeendudukan) serta Irman. Setya Novanto minta semua pihak sama sama menjaga proyek eKTP tersebut. Ketika itu udah sudah mulai ditebar oleh Andi. Pengawal proyek ini ada pada Partai Demokrat dan GOLKAR. Pembahasan anggaran itu pun mencapai konklusi dengan menggunakan uang negara sebesar Rp 5,9 triliun.

Pada tanggal 8 April 2011, panitia pengadaan menerima delapan dokumen penawaran dari Konsorsium Berca Link JST, Konsorsium Lintas Peruri Solusi, Konsorsium PNRI, Konsorsium Mukarabi Sejahtera, Konsorsium Mega Global Jaya Grafica Cipta, Konsorsium PT Telkom, Konsorsium PT Astra Graphia dan Konsorsium Transtel Universal. Sampai dengan batas akhir waktu evaluasi pemasukan penawaran, Konsorsium PNRI dan Astra Graphia tidak dapat melampirkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001.

Berkah tersembunyi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Seorang teman cerita kesaya , ketika SMI datang menghadap Jokowi melaporkan bahwa APBN tidak kredibel lagi karena penerimaan tidak cukup membayar ongkos. Sehingga tidak tersisa untuk bayar bunga dan cicilan utang. Saya membayangkan bagaimana sikap Jokowi ketika baca laporan tersebut.

Saya bisa menduga bahwa dengan latar belakangnya sebagai pengusaha , Jokowi tidak akan panik mendengar laporan tersebut. Jawabnya sederhana sekali. Kalau penerimaan tidak cukup maka kurangi ongkos. Apapun itu harus di lakukan. Tentu ada resiko politik akibat pengurangan anggaran rutin itu. Tapi seorang pengusaha, tidak pernah takut ambil resiko untuk akal sehat.

Prinsip pengusaha sederhana bahwa fungsi sosial akan terlaksana apabila ekonomi sehat. Kalau ekonomi sakit, maka fungsi sosial hanyalah retorika.

Ditengah krisis global yang semua negara mendapat tekanan penerimaan yang lebih kecil daripada ongkos, Jokowi berhasil melakukan reformasi anggaran yang lebih kredibel. Artinya APBN yang lebih terarah kepada fungsi ekonomi untuk dalam jangka panjang mencapai kemandirian membiayai fungsi sosial.

Andaikan tidak ada ada krisis global tentu tidak mudah bagi Jokowi melakukan reformasi anggaran. Namun dengan situasi krisis global ini, pihak DPR tidak punya pilihan kecuali harus mendukung program kerjanya. Walau ada sebagian yang ngotot tapi tidak berpengaruh apapun terhadap kebijakannya untuk mengembalikan APBN dalam stuktur biaya yang sehat.

Selanjutnya APBN kita akan sehat secara sistem sehingga jadi acuan mengeskalasi pertumbuhan dan melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Friday, 2 June 2017

Pembangunan insfrastruktur COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Suatu waktu saya bersama teman berkunjung ke Hobei di provinsi Wuhan, China dan saat itulah teman yang juga professor disalah satu universitas di Eropa sempat berkata kepada saya bahwa kemajuan China dibidang Ekonomi bukanlah sesuatu yang hebat.

Saya bingung. Karena seharusnya teman ini terpesona dengan infrastruktur dan kapasitas industry yang dilihatnya selama kunjungan ke Hobei. Menurutnya apa yang dicapai oleh China kini bisa juga dicapai oleh Negara manapun.

Jadi bukan sesuatu yang sulit dipelajari. Apa itu?

China mampu memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa secara efisien. Kelancaran ini didukung oleh infrastruktur logistic ( darat ,laut dan udara ) yang luas dan merata diseluruh china. Sehingga setiap wilayah mampu mengembangkan potensinya dan mendapatkan manfaat dari itu lewat kemampuannya mensuplay kebutuhan pasar dalam negeri maupun international.

Anda bisa bayangkan pedagang bunga di Pasar Pagi dan Sawah Besar Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) bunga dari Yunnan ( China) daripada beli bunga dari Lembang ( Bandung).

Pedagang buah buahan Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) Jeruk dari exporter Shanghai dibandingkan membeli Jeruk dari pedagang besar di Kalimantan. Itulah kehebatan dukungan system logistic yang dimiliki oleh china.

Sang professor berkata kepada saya bahwa negara-negara yang berhasil dalam pencapaian tujuan pembangunan adalah negara-negara yang memiliki sistem logistic yang efisien. Untuk itu harus didukung akan sarana transforitasi dan sistem administrasi layanan yang cepat. China memiliki jalan tol terpanjang di dunia, memiliki panjang jalur kereta sekitar 100.000 kilometer yang menghubungkan seluruh provinsi yang ada di China, dan akan ditingkatkan menjadi 170.000 pada 2030.

Negeri Panda itu kini juga telah memiliki jalur kereta cepat ( express trains) sepanjang 8.358 kilometer yang merupakan terpanjang di dunia, serta akan dibangun pula jalur yang menghubungkan hingga Tibet, Rusia serta beberapa negara ASEAN.

Dan China mampu mengelola system transportasi nasional yang meliputi darat, laut dan udara dengan efisien dan efektif untuk mendukung lalu lintas logistic.

Thursday, 1 June 2017

Masa depan ekonomi Indonesia COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Masa depan ekonomi Indonesia.

Sejak tahun 2009 Negara emerging market mencatat pertumbuhan tinggi dibandingkan Negara lain.

Mengapa? 

Karena kebijakan suku bunga tinggi di negera emerging market mengakibatkan arus dana dari Amerika yang bunga rendah mengalir deras. Likuiditas pasar uang Negara emerging market melimpah.

Hal ini mengakibatkan mata uang negara emerging market stabil. Namun kemelimpahan likuiditas itu mulai terancam ketika the FED berniat akan mengurangi pembelian obligasi ( QE) atau dikenal dengan istilah tapering off. Karena itu tahun 2013 bulan agustus Morgan Stanley merilis hasil risetnya bahwa negara emerging market sangat renta (fragile ) dengan kebijakan moneter Amerika.

The fed belum memutuskan namun hanya wacana tapering saja sudah melemahkan beberapa mata uang di lima ( Five ) negara emerging market yaitu Brazil, India, Turki , Indonesia, Afrika Selatan. Morgan Stanley dua hari lalu merilis laporan bahwa Indonesia dan India keluar dari kategori fragile five atau lima ( five ) negara yang mata uangnya rawan terkena dampak kebijakan moneter The Fed.

Ekonom Morgan Stanley menilai Indonesia dan India sudah berhasil mereformasi ekonomi dengan meninggalkan model ekonomi lama yang boros dan anti produksi. Indonesia telah mengambil langkah positif di mana Presiden Jokowi dalam lima bulan pertamanya menjabat telah berhasil mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kesektor produksi dan menekan defisit anggaran ke 1,9 persen dari PDB.

Ketika ada gejolak pada rupiah maka pemerintah melakukan reformasi struktural dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan.

Kebijakan mengurangi CAD ini akan terus berlanjut dan terfocus. Dalam waktu dekat akan dikeluarkan pemerintah paket kebijakan baik untuk neraca dagang ataupun jasa. CAD jelas menjadi konsern pemerintah karena salah satu penyebab rupiah tertekan adalah defisit pada neraca transaksi berjalan yang terus terjadi sejak triwulan terakhir 2011.

Pada 2014, CAD Indonesia sebesar 2,95 persen dari PDB. Untuk tahun ini karena impor belanja infrastruktur akan melonjak maka defisit masih akan berada pada level sekitar 3 persen dari PDB. Namun Ekonomi akan tumbuh karena orientasi kesektor rill. 

Benarkah ?

Masa depan ada di ASEAN dan itu ada pada Indonesia.

Bagaimana dengan Negara lain ? 

Negara lain seperti Jepang , Korea, Taiwan tak bisa lagi diharapkan sebagai lahan investasi. Karena kemampuan produksi mereka selama ini tidak punya value apapun setelah China tampil di pasar dunia dengan harga murah.

Dalam 20 tahun belakangan ini terbukti Negara tersebut justru menjadi beban bagi Negara konsumen seperti Eropa dan AS. Harga produk industry mereka telah bubble hingga pada batas irasional. Telah mengakibatkan inefisiensi nasional bagi AS dan tentu beban ekonomi dalam jangka panjang kalau dukungan kemitraan tetap dipertahankan.

Namun memberikan dukungan pasar berkelanjutan kepada China juga tidak bijak. Karena system ekonomi yang berbeda telah mengakibatkan Negara importir dirugikan dari segi mata uang. China sebagai peluang mengembangkan dana, juga hal yang rumit. Karena regulasi cross border transfer fund yang ditetapkan pemerintah China telah membuat cost of fund semakin mahal. Maklum saja, bahwa investor tidak bisa bebas memindahkan dananya keluar negeri.

Vietnam juga bukan hal yang bagus untuk investasi jangka panjang. Karena lemahnya menajement moneter serta system politik yang tidak demokratis adalah salah satu hal yang membuat investor berpikir lebih jauh untuk masuk secara penuh.

Thailand, memang tempat yang bagus karena produktifitas mereka yang tinggi namun itupun dalam komoditas yang terbatas. Pasar dalam negeri Thailand pun sangat jenuh untuk dikembangkan karena proteksi pemerintah berlebihan melindungi industry dalam negeri. Disamping kekuatan devisa mereka yang renta karena didukung oleh export barang dan jasa yang tak bisa dikembangkan lebih jauh.

Malaysia dan Singapore , tak bisa diharapkan terlalu jauh untuk investasi jangka panjang.

Karena mereka sudah over capacity. Disamping itu lingkungan strategis mereka sudah tidak exciting lagi karena Indonesia tidak lagi menjadikan Negara mereka sebagai channeling barang ataupun jasa.

Indonesia adalah Negara di ASEAN yang mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi paling stabil ! 

Karena stabilitas sangat penting untuk menghitung probability jangka panjang terhadap investasi. Dan yang lebih penting lagi pertumbuhan itu bukan melulu dipicu oleh hutang. Tapi lebih dipicu oleh keunggulan strategis yang didukung oleh keberlimpahan sumber daya alam Indonesia.

Sektor moneter Indonesia dinilai sangat likuid dibandingkan Negara lainnya. Pasar obligasi sangat kuat.

Pasar SBI juga likuid dan menjadi incaran investor jangka pendek. Potensi ekonomi Indonesia yang ada sangat besar namun kapasitas produksi masih rendah. Untuk PMA masih dibawah 50%. Artinya terbuka luas untuk peningkatan produksi lebih besar. Peluang itu ada disemua sektor. Upah yang sangat murah dibandingkan China dan jumlah orang muda paling banyak di bandingkan negara ASEAN. Lingkungan strategis yang berhadapan dengan Pacifik merupakan pontesi yang tak habis habisnya.

Indonesia harus belajar dari China yang cepat tumbuh akhirnya terjebak dengan pasar International yang stuck. Sementara pasar dalam negeri masih butuh waktu untuk mengambil peran. Indonesia harus belajar dari AS yang cepat tumbuh menjadi hegemoni ekonomi dunia akhirnya terjerembab akibat bubble moneter. 

Indonesia harus belajar dari Eropa yang tidak becus mengendalikan kebutuhan pertumbuhan dengan daya dukung ekonomi nasional hingga terjebak dalam hutang yang tak terbayar. Indonesia harus belajar dari Mesir , Tunisia, Libia, Syiria yang tumbuh namun gagal swasembada pangan sehingga terjadi gejolak politik.

Indonesia harus belajar dari Asia Tengah yang hanya jadi resource asing yang miskin kontribusinya terhadap pertumbuhan domestic. Indonesia harus belajar dari Jepang, Korea dan Taiwan yang tumbuh namun tak bisa menjaga keseimbangan ekonomi dalam negeri akhirnya stuck menuju spiral crisis. Indonesia harus belajar dari kegagalan negara lain agar unggul dalam putaran waktu...

Jokowi belajar dari kegagalan negara lain dan membaca peluang ini dan dia bergerak cepat membangun infrastruktur agar peluang itu dapat diraih. Agar peluang itu tidak hanya sebagai potensi terpendam saja.

Bagaimanapun peluang ini tidak hanya membuat segelintir orang makmur tapi bagi semua, khususnya petani dan nelayan. Saya yakin kebijakan Pemerintah Jokowi kembali kedesa dan kelaut adalah strategi yang tepat sebagai landasan kokoh menuju negara industry maju yang mandiri, berdaulat dan terhormat.




Saturday, 27 May 2017

Undercover Story Bisnis Pangan Indonesia COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


BABO MENJAWAB. @ Business pangan adalah business yang akrab dengan politik.

Henry Kissinger pada tahu 1970 pernah berkata “Control oil and you control nations; control food and you control the people". Dalam system kapitalis pengendalian terhadap minyak dan pangan adalah segala galanya.

Berbeda dengan Minyak dimana Pemerintah sebagai undertaker pasar yang sehingga mudah mengendalikannya , termasuk membubarkan petral. Tapi pangan tidak mudah.

Mengapa ? 

Disamping memang tidak ada APBN yang di rampok, juga salah menetapkan aturan akan berhadapan dengan WTO. Juga business pangan itu bukan hanya kartel dalam negeri tapi juga International.

Dibidang pangan, Pengusaha domestik dan international saling terkait untuk menciptakan pasar yang oligopolistis. 




Di pasar internasional terdapat empat pedagang besar yang disebut ABCD, yaitu Acher Daniels Midland (ADM), Bunge, Cargill, dan Louis Dreyfus. Mereka menguasai sekitar 90% perdagangan serealia atau biji-bijian dunia.

Undercover Story Hutang Era Jokowi COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Utang era Jokowi..

Benarkah utang era Jokowi mengalahkan utang presiden sebelumnya. Demikian kata teman saya. Saya maklum teman ini karena pemahamannya terbatas dan informasi yang didapatnya adalah informasi instant dari sosmed.

Sebelum saya jawab pertanyaannya maka saya luruskan dulu soal siapa yang berutang. Yang berutang adalah Negara Indonesia. Bukan pemerintah. Karena sejak reformasi maka tidak ada lagi utang pemerintah yang seenaknya di putuskan oleh seorang presiden seperti era Soeharto.

Tapi utang Negara dimana hak DPR memutuskan besaran utang yang boleh pemerintah ambil. Untuk itu pun DPR melaksanakan hak nya berdasarkan UU mengenai pagu utang yang bisa di tambah. Jadi jelas kan.

Kembali kepada pertanyaan ,apakah benar Jokowi menarik utang lebih besar dari rezim sebelumnya.

Baiklah kita lihat data. Utang di era pemerintahan Presiden Jokowi hingga akhir 2015 mencapai Rp 3.089 triliun setara 223,2 miliar dollar AS dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) 27 persen.

Sebesar nilai ini bukanlah utang semua di lakukan oleh pemerintahan Jokowi tapi ini merupakan akumulasi dari pemerintah sebelumnya.

Wednesday, 24 May 2017

Undercover Story Hizbullah COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Jangan menjual ilusi agama...

Berdasarkan loporan dari team the Fed, tahun 2012 terbongkar ada 424.000 transaksi melalui bank terkemuka di London yang di sinyalir bersekongkol dengan pemerintah Iran untuk menyembunyikan lebih dari $ 250 miliar atau Rp. 3900 Triliun dalam transaksi ilegal selama hampir satu dekade.

Transaksi ini di lakukan dengan penyamaran yang sangat rumit dengan satu tujuan merampok dalam setiap putaran clearing perdagangan pasar uang euroclear dan clearstream yang terhubung dengan the fed. Di samping itu, Iran bisa leluasa melaksanakan perdagangan dunia walau sistem keuangan internationalnya di Embargo PBB.



Teman saya seorang banker di Hong Kong mengatakan bahwa dunia hampir tidak percaya bagaimana mungkin sistem keuangan the fed system yang begitu canggih dan tidak pernah bisa di tembus , ternyata begitu mudah di kadalin oleh Iran.

Tuesday, 23 May 2017

Undercover Story Hary Tanoe COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Hary Tanoe ( " Kroni Cendana menuju RI-1 2019)

HT lahir tahun 1965 atau kini usianya baru 52 tahun. Karirnya dalam bisnis di awali ketika mendirikan Perusahan sekuritas di tahun 1989 di Surabaya dengan nama PT. Bhakti Investama. Ketika itu usianya baru 24 tahun. Hebat kan. Tahun 1990 dia pindahkan markas bisnis nya ke Jakarta. Sebagai pendatang baru di jakarta , dia belum apa apa.

Namun nasib baik dia berkenalan dengan Hashim Djoyohadikusomo yang memberi dia tugas sebagai konsultan Keuangan pembangunan proyek Thamrin Plaza. Dan sukses. Dari itu memberi dia akses ke keluarga Cendana. Hubungannya terjalin semakin dekat dengan Ibu Tati Probowo. Dia juga mendapat mandat mengelola Thamrin Plaza sebagai portofolio hashim.

Sejak itu usahanya sebagai broker pasar modal dan asset management semakin berkibar. Maklum karena dia punya sumber keuangan dari keluarga Cendana sehingga menjadi incaran semua perusahaan yang mau IPO menunjuk dia sebagai Fund Manager.

Monday, 22 May 2017

Undercover Story about TANKER VLCC - INDOSAT - BCA - LNG Tangguh COPAS dari DDB (Diskusi Dengan Babo)


Issue sekitar PDIP...

Setelah Pemilu Legislative yang berdasarkan hasil quick count PDIP sebagai pemenang,muncul black campaign tentang PDIP. Bahwa PDIP tersandera dengan asing dan JOKOWI menyerahkan lehernya kepada Asing.

Apalagi kebetulan sebagai Gubernur DKI, Jokowi menghadiri acara Welcome Party dirumah salah satu pengusaha.Acara ini khusus untuk Dubes AS Scot Marciel yang baru untuk Indonesia. Saya ingin meluruskan anggapan terhadap PDIP walau saya sendiri bukanlah pendukung PDIP. Platform PDIP itu adalah kemandirian sebagaimana ajaran Bungkarno tentang berdikari. Ajaran berdikari ini akan dijaga dengan jiwa dan raga oleh Megawati.




PENJUALAN TANKER VLCC

Baiklah, saya masih ingat ketika tahun 2002 dimana Pertamina menggelar tender untuk pengadaan kapal tanker jenis VLCC (Very Large Crude carrier). Kebetulan saya diminta teman mendampingi perusahaannya untuk ikut tender tersebut. Untuk diketahui bahwa pengadaan tanker menggunakan skema BBHP (bareboat hire purchasing ).

KTP Swedia oleh Ibrahim Kholilul Rohman


NASIB KTP
Creative common image by IKR

Alhamdulillah, dalam perjalanan kehidupan saya, saya pernah menapaki salah satu bumi Allah yang paling utara:  Swedia, negara yang begitu indah, teratur, aman dan nyaman. Tidak sangat lama, hanya lima tahun saja, namun sangat membekas dalam ingatan saya.

Salah satu (dari banyak hal) yang paling saya kagumi adalah: integrated database kependudukan. Saya masih ingat personnummer (PN) saya (801116XXZZ) –sangat handy dan mudah diingat: enam digit angka pertama adalah tahun dan tanggal lahir, empat angka selanjutnya random.

Saudi Arabia Oleh Ibrahim Kholilul Rohman


SAUDI ARABIA

Creative common image by IKR

Sebagaimana masyarakat Indonesia pada umumnya, saya termasuk orang yang puzzling dengan politik negara ini. Menurut saya banyak hal yang berada dalam black box yang kita tidak tahu. Bagaimana, misalnya posisi mereka dalam konflik Timur Tengah, pandangannya tentang terrorisme dan sebagainya.

Namun demikian, minimal ada DUA hal yang menurut saya sangat membanggakan dari Saudi Arabia saat ini:

PERTAMA: mereka punya Menteri Luar negeri Adel Al Jubeir yang menurut saya luar biasa!

Bukan hanya karena bahasa Inggrisnya  Tapi bagaimana most of the time dia mematahkan dengan mudah pandangan negatif orang tentang saudi dalam forum-forum internasional.

Wednesday, 17 May 2017

Merebut Hati oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by EJB

Merebut hati...

Pernah suatu ketika saya mengundang salah satu CEO BUMN China untuk makan malam.

Kebetulan telah lebih setahun berkenalan dengannya, hubungan saya dengan dia jadi dekat.

Hubungan bisnis antara saya dengan dia tidak ada.

Monday, 8 May 2017

Pabrik Minuman Ginger Beer oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative Common Image by EJB


Kaya jadi petani....

Saya dapat email dari teman di Korea. Dia menawarkan kerjasama bangun pabrik minuman Ginger beer. Jangan buru buru bilang ini minuman beralkohol. Ginger beer bukan minuman beralkohol tapi minuman ringan lainnya seperti soda.

Karena gaya hidup sehat sekarang sedang trend, permintaan ginger beer juga meningkat. Bahkan, menurut dia, disamping jahe diolah jadi minuman beer non alkohol juga dapat di produksi powder ginger ekstrak untuk berbagai kebutuhan industry pharmasi dan minuman.

Peluang pasarnya sekarang sangat bagus, khususnya ke Eropa, Jepang dan China. Tekhnologi pengolahannya juga sederhana dan bahan baku jahe juga tersedia banyak di Indonesia. Saya berjanji akan mempelajari penawaran kerjasama ini. Kalau memang bagus kenapa engga.

Lantas jahe apa yang cocok sebagai bahan baku untuk industri minuman itu ? 

Yang diminati adalah jahe organik atau ginger Organic. Umumnya jenis jahe merah. Berdasarkan data yang saya ketahui dari teman di Bogor, untuk menanam jahe organik tidak ditanam di tanah terbuka tapi melalui media polybag. 1 polybag itu bisa menghasilkan jahe organik sebanyak 5 Kg. Masa tanam 12 bulan.

Biaya produksi per polybag berkisar Rp. 10.000. Hasil per polybag adalah kalau harga dasar jahe organik sekarang Rp. 20.000 per kg maka total penghasilan sebulan Rp. 100.000 . Bila di kurangi biaya produksi maka hasil kotor sebesar Rp. 90.000. Ini margin yang luar biasa.

Bayangkan kalau anda menanam per 50 polybag setiap bulan selama 12 bulan maka setahun kemudian anda akan menerima penghasilan tetap sebulan sebesar Rp. 4.500.000. Dahsyat kan. Kenapa harus jadi buruh di jakarta dengan UMR dibawah Rp 4 juta.

Apabila ginger organic itu diolah jadi powder ginger maka per kg sekarang harganya bekisar USD 5-USD11 atau Rp. 100.000. Kalau di olah lagi jadi Natural and Organic Ginger Extract Powder (Water soluble ) sebagai bahan baku minuman dan pharmasi harganya bisa mencapai USD 10 - 50 atau Rp. 140.000 s/d 700.000 per kilogram.

Hebat kan. Kalau kapasitas pabrik sebulan 20 ton saja maka nilai ekspor powder ginger sebesar Rp. 2 miliar. Dan kalau diolah lagi jadi ekstrak maka nilai ekspor 20 ton sebesar berkisar Rp. 14 miiar. Margin laba yang didapat mengalahkan business tekhnologi tinggi yang harus investasi riset dan SDM mahal.

Bahkan lebih tinggi dari business pertambangan. Siapa bilang jadi petani itu miskin?. Begitu besar peluang untuk makmur dan Indonesai di beri berkah tanah pertanian yang dapat di tanam sepanjang tahun.

Masalahnya mau kerja engga ?

Di Korea, China, Jepang , Malaysia, petani makmur karena produk upstream pertanian di dukung oleh agro industry yang menciptakan downstream luas. Dan Indusri pengolahan ini di kelola oleh Koperasi. Sehingga petani menciptakan pasar sendiri melalui agro industri dan pada waktu bersamaan mendapatkan pasar yang luas dengan nilai tambah tinggi.

Semoga program Jokowi melalui reformasi agraria dapat menggabungkan agro industri dalam program pembagian lahan 17 juta hektar kepada rakyat dan koperasi. Sehingga program reformasi agraria bukan hanya menjadikan petani sebagai petani dalam komunitas muram tapi petani yang bergairah karena mencari nafkah mudah... semoga



Sunday, 7 May 2017

Free Port oleh Luhut Binsar Pandjaitan


Creative Common Image by LBP
“Mr. Secretary, presiden Anda selalu menyerukan ‘American first’, masa Rakyat Indonesia tidak boleh bilang ‘Indonesian first’ ?” sambil tersenyum saya mengatakannya langsung kepada Secretary of Commerce Amerika Serikat Mr. Wilbur Louis Ross Jr. “Ok, I understand,” tanggapan menteri perdagangan tersebut menutup pembicaraan kami tentang Freeport di Washington minggu lalu.

Pembicaraan ini dimulai ketika menteri yang berusia 80 tahun tersebut terkesan mengkritik ketegasan pemerintah Indonesia mengenai ijin usaha pertambangan Freeport. Beliau mengatakan bahwa sebagai dampaknya, pengusaha Amerika tidak mau lagi datang berinvestasi ke Indonesia.

Saya tetap menghormati menteri terkaya di pemerintahan Trump ini. Menurut Forbes kekayaannya mencapai 2,5 milyar dollar AS. Memang kaya sekali, saya lihat dari jas dan dasinya yang paten.

Friday, 5 May 2017

Akuisisi Perusahaan Logistik Migas Oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative Common Image by EJB

Jurnalku sehari...

Teman saya orang asing dari Singapore minta bertemu dengan saya di Grand Hyatt. Dia seorang wanita usia 40an. Cerdas dan pekerja keras. Saya berjanji akan datang setelah sholat lohor. Namun ditengah jalan saya harus telphone dia karena demo jalan kearah Thamrin Sudirman dari arah Harmoni ditutup.

Saya terpaksa memutar lewat cideng. Jadi mungkin datang agak terlambat. Dia dapat maklum. Ketika bertemu, dia tawarkan untuk melepas saham perusahaannya sebesar 80%.

Saya sanggupi asalkan dia setuju itu saya lakukan dengan skema LBO. Funding akan saya dapat dari mitra saya di China. Namun dia menempatkan syarat agar tidak ada PHK. Saya katakan bahwa itu akan jadi prioritas saya selagi culture perusahaan bisa menerima management Indonesia.