Facebook

Sunday, 11 December 2016

Bantahan Erizeli Jely Bandaro terhadap Heppy Trengono


Kalau anda Jely membaca newsfeed di Timeline Facebook anda.
akan ada Sponsored Content dari FB Heppy Trenggono yang ingin mempublikasikan isu china kepada rakyat Indonesia - isu kebencian yang tidak berdasar. Berikut adalah tulisan HT.

Creative common image by HT
“China tidak pernah tulus sebagai teman”
“China memanipulasi kurs”
“Yang dilakukan China kepada kita sangat buruk sekali”
“China menggunakan kita untuk membangun negara mereka sendiri”
“Kita tidak boleh biarkan lapangan kerja dicuri bangsa lain”
“Kita menjadi sulit karena perjanjian perdagangan yang tidak adil bagi Amerika”
Itulah kalimat yang secara blak-blakan disampaikan selama kampanye maupun pada saat debat oleh Donald Trump.

Akhirnya sejarah mencatat Trump terpilih sebagai Presiden amerika yang ke 45!

Kemenangan Trump tidak terlepas karena rakyat Amerika menangkap sebuah pembelaan yang jelas yang ditunjukkan oleh Trump kepada kepentingan Amerika.

Di tengah isu globalisasi, Trump adalah harapan baru yang mewakili keinginan rakyat Amerika agar pemerintah lebih memprioritaskan kepentingan bangsanya dibanding kepentingan bangsa lain, yang melihat globalisasi tidak serta merta memberikan manfaat jika tidak dilakukan secara adil, yang melihat bahwa China adalah ancaman yang nyata bagi bangsa Amerika.

Rakyat Amerika lebih memilih Trump karena nasionalismenya, rakyat Amerika memilih untuk memaafkan sikap arogan Trump karena memposisikan pembelaan terhadap kepentingan nasional jauh lebih penting.

Sementara disisi lain Hillary Clinton dipersepsikan ‘mengkhianati’ bangsanya sendiri, ‘menjual’ Amerika kepada negara lain.

Amerika akhirnya mengajarkan kepada kita bahwa kepentingan nasional harus dibela, bahwa globalisasi bukan untuk menggantikan nasionalisme, bahwa kepentingan bangsa sendiri harus ditempatkan di atas segala galanya.

Indonesia menghadapi ancaman dengan skala yang lebih buruk dibanding Amerika. 

Sumber daya alam sudah lama dikuasai asing, pasar dalam negeri didominasi produk asing, kepentingan China hadir secara massive, BUMN tergadai satu persatu kepada China, orang orang China mulai banjir di Indonesia, bahkan buruh China mulai mengisi lapangan kerja di Indonesia di tengah sulitnya anak bangsa mencari pekerjaan.

Berbicara tentang Trump, nasionalisme ekonominya perlu kita jadikan inspirasi, sementara hal yang lain, tentang Islam, tentang karakter, bangsa Indonesia memiliki norma sendiri.

Yang menjadi pertanyaan, dimanakah Jokowi berada dalam persoalan nasionalisme ekonomi ini?

Apakah Jokowi memiliki pandangan dan kesadaran sama seperti yang ditunjukkan oleh Donald Trump, atau sebaliknya?

Ataukah justru ada benang merah antara kepentingan China dengan pembelaan Jokowi kepada Ahok?

Heppy Trenggono
Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF)

=========

Bantahan Erizeli Jely Bandaro

Creative common image by EJB
Catatan Babo.

Karena stikma komunis anti Tuhan melekat di otak yang buta ilmu pengetahuan. 

Demi agama dan Tuhan mereka mudah di giring jadi militant dan bahkan jadi mesin pembunuh kepada yang berbeda. Kebencian terhadap China terus di tiupkan oleh berbagai pihak. 

Ada yang bilang bahwa china akan menguasai pesisir pantai Indonesia.

Padahal itu tidak mungkin terjadi karena pada tahun 2014, lahir UU Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil. UU Nomor 1 Tahun 2014 menyampaikan bahwa Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau lebih ketat dan koordinir secara centralistik.

Ada yang bilang bahwa Buruh China menguasai pekerjaan di Indonesia. 

Padahal sudah ada UU Ketenaga kerjaan di mana ada pembatasan bagi pekerja asing yang boleh bekerja di Indonesia, kecuali bagi proyek yang mensyarakatkan turn key atau B2B dengan skema non recourse loan dari luar negeri. Di mana pihak lender harus memastikan proyek selesai di bangun sesuai jadwal dan karena itu mereka membawa sendiri tenaga akhli untuk membangun proyek.

Baru baru ini ada issue yang sengaja di gelembungkan ke publik tentang adanya bibit cabe yang di tanam oleh warga China yang tidak punya izin bisnis masuk ke Indonesia dan tidak punya izin memasukan bibit tanamam ke Indonesia.

Bagi saya ini tindakan kriminal tanpa ada maksud terlalu jauh dan tugas BIN dan aparat untuk mengusut kasus ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Karena kalau niatnya menebar bakteri dengan tujuan merusak ketahanan pangan Indonesia, itu jelas engga mungkin. Mengapa ? Karena di lakukan secara ilegal.

Lain halnya seperti yang di lakukan seperti pabrik susu Formula yang ternyata ada yang mengandung bakteri Sakazakii yang jelas terbukti dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus pada bayi.

Pabrik susu itu di dirikan dengan izin dari pemerintah sejak puluhan tahun lalu.

Pemerintah tetap tidak melarang susu yang terindikasi ada bakteri itu karena alasannya tidak terbukti.

Mengapa ini tidak di permasalahkan? 

Apakah karena tekhnologinya dari Amerika dan Eropa?

Apakah karena bisnis ini di kuasai kartel yang banyak memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri? atau karena mereka bukan China?

Sementara perlakuan pemerintah terhadap investasi China sama dengan Negara lain sesuai dengan UU PMA, yang sampai kini belum diubah.

Tapi mereka yang meniupkan kebencian itu tidak melihat aspek legalitas keberadaan investasi china. 

Kita wajib waspada, bukan hanya kepada China tapi seluruh pihak asing, dan karena itulah UU di buat sebagai pagar agar NKRI tetap utuh dan berdaulat dari segala infiltrasi asing.

Silahkan baca link di bawah ini selengkapnya : ISSUE SEPUTAR CHINA

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)