Thursday, 13 October 2016

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Tulisan ini adalah catatan bagi saya pribadi, untuk melihat  bagaimana kualitas SDM manusia Indonesia yang beragama Islam tapi saling mencaci maki saudaranya sendiri, dan dengan bangganya mempublikasikan ke social media mengenai pendapat pribadinya tersebut.

Semoga kita terjauhi dari penyakit kotor hati, dan semoga Allah mengampuni segala dosa dan taubat kita semuanya.



Semua tulisan dibawah ini saya ambil dari Facebook Maaher At Thuwailibi

=========

11 Oktober 2016

DEMI ALLAH, NUSRON WAHID SEPERTI ANJING.
Perhatikan ayat ini baik-baik:
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا, الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا...
" Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah ".
(QS. An-Nisa' ayat 138-139)
Lalu perhatikan ayat ini, baca baik-baik 👇
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٥٧)
" Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang yang beriman".
( QS. Al-Maidah ayat 57 )
Dalam ayat ini, Allah melarang kita untuk menjadikan orang-orang yang menghina Agama sebagai pemimpin_ Lalu di ayat sebelumnya An-Nisa' 138-139 Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin adalah ORANG MUNAFIQ yang kekal di neraka jahannam.
Baru kali ini saya melihat ada orang Muslim (dan mengaku muslim) tetapi MEMBELA ORANG KAFIR YANG MENGHINA KITAB SUCI AL-QURAN. Dialah manusia bernama Nusron Wahid. Merinding saya mendengar ucapan-ucapannya yang kufur dan mengeluarkan dirinya dari Islam_
Sebagai seorang yang berpendidikan dan terpelajar, saya merasa bahwa acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV ONE mal tadi menunjukkan kepada saya siapa-siapa saja orang-orang pembela bangsa dan berjiwa kepahlawanan dan siapa-siapa saja orang-orang MUNAFIQ yang kelaparan.
Nusron Wahid, saya meyakini engkau KAFIR. kalau kau tidak kafir maka saya yang kafir.! Lidahmu seperti anjing yang menjulur kelaparan mencari bangkai_
Wallahi.

=========
12 Oktober 2016

SILAHKAN PENJARAKAN SAYA...
Lihat foto dibawah ini, setelah lelah dan menguras keringat menggadaikan Aqidah & Mati-matian bela china kafir di acara ILC hingga menguras banyak tenaga, akhirnya Nusron Wahid di kasih bonus "TABAKER" oleh China-china kafir_
Apa itu "Tabaker" ustad maaher?
"Tabaker" itu sejenis makanan ringan. Singkatan dari "Taik Babi Kering".
Dalam acara ILC di TV ONE ini, kata si Asu lapar Nusron Wahid, "Yang mengetahui maksud ucapan Allah ya Allah sendiri. Yang mengetahui maksud ucapan Buyani ya buyani sendiri. Dst"
Maka, saya katakan: NUSRON WAHID INI ASU BAHKAN LEBIH KOTOR DARI PADA ASU !! Yang mengetahui maksud ucapan saya ini ya saya sendiri_ iya kan..? ASU itu apa? ASU itu "air susu ibu"... 😊
Nusron Asu !! Titik. Apa maksudnya? Ya saya sendiri yang tahu maksudnya...
Membentak-bentak Ulama ummat dihadapan umum.. Merendahkan martabat Ulama layaknya keset kaki. Wallahi, saya tidak terima ! Pantas Ustad Yusuf Mansur menangis tersedu-sedu melihat Sosok Asu di ILC malam kemarin_
Jika Ulama ummat yang merupakan pewaris para Nabi saja di bentak-bentak dan direndahkan sedemikian rupa hanya demi membela CHINA KAFIR tengik yang menghina Allah, maka hanya ada hanya satu solusi: TUMPAHKAN DARAHNYA. !! Masalahnya, saya tidak tinggal di DKI. susah. Kalau tinggal di DKI, saya sendiri yang beraksi. Udah biasa menyembelih kucing soalnya_
Tadi malam saya bicara dengan teman-teman NU di pasuruan jawa timur via Telfon. Intinya, kaum NU di pasuruan seluruhnya MENGINGKARI KEJAHATAN & KEKURANGAJARAN NUSRON WAHID ini. Demi Allah, saya khawatir ini manusia telah jatuh pada nifaq akbar (munafiq tulen).
Silahkan tuntut saya ! Saya mengatakan NUSRON WAHID ASU ! ASU !
Tututut saya !! Silahkan !! Silahkan screen shoot status facebook saya ini. ! Silahkan ! Jerat saya dengan Undang-undang ITE. saya tunggu ! Saya layani anda di meja hukum ! Silahkan... Bila perlu kita bacok-bacokan. Satu lawan satu. ! Zindiq !!
Pedang, Parang, Celurit, adalah solusi paling baik bagi para penghina Agama, pembela Kekufuran !
Faham.

 Maaher At-Thuwailibi_
=========
13 Oktober 2016

Dialog saya dengan Nusron Wahid via WhatsApp...👇
Majelis Ulama Indonesia (MUI) di bilang penghancur bangsa..👇
(Urutannya dari sebelah kiri bagian atas)

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid

Maaher At Thuwailibi Menghina Nusron Wahid


=========
13 Oktober 2016

BERSYUKUR DENGAN ADANYA NUSRON WAHID...
Dalam kehidupan ini, memang harus ada model-model manusia seperti dia (yakni Nusron Wahid, Said Aqil Siraj, Syafi'i Ma'arif, dsb), untuk menguji seberapa besar pembelaan kita terhadap AGAMA INI.
Karena kecemburuan terhadap agama adalah konsekuensi dari IMAN itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya di hina. bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri. Ini pertanda masih adanya IMAN didalam dirinya.
Sebagaimana kata Buya Hamka, " Jika agama kita, Nabi kita, atau Kitab Suci kita dihina dan kita diam saja, jelaslah IMAN telah hilang dari diri kita. Jika Ghiroh (Iman) telah hilang dari hati, gantinya hanya satu: yaitu TIGA LAPIS KAIN KAFAN. Karena kehilangan IMAN sama dengan MATI !
 Maaher At-Thuwailibi_

Maaher At Thuwailibi Bersama Ayah - Ibu - Istri
Maaher At Thuwailibi Bersama Ayah - Ibu - Istri 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)