Facebook

Monday, 15 August 2016

Sosok Archandra Tahar Menteri ESDM dalam Pandangan Erizeli Jely Bandaro


Saya kurang begitu mengenal sosok Menteri pengganti ESDM ini, masih belum banyak wawancara Televisi yang mengungkap siapa dia, karna baru menjabat. Tapi ada beberapa poin yang menarik dari Sosok Archandra Tahar yang disampaikan oleh Erizeli Jely Bandaro. Pandangan yang bisa membuat kita senang, kalau memang tidak ada masalah dan jangan begitu pedulikan dengan Politik yang punya banyak intriks dibelakangnya.

Berikut adalah Pandangan Erizeli Jely Bandaro terhadap  Archandra Tahar.

Sosok Archandra Tahar

Inilah keluarga dari Archandra Tahar. Putra minang asli. Lulusan ITB Mesin. Banyak orang hebat dan kaya, bahkan petinggi partai memilih istri impor namun dia memilih istri sekampung dari padang. Di didik dengan agama yang ketat. Kalaulah bukan didikan agama dan adat . engga mungkin dia mau pulang ke Indonesia menerima jabatan beresiko dengan upah murah di bandingkan dengan jabatan bergengsinya di Amerika.

Klik utk memperbesar
Sampai dengan sekarang paspor TA masih ada dan tidak pernah di batalkan. Silahkan Anda cek ke imigrasi langsung ...jangan dengar dari media massa

memang benar TA tidak pernah jadi US citizen. Namun dia jadi extra ordinary person perlakuan keimigrasian seperti dapt green card dan setelah 5 tahun berhak dapat kewarganegaraan US. Itupun kalau dia apply. Masalahnya dia menolak kesempatan itu.

Nah karena posisinya sebagai CEO perusahaan publik di US dan juga Share holder, kemungkinan perlakuan istimewa bisa saja di berikan agar dia bisa memenuhi ketentuan OJK di Amerika. Inilah orang awam engga paham.

Banyak pengusaha Indonesia yang melakukan akuisisi perusahaan di luar negeri mendapat perlakuan istimewa agar comply dengan ketentuan investasi di negara bersangkutan. Artinya ke warga negaraan asli tetap eksis namun dia mendapatkan perluan sama dengan warga negara lainnya di mana dia tinggal..

Klik utk memperbesar
Tidak ada bukti AT gunakan paspor Amerika. Jangan dengar kata media massa. Bukankah AT persilahkan cek ke imigrasi. Apa lagi ?

Klik utk memperbesar
Istilahnya " anak kandung yang sudah di dalam pelukan mau di lepas sementara Beruk di hutan di puja puja jadi keluarga... Capek dech

Klik utk memperbesar

Profesor yang nyinyir karena hidupnya dari komen itu aja. Jangankan jadi ahli berkelas dunia yang memberikan nilai tambah, hidup pun dari anggaran riset yang hasilnya masuk tong sampah

Klik utk memperbesar
AT itu background nya di samping engineer juga orang bisnis. Masalah paspor ini bukan masalah besar kok. Kalaupun ada Double paspor tinggal datang ke kedutaan AS untuk kembalikan paspor AS. Hanya 10 menit selesai kok. Jadi bukan hal yang rumit yang tak mungkin bisa melepas status warga negara. Amerika tidak melarang orang punya duakwaega negaraan.

Lain halnya kalau AT sudah melepas kewarganegaraan Indonesia nya. Tapi ini kan engga. Setiap habis masa berlaku paspor RI dia perpanjang terus.

Klik utk memperbesar
Sikap freeport sanpai kini tidak jelas. Apakah ikut UU Minerba dengan ketentuan harus membangun smelter atau ikut KK yang masih berlaku sampai 2019 dimana mereka bisa ekspor konsentrat. Sikap menteri sekarang ini, adalah jelas. Soal polemik KK atau UU Minerba bagi freeport sudah cukup. Karena waktu di sediakan untuk bangun smelter lebih dari cukup dan sampai sekarang belum ada.



Creative common image by erizeli


Di Amerika walau Anda warga negara asing namun prestasi Anda luar biasa maka pasti mendapat hak istimewa berupa extra ordinary person atau semacam honorary Citizen dan dapat green card pada awalnya dan kemudian passport. Tapi karena sifatnya di beri maka hak warga negara Asing tidak hilang dan AS tidak mempermasalahkan orang punya dua warga negara. Kapanpun dia bisa tinggalkan ke warga negaraan terhormat itu.

Apa manfaatnya ? 

Dia tidak perlu izin tinggal sebagai warga asing. Hak dan kewajibannya sama dengan warga negara lainnya. Arcandra Tahar yang punya beberapa hak paten di bidang tekhnologi migas tentu bukanlah orang biasa. Dia termasuk orang istimewa bagi Pemerintah AS dan otomatis berhak atas extra ordinary person.

Jadi soal kewarganegaraan itu bukan hal yang luar biasa. Itu biasa saja. Yang luar biasa itu adalah ada seorang Arcandra Tahar yang sudah mapan dan terhormat di negeri orang mau pulang untuk jabatan yang penuh resiko dengan upah murah. Tapi anehnya di besar besarkan seakan dosa besar. Ah kita memang tidak siap punya menteri hebat , walau dia orang Minang yang taat beragama?

Jadi masalah bagi segelintir orang, bukan agama atau suku tapi tidak ingin Indonesia ada pejabat yang hebat punya reputasi dunia. Jadi ini masalah kejiwaan alias sakit karena engga ingin negeri ini maju.




1 comment:

  1. beliau menjadi korban pelaku politik, mungkin di tahun berikutnya beliau akan dipanggil untuk mengurus sumber kekayaan negara.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)