Facebook

Wednesday, 17 August 2016

Achandra Tahar POLITIK MAFIA INDONESIA

Sebenarnya saya malas nge bahas masalah politik2an, tapi karna Arcandra diomongin terus-terusan, terpaksa jadi ikut berbagi pendapat.

Banyak yg berpikir geger kasus Arcandra Tahar sampai diberhentikannya seperti yg terlihat di permukaan. Padahal tidak seperti itu.

Dalam kasus Arcandra Tahar ini Presiden Jokowi ditekan habis2an dari segala penjuru mata angin. Mulai dari Jusuf Kalla, Teuku Umar hingga partai-partai.

Puncaknya adalah terbongkarnya status kewarganegaraan Arcandra Tahar. Tapi persoalan awalnya bukanlah itu.

Data Pasport sengaja dibocorkan oleh orang dalam

Awal persoalan muncul ketika Arcandra Tahar minta KPK masuk full ke kementrian ESDM dan bongkar semua kebobrokan disana.

Itulah mengapa Arcandra Tahar merupakan satu2nya menteri yang langsung mengunjungi KPK sesaat setelah dilantik.

Kepada media Arcandra mengaku berkunjung ke KPK hanya mau berkenalan saja. Tapi ada pembicaraan serius disini.

Dan pembicaraan yg diutarakan saat itu adalah tentang audit. Arcandra Tahar ingin kementrian ESDM akuntable.




Sayangnya salah satu pimpinan yang masih dianggap pro ke Megawati membocorkan hasil pertemuan ini. Bahwa menteri minta dibongkar semua soal mafia migas.





Sumber Merdeka

sumber sumut pos

sumber okezone


Masih ingatkah dulu awal Pemerintahan Jokowi ada yang gembar-gembor masalah impor minyak murah dari Senegal?

Itu proyek yang gagal total yang dilindungi yang di era Sudirman Said dipetieskan. Ini salah satu yang akan dibongkar Arcandra & KPK.

Begitu juga dokumen-dokumen Petral dan masalah SKK Migas, dokumen-dokumen Arcandra sudah lengkap dan siap diserahkan ke KPK.

Maka semua pihak jadi gerah oleh Arcandra ini. Arcandra berbeda dengan Sudirman Said yang seolah galak pada satu pihak tapi membela kepentingan pihak lain.

Maka besok malamnya langsung ada pertemuan di TU (Teuku Umar). Semua orang mengira pertemuan dalam rangka pilgub DKI, padahal bukan.




Petinggi partai seperti SP, JK, MG dan utusan ARB semua kumpul bersatu dalam kepentingan yg sama untuk membahas ancaman dari menteri ESDM baru ini.


Maka dicarilah celah. Ada pepatah: "Jika kamu bukan seorang malaikat jangan sok bersih, sebab kelemahanmu sendiri pasti akan dibongkar".

Dan... Bingo...! Ketemulah celah kasus paspor ini.

Selanjutnya kita bisa lihat presiden Jokowi ditekan dari segala penjuru mata angin terkait kasus kewarganegaraan Arcandra ini.

Bahkan para pembantu dan orang-orang dekatnya ikut menekan dengan cara tidak langsung.

Awalnya skenario yang disepakati untuk meredam kasus ini adalah menonjolkan Arcandra masih warga negara Indonesia.

Sambil sebisa mungkin tidak mengakui secara langsung Arcandra pernah menjadi warga negara Amerika.

Namun akibat kepentingan yang tumpang tindih maka beberapa petinggi mulai seolah membela Arcandra seraya mengkonfirmasi kebenaran masalah Paspor.

Contohnya Yasonna Laoly yang kesannya membela Arcandra. Tapi kita tahu beliau lebih loyal kemana?




Begitu juga pernyataan Wiranto yang justru mengkonfirmasi kebenaran tuduhan terhadap Arcandra.





Tak ketinggalan dengan Pak JK yang ikut menekan Presiden. Kita tahu Sudirman Said adalah menterinya JK.


Masalahnya kesalahan status kewarganegaraan Arcandra Tahar ini memang fatal.

Sepintar apapun dia, sebaik apapun niatnya tetap saja kesalahan perihal status kewarganegaraan ini fatal.

Dan aturan tetaplah aturan. Maka Presiden Jokowi tak diberi pilihan lain selain memberhentikan Arcandra sebagai menteri ESDM.

Sebab jika tidak, maka bukan mustahil masalah kewarganegaraan Arcandra ini jadi bumerang bagi pemerintahan Jokowi.

Demikian sekilas info dibalik kasus Arcandra. Masalah kewarganegaraannya itu adalah akibat, bukan sebab.

 ::::::

Creative common image by erizeli
Dia sudah klarifikasi tapi dak tidak ada yang percaya..dan untuk objecive nya dia suruh orang buktikan sendiri ke pihak berwenang

Baca berita resmi bahwa AT di berhentikan secara terhormat tanpa ada menyebut bahwa dia pemilik dua kewargaan negara .

ini masalah politik yang tak mungkin dibuka ke publik, tapi kita liat secara objective apa tindakan dia dan keahlian dia sehingga elite politik merasa panas dan tidak nyaman, belum lagi sikap negara asing yang tidak akan tinggal diam rencana AT untuk memindahkan pantennya ke indonesia..ini akan membuat perubahan mendasar bagi kemajuan tekhnologi oil dan gas yang menguntungkan negeri ini..

ESDM itu sampai kini masih merupakan tulang punggung APBN dan melibatkan banyak negara asing terlibat dan bersinggungan dengan elite politik yang punya saham di perusahaan mining.

Jadi tidak mudah bagi Jokowi menempatkan jabatan seperti Ibu Susi yang kontroversial.

Kalaulah hanya masalah kewarganegaraan di berhentikan justru merendahkan visi negara indonesia sendiri.

Karena banyak negara lain justru memberikan hak warga negara kepada orang asing yang punya keahlain khusus agar dapat menjadi asset nasional.

Apalagi AT memang punya ibu dan lahir di indoneisia. Jadi alasanya bukan karena dua kwarga negaraan tapi lebih dari itu...tremendous game..

Rini lahir di AS..jadi wajar punya dua warga negara .itu alami..dan lagi dia ring 1 ibu mega..

Emang gampang cari tekhnologi untuk oit and gas ? 

Udah 71 tahun merdeka dan udah puluhan insinyur di luluskan ..sampai kini masih tegantung asing soal tekhologi dan modal...engga mungkin asing mau jual tekhnologi apalagi berkaitan dengan pengusahaan sumber daya alam...Mereka butuh SDA dan karena itu tekhologi mereka kuasai.


Tonton Klarifikasi dari AT ini ...dan coba apakah ada pihak yang bisa buktikan kata katanya ..

Dan karena media yang memberitakan dia punya WN ganda, seharusnya media massa juga melakukan investagasi dengan bukti kuat untuk di perlihatkan kepada publik...

Tapi selagi tidak ada bukti ...hanya rumor saja..kita yang percaya juga ikut berdosa besar...

Stop berprasangka tanpa bukti apapun ... Itu lebih baik terhindar dari prasangka buruk


1 comment:

  1. thanks bro buat ceritanya. awalnya tidak tertarik bacanya, tapi jadinya baca juga hahaha

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)