Wednesday, 27 July 2016

3 Modal membangun PASAR Modern oleh Erizeli Jely Bandaro

Creative common image by erizeli
Pembangunan atas dasar kemandirian..

Ada teman saya berniat membangun pasar untuk pedagang tradisional. Ini di sampaikan dua bulan lalu. Awalnya saya tidak begitu bersamangat ketika dia berbicara tentang laba. Namun setelah berkali kali bertemu, melalui berkali kali diskusi akhirnya visi kami bisa di samakan. Atas dasar itu saya memberikan advice bagaimana skema pembangunan itu dilaksanakan.

Prinsip pembangunan pasar itu adalah bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pedagang kecil mendapatkan kios dengan harga murah dan syarat pembayaran hak pakai dengan mudah dan murah sehingga semua pedagang yang berkualifikasi kecil dan lemah dapat tertampung.

Pembangunan pasar ini harus berkualitas mall atau modern. Sehingga pedagang dan pembeli merasa nyaman tanpa ada kesan kumuh. Karena kalau tidak modern maka akan kalah bersaing dengan Mall modern yang telah ada. Ini tidak boleh terjadi.

Dengan prinsip itu maka financing scheme di created agar masalah pembiayaan dapat di atasi. Ada tiga unsur pembiayaan yang harus di selesaikan. Pertama biaya pengadaan tanah. Kedua, biaya perizinanan dan study . Ketiga , biaya kontruksi. 

Untuk masalah pertama, pembiayaan tanah, di dapat dari kemitraan dengan pemda dengan sistem BOT selama 30 tahun. Sehingga masalah tanah dapat di selesaikan. Masalah kedua , perizinan, saya bersama teman menanggung biaya ini. Sehingga biaya izin dapat di atasi.

Masalah ketiga masalah biaya kontruksi , saya mengajukan kredit dari bank dengan sistem Non Cash loan ( NCL ) dengan jaminan angsuran uang muka sebesar 30 % dari pedagang yang membeli kios. Atas dasar NCL ini kami menunjuk kontraktor besar yang mampu melakukan pre financing sebesar 30% agar kami dapat mengajukan Kredit kepemilikan kios (KPK) kepada bank berdasarkan daptar pedagang yang membeli kios ( Hak pakai selama 30 tahun ).

Setelah proyek di selesaikan dan kios di serahkan maka bank akan mencairkan kredit sebesar 70% dari harga jual. Uang ini kami gunakan untuk melunasi biaya kontruksi agar NCL tidak default dan 30% jaminan uang muka kami kuasai. Dengan demikian masalah pembiayaan dapat diatasi.

Rencana bila tidak ada aral melintang pertengahan agustus proyek ini sudah ground breaking. Keuntungan dari proyek ini dipakai untuk membuka BMT sebagai lending resource bagi pedagang untuk permodalan bergulir. Semua berdasarkan bagi hasil. Management cash bagi pedagang yang tak mampu mencicil atau membayar diterapkan secara IT system.

Dengan demikian semua dapat memanfaatkan pasar ini sebagai sumber mencari nafkah. Semua dari mereka untuk mereka.Setidaknya dengan menyediakan akses market dan permodalan , pedagang kecil dapat kesempatan untuk berkembang dan mencari rezeki mudah agar beribadah juga mudah.

Anakku..membangun itu tidak sulit bila di lakukan secara gotong royong dan niat baik. Bila nenek moyang kita mengajarkan gotong royong dengan tenaga maka kini pembangunan dilakukan secara gotong royong melibatkan ahli keuangan, perencanaan, insinyur dan management serta IT. Semua yang sulit menjadi mudah dan yang tak mungkin menjadi mungkin...mari membangun..



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)