Sunday, 12 June 2016

Prosedur CUTTING POHON TIN Masuk ke INDONESIA


Tulisan ini sebagai pelajaran bagi saya.

Dan semoga bisa menjadi manfaat bagi pembaca.

Untuk bisa membeli Cutting TIN dari luar negeri, ada beberapa persyaratan wajib yang harus anda persiapkan, tanpa adanya kelengkapan persyaratan ini, maka Cutting tersebut tidak bisa diantarkan ke rumah anda, tertahan di Bea Cukai - dan tidak lolos persyaratan administratif dari pihak karantina tumbuhan.

Yang akibatnya, paket anda tersebut tidak bisa ambil. Dan dimusnahkan sesuai dengan kebijakan pemerintah PP Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan.

Awal kisahnya saya mendapatkan kabar dari Pihak Karantina

Bahwa paket kiriman saya dari LATVIA sudah tiba, dan minta agar saya melengkapi :

Phytosanitary Certificate dari negara asal dan Surat Ijin Pemasukan dari Kementrian Pertanian RI (SIP Mentan)


Prosedur CUTTING  TIN Masuk ke INDONESIA
kiriman paket cutting dari Latvia
Yang menjadi persoalan adalah : saya tidak mempunyai sertifikat phytosanitary.

2 Hari kemudian datang surat dari PT Pos Indonesia yang isinya pemberitahuan : Penyelesaian Paket Kiriman Pos (Customs Clearance of Package Confirmation).

Penyelesaian Paket Kiriman Pos

Karna saya tidak begitu paham PP 14 Tahun 2002, lalu saya coba emailkan ke pihak Bea Cukai :

Kepada Yth

Kasi PKC
u.b
Kasubsi Hanggar

Bapak Ismed


Sehubungan dengan surat pemberitahuan penyelesaian paket kiriman Pos. Yang saya terima 8 juni 2016.

ID Paket : BA23XXXXXDE
No Ref : 0027/KONF/WBC.01/KPP.MP 02/2016

Saya ingin menanyakan bahwa menurut Pasal 2

Dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dari negara asal dan negara transit bagi tumbuhan dan bagian-bagiannya, kecuali Media Pembawa yang tergolong benda lain.

Saya ingin menanyakan mengenai Pengecualian : Media Pembawa yang tergolong benda lain.

Apakah Paket Amplop yang saya terima 8 Pcs Ranting Pohon
termasuk kedalam kategori tersebut.

Dan bagaimana dengan jawaban dari Pihak Karantina Tumbuhan Banda Aceh.
apakah sudah memeriksa "Paket" kiriman saya? Lalu bagaimana hasil pemeriksaanya?

Menurut Pasal 19 : Apabila setelah dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a, ternyata Media Pembawa tersebut :

G.Bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, maka terhadap Media Pembawa tersebut dilakukan pembebasan.

Mohon informasi dan kejelasan mengenai Paket kiriman PT Pos Indonesia kepada saya
yang sekarang masih menjadi perbedaan tafsiran antara saya dan pihak Bea Cukai


Berikut adalah Balasan Email : kppbc.bna@gmail.com dari Pihak Bea Cukai :

Yth. Bapak XXX
       di Tempat

     Sebelumnya diucapkan terima kasih atas kepercayaan Saudara menyampaikan pertanyaan kepada kami atas:

ID Paket : BA23XXXXXDE

No Ref : 0027/KONF/WBC.01/KPP.MP 02/2016

yang berisi Jenis Barang: Ranting TIN sebanyak 8 pcs.
   
Terkait pertanyaan Saudara, dengan ini disampaikan bahwa barang sebagaimana dimaksud diatas tergolong jenis barang yang pemasukannya ke Indonesia terkena ketentuan larangan dan pembatasan sehingga diperlukan izin dari instansi teknis terkait ( Balai Karantina Pertanian/Karantina Tumbuhan).

Atas dasar tersebut dianjurkan kepada Saudara agar pertanyaan tentang ketentuan yang Saudara tanyakan diajukan ke Balai Karantina Pertanian Banda Aceh karena hal tersebut merupakan kewenangan Balai Karantina Pertanian yang memiliki otoritas memberikan Perizinan pemasukannya dari Luar Negeri ke Indonesia. Demikian disampaikan agar menjadi maklum dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.        
                                                                                                                                                                                                              Ttd Kasi PKC & Duktek

Dari sini, kemudian saya mengemail-kan ke Pihak Karantina Tumbuhan Banda Aceh. skp_bandaaceh@yahoo.com , Untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya pokok permasalahan Kiriman cutting tin saya tersebut, apakah bisa diambil atau memang tidak sesuai dengan PP.

Berikut adalah Jawaban Dari Pihak Karantina :

Sesuai dengan penjelasan PP Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan Pasal 1 angka 10 bahwa termasuk pengertian benda lain diantaranya adalah sarana pengendalian hayati, biakan organisme, tanah, kompos atau media pertumbuhan tumbuhan lainnya, dan vektor.

Paket 8 Pcs ranting pohon tin termasuk kedalam media pembawa (tumbuhan dan bagian-bagiannya dan/atau benda lain yang dapat membawa OPTK, PP 14/2002 pasal 1 angka 10) sehingga harus memenuhi persyaratan karantina tumbuhan PP 14/2002 pasal 2.

Paket 8 Pcs Ranting Pohon TIN tersebut sudah diperiksa oleh Pihak karantina Tumbuhan Banda Aceh, Hasil Pemeriksaan sesuai PP 14/2002 pasal 8 huruf a Pemeriksaan administratif : tidak dilengkapi Phytosanitary Certificate dari negara asal dan Surat Ijin Pemasukan dari Kementrian Pertanian RI (SIP Mentan)

Sesuai PP 14/2002 pasal 19 ayat (1) huruf c, Paket 8 Pcs Ranting Pohon TIN dilakukan penahanan, Pasal 19 ayat (2) pemilik tidak dapat melengkapi syarat dilakukan penolakan, pasal 26 ayat (1) dan (2) pemilik tidak melakukan penolakan media pembawa dimusnahkan.

Sesuai UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 31 ayat (1) barang siapa melakukan kejahatan yaitu memasukkan media pembawa OPTK kedalam wilayah RI dengan segaja tidak dilengkapi sertifikat kesehatan (PC) dari negara asal dan tidak melaporkan dan menyerahkan kepada petugas karantina tumbuhan dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- 

--

Sampai disini saya cuma bisa mengikhlaskan saja kegagalan pengambilan paket kiriman saya tersebut. Setidaknya sudah diupayakan, dan sudah mencari tahu bagaimana prosedurnya. Semoga kedepannya saya lebih hati-hati dan mencari tahu terlebih dahulu sebelum memesan sesuatu dari luar negeri yang berhubungan dengan Hewan dan Tumbuhan. Sehingga tidak terjadi lagi kerugian seperti kasus diatas.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)