Sunday, 6 March 2016

Kisah Sabar Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by erizeli

Sabar

Pernah satu peristiwa , teman saya orang asing marah besar kepada saya. Di hadapan teman teman saya yang sedang ada di Cafe dia bully saya. Kemarahannya hanya soal sepele tapi yang sepele itu menjadi masalah besar bagi dia. Secara bisnis saya di rugikan namun saya tidak mempermasalahkan nya. Hanya mungkin dia merasa kesal karena masalahnya dengan saya jadi di ketahui orang lain. Entah siapa yang membocorkannya. Yang pasti bukan dari saya.

Dia terus bully saya. Segala kata kasar dia teriakan ke saya. Saya tetap diam. Namun ketika dia dorong saya, segera saya katakan agar dia menenangkan dirinya dan saya juga sampaikan bahwa saya punya ilmu bela diri. Ini penting di sampaikan agar orang lain mendengar. Dan bila terjadi perkelahian , saya tidak di salahkan. Maklum hukum Hongkong memang harus memberi tau kepada lawan bila kita punya bela diri. Kalau sudah di beri tau , kalau terjadi apa apa, kita tidak di salahkan secara hukum.

Benarlah. Dia tetap mendorong saya dengan keras. Saya tetap tersenyum. Tapi ketika dia memecahkan botol, maka naluri petarung saya bangkit seketika. Saat itulah secara replek saya memukul rahangnya dan ketika dia terhuyung seketika kaki saya menyapu kakinya. Dia rubuh. Pingsan. Hanya 2 menit. Teman-teman saya dan satpam merawatnya dan minta saya segera pergi.

Saya langsung pergi meninggalkan Cafe itu. Ke-esokannya saya menemuinya dan minta maaf atas kejadian semalam. Dia merangkul saya dan berterimakasih karena telah menyadarkannya untuk lebih sabar dan menahan amarah. Kami tetap bersahabat sampai sekarang.

Jangan pernah gunakan amarah secara terbuka kepada orang lain karena itu sama saja menunjukan kelemahan Anda. Jangan pernah gunakan kekuatan phisik untuk mengancam orang karena itu tidak akan membuat Anda jagoan. Bijaklah hidup dan selalulah rendah hati.

Pahamkan sayang..



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)