Tuesday, 9 February 2016

Business Model oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by erizeli
Business Model

Anda mungkin semua tahu Carefour atau alfaMart atau network retail business.

Inti business mereka bukan terpusat pada perputaran barang.

Tapi perputaran uang tunai yang setiap harinya masuk bagaikan air bah.

Sementara kewajiban membayar kepada suplier berjangka waktu 3 bulan.

Makanya mereka tidak meminta margin tinggi atas barang.

Sehingga mereka dapat memberikan harga murah.

Tapi sebetulnya mereka mendapatkan laba berlipat dari management fund.

Hampir semua securities company kelas dunia berusaha mendapatkan clients seperti ini.

Mereka akan mendapatkan pelayanan prima dari pengelola dana untuk meningkatkan value dari cash flow yang berputar deras itu.

Kalau anda pernah ke Hong kong,mungkin ada pernah merasakan kereta express dari Airport ke Pusat kota ( Kowloon dan Hong Kong ).

Ticketnya kalau di rupiahkan tidak lebih Rp.100.000 ( HDK 85) dengan jarak tempuh 32 KM.

[ Baca Lagi : Kumpulan Tulisan Erizeli Jely Bandaro]

Tapi business model dari kereta ini bukan hanya dari tarif saja tapi dari perputaran uang tunai dari adanya cash digital yang sediakan oleh operator.

Cash digital ini disebut dengan Octopus.

Hampir semua warga hongkong atau 15 juta orang punya octopus.

Octopus bukan hanya digunakan untuk bayar ticket ( kereta, bus, fery ) tapi juga digunakan untuk belanja retail dijaringan retail.

Perputaran cash digital ini setiap hari minimum Rp.1.500.000.000.000 ( satu setengah triiun).

Dengan perputaran sebesar Rp.1,5 triliun itu , apabila fee operator cash digital sebesar 2% maka penerimaan fee perhari adalah Rp. 30 miliar atau sebulan Rp.900 miliar.

Jadi dari fee cash digital saja sudah menutupi biaya operation angkutan yang ada di Hong kong.

Makanya biaya angkutan massal murah walau first class.

Hal ini memungkinkan karena operator angkutan tidak menyerahkan system IT nya kepada bank tapi mereka memang cash digital provider untuk komunitas yang mereka create melalui MRT ( mass rapid transportation ) system..

Begitu juga jalan Toll dan kereta cepat ( High speed Train ) yang menghubungkan shenzhen dan Guangzhou di bangun tahun 1986

Tidak mengandalkan hanya penerimaan dari ticket tapi inti business nya adalah membangun tiga kota baru di antara shenzhen dan Guangzho.

Pemerintah china memberikan konsesi lahan kepada investor untuk dikelola.

Dengan terbangunnya sarana angkutan jalan yang modern dan jalan bebas hambatan, tiga kota itu tumbuh pesat.

Investor untung besar dari peningkatan harga tanah dan penyewaan berbagai sarana di kota tersebut.

Dari keuntungan inilah mereka mengamankan resiko investasi jalan toll dan High speed train,dan mendapatkan laba tak terbilang.

Apa yang saya gambarkan di atas adalah bagaimana financial engineering berkerja.

Bahwa financial engineering itu merupakan gabungan dari keahlian dari berbagai disiplin ilmu.

Memang menyusun struktur pembiayaan itu dilakukan oleh ahli keuangan (ekonom) melalui pendekatan matematika ekonomi seperti statistik, test case probability risk, financial ratio, forecasting cash flow, SWOT analysis dan lain-lain. 

Namun, bagaimana desain struktur pembiayaan itu dibuat haruslah memperhatikan masukan dari ahli sosial, budaya dan politik. Karena bagaimanapun pembangunan berhubungan dengan manusia dan manusia itu berhubungan dengan sosial, budaya dan politik.

Tugas tim financial engineering adalah mencari model business di balik rencana projek yang akan dibangun.

Analisa dilakukan melalui pendekatan dengan berbagai disiplin ilmu , dari itulah business model di design untuk memberikan solusi dan menimbulkan efek berganda ditengah masyarakat.

Ilmu ini memang tidak begitu populer di Indonesia yang terbiasa bekerja karena ada uang di tangan dan laba pasti.

Selalu play safe namun justru menguras uang negara dengan subsidi yang tiada henti.

Ingat business tidak akan berfungsi sosial bila rugi dan business sosial akan berkelanjutan bila laba.

Pahamkan sayang


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)