Wednesday, 27 January 2016

Perbedaan Kereta Api Cepat Iran dan Indonesia oleh Erizeli Jely Bandaro


Creative common image by erizeli

Barusan selesai meeting dengan China Investment Trust .

Saya tanya mengapa biaya investasi kereta cepat Iran jauh lebih murah di bandingkan Indonesia? 

Menurut penjelasannya adalah sebagai berikut :

Pembangunan kereta cepat di Iran bukan dengan konsep B2B tapi murni B2G.

Dalam hal B2G ini resiko investasi di tanggung oleh Pemerintah.

Sumber pendanaan 60% berasal dari bank lokal Iran dan 40% berasal dari bank exim China.

Sementara Pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung murni B2B

Dimana Pemerintah tidak menanggung resiko apapun. Karenanya biaya investasi menjadi besar.

Mengapa?

Karena Kerugian selama belum mencapai BEP diakumulasi jadi Capex (capital expenditure)

Disamping itu harus menyiapkan Sinking Fund yang jumlahnya bisa dua kali cost procurement.

Kemana sinking fund itu diarahkan? 

Untuk membangun tiga kawasan yang dilintasi jalur kereta cepat.

Tujuannya adalah meningkatkan trafic sehingga dalam jangka waktu tertentu target IRR (internal rate of return) bisa tercapai.

Iran tidak butuh Sinking Fund karena resiko investasi di jamin Pemerintah Iran.

Perbedaan Kereta Api Cepat Iran dan Indonesia oleh Erizeli Jely Bandaro
Creative common image by wikipedia


Trafic Tehran-Qom-Isfahan memang tinggi dan feasible secara ekonomi.

Jadi tidak diperlukan akumulasi kerugian selama Capex sampai BEP.

Proyek kereta cepat Iran tidak membutuhkan pembangunan rel baru karena sudah di revitalisasi oleh Pemerintah Iran sesuai program revitalisasi nasional untuk jalur kereta.

Sedangkan kereta cepat Jakarta Bandung harus membangun jalur kereta baru dan membebaskan tanah.

Iran menggunakan Teknology High Speed Train dan Indonesia menggunakan High Speed Commercial Train. Ini kecepatan sama namun kenyamanan tentu berbeda. High Speed commercial train lebih nyaman.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)