Wednesday, 27 January 2016

Kereta Cepat Jakarta - Bandung oleh Erizeli Jeli Bandaro


Creative common image by erizeli
Kereta cepat..

Kemarin siang saya posting mengenai kereta cepat di dalam kendaraan yang kadang diganggu panggilan telpon. Tapi sekarang saya akan sampaikan secara lengkap.

Bukan prioritas.

Proyek Kereta Cepat ini di inisiasi oleh SBY dengan hibah dari jepang untuk membuat FS ( feasibility study). Namun di era Jokowi proyek ini di keluarkan dari skala prioritas karena berkaitan dengan tekanan fiskal.

Pre Commitment dengan Jepang yang akan membangun proyek ini dibatalkan secara halus oleh Jokowi melalui tender ulang tanpa TOR ( term of reference - kerangka acuan kerja), dengan hasil tidak ada yang jadi pemenang. Alasannya proposal yang diajukan jepang dan china melibatkan APBN .

Business to business.

Setelah di umumkan tidak ada yang menang maka pemerintah membuka peluang proyek dilaksanakan business to business. Untuk hal ini pemerintah memberikan penugasan kepada BUMN.

Mengapa penugasan kepada BUMN?

Karena untuk proyek infrastruktur berjangka panjang dengan nilai diatas Rp.10 triliun sampai kini tidak ada swasta yang mampu melakukannya.

Hanya BUMN yang terbukti mampu dan berpengalaman melakukannya.

Mengapa china yang di pilih ?

Tidak ada keterlibatan langsung pemerintah menentukan China untuk terlibat dalam pembangunan proyek.

Ini semua adalah deal business biasa antara BUMN yang dapat penugasan dari pemerintah dengan mitranya dari China.

Mengapa tidak ada keterlibatan langsung pemerintah ?

Karena tidak ada jaminan dari pemerintah atas resiko business maupun politik dari proyek ini.

Tidak ada dana dari APBN masuk ke proyek ini.

Bahkan pemerintah melarang dana PMN (Penyertaan Modal Negara) digunakan untuk proyek ini.

Sementara Jepang menolak deal dengan BUMN karena tidak ada jaminan resiko.

Pengelolaan resiko ( risk management ) ? 

Bila tidak ada jaminan resiko business dari pemerintah. Tidak ada jaminan politik. Tidak ada dana pendamping untuk pembebasa lahan.

Lantas mengapa china tetap bersedia menjadi mitra ?

BUMN China sudah berpengalaman membangun proyek dengan resiko tinggi dan terbukti semua resiko itu dapat di eliminate. Bagaimana risk management diterapkan agar masalah resiko menjadi peluang business ?

Caranya adalah melalui create business model. Kalau kalkulasi business hanya berdasarkan pendapatan dari tiket kereta dari traffic yang ada, jelas proyek ini tidak feasible.

Apalagi tidak ada jaminan resiko dari pemerintah.

Namun business model dari china tidak bersandar hanya kepada revenue ticket dari traffic yang ada tapi juga pengambangan kawasan akibat adanya proyek kereta cepat.

Tujuannya agar traffic meninggkat dan pendapatan meningkat sehingga pengembalian investasi dapat cepat.

Itu sebabnya PTP dilibatkan sebagai anggota konsorsium dalam proyek ini.

PTP menyertakan tanah seluas 2500 Hektar di purwakarta Tanah ini tidak dijual tapi hanya di sewa dalam jangka waktu 2x 30 tahun oleh SPC.

Setelah itu tanah di kawasan itu dikembalikan ke PTP.

Disamping itu pengambangan kawasan kota Bandung juga dinilai strategis untuk memastikan dalam jangka pajang proyek ini akan meningkatkan traffic.Ada juga rencana membangun Disneyland antara bandung - jakarta.

Pihak BUMN sebagai mitra business dari china menyetujui business model ini dan bertugas mendapatkan payung hukum.dari pemerintah.

Pemerintah pusat dan Daerah memberikan dukungan perizinan dan percepatan proses legitimasi proyek.



Pembiayaan proyek.

Investasi project sesuai businss model ini terdiri dari

- EPC cost ( Engineerin, Procurement, Contracting),
- Sinking fund untuk risk management.

Komposisi biaya pembangunan kereta cepat mencakup infrastruktur, superstruktur, tanah, yang masing-masing porsinya 60% , lalu biaya untuk pembangunan jembatan dan terowongan mencapai 20% dari total biaya.

Memang Biaya ini di atas dari biaya di Eropa atau negara lain yang insfrastruktur nya telah established, yang biasanya 10% dan 25% dari total biaya infrastruktur kereta cepat.

EPC Cost

Karena proyek ini berjangka panjang dengan dana besar tanpa jaminan resiko apapun dari pemerintah maka di perlukan kualitas proyek yang tinggi agar biaya maintenance murah dan tahan lama.

Disamping itu kereta harus nyaman, karena ini bukan sarana angkutan utama tapi angkutan alternatif

Karenanya harus memenuhi unsur marketing dan quality service. Agar penumpang senang dan akhirnya beralih kepada angkutan alternatif ini. Jadi spec EPC seperti ini tentu harganya lebih mahal di bandingkan proyek yang ada unsur sosial dimana pemerinntah terlibat membiayainya.

Singking fund

Karena proyek ini menanggung resiko terutama ketidak pastian traffic sesuai standar kelayakan proyek.

Makanya diperlukan tambahan investasi untuk membangun pusat pertumbuhan wilayah yang dilewati kereta agar traffic meningkat Selama proses mencapai traffic diatas BEP, di perlukan tambahan modal untuk menutup kerugian agar pengelolaan tidak terhenti. Maklum investasi kereta cepat mahal dan biaya maintenance dan operational tidak bisa terhenti. Kalau tidak akan terjadi potenesial loss.

Sumber Dana

Proyek ini mendapatkan sumber dana dari CDB melalui skema non recourse loan dengan LTV 70% dan sisanya equity dari perusahaan konsorsium BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.dan china ( SPC/special propose company)

Apa itu non recourse loan ? 

Skema pinjaman dengan collateral projek itu sendiri ( SPC). Selama SPC belum bisa mengembalikan pinjaman maka SPC tidak boleh melakukan perikatan dengan pihak ketiga untuk tujuan mendapatkan tambahan modal atau pinjaman.

30% dari project investment berasal dari SPC.

Bagi BUMN indonesia karena dilarang menempatkan dana PMN maka mengajukan pinjaman dengan fasilitas Share holder loan.Collateral pinjaman ini adalah saham BUMN yang ada di SPC. Jadi tidak menganggu neraca keuangan BUMN atau tidak akan mempengaruhi DER dari BUMN.

Refinancing

Karena kepemilikan saham SPC ini 60% adalah BUMN Indonesia maka apabila proyek ini di kemudian hari terbukti menguntungkan maka tidak sulit bagi BUMN kita untuk melakukan refinancing dengan menerbitkan revenue bond ( surat utang berbasis pendapatan).

Saya yakin rakyat indonesia akan berbondong bondong membelinya.Hasil penjualan akan di gunakan untuk membeli 40% saham milik China. Selanjutnya SPC ini dapat IPO sehingga sahamnya dimiiki rakyat.

Apabila rugi maka yang menanggung adalah Lending Bank sebagai Lender dan BUMN tetap aman dari resiko. Lender tidak akan membawa proyek itu ke China. Cara Exit Lender adalah dengan meminta perpanjangan konsesi operasional.kepada pemerintah.

Penutup

Tidak perlu diributkan dengan suara miring dengan pengetahuan anda tentang kualitas proyek china yang rendah. Ingat china tidak akan main main dengan proyeki ini karena dampaknya sangat fatal..kerugian financial dan time.Semua mereka yang tanggung.

Negara tidak akan terlibat mem-bailout kerugian walau BUMN ada saham di SPC.

Mengapa? 

Karena yang berhutang bukan BUMN tapi SPC. SPC ini berbadan hukum PT.

Apa arti PT ? 

Secara hukum hak dan kewajibannya TERBATAS, Dimana negara tidak bisa menanggung resiko rugi.

Proyek ini bukan skala prioritas yang ada di APBN tapi hanya proyek seperti umumnya sebagaimana business dijalankan.

Ingat hukum business ?

Buy low, sell high and pay later. Mana ada business mau rugi dan lagi ini melibatkan konsultan dan investment planning investment analisis, engineer..semua mereka first class team dengan bayaran tidak murah.

Creative common image by wikipedia

Team dari Indonesia bergabung dengan team dari china. Ingat tahun 1999 china membangun kereta cepat mendapat dukungan ahli dari Siemen dan sekarang china exist bukan hanya pengadaan kereta tapi juga rekayasa pembiayaan proyek dalam satu paket.

Kini china unggul di beberapa negara , bukan hanya kemampuan mereka dibidang tekhnologi tapi juga create financing engineering.

Mari berpikir positip dan liat kedepan bahwa kita harus begerak ..tak elok terus paranoid sehingga kita tidak bisa bergerak dan terus hidup dalam wacana..sudah cukup sebelumnya kita tidur dan mimpi...kini bangun dan kerja..kerja..

Paham kan sayang..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)