Facebook

Sunday, 6 December 2015

GODFATHER STORY : RIZA CHALID Free Port Indonesia


GODFATHER STORY..

riza chalid buronan rakyat indonesia
Creative common image by Max Yulian Arthur Turangan
Tidak banyak orang yang berhasil ‘mendekati’ dan ‘mengambil hati’ sang Ketua DPR. Tetapi Reza sangat gampang melakukannya. Dalam rekaman kasus catut yang diputar di MKD (2/12/2015), Reza bercerita lugas bahwa dialah yang mengumpulkan para elit partai KMP pasca kalah Pilres untuk berbalik mendukung Jokowi.

Reza meminta para elit KMP untuk tidak mengganggu lagi Jokowi-JK dengan tujuan agar bisnis berjalan lancar. Usul Reza itupun disetujui KMP dan terbukti kemudian, KMP tidak pernah lagi mengganggu Jokowi. Hebat, Reza mampu menyihir dan menjinakkan para elit KMP. Terkait negosiasi Freeport, Setya Novanto mempercayakan semuanya kepada Reza. Menurut pengakuan Novanto, bila Reza yang mengatur bisnis di Freeport, mereka semua happy, bisa bersenang-senang, main golf dan beli pesawat Jet.

Wednesday, 2 December 2015

Transkrip "Papa Minta Saham" Ketua DPR Setya Novanto, Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, Pengusaha Reza Chalid


Sebelumnya simak dulu Pengakuan-Pengakuan Setya Novanto dibawah ini sebelum Sidang MKD dan rekaman Transkrip dibuka secara LIVE di Stasiun Televisi Swasta Nasional :

Wawancara Setya Novanto kepada Wartawan Kompas TV

- Saya ini Merasa di Dzolimi
- Saya ini Merasa dibuat yang tidak adil
- Tau tau ada penyadapan
- Saya juga heran apa yang menjadi SALAH SAYA



Dalam sidang tersebut Sudirman menyerahkan rekaman utuh dan transkrip pembicaraan Ketua DPR Setya Novanto, Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Reza Chalid. Rekaman utuh itu berdurasi 1 jam 27 menit.


Berikut transkrip yang telah tersebar ke publik.

MS: Maroef Sjamsoeddin


MS: Maroef Sjamsoeddin


SN: Setya Novanto


Setya Novanto Makelar DPR


MR: Muhammad Riza Chalid

Muhammad Riza Chalid



MS: Assalaamualaikum Pak

SN dan MR: Widiiiihh

SN: Gak keluar Pak

MS: Enggak Pak, ada tahllilan.

SN: Gak ke Solo?

MR: Besok?

MS: Ke Solo kan lusa

SN: Kan acaranya 11, Kamis ya

MR: Bukan 12, kata Lucas. Pak Luhut pesen musti ketemu dia.

SN: Yang bayar duluan

MR: Gua duluan ya.

MS: Wah ramai

MR: Loe mau ngikut pesawat gua gak.

SN: Pak Luhutnya kan

MR: Gua sebentar, gua salaman, gua ketemu Pak Luhut gua kabur ke airport. Habis mau ngapain lagi lama-lama, yang penting buat kita nongol, salaman, ketemu Pak luhut udah.

MS: Airport sama kota kan deket.

MR: Iya

MS: Cuma macetnya Solo itu.

MR: Kalau gak naik itu, bisa jam 3 hari hari. Kalau mau. Tapi kira-kira kan bapak kira-kira sudah dapat Garuda kan. Freeport nyupport? (untuk pernikahan anak Jokowi)

MS: Nggak ada. Nggak ada kita

MR: Maklumlah presidennya, sudah banyak. (ketawa)

MS: Tidak mungkin juga terbatas kali. Bikinnya kan di Solo. Kalau seperti Pak SBY dulu bikinnya di istana kan besar-besaran. Kapasitasnya juga besar.

MR: Ini cuma 2000, 3000.

MS: Itu yang diundang. Belum keluarga. Kapasitas terbatas.

SN: Saya ditanyain wartawan di kita, Pak itu kan dibatasi oleh Menteri PAN hanya 400. Presiden sudah 2000-3000. Ya nggak ada masalah, namanya masyarakat pengin ketemu presiden.