Wednesday, 30 September 2015

Oktober 2015


Tak terasa bulan Oktober sudah tiba, bagi yang punya target tahunan sudahkah anda memeriksa kembali resolusi tahun 2015 anda, sisa 3 Bulan lagi sebelum tahun baru 2016 sudah didepan mata, tentunya anda sudah memeriska satu per satu target apakah sudah tercapai atau masih banyak belum tercapai, tentunya ini butuh proses bagi anda untuk bisa menyelesaikan target satu per satu dari sini anda belajar untuk memeriksa kekurangan diri dari target yang anda ingin capai sebelumnya.

Oktober 2015


Baik pencapaian diri, sudah sejauh mana anda memantau kualitas diri dan yang paling penting bagi anda yang telah berkerja dan mempunyai penghasilan, sejauh mana pendapatan anda sekarang bisa menggerakkan perubahan ditahun-tahun mendatang, sumber pendapatan besar memang sangat diperlukan untuk menggerakan segala hal yang berkaitan dengan masa depan anda, setelah anda memeriksa kembali satu per satu kewajiban rutin bulanan sejak bulan januari hingga september, anda mulai paham bahwa banyak sekali kebutuhan rutin tiap bulan yang harus anda persiapkan untuk bisa bertahan hidup - termasuk didalam gaya hidup, evaluasi seperti ini penting agar anda tahu apa yang menjadi prioritas utama hidup anda selain membiayai kehidupan pribadi, kita juga punya kewajiban sosial (sadakah - qur'ban minimal 1 kambing setiap tahun - zakat fitrah - zakat harta - kenduri tahunan (minimal sekali setiap tahun untuk kakek/nenek anda) dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya yang harus anda persiapkan.

Pondasi utama adalah sumber pendapatan.

Semakin anda pintar mencari sumber pendapatan, semakin banyak kewajiban yang anda ketahui - bahwa menjadi kaya itu penting dan menolong orang lain merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam bentuk bantuan sosial (sadakah-zakat-infaq dll) dan ini saja tidak cukup, anda juga harus semakin pintar dalam hidup di dunia dengan semakin banyak hal yang harus diketahui dan dilaksanakan, tentu saja tanggung jawab melekat didalamnya, dan yang paling penting adalah persiapan untuk di akhirat nanti, sudah sejauh mana anda mulai mencicil kewajiban-kewajiban utama anda.

Anda beruntung karna tidak hidup dalam kawasan kumuh, anda beruntung karna masih mempunyai kedua orang tua yang mampu membiayai kehidupan anda sejak lahir hingga sekarang tanpa kekurangan dan serba berkecukupan, tapi kehidupan sebenarnya ada dimulai sejak anda loncat ke jenjang baru dan disanalah anda belajar untuk bisa berhasil seperti kedua orang tua anda, minimal sama dengan mereka dan menjamin bahwa kedua orang tua kita telah berhasil mendidik kita dalam waktu yang begitu panjang - kita adalah bagian dari sejarah kedua orang tua dan kakek nenek kita sebelumnya.

Begitu banyak "pengalihan" perhatian yang kita lihat dalam hidup ini dan semuanya itu adalah senda gurau, permainan ilusi yang diciptakan oleh manusia untuk menjebak manusia itu sendiri, kalau kita masih terjebak didalam sana, maka butuh waktu panjang untuk bisa kembali ke jalan fitrah - kembali ke orientasi utama dalam kehidupan anda, menjadi benar dalam keadaan sulit itu sulit, bertahan hidup dalam keadaan sulit tapi tetap dalam suasana ketaatan kepada tuhan itu jauh lebih sulit kalau tidak dilatih dari sekarang - permainan ilusi yang kita terjebak didalamnya harus segera kita akhiri, dan lupakan semuanya.

Kebimbangan dan keputusasaan hidup anda sebenarnya karna anda belum mau melihat gambaran besar kehidupan anda. semuanya adalah pilihan yang anda pilih - mau bergerak ke arah mana anda sendiri yang rencanakan - Tuhan akan selalu membimbing anda meskipun dalam keadaan sulit - sampai anda yakin bahwa karunia dan nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada anda jauh lebih besar - sayangnya anda belum sadar akan hal ini, sehingga masih ragu-ragu dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan - menyerahkan seluruh hidup dan nafas kehidupan anda dalam bimbingan Tuhan.

Nah disaat kita butuh perlindungan kita baru sadar bahwa kita butuh perlindungan di dunia, melalui pemimpin yang amanah, pemimpin yang bisa menjaga warganya hidup dalam keadaan sehat - berkecukupan. Disinilah harapan kita agar mendapatkan para pemimpin di tingkat Lurah - Walikota - Bupati - Gubernur - Presiden yang amanah menjamin seluruh penduduknya hidup sejahtera, Tugas kita dalam memilih para pemimpin inilah yang belum terbentuk dalam kesadaran bahwa para pemimpin yang tidak professional itu adalah bagian dari pilihan kebanyakan dari masyarakat itu sendiri.

Karna hidup ini tidaklah mudah untuk diselesaikan oleh satu orang saja tanpa memiliki kekuasaan (harta - pangkat jabatan) Perlu sebuah sistem yang kita namakan sebagai peradaban, yang akan membawa seluruh penduduknya menjamin tidak hanya keluarga dan kerabat-nya saja yang mendapatkan fasilitas tapi seluruh penduduk menjadi sama dimata Negara dalam pengelolaan peradaban masyarakat yang maju.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)