Monday, 14 September 2015

Kasus Jam Tangan Mewah 500 juta - 1 Miliar (Fadli Zon & Setyan Novanto)


Siapa sih yang tidak iri ketika melihat sosok wakil rakyat yang begitu glamour, menggunakan pakaian yang harga puluhan juta, menggunakan arloji ratusan juta, mobil mewah miliaran rupiah. Mungkin mereka lupa bahwa mereka adalah bagian dari struktur pemerintahan yang seyogianya pandai menjaga diri, mereka bukan orang sipil tapi orang yang diamanahi untuk mewakili rakyat. Dan lihat sendiri seberapa banyak jasa mereka yang diketahui oleh rakyat sejauh ini?

Pernahkah terdokumentasi jasa-jasa wakil rakyat yang telah mereka lakukan demi rakyat-nya, sejauh apa pengorbanan mereka untuk rakyat yang telah memilihnya dahulu, ini adalah bagian dari rasa tanggung jawab yang hilang sirna ketika sudah menjabat, bangga dengan aksesoris lupa bahwa mereka disumpah untuk mewujudkan keadilan bagi rakyat-nya yang hidup menderita, kekurangan akses air bersih, butuh biaya pengobatan dan butuh lapangan pekerjaan yang bisa membuat mereka bangga dan punya kehormatan.

Lalu kita lihat sendiri bagaimana dua orang ini yang mengaku dirinya wakil rakyat memamerkan kekayaan dan glamournya aksesoris dan gaya hidup hedonis yang merasa diri bukan lagi bagian dari tanggung jawab perwakilan rakyat yang memilihnya dahulu, lupa akan janji-janji kampanye, lupa akan tangisan dan harapan ibu-ibu tua di desa sana, yang mungkin selama hidupnya belum pernah merasakan hidup layak sebagaimana orang lain yang ia saksikan di televisi.

Kasus Jam Tangan Mewah 500 juta - 1 Miliar (Fadli Zon & Setyan Novanto)
Creative common image by Tempo

Kasus Jam Tangan Mewah 500 juta - 1 Miliar (Fadli Zon & Setyan Novanto)
Creative common image by Tempo

Kasus Jam Tangan Mewah 500 juta - 1 Miliar (Fadli Zon & Setyan Novanto)
Creative common image by Tempo


Mereka yang hidup mewah telah lupa akan wujud tanggung jawab besar yang dipikulnya sekarang, ia merasa sudah berbuat sesuatu bagi Indonesia secara rutinitas pekerjaan yang begitu menyibukannya sehingga lupa bahwa janji-janjinya masih belum banyak yang ia capai, karna ini bukan tanggung jawabnya lagi secara individu tapi tanggung jawab presiden dan bawahannya.

Melempar tanggung jawab, melepas belenggu kewajiban, dan hidup dalam kemewahan telah membutakan banyak orang, lupa akan hakikat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial bagi sesama, sudahlah jangan terlalu berharap banyak pada orang yang sudah kita ketahui kadar-nya bagi rakyat, ini hanyalah bagian dari senda gurau baginya,  hidupnya sudah terlalu silau dengan kehidupan yang ia sendiri sudah malas hilang gairah untuk menyelesaikan tugas besarnya dalam sisa masa jabatannya tersebut.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)