Facebook

Thursday, 3 September 2015

Karakter Suku dari Bahasa Sehari-Hari


Pernahkah kita mengkaji kiasan (ungkapan sehari-hari) yang sudah menjadi kebiasaan yang merupakan corak dari karakter satu suku, kata-kata tersebut didapati berdasarkan pembicaraan umum dan sudah mengakar pada strata sosial dan sudah dipahami bersama, tapi dari situ kita belajar bahwa adalah kesalahan umum atau karakter bawaan mayoritas suku tersebut tercermin dalam kata-kata tersebut. Mari kita simak.

Tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan satu suku tertentu. Hanya kajian untuk didiskusikan dan dijadikan bahan evaluasi bersama.

maken kaya maken kriet, maken malem maken maksiet

Semakin kaya semakin kikir, makin alim semakin maksiat perbuatannya (Peribahasa)

Benarkah kita seperti itu? Kalau semakin kaya semakin kikir dan susah untuk berbagi?

Mungkin ini terjadi karna faktor kebiasaan ketika merintis untuk kaya tidak dibiasakan kebiasaan yang dianjurkan oleh agama seperti sadakah, zakat 2,5%, hibah. Karna faktor kebiasaan akan membawa pada karakter ketika sudah matang dan orang yang sudah kaya dalam keadaan pelit dan tidak ingat kewajiban sebagian besar hidupnya menjadi bersifat KIKIR (suka menimbun harta, menghitung-hitung harta, lupa kepada sesama)

Semakin alim semakin maksiat perbuatannya. ini yang jarang diketahui oleh orang banyak dan jarang kita sadari, penyakit maksiat ini hanya kita dan Allah yang tahu, selama aib itu masih ada, kita tahu bahwa ini adalah penyakit yang harus kita selesaikan ketika kita ingin kembali kepada-nya nanti dalam keadaan suci, perbuatan maksiat dimulai dari hal-hal terkecil yang tidak bisa dideteksi oleh mata manusia, hanya batin dan pikiran orang itu yang tahu, bagaimana maksiat yang ia ciptakan dan terjerat didalamnya semakin dalam, semakin alim semakin banyak dorongan maksiat, jagalah terus diri anda dari macam-macam maksiat dibawah ini

Maksiat Badan

1. Berani kepada kedua orang tua.

ini yang anda harus defenisikan sendiri, bagaimana maksud dari karakter bawaan anda yang mirip dengan kedua orang tua anda, sikap berani saja kepada orang tua sudah termasuk kepada maksiat.

2. Lari dari peperangan

3. Memutus sanak famili

4. Menyakiti tetangga, sekalipun kafir yang sudah ada jaminan aman dengan menyakiti yang terang.

5. Menyemir rambut dengan warna hitam

6. Orang laki-laki menyerupai orang perempuan (dengan pakaian atau gaya) dan sebaliknya.

Ini anda lihat sendiri bagaimana kelakuan orang-orang disekitar anda yang sudah terkena penyakit ini dan ia tidak sadari bahwa ini adalah bentuk maksiat badan.

7. Menurunkan (menyengserkan) pakaian karena sombong.

8. Memacari kedua tangan atau kedua kaki, bagi laki-laki tanpa ada hajat.

9. Memutus perbuatan fardhu tanpa uzur.

10. Menggagalkan kesunatan haji dan umrah.

11. Menirukan orang mukmin karena menghina.

12. mengoreksi kekurangan-kekurangan orang.

13. Membuat tahi tato.

14. Memutus pembicaraan dengan sesama muslim lebih dari tiga hari, kecuali ada uzur syara’.

15. Duduk bersama orang ahli bid’ah, atau bersama orang fasiq (ahli maksiat) untuk menghibur.

16. Mengenakan emas atau perak, atau pakaian yang campur dengan emas/perak, tapi lebih banyak emas/perak. Demikian bagi laki-laki yang sudah balig kecuali cincin perak, kalau itu boleh.

17. Menyendiri bersama perempuan bukan mahram (pacaran)

18. Pergi tanpa ditemani mahram (perempuan pergi sendirian)

19. Mengambil buruh orang merdeka dengan paksa

20. Merendahkan Ulama, pemimpin yang adil, atau orang yang sudah masuk islam.

21. Memusuhi wali (kekasih Allah)

22. Membantu perbuatan maksiat.

23. Membelanjakan (menggunakan) uang yang sudah tak laku.

24. Menggunakan bejana-bejana emas/perak atau membuatnya.

25. Meninggalkan kefardhuan atau melakukannya tapi ada syarat dan rukun yang ditinggalkan. kalaupun syarat dan rukunnya dipenuhi tapi melakukan hal yang membatalkan kefardhuan itu.

26. Meninggalkan sholat jum’at padahal sudah berkewajiban, sekalipun sudah sholat duhur.

27. Meninggalkan berjamaah sholat fardhu bagi seluruh penduduk kampung.

28. Menunda sholat fardhu, hingga keluar dari waktunya tanpa ada uzur.

29. Melempar binatang buruan dengan barang berat yang mempercepat hilangnya nyawa.

30. Memasang binatang untuk dijadikan sasaran lemparan.

31. Perempuan yang ditinggal mati suaminya tidak mau diam dirumah dan tak mau meninggalkan berhias diri.

32. Perempuan yang tak mau diam dirumah saat idah.

33. Mengotori masjid dengan najis atau dengan barang yang suci.

34. Meremehkan ibadah haji, padahal telah mampu (tidak segera naik haji) sampai meninggal.

35. Memberi hutang kepada orang yang tidak ada harapan untuk membayar dari jihad lahir, jika yang memberi tidak tahu akan hal itu.

36. Tidak mau menunggu kepada orang yang belum mampu membayar hutang.

37. mendermakan harta untuk kemaksiatan.

38. Menghina Al-quran atau setiap ilmu syara’.

39. Memperkenankan anak-anak yang belum tamyiz untuk membawa mushaf.

40. Merubah tapal batas tanah.

41. Memanfaatkan jalan umum untuk sesuatu yang tak diperbolehkan.

42. Menggunakan barang pinjaman untuk hal-hal yang tidak diizini oleh yang meminjamkan.

43. Melampaui batas masa meminjam

44. Meminjamkan barang pinjaman.

45. Melarang sesuatu yang diperbolehkan, seperti tempat menggembala ternak, atau tempat mencari kayu bakar dari tanah mati (belum dimiliki), atau garam dari sumbernya (laut), emas perak dari pertambangan, dan atau melarang mengambil air yang sudah lebih dari kebutuhan.

46. Mempergunakan barang temuan sebelum diumumkan dengan syarat-syaratnya.

47. Duduk-duduk sambil menyaksikan kemungkaran dan dia tidak termasuk orang ada uzur

48. Tataful (mengikuti undangan walimah padahal tidak di undang) atau tidak diizinkan masuk atau disuruh masuk tapi malu.

49. Menghormati orang lain karena takut pada kejahatan orang yang dihormati.

50. Tidak adil diantara para istri (dalam giliran)

51. Keluarnya orang perempuan dengan mengenakan wangi-wangian atau menghias diri (misal, dengan pakaian yang menyala). sekalipun tertutup seluruh auratnya atau diperbolehkan oleh suami. Haramnya bila berjalan dihadapan laki-laki lain.

52. Menggunakan sihir.

53. Tidak patuh pemimpin

54. Menangani (mengurus) anak yatim, atau masjid atau menjabat sebagai juru putus dan lain sebagainya, tapi sebenarnya dia tahu bahwa dia tidak mampu memangku tugas tersebut.

55. Mencegah orang lain yang akan menuntut hak atas dirinya.

56. Menakut-nakuti orang islam (misal, mengacungkan pisau kearah orang).

57. Memotong jalan (merampok dengan mencegat ditengah perjalanan). Pelakunya harus dihukum menurut penganiayaan yang dilakukan. Ada kalanya di ta’zir, dipotong kaki dan tangannya secara bersilang, dan ada kalanya dibunuh kemudian dipancung.

58. Tidak mau memenuhi nazar

59. Menyambung puasa (misal, selama tiga hari tiga malam berpuasa tanpa berbuka sama sekali).

60. Mengambil (menempati) tempat orang lain, atau mendesaknya dengan cara yang menyakitkan

61. mengambil giliran orang.


Maksiat Kemaluan


1. Berzina

2. Wathi di dubur. Orang zina harus di had, yaitu dilempari batu dengan ukuran cukup (tak besar tak kecil) hingga mati, bagi laki-laki atau perempuan yang bersuami /beristri (muhsan). Apabila yang berzina itu belum pernah menikah, maka harus dihukum dengan seratus kali cambukan dan dibuang (diasingkan) selama satu tahun, demikian bagi orang merdeka, jika sahaya, maka hukumannya separuh dari orang merdeka itu.

3. Menjimak binatang meskipun milik sendiri

4. Mengeluarkan mani (onani) dengan selain tangan halibnya (istri/budaknya).

5. Mengumpuli istri (jimak) dalam keadaan haid, nifas setelah tuntas tapi belum mandi, sesudah mandi tapi tidak niat mandi, atau niat mandi tapi salah satu syarat dari syarat-syarat mandi ada yang tidak dipenuhi.

6. Membuka aurat didepan orang yang haram melihat aurat itu atau membuka aurat ditempat sepi tanpa ada hajat.

7. Buang air besar dan kencing dengan menghadap kiblat atau membelakanginya tanpa ada tutup. Kalau pun ada, tapi jauh dari orang itu, lebih dari tiga ratus zirok (satu zirok tambah 60 cm). Kalaupun dekat, tapi kurang dari dua pertiga zirok, kecuali ditempat yang disediakan untuk buang air besar.

8. Berak didalam masjid sekalipun didalam bejana atau berak ditempat yang dihormati

9. Tidak berkhitan setelah baligh.


Maksiat Lisan (Mulut) 

1. Membicarakan orang, yaitu menyebut-nyebut saudara muslim dengan perkara yang tidak disukai, sekalipun apa adanya.

2. Mengadu domba, yaitu memindahkan perkataan dari seorang kepada yang lain dengan tujuan merusak

3. Mengadu langsung tanpa memindahkan omongan, sekalipun mengadu pada binatang, haram juga.

4. Berdusta, yaitu berkata salah dengan kenyataannya.

5. sumpah bohong

6. Ucapan-ucapan menuduh zina, adapun lafadznya sangat banyak. Prinsipnya setiap kalimat yang dilontarkan kepada orang atau salah seorang dari kerabatnya dengan tuduhan zina, itulah yang dimaksud menuduh zina (misal, suami berkata kau hamil bukan dari aku dan sebagainya).
Adapun orang yang menuduh zina ada kalanya dengan kata-kata yang jelas dan ada yang kinayah (sindiran). Orang yang menuduh zina wajib dijilid (di cambuk). Delapan puluh kali cambukan bagi orang merdeka dan empat puluh kali bagi budak.

7. mencaci maki para sahabat Nabi

8. Bersaksi (menjadi saksi kasus), tapi bohong

9. Mengingkari janji

10. menunda pembayaran hutang, padahal sudah ada

11. Memaki

12. Melaknati (kepada insan/binatang atau benda mati)

13. Mengina orang islam (dengan kata-kata)

14. Setiap omongan yang menyakitkan sesama muslim

15. Berdusta kepada Allah dan Rasul-Nya.

16. Pengakuan yang batil (tidak benar)

17. Cerai bid’ah (mencerai istri dalam keadaan haid)

18. dihar (menyerupakan istri dengan mahram).

Dalam dihar ada kafaratnya (denda), jika tidak langsung diceraikan. Dendanya yaitu memerdekakan budak perempuan mukmin dan bebas dari cacat. bila tak kuasa harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut. jika tak mampu harus memberi makan enam puluh orang miskin, masing-masing satu mud (6 gram).

19. Lahn (sengaja membaca salah ketika membaca Al-quran), sekalipun tidak merubah makna.

20. Mengemis pada orang kaya, baik ngemis harta atau minta pekerjaan.

21. Nazar, dengan sengaja/bermaksud agar para ahli waris tidak mendapat warisan.

22. Tidak mau berwasiat untuk dibayarkan hutangnya (jika mati) atau tak mau wasiat urusan barang yang tidak tahu urusannya kecuali dia.

23. Mengakui/menghubungkan nasab dengan selain bapaknya atau kepada selain yang memerdekakannya.

24. Melamar perempuan yang sudah dilamar oleh temannya

25. Memberi petuah tanpa pengetahuan (ngawur).

26. Belajar atau mengajarkan ilmu yang membahayakan.

27. Menghukumi dengan selain hukum Allah.

28. Meratapi/menangisi (dengan suara keras) pada mayit.

29. Setiap ucapan yang mendorong kepada orang lain untuk berbuat haram atau untuk meninggalkan kewajiban.

30. Setiap ucapan yang mencela agama, salah seorang nabi, para ulama, ilmu Al-quran, peraturan agama, dan atau sesuatu dari tanda-tanda agama Alloh.

31. Meniup seruling

32. Diam tak mau amar makruf nahi mungkar, padahal tidak ada uzur.

33. Menyimpan ilmu yang wajib, sementara ada orang yang menuntut.

34. Menertawakan orang islam dengan maksud menghina.

35. Menyimpan penyaksian (dia tahu tentang kasus, dan tak mau jadi saksi).

36. Lupa hafalan Al-quran (pernah hafal lalu lupa).

37. Tidak mau menjawab salam, yang wajib untuk dijawab.

38. Mencium istri dengan sahwat ketika ihram haji atau ketika berpuasa fardhu.

39. Mencium orang yang tidak halal dicium.

Maksiat Perut 

1. Makan riba

2. Makan upeti

3. Makan barang curian

4. Makan setiap yang diperoleh dengan cara yang diharamkan agama

5. Minum arak. Peminum arak harus di hukum dengan empat puluh kali cambukan bagi orang merdeka dan dua puluh kali untuk sahaya (budak). Dan bagi imam boleh menambah hukuman sebagai hajaran.

6. Makan setiap yang memabukan, barang najis, atau barang yang kotor (menjijikan).

7. Makan harta anak yatim atau harta wakaf dengan cara menyeleweng dari yang ditentukan oleh orang yang mewakafkan.

8. Makan barang yang didapat dari jalan malu (yang memberi karena malu/takut).



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)