Saturday, 15 August 2015

Melihat Liputan Indonesia dari sudut Pandang AMERIKA (PBS America - Funded CPB Org)


Video Liputan Indonesia dari Amerika menarik untuk dilihat, Video ini muncul ketika Radikalisme di Indonesia muncul dan mencuat dipermukaan atas kasus-kasus terorisme yang menghancurkan Kedutaan Australia, Hotel JW Marriot dan Bom Bali. Dan siapa-siapa saja yang diliput untuk berbicara mengenai Indonesia dari kacamata liputan aksi kekerasan.

Ya Indonesia memang harus melalui berbagai macam problematika sebelum menjadi bangsa kuat dan kokoh, harus diuji kekompakannya harus dipersatukan dalam kesatuan solid, kita sudah mempunyai organisasi besar NU dan Muhammadiyah yang membentengi paham-paham wahabi dari timur tengah dengan islam garis kerasnya, kita juga sudah mapan dari sisi pendapatan masyarakat jika dibandingkan sewaktu aksi kekerasan ini terjadi, pemuda-pemudi sekarang sudah lebih mengerti mengenai dunia sejak ia SD, dan bergerak maju dalam pemikiran sejak SMP dan SMA, sudah bisa memisahkan mana paham kebanyakan dan minoritas, tinggal bagaimana toleransi antar umat beragama di Indonesia bisa terus dijaga.

abu bakar bashir

ahmad dhani

amien rais

eva sundari

habib riezik

herman sulistyo

i made pastika

imam samudra

ismawati gunawan

ki joko bodo

lily munir

noor huda ismail

princess murtiyah

sidney jones

soleh mahmud

ulil abshar abdalla

wahyudin ngruki

yenny wahid


Persoalan Indonesia adalah persoalan mencari jati diri bangsa modern yang bisa mewakili contoh suri tauladan tentang bagaimana seharusnya masyarakat internasional bisa belajar dari peradaban yang tengah dibangun di Indonesia hingga menjadi kuat dan menjadi contoh bagi negara-negara lain yang masih berkutat pada kesenjangan pendapatan masyarakat yang ekstreem, kita sudah melewati itu semuanya.

Kita adalah bangsa besar yang segera akan berdampingan dengan Amerika, India, China, dan Indonesia, kita harus menjadi contoh peradaban maju dari Asia Tenggara, yang berhasil mengelola sumber daya alam mengelola keberagaman etnis bangsa, dan menjadi model bagi contoh masyarakat modern dalam 10-20 tahun mendatang.

 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)