Saturday, 27 June 2015

Muhammad Aldjamalullail : Klarifikasi Kasus Mesjid Raya Baiturahman


Oleh Muhammad Aldjamalullail

Saudara-saudaraku semua, pembaca setia status saya. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita sebagai pelajaran. Coba kita baca sama-sama:

Muhammad Aldjamalullail : Klarifikasi Kasus Mesjid Raya Baiturahman

Muhammad Aldjamalullail : Klarifikasi Kasus Mesjid Raya Baiturahman


1. Setelah saya naikkan status yang menceritakan siapa Abi Lampisang, Tu Bulqaini menurut informasi yang saya terima, apa tanggapan orang-orang dayah?

Tanggapannya sangat beragam. Yang panjang ilmu dan ahlul ilmi, menanggapinya dengan klarifikasi, meminta info dan menyuruh untuk memberitakan yang baik.

Sebagian besar, marah-marah, memaki, seolah-olah dua tengku itu maksum. Bahkan ada yang merepost status saya itu, yang diancam dibunuh, dikoh takue, dikatakan sebagai wahabi, yahudi, lonte, dan segala macam. Bahasa-bahasa bukan yang timbul dari orang yang beragama. Orang begini pergi ke dayah, bukan untuk mendapat ilmu, niatnya tidak benar. Ayyo benarkan niat, bahwa ke dayah itu untuk memperbaiki masyarakat, mendapat ilmu untuk kebaikan orang ramai, bukan untuk menjadi orang suci yang bisa dengan mudah mengkafirkan orang.

2. Adanya kesan yang seragam dari santri dayah, bahwa Pemerintah Aceh, khususnya gubernur, sudah menjadi pendukung wahabi, sebab membela pengurus mesjid raya, tetapi di lain pihak, mendukung wagub Muzakir Manaf atas tindakannya mengajak buka puasa bersama sesudah itu. Ini kan jelas, motifnya politik. Ada kekesalan sebagian dayah kepada gubernur, yang digunakan oleh wagub untuk kepentingan 2017.

3. Terpetakan oleh dayah, beberapa orang yang didiskusikan untuk dimusuhi. Termasuk saya, pemilik status, dan beberapa kawan yang merepost, membuat dayah panas hati kepada sesama masyarakat Aceh yang sama sama muslim. Mestinya dayah bersikap bijaksana, meluruskan apa yang tidak lurus. Kemarahan itu timbul seolah olah ulama dimusuhi di Aceh. Aceh tidak bermusuhan dengan ulama dan dayah. Rakyat aceh sayang kepada ulama dan dayah. Dayah harus tau itu.

4. Coba, rekan-rekan santri dayah, cek dengan benar, siapa Abi Lampisang dan gerak geriknya, kemudian cek Tu Bulkaini dan manuver-manuver politiknya sejak dulu. Demikian juga cek FPI, bagaimana jaringan mereka dengan intelejen. Cek siapa itu yang disebut Tengku Ali dari MUNA asal Peureulak, apa kerjanya, darimana cari nafkahnya. Sehingga tahu hakikat bahwa tangan dayah saat ini mau dipakai untuk memukul orang lain.

5. Terakhir, akan sangat merugikan dayah, memusuhi orang yang kritik dayah dan tengku dayah, memusuhi para dosen dan pelajar dari institusi lain selain dayah, memusuhi aktivis, pemerintah, demikian juga memusuhi orang yang berlainan mazhab.

Salam damai dari saya dan keluarga, pecinta dayah dan ulama dayah dan punya keinginan besar untuk membuat dayah tidak bermusuhan dengan semua orang yang bukan dayah.

Baca Tulisan Sebelumnya : Abi Lampisang dan Bulqaini Tanjungan

2 comments:

  1. pengetahuan anda masih sangat dangkal untuk membicarakan masalah ini brother. maaf, saya yakin informasi yang anda dapatkan tentang guree2 yang anda sebut diatas salah, sehingga anda berpandangan demikian. anda harus punya ilmu untuk bicara brother.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)