Facebook

Saturday, 27 June 2015

Abi Lampisang dan Bulqaini Tanjungan - OPERASI UNTUK MERUSAK ACEH


OPERASI UNTUK MERUSAK ACEH


Oleh Muhammad Aldjamalullail

Ada dua orang ‘ulama’ yang menjadi provokator kejadian ribut-ribut di mesjid raya. Siapa mereka?

1. Abi Lampisang.

Abi Lampisang dan Bulqaini Tanjungan - OPERASI UNTUK MERUSAK ACEH
Creative common image by Abi Lampisang

Dulu bapak ini menjadi salah seorang pelatih tentara GAM, mempunyai banyak hubungan dengan kombatan.

Namun pasca damai, banyak bermain politik sendiri untuk mencari uang. Diantaranya menjadi pendiri sebuah partai lokal bernama Gabthat (Geunerasi Aceh Beusaboh Tha'at dan Taq'wa). Dari nama saja, jelas partai ini adalah olok-olok, sehingga tidak mendapat suara dan dukungan dari rakyat Aceh.

Kemudian Abi Lampisang juga mencalonkan diri menjadi gubernur Aceh. Karena program tidak ada, dan hanya mencari jabatan, akhirnya hanya mendapat suara beberapa persen saja.

Abi Lampisang juga diduga turut terlibat dalam memberikan fasilitas pelatihan untuk anggota teroris di Jalin. Dan saat ini menjadi imam besar organisasi asing di Aceh, yaitu FPI, front pembela islam untuk Aceh.

Sering terlihat menggapit map, mencari proyek. Sedangkan pesantrennya menjadi terlantar.

Secara ekonomi dia mulai kesulitan. Apalagi ada informasi punya kodam dua di Jakarta.



2. Bulqaini Tanjungan

Abi Lampisang dan Bulqaini Tanjungan - OPERASI UNTUK MERUSAK ACEH
Creative common image by LPI

Sering disebut Tu Bulqaini. Ketika Aceh sedang konflik, menjadi pimpinan Taliban, organisasi yang meu mengcopy sebuah gerakan pelajar islam di Afghanistan. Namun niat politiknya tidak kesampaian, sebab kuatnya GAM dan organisasi sipil yang ada di Aceh. Tu Bulqaini juga sering menyerang pemerintah Aceh di bawah Irwandi Nazar, sebab menjadi tim inti H2O. Namun kemudian mendapatkan manfaat ekonomi dari Muhammad Nazar, dan menjadi pendukung Muhammad Nazar.

[Baca : Kisah Nyata SEMBUH dari Penyakit Stroke ]

Sikap Tu Bulqain sering kurang menyenangkan, sehingga tidak banyak kawan dalam bergaul. Saat ini mengelola pesantren yatim di kawasan Lueng Bata.

Secara ekonomi sudah mulai terjepit


***

Nah, saudara-saudara se Aceh, kepada ulama macam ini kita mau percayakan masa depan Aceh? Merekalah yang hendak berjihad menumpahkan darah, hanya untuk merebut imam dan khatib mesjid raya Banda Aceh.

Menurut info, mesjid raya Baiturrahman akan disalurkan bantuan ratusan milyar untuk pembangunannya. Apakah aswaja akan menjadi alasan untuk mengelola uang yang banyak itu?? Wallahu A’lam.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)