Thursday, 7 May 2015

Erizeli Jely Bandaro - Uang Korupsi

Sejak Xijinping berkuasa di China, telah banyak pejabat dari sipil sampai militer yang ditangkap karena korupsi dan diancam hukuman mati. Tapi tahukah anda. Sebagian besar uang hasil korupsi itu bisa diambil kembali oleh negara. Mengapa? 

Karena China membatasi transfer uang keluar negeri atas nama personal. Melarang transfer keluar negeri tanpa dilengkapi underlying transaksi yang lengkap. Pejabat atau PNS dilarang punya rekening valas. 

Pembelian barang diatas RMB 10,000 harus melampirkan KTP. Semua transaksi terhubung secara online melalui E-Government.Makanya para koruptor itu hanya bisa menggunkan uang korup untuk makan.Selebihnya mereka simpan di rumah.

Contoh :Wei Pengyuan, pejabat senior sektor energi China ,ditemukan uang tunai hasil korupsi sebesar 32 juta dollar atau sekitar Rp 416 miliar di kediamannya.Begitu banyaknya uang yang ditemukan hingga aparat keamanan harus menggunakan 16 mesin penghitung uang dalam proses itu. 

Bahkan, karena terlalu banyak menghitung uang, empat mesin mengalami kerusakan. Jenderal Xu Caihou, di kediamannya, penyidik menemukan uang yang setelah ditimbang mencapai lebih dari satu ton. Tak hanya itu, Xu juga menyimpan banyak batu mulia. Secara total, sang jenderal memiliki begitu banyak uang sehingga penyidik harus menggunakan 12 truk untuk mengangkut uang tersebut dan membutuhkan waktu sepekan untuk menghitungnya. 

Ma Chaoqun adalah seorang pejabat yang kedudukannya relatif rendah sebelum menjadi manajer perusahaan air bersih di Provinsi Hebei.Saat aksinya terungkap, penyidik menemukan uang tunai 19, 4 juta dollar atau sekitar Rp 252 miliar, sejumlah emas batangan, dan sertifikat 68 buah rumah.

Seharunya kita bisa meniru china sehingga uang korupsi tidak terbang ke luar negeri. Indonesia itu sorga bagi koruptor karena teknik operasi pencucian uang sudah sangat canggih. data yang dipublikasikan oleh Ford Foundation melalui laporan Global Financial Integrity dari tahun 2002 sampai dengan 2010 jumlah dana asal Indonesia yang parkir diwilayah offshore mencapai USD 108,89 billion.

Data terakhir sudah melebih USD 200 miliar.Itu dua kali lipat dari devisa negara kita. Semoga ada revisi UU transfer devisa khususnya untuk personal dan PNS dan elite politik serta kroninya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)