Thursday, 7 May 2015

Erizeli Jely Bandaro - Kelas Menengah di Indonesia Era JOKOWI

Kelompok menengah dan atas memang dihantam keras oleh kebijakan Jokowi. Mereka protes karena mereka dipaksa keluar dari zona nyaman. Mau jadi pedagang importir atau pabrikan berbahan bahan impor, udah engga feasible.Mau ekspor bahan mentah kena pajak tinggi. Mau bisnis properti dipersulit karena adanya pajak rumah pertama dan kedua serta pembatasan LTV untuk kredit kontruksi. 

Mau jadi mafia migas, pupuk, pangan, dan lain lain udah sulit. Pertumbuhan ekonomi masa lalu yang dipicu oleh bisnis non tradable tidak ada tempat lagi. Mau marah ? 

Marahlah..anda akan mati meradang...anda tidak punya pilihan kecuali anda berubah. Sekarang! TIdak ada gunanya memprovokasi orang lain untuk ribut karena pasti digilas oleh TNI.

Struktur bisnis masa lalu telah melahirkan segelintir orang kaya raya.Anda bisa bayangkan 40.000 orang menguasai dana sebesar USD 134 miiar atau RP.1800 triliun. Bayangkanlah. Begitulah rakusnya mereka ditengah ratusan juta penduduk negeri ini yang miskin. 

Kalau kebijakan ekonomi masih seperti dulu maka modal hanya berputar diatas untuk memanjakan segelintir orang..memang ekonomi bergairah dan tumbuh tapi gap kaya miskin makin lebar..Ini harus dihentikan.Makanya 80% dana fiskal dilempar ke desa..ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


Siapapun orang beragama, kalau meliat kebijakan Jokow ini salah maka patut dipertanyakan agamanya. Mengapa ? Pesan agama jelas sekali bahwa tugas negara membuat yang lemah terlindungi dan yang kuat terjaga serta keadilan sosial tegak. . 

Itulah yang selama ini abai..Saya tidak memuji Jokowi tapi saya mencoba menyampaikan kebenaran..

Erizeli Jely Bandaro - Kelas Menengah di Indonesia Era JOKOWI
Creative Common image by WWRR

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)