Facebook

Thursday, 7 May 2015

Erizeli Jely Bandaro - Dana Fiskal

Di China pasar property hancur karena adanya pajak progresive atas kepemilikan rumah. Juga semakin kecilnya LTV atas kredit rumah. Bank memberikan kredit kontruksi dengan LTV dibawah 50%. 

NPL sektor property perbankan membengkak dan sejak krisis global 2008 sudah dua kali Bank sentral China mem bailout NPL dan seluruh asset itu dikuasai negara untuk dikelola. Pajak PMA dinaikan. 

Adanya pembatasan ekspansi investasi PMA untuk menekan angka FDI agar mata uang RMB tidak semakin menguat. Membatasi PMA masuk kepasar domestik, sehingga banyak PMA asal Jepang, Korea, Taiwan yang hengkang ke Vietnam dan negara ASEAN lainnya. Hampir semua orang asing mengeluhkan ini aksi bumi hangus.

Apa yang dilakukan pemerintah China dengan keadaan tersebut diatas ?Pemerintah mengalokasikan sebagian besar dana fiskalnya untuk menggenjot ekonomi desa. Pajak Petani dihapus. Insentip pajak diberikan kepada perusahaan yang mau relokasinya industrinya kedaerah diluar zona ekonomi ekslusif. 

Upah buruh ejak 2008 telah naik empat kali lipat agar rakyat punya kemampuan belanja menyerap produksi dalam negari agar ancaman deplasi tidak terjadi. Pajak PMDN diturunkan. Tahun 2011 dimulai membangun 35 juta rumah murah untuk rakyat miskin. 

Seorang pejabat China mengatakan sudah cukup tiga decade kita memacu pertumbuhan melalui kota. Ini tidak sehat karena menciptakan gap kaya miskin semakin lebar. Saatnya kembali ke desa. Kita ingin kuat dari desa karena dari sanalah kami semua berasal. Bila desa kuat maka kami tidak perlu kawatir lagi dengan gelojak dari luar.

Apa hikmahnya ? walau pertumbuhan ekonomi hanya kisaran 7% namun sejak krisis 2008 gelombang akuisisi PMA dan PMDN oleh pengusaha generasi muda lulusan universitas terjadi dimana mana. Pemerintah memberikan kesempatan.

Kawasan industri didaerah yang tadinya dipunggungi kini terjadi penuh oleh relokasi industri dari zone ekonomi eksklusif. Teman saya mengatakan bahwa china sedang melakukan restruktur ekonominya.Ini bukan reformasi tapi revolusi. 

Benar benar revolusi mental. Distribusi kemakmuran kebawah sedang berlangsung.Yang kuat bertahan dan yang lemah tersungkur. China dengan populasi diatas 1 miliar butuh ekonomi yang kuat dan itu harus dimotori oleh rakyat yang kuat dan kaum terpelajar yang punya moral untuk berbagi, tangguh menghadapi keadaan yangselalu berubah..

Sebuah negeri, Adalah sebuah cita cita kebersamaan.

Yang digayuh dalam kelelahan.

Oleh satu generasi kegenerasi berikutnya.

Yang tak lepas dari kehendak dan pengorbanan..


Bagaimana dengan kita ?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)