Saturday, 18 April 2015

Menjiwai Peran Ibu dalam Kualitas Diri Kita Pribadi

Malam ini saya berpikir ulang mengenai konsep menjiwai peran Ibu dalam konsep kualitas Pribadi diri sendiri, sudah sebesar mana pengorbanan diri kepada orang tua, adik kakak sejauh ini, sudah mengorbankan apa saja untuk mereka sejauh ini, pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang tidak hanya penting tapi juga menjadi indikator kebahagiaan yang tidak bisa dilihat dari kasat mata.

kalau anda sudah selesai kuliah dan masih bingung bagaimana kualitas diri harus dibangun kedepannya, coba pikirkan kembali posisi Ibu dan bagaimana pengorbanannya untuk dirimu dan seluruh keluarga, dan bagaimana pengorbanan yang sudah engkau lakukan kalau dibandingkan dengan jasa yang ibumu lakukan.

Tak terpikirkan sebelumnya, dan terlintas untuk mengorbankan diri lebih banyak demi pengorbanan kepada keluarga, ini yang kadang saya masih belum bisa dan belajar untuk bisa menjadi seperti Ibu dan kebanyakan Ibu lainnya, tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri tapi memastikan seluruh keluarga dapat berjalan normal dan tidak ada kendala apapun didepannya.

kecil yang tidak terlihat dan akan terasa besar kalau sudah hilang.
menjiwai peran Ibu dalam kualitas diri adalah peran yang sangat besar dalam mencapai taraf kedewasaan, memperbanyak pengorbanan dan melihat orang lain sebagai bagian yang melekat dan tanggung jawabnya yang tidak bisa dilepas begitu saja sebelum selesai dan faktor HATI adalah krusial.

Ketika HATI Sudah damai dan sesuai dengan semua penyelesaian masalah, 
seketika itu juga masalah sebesar apapun tidak menjadi halangan.

Mengambil tanggung jawab sebesar tanggung jawab Ibu adalah sebuah bukti kedewasaan diri.
Mengambil peran Ibu dalam mengorganisir kehidupan diri adalah pekerjaan mulia dan menyakitkan.
Mengambil kesuksesan Ibu dalam membahagiakan seluruh anggota keluarga tanpa ada mengharapkan imbalan yang setimpal dan Gaji.

Mungkin saat inilah masa kedewasaan saya berkembang naik tahap ke arah kejelasan hakikat kehidupan yang tidak terlihat sebelumnya.

Memperbanyak tanggung jawab
Memperbanyak resiko diri sendiri
Memperbanyak kesusahan dan keletihan yang tiada henti
Memperbanyak kekecewaan yang tak pernah dihargai
Memperbanyak kesedihan yang disimpan sendiri
Memperbanyak dan terus memperbanyak hingga ia menjadi tiada dan dikenang selama-lamanya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)