Sunday, 5 April 2015

Kisah Sukses : Pan Sutong Miliarder asal HONG KONG


Pan Sutong berhasil mencatatkan dirinya sebagai salah satu miliarder Hong Kong. Nama Sutong mulai populer ketika kekayaannya naik tiga kali lipat menjadi US$ 18,2 miliar dalam tempo kurang dari setahun. Peringkat Sutong di daftar orang terkaya pun menanjak ke nomor tujuh dari sebelumnya orang terkaya ke-11 di Hong Kong. Kekayaan Sutong bersumber dari bisnis properti, finansial, elektronik, kebun anggur dan polo, di bawah bendera Goldin Group.

Kisah Sukses : Pan Sutong Miliarder asal HONG KONG
Creative common image by Kontan


Sebagai salah satu markas kekuatan ekonomi Asia, Hong Kong terus melahirkan miliarder baru. Salah satunya adalah Pan Sutong. Hitungan Forbes, kekayaan Sutong senilai US$ 18,2 miliar.

Harta berlimpah itu menempatkan Sutong sebagai orang terkaya ketujuh di Hong Kong. Peringkat kekayaan Sutong terus melejit dalam waktu kurang dari setahun. Sebagai perbandingan, tahun lalu harta Sutong masih di kisaran US$ 6,1 miliar.

Harta Sutong naik berlipat ganda dipicu oleh kenaikan harga saham perusahaan miliknya yang tergabung di bawah Goldin Group. Saat ini ada dua perusahaan milik Sutong yang tercatat di bursa Hong Kong. Mengutip Financial Times, harga saham Goldin Properties Holdings melejit 233,53% menjadi HK$ 11,14.

Sementara, saham Goldin Financial Holdings terbang 667,41% ke level HK$ 24,25. Laju kenaikan saham ini tak lepas dari kinerja moncer kedua perusahaan. Sepanjang tahun 2014, pendapatan Goldin Properties 2.065% dari HK$ 128,98 juta menjadi HK$ 2,79 miliar. Laba bersih pun berlipat 1.158% dari HK$ 67,97 juta menjadi HK$ 855,59 juta.

Sementara itu, pendapatan Goldin Financial melejit 60,31% menjadi HK$ 401,53 juta. Sayangnya, laba bersih Goldin Financial susut 20,93% menjadi HK$ 733,83 juta.

Yang pasti, sumber kekayaan Sutong tidak cuma dari dua entitas tersebut.  Mengutip situs resmi perusahaan, Goldin Group bergerak di lima sektor bisnis. Yakni, consumer electronic, realestat, polo, kebun anggur (wine) dan jasa keuangan. Beberapa tahun belakangan, Goldin Properties menjadi mesin utama pundi-pundi kekayaan Sutong. 

Goldin Properties menarik perhatian saat membenamkan investasi sebesar US$ 10 miliar untuk membangun mega proyek super blok mewah di Tianjin. Tapi, awal kekayaan Sutong bersumber dari Matsunichi Digital Holdings Limited.

Sutong lahir pada tahun 1963 di Shaoguan, Provinsi Guangdong. Sutong hidup di tengah era Revolusi Kebudayaan China yang berujung kekacauan. Pada tahun 1976, dia dikirim ke California, Amerika Serikat (AS) untuk tinggal bersama nenek tirinya.

Semasa kecil, Sutong hanyalah seorang siswa yang tidak berprestasi dan seringkali bolos sekolah. Bahkan, dia tidak lulus SMA dan tidak sempat belajar bahasa Inggris secara maksimal. Pada 1984, Sutong kembali ke China.

Bermodalkan duit pinjaman dari keluarganya, dia mendirikan bisnis Matsunichi Colour Display Monitor di Hong Kong. Sutong mengkhususkan diri dalam menjual produk elektronik asal Jepang.

Berawal dari distributor, Sutong ekspansi menjadi perusahaan manufaktur. Dalam tempo 10 tahun, Sutong berhasil membuat produk Matsunichi menguasai 90% produksi monitor karaoke dan membuatnya menjadi penguasa pengsa pasar karoke.

Keberuntungan Sutong semakin berlipat setelah mendirikan Matsunichi Colour Display Monitor Company Limited. Ini adalah produsen berbagai elektronik rumah tangga.

Di awal berdiri, Sutong gencar ekspansi. Dia mengakuisisi Kaisar Technology Venture yang kemudian berganti nama menjadi Matsunichi Communication Holdings. Pada 3 September 2008, Matsunichi Communication kembali berganti nama menjadi Goldin Properties.

Di tahun yang sama, perusahaan milik Sutong ini kembali mengakuisisi perusahaan yang bernama Fortune International Limited. Ini adlah perusahaan yang menjadi asal muasal Goldin Financial. Di luar bisnis properti dan finansial. Lantaran hobi, Sutong membeli 40 hektare kebun anggur di AS dan memiliki perusahaan polo dan peternak kuda.      

Sebagai penguasa pasar monitor karaoke di Hong Kong, harta Pan Sutong semakin tebal. Namun, bisnis properti yang melejitkan harta kekayaan hingga mendapat julukan miliarder. Sutong mulai menggarap bisnis properti pada September 2008.

Kala itu, Sutong mengubah perusahaan miliknya, Matsunichi Communication Holding menjadi Goldin Properties Holdings. Inilah awal mula sepak terjang Goldin di industri properti. Mengutip situs resmi perusahaan, saat ini Goldin mengembangkan sekitar 70 proyek properti yang tersebar di Hong Kong, Tianjin, Guangzhou, dan Shaoguan.

Salah satu proyek ambisius Goldin adalah superblok Kowloon Bay di Hong Kong. Proyek ini menyerap investasi lebih dari US$ 13 miliar. Proyek mercusuar Goldin ini ditargetkan rampung pada kuartal IV tahun ini.

Puluhan proyek prestisius membuat rapor kinerja Goldin Properties moncer. Tengok saja, pendapatan Goldin Properties naik 2.065% dari HK$ 128,98 juta menjadi HK$ 2,79 miliar di sepanjang tahun 2014. Laba bersih pun berlipat 1.158% dari HK$ 67,97 juta menjadi HK$ 855,59 juta.

Kinerja yang kinclong ini membawa saham Goldin Properties terbang 289,68% dalam tempo setahun terakhir. Sebagai pemegang saham mayoritas, inilah faktor yang membuat harta Sutong naik tiga kali lipat menjadi US$ 18 miliar per akhir Maret 2015.  

Ciri khas proyek properti besutan Sutong adalah sentuhan kemewahan ala kaum jetset. Sebagai penikmat wine dan berkuda (polo), Sutong juga kerap menduetkan nuansa anggur dan polo di proyek propertinya.

Sutong mulai serius membeli kuda sebagai salah satu aktivitas bisnis pada tahun 2011. Kala itu, dia membeli peternakan kuda ras mahal. Kuda-kuda ini dilatih untuk bertanding di turnamen polo. South China Morning Post melaporkan, Sutong merogoh dana US$ 2 juta untuk membeli kuda asal Irlandia, Akeed Mofeed.

Pan Sutong akeed mofeed

Kegemaran Sutong meneguk wine juga terwujud dalam aktivitas bisnis. Pada Mei 2011, Sutong terbang dengan jet pribadi ke Napa Valley, California dan kembali ke China. Kurang dari 24 jam, dia membeli kebun anggur senilai US$ 50 juta.

Di tahun yang sama, Sutong mengakuisisi kebun anggur Chateau Paster di Pomerol untuk mendapatkan kualitas anggur Prancis. Aksi pembelian kebun anggur ini sempat mendapat cibiran. Seperti dikutip www.fasttrack.hk, masyarakat Hong Kong menganggap Sutong sebagai miliarder yang royal menghamburkan uang demi prestise.

pan sutong Napa Valley, California


Cibiran tersebut tak menghentikan aksi Sutong. Mei 2013, Sutong mengakuisisi tiga kebun anggur di Prancis secara bersamaan. Sutong mengatakan, membeli kebun anggur bukan sekadar hobi. Bagi dia, wine adalah bisnis jangka panjang. Sedangkan fokus utamanya adalah berbisnis properti.

Aksi terbaru, Sutong membeli Tianjin Properties senilai HK$ 1,37 miliar pada 13 Maret 2015. Pembelian Tianjin Properties ditujukan untuk membangun tempat penyimpanan wine. Tak lama berselang, Sutong juga meneken kesepakatan untuk mengambil alih Guangzhou Properties seharga HK$ 1,74 miliar dengan tujuan yang sama.

Tapi, dua transaksi itu merupakan transaksi terafiliasi.  Sutong mengatakan, transaksi dilakukan lantaran prospek pasar wine di China yang berkembang pesat. Kalkulasi Sutong, China salah satu konsumen terbesar anggur merah dunia sejak tahun 2013.


Menggeluti hobi mewah sekaligus berbisnis membawa berkah bagi pundi-pundi harta Sutong. Bapak beranak satu ini diganjar dengan predikat orang terkaya ketujuh di Hong Kong sekaligus terkaya nomor 153 di dunia.        

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)