Facebook

Thursday, 16 April 2015

BELAJAR MENJADI MANUSIA Oleh Cak Nun (Emha Ainun Najib)


BELAJAR MENJADI MANUSIA Oleh Cak Nun (Emha Ainun Najib)

Cak Nun dengan tegas menguraikan..

“Wis anggaplah aku ini kafir fir...
terus opo hakmu utowo hak wong liyo terhadap aku ??...
Iki menyangkut martabat manusia....

Mengenai benar kafir atau tidak seseorang, itu wilayahnya Allah.....
Sedangkan urusan sesrawung antar manusia, adalah ojo nuding-nuding wong, itu merendahkan dan menyakiti hatinya.
Padahal didalam Islam, sangat dilarang menyakiti hati orang lain.

Apakah kalian yakin bahwa saya muslim ??

Dari mana kalian tau saya muslim?

Kalau ternyata saya hanya akting?

Kalau darah saya halal....

wis gek ndang dipateni ....

dan okeh sing kudu dipateni....

Allah saja masih memiliki ruang, "barang siapa mau beriman maka berimanlah, barangsiapa mau kufur, silakan kufur" !

Maka, ....

kepada orang yang kita anggap sesat atau kufur, mbok wis dido'akan saja supaya diberi hidayah oleh Allah. Jangan dituding-tuding, Itu menghina martabat manusia.

Musuh kita adalah kesempitan dan kedangkalan berpikir.

Anda semua harus ombo...

dan jembar pikirane....

Harus mengerti kiasan...

dan konteks-konteks....

Makanya,...

sebelum omong banyak tentang Islam, ayo belajar dulu jadi manusia.

Manusia yang manusia itu melu keroso loro (sakit), kalau ada manusia lainnya disakiti hatinya.

Bahkan kalau kita menyakiti orang lain, aslinya kita sendiri juga merasa sakit.

Manusia yang jembar dan murni itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/ngroso)

Rasulullah saja ketika diprotes sahabat karena memilih Bilal yang tak bisa mengucap huruf Syin, tetapi malah dipilih sebagai muadzin, justru menjawab; "pokoknya, kalau kalian mendengar dia (Bilal) mengucap sin, padahal yang harusnya syin, maka itu maksudnya syin.


Itulah kearifan Rasulullah. Maka, kalau kalian tidak menerima hal ini, sama artinya menghina orang celat. Bisa kualat kita.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)