Facebook

Tuesday, 3 March 2015

PT Bodongan bikinan DPRD DKI Jakarta Part 4 Jakarta - PT Astrasea Parisindo



Sebanyak 44 perusahaan menjadi pemenang tender pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk disimpan di 49 SMA dan SMK di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat pada 2014. Jumlah totalnya mencapai Rp330 miliar.

Pengadaan UPS kembali dilakukan untuk diberikan kepada seluruh kantor kelurahan dan kecamatan di Kotamadya Jakarta Barat dan nilainya termasuk kepada total anggaran siluman di APBD 2015 yang mencapai Rp12,1 triliun.

Creative Common image by Viva
Dengan jumlah yang fantastis, wajar jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram. Beberapa perusahaan pemenang tender pengadaan UPS pada 2014 lalu juga terindikasi fiktif.

Selasa, 3 Maret 2015, VIVA.co.id mencoba menelusuri kebenaran dan keberadaan kantor perusahaan PT Astrasea Parisindo, pemenang tender proyek UPS untuk SMAN 65 dan SMAN 4, Jakarta.

Alamat perusahaan berada di Jalan Lubang Buaya Nomor 54 RT 006 RW 011 Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Namun setelah dicek, ternyata perusahaan itu tidak ada. Bagunan yang berdiri di tempat itu bukan kantor, melainkan rumah tinggal.

"Warga sini tapi asalnya dari Sumatera Utara, nama lengkapnya saya kurang tahu, panggilannya Paulus", ujar tetangga, pemilik rumah Nomor 55 yang tak mau disebut namanya.

Menurut tetangga, rumah itu kini ditinggali oleh anak dari pemilik rumah. Dirinya menambahkan, bahwa penghuni rumah biasanya berada di rumah mertuanya.

Sementara itu, untuk mengetahui kebenaran siapa penghuni dan pemilik rumah tersebut VIVA.co.id coba mengumpulkan informasi dari ketua RT 06 dan sekretaris RT 06. Keduanya juga tak mau disebutkan namanya.

Mereka membenarkan bahwa alamat tersebut sesuai dengan alamat PT Astrasea Parisindo, penghuni yang tinggal di rumah tersebut adalah anak dari Yusman Pasaribu, yakni Paulus Pasaribu.

Menurut keterangannya, baru sekitar lima tahunan Paulus tinggal di rumah tersebut. Sedangkan Paulus Pasaribuan sudah pindah ke RT 03/ RW 05 sejak tahuan 90-an.

Aparat RT juga tidak tahu rumah tersebut digunakan sebagai kantor usaha. Namun menurutnya jika hal itu memang benar rumah tersebut adalah kantor pasti ada ijinnya ke RT.

"Usaha atau bukan, yang jelas kalau ada itu tempat usaha pasti ada ijin, tapi ini tidak ada", ujar ketua RT 06, kelurahan Lubang Buaya.

Selain itu, Sekretaris 06 menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah tahu usaha apa yang digeluti oleh Paulus, anak dari Yusman Pasaribu.

"Pekerjaan paulus, tidak tahu usahanya, entah pengepul barang, tidak tau pasti, apakah proyek, atau ikut orang tuanya" katanya lagi.

Dari pantauan, rumah berwarna hijau tersebut memang kelihatan sepi. Saat pemiliknya dipanggil, tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Sebelumnya, PT Astrasea Parisindo saat ini tengah menjalani proses hukum. Akibat tersangkut kasus dugaan korupsi mobil toilet VVIP Pemprov DKI tahun anggaran 2009 dengan biaya Rp5,328 miliar.

Direktur PT Astrasea Parisindo, Yusman Pasaribu dijerat bersama 4 tersangka lainnya dalam kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) tersebut.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)